Daerah

  • AGAMA,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Kesehatan,  Kriminal,  Nasional,  Pendidikan,  SOSIAL

    “Perang Semesta Melawan Narkoba: BNN Ungkap Jaringan, Selamatkan Generasi”

     “Perang Semesta Melawan Narkoba: BNN Ungkap Jaringan, Selamatkan Generasi”


    jakarta, Media,  wartapenasatu.com
    Badan Narkotika Nasional (BNN) sekali lagi membuktikan komitmennya dalam “War on Drugs for Humanity” dengan membongkar 11 jaringan narkoba dan menyita ratusan kilogram barang bukti. Operasi ini tidak hanya mengungkap kejahatan narkotika, tetapi juga tindak pidana pencucian uang dan keberadaan laboratorium narkoba ilegal, menandai pendekatan komprehensif dalam pemberantasan narkoba.

    Kepala BNN, Komjen.Pol. Suyudi Ario Seto, M.Si, mengungkapkan bahwa dalam operasi yang berlangsung selama 18 hari dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, 11 jaringan narkoba berhasil dilumpuhkan. Operasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menghadapi ancaman narkoba. Dari 53 tersangka yang ditangkap, termasuk warga negara asing, terungkap dimensi internasional dari permasalahan ini.

    Hasil Operasi yang Mencengangkan

    Dalam rentang waktu Agustus hingga September, BNN berhasil menyita sejumlah besar barang bukti narkoba, yang meliputi:

    – Sabu: 503,715,65 gram
    – Ganja: 441,376,17 gram
    – Ekstasi: 2.138 butir
    – Kokain: 1.321 gram
    – Ganja sintetis: 30 mililiter
    – Sabu cair: 352 mililiter
    – Bahan kimia padat: 4.674,37 gram
    – Bahan kimia cair: 9.483 mililiter

    Selain itu, BNN juga mengungkap pabrik narkoba rumahan (Clandestine Laboratory) dan kasus pencucian uang (TPPU) senilai lebih dari Rp 52,7 miliar di Palembang, Sumatera Selatan, menunjukkan bahwa kejahatan narkoba memiliki akar ekonomi yang dalam dan terorganisir.

    Rehabilitasi dan Pencegahan sebagai Pilar Strategis

    Suyudi Ario Seto menekankan bahwa BNN tidak hanya fokus pada tindakan represif, tetapi juga memperkuat program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba. Program ini bertujuan untuk memulihkan mereka dan mengintegrasikan kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif. Selain itu, BNN mengampanyekan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai upaya pencegahan berbasis komunitas yang melibatkan pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda.

    “Kami menegaskan bahwa BNN tidak hanya bergerak pada aspek represif. Kami juga memperkuat program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba, agar mereka dipulihkan dan dikembalikan menjadi bagian produktif dari masyarakat,” ujar Suyudi, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam penanggulangan narkoba.

    Perang Melawan Narkoba: Bela Negara dan Tanggung Jawab Kolektif

    Melalui operasi ini, BNN juga memusnahkan barang bukti narkoba sebanyak 48.794,78 gram ganja dan 2.086 butir ekstasi. Suyudi menekankan bahwa perang melawan narkoba adalah perjuangan kolektif yang membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.

    “Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung upaya ini. Perang melawan narkoba adalah perjuangan kolektif. Tidak ada satu pun institusi yang bisa melakukannya sendirian,” tegasnya, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam melawan ancaman narkoba.

    Memandang bahaya narkoba lebih dari sekadar kasus kriminal, BNN melihatnya sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. Narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga mengikis ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan negara. Oleh karena itu, setiap upaya pemberantasan narkoba adalah bentuk pengorbanan dan perjuangan kolektif untuk melindungi generasi penerus.

    “Perang melawan narkoba adalah perang kita bersama. Ini adalah wujud nyata bela negara untuk menjaga keselamatan dan masa depan Indonesia,” tegas Suyudi, menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung BNN.

    @Eny K. (Jakarta, 15 September 2025)

    #warOnDrugsforHumanity

    #BelaNegara

    #GerakanBelaNegaraTanpaNarkoba

    #IndonesiaEmas2045

    #HidupSehatTanpaNaroba

    #DesaBersinarBersihNarkoba

    #IndonesiaBersinar

  • Daerah

    Pangdam Brawijaya Tinjau Yonif Teritorial Pembangunan di Bangkalan

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanPangdam V/Brawijaya Jawa Timur, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, melakukan peninjauan langsung ke Yonif TP 837/Ksatria Trunojoyo yang berlokasi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Selasa (16/9/2025).

    Kunjungan itu bertujuan untuk melihat secara dekat kesiapan satuan teritorial dalam mendukung program pembangunan serta pembinaan wilayah di Jawa Timur.

    Pangdam mengungkapkan, keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki peran penting sebagai motor penggerak kemanunggalan TNI dengan rakyat.

    “Tidak hanya fokus pada aspek pertahanan, satuan ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan daerah, ketahanan pangan, hingga pembinaan generasi muda,” kata Pangdam.

    Yonif TP, kata Mayjen TNI Rudy, harus menjadi satuan yang adaptif, mampu menjawab tantangan zaman, dan menjadi contoh nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.

    Selain melakukan pengecekan sarana dan prasarana satuan, Pangdam juga berdialog dengan prajurit serta memberikan arahan terkait peningkatan profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian.

    Pangdam berharap, prajurit Yonif TP dapat terus menjaga sinergi dengan pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pembangunan nasional.** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Daerah

    KODIM 0830 Kota Surabaya Ajak KBT dan Elemen Masyarakat Lakukan Patroli Gabungan, WANI JOGO SUROBOYO

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Masih hangat di ingatan warga Kota Surabaya, pada Jumat siang  30 Agustus 2025 yang lalu ada peristiwa demonstrasi mahasiswa dan ojol di Surabaya yang berakhir ricuh dan terjadi peristiwa pembakaran di beberapa titik kota.

    Sayangnya yang menjadi sasaran pembakaran adalah simbol-simbol kepolisian dan beberapa bangunan cagar budaya.

    Seperti diketahui selama ini setiap ada demonstrasi di Surabaya tidak pernah sampai terjadi anarkis, sehingga predikat Surabaya sebagai Kota Pahlawan tetap terjaga.

    Namun peristiwa demonstrasi terakhir yang menuju anarkis, sangat membekas dan membuat trauma masyarakat Surabaya, hal ini terlihat suasana kota yang mulai sepi setiap harinya, seperti yang disampaikan Arilasmi, seorang Ojol ketika dikonfirmasi oleh awak media.

    Melihat fenomena kurang bagus mengenai kondisi Kota Surabaya, Kodim 0830 Kota Surabaya mengambil inisiatif untuk menggiatkan Pam Swakarsa dengan melakukan Patroli Gabungan bersama beberapa elemen masyarakat Surabaya, termasuk KBT seperti ; HIPAKAD dan FKPPI, dengan penanggung jawab Mayor Prasetyo Edi Tunggal SH, selaku perwira pengawas dari jajaran KODIM 0830

    Kepada awak media yang menemuinya saat memimpin patroli keamanan di Surabaya untuk kali ke enam, Prasetyo menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga.

    “Kami melaksanakan dialog humanis, memberikan sosialisasi, dan menghimbau masyarakat agar tidak merasa gundah gulana atau khawatir tinggal di Surabaya,” kata Prasetyo.

    Selain menjaga ketentraman warga, patroli ini juga berfungsi untuk meyakinkan investor bahwa Surabaya dan Jawa Timur aman bagi kegiatan usaha.

    Perlu diketahui, patroli gabungan ini digelar bersama TNI, Polri, organisasi masyarakat, dan berbagai instansi terkait. Menurut Prasetyo, sinergi lintas elemen penting untuk mencegah kembali munculnya aksi anarkis seperti yang sempat terjadi di Surabaya.

    Prasetyo juga menekankan bahwa Surabaya harus dijaga agar tetap menjadi kota yang aman, tanpa provokasi maupun perusakan terhadap simbol kebangsaan maupun cagar budaya.

    Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan patroli gabungan ini melibatkan seluruh Koramil yang ada di Surabaya, bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (termasuk ormas KBT).

    Adapun rute patroli itu sendiri menyusuri sejumlah titik, berangkat dari Makodim 0830,  menuju area Kota Lama, Jalan Pahlawan, Taman Bungkul, hingga sampai di Gedung DPRD dan Kantor Kejaksaan Tanjung Perak.

    Ke depan Prasetyo berharap patroli gabungan ini dilaksanakan di tingkat Koramil hingga menyentuh tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW melalui penguatan poskamling.   Disampaikan juga bahwa patroli keamanan ini akan terus dilakukan tanpa batasan waktu sampai situasi kota Surabaya benar benar kondusif.

    “Surabaya adalah barometer keamanan nasional, jadi tidak ada kata lain, kita harus sama sama cinta NKRI, cinta Surabaya, cinta Jawa Timur, dan cinta Indonesia,” tukas Prasetyo.

    Senada dengan itu Perwakilan organisasi KBT yang ikut mendukung patroli, Agung Wicaksono SE, Ketua DPC HIPAKAD Kota Surabaya menegaskan dan berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan mendukung penuh langkah aparat keamanan.

    “Kami dari DPC HIPAKAD Kota Surabaya dihimbau oleh Kodim 0830 Surabaya untuk berpartisipasi ikut patroli keamanan gabungan, jadi kami mendukung kegiatan baik tersebut,” ujarnya.

    Agung menambahkan, melalui sinergi antara TNI, KBT, dan masyarakat, diharapkan Surabaya tetap menjadi kota yang damai, aman, dan nyaman. Agung berharap ke depan dengan adanya kegiatan ini menambah rasa kebersamaan dan menciptakan hubungan yang harmonis antar elemen masyarakat. (houget***)

    Jurnalis: Teguh Ary

  • Daerah

    Kodim 0817/Gresik dan Banser Gelar Patroli Bersama, Jaga Keamanan Wilayah

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Upaya menciptakan suasana aman dan nyaman di tengah masyarakat terus dilakukan Kodim 0817/Gresik. Bersama Subdenpom Gresik, Subgar Dim 0817/Gresik serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser), jajaran TNI menggelar patroli gabungan di sejumlah titik wilayah Kabupaten Gresik. Selasa (16/9/2025).

    Patroli bersama ini dipimpin langsung oleh Pasiops Kodim 0817/Gresik Kapten Inf Sumardjiono. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi aparat keamanan dengan organisasi masyarakat dalam menjaga kondusifitas daerah.

    “Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya patroli gabungan ini, kami ingin memastikan warga dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

    Kapten Inf Sumardjiono menambahkan, kegiatan ini tidak sekadar menjaga stabilitas keamanan, namun juga mempererat kebersamaan antara TNI dan ormas. Menurutnya, kolaborasi ini akan terus dilaksanakan secara rutin, baik siang maupun malam, menyesuaikan kondisi di lapangan.

    “Harapannya, Kabupaten Gresik selalu berada dalam suasana yang aman, damai, dan harmonis. Warga bisa bekerja, berdagang, maupun beraktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa ada gangguan,” tambahnya.

    Dalam pelaksanaannya, rute patroli dimulai dari Markas Kodim 0817/Gresik, melewati Jalan Pangsut – DPRD Kabupaten Gresik – depan WEP – kawasan industri Petrokimia Gresik – perempatan Kebomas, hingga kembali ke Makodim 0817/Gresik. Para peserta patroli juga diingatkan untuk menjaga faktor keamanan selama perjalanan, dengan pengawalan dari Subdenpom.** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Daerah

    Wujud Kepedulian, Babinsa Koramil 0817/03 Motivasi Penjaga Parkir Pasar Kedamean

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah binaan, Babinsa Koramil 0817-03/Kedamean, Serda Apik Andrianto melaksanakan kegiatan Bakti TNI Wilayah (Baktiwanwil) bersama warga di Pasar Kedamean, Kecamatan Kedamean, Minggu (14/09/2025).

    Pada kesempatan tersebut, Serda Apik Andrianto berinteraksi langsung dengan Bapak Darsono selaku penjaga sekaligus pengelola parkir di Pasar Kedamean. Melalui komunikasi yang terjalin, Babinsa memberikan motivasi agar Bapak Darsono tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam membantu menjaga ketertiban dan keamanan pasar.

    “Saat ini marak terjadi kasus pencurian kendaraan bermotor di beberapa daerah. Karena itu, peran penjaga parkir sangat strategis, tidak hanya mengatur kendaraan, tetapi juga membantu memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar. TNI bersama masyarakat harus saling mendukung agar wilayah tetap kondusif,” ungkap Serda Apik.

    Sementara itu, Bapak Darsono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Babinsa yang senantiasa hadir mendukung masyarakat.

    “Kami merasa lebih bersemangat karena ada perhatian dari Babinsa. InsyaAllah saya akan menjalankan tugas ini dengan baik, menjaga kendaraan para pengunjung agar mereka bisa berbelanja dengan tenang,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara TNI dan masyarakat semakin erat, serta mampu menekan potensi tindak kriminalitas, khususnya di lingkungan pasar tradisional. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Prabowo Sambung Semangat Robert Owen: Revolusi Pembangunan Dimulai dari Anak Bangs

    Jakarta wartapenasatu.com

    Prabowo dan Semangat Robert Owen: Membangun Peradaban dari Akar Rakyat

     

    Dalam sejarah industrialisasi Eropa, nama Robert Owen (1771–1858) tercatat sebagai tokoh yang berani melawan arus. Ia dikenal sebagai “sosialis utopis” karena di tengah kapitalisme awal abad ke-19, Owen memilih jalan berbeda: menuntut jam kerja manusiawi, pendidikan bagi anak buruh, serta perumahan dan koperasi yang menjadi fondasi kekuatan ekonomi. Gagasan itu menjadikannya simbol keberanian untuk menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

     

    Kini, semangat yang diwariskan Owen seolah menemukan relevansinya di Indonesia. Di tengah ketimpangan sosial, kemiskinan struktural, dan persoalan gizi anak bangsa, Presiden Prabowo Subianto hadir dengan jawaban sederhana namun fundamental: memastikan anak-anak mendapatkan hak gizi, pendidikan, dan akses ekonomi kerakyatan melalui sekolah rakyat dan koperasi desa.

     

    Di pabrik tekstil New Lanark, Owen memperkenalkan kebijakan progresif: buruh hanya bekerja 8 jam, sementara anak-anak bisa bersekolah. Semboyannya yang legendaris—“Eight hours labour, eight hours recreation, eight hours rest”—menjadi tonggak perjuangan hak-hak pekerja. Semangat itu kini diterjemahkan Prabowo dalam bentuk nyata: revolusi pembangunan tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan, tetapi harus menyentuh sendi-sendi kehidupan rakyat kecil.

     

    Indonesia memang berbeda konteks dengan Eropa abad ke-19. Namun, persoalan mendasarnya tetap serupa: ketidakadilan, kesenjangan, dan kebutuhan mendesak untuk membangun peradaban yang berkeadilan. Di sinilah gagasan Prabowo menjadi relevan—negara hadir di meja makan anak-anak, di ruang kelas sekolah rakyat, dan di koperasi desa.

     

    Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah, misalnya, bukan sekadar kebijakan teknis. Ia merupakan jawaban radikal atas kondisi anak bangsa yang sering kehilangan fokus belajar akibat perut kosong. Dengan gizi yang cukup, jutaan anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

     

    Sejarah telah membuktikan, peradaban besar hanya lahir dari rakyat yang sehat dan berpendidikan. Friedrich Engels, sahabat Karl Marx, pernah menulis bahwa kondisi kelas pekerja adalah ukuran sesungguhnya dari sebuah peradaban. Jika ditarik ke konteks Indonesia, kondisi anak-anak sekolah adalah cermin arah bangsa.

     

    Dengan demikian, semangat Robert Owen dan kebijakan Prabowo saling berkelindan: menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Di tengah arus kapitalisme global yang kian rakus, Indonesia memilih jalan berbeda—membangun kekuatan dari desa, dari piring anak sekolah, dan dari koperasi rakyat. Inilah revolusi yang sesungguhnya: dimulai dari akar, untuk tumbuh menjadi pohon peradaban yang kokoh.

    “Nok Srie”

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  SOSIAL

    Ada Apa Dengan PL Kecamatan Jayanti

    Warta pena satu- Banten

    PL Kecamatan Jayanti, Aneh…!!! Aneh…!!! Jalan Masih Bagus Diperbaiki, Jalan Rusak Dibiarkan/ Masyarakat Dikampung Keramat Juga, Sama Bayar Pajak!! Tapi Tolong perhatikan Jalan Dikampung Kami, Sudah Lama Rusak, Sudah Bertahun”.

    KabupatenTangerang Senin 15/09/2025.
    Kebijakan perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menuai kritikan dari warga. Pasalnya, ada ruas jalan yang kondisinya masih tergolong baik justru diperbaiki dan diaspal, sementara jalan yang sudah lama rusak dan berlubang dibiarkan tanpa perbaikan.

    Pantauan di lapangan, seperti di kampung Saradan hilir Desa Pangkat Jayanti, Kabupaten Tangerang proses pengaspalan/ Hotmix berjalan lancar meski permukaan jalan sebelumnya masih mulus dan jarang dikeluhkan warga. Sementara itu, Jalan di Kampung Keramat Desa Sumur bandung yang sudah lama berlubang dan memprihatinkan, belum tersentuh perbaikan hingga saat ini.

    “Jalan ini (Saradan Hilir) tadinya masih bagus, tapi sekarang malah diperbaiki lagi. Sedangkan di Kampung Keramat Desa Sumur bandung, sudah bertahun-tahun rusak, tidak pernah diperbaiki,” ujar warga setempat, Minggu (14/9/2025).

    Kami Media sebagai sosial control mempertanyakan prioritas dan transparansi anggaran perbaikan jalan dari Pemerintah Kecamatan maupun Dinas “Aneh, jalan yang masih bagus malah dipoles, yang rusak dibiarkan. Kami minta pemerintah lebih adil dan melihat kebutuhan masyarakat secara nyata, bukan hanya proyek asal-asalan,” kata Akew, Aktivis Jayanti.

    Menanggapi hal ini, Bonai Supriadi sebagai Aktivis , mengaku sudah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan jalan rusak ke pemerintah Kecamatan Jayanti, namun belum ada realisasi. “Kami sudah usulkan beberapa kali, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Mudah-mudahan segera ada perhatian,” ujarnya.

    Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan belum memberikan klarifikasi terkait dasar penentuan prioritas perbaikan jalan di wilayah Sumur Bandung Kecamatan Jayanti.

    Warga berharap pemerintah Kecamatan lebih transparan dan bijak dalam menentukan proyek infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

  • Daerah,  hukum,  Kriminal,  Nasional,  SOSIAL

    Dengan dalih UU PPA dan Kemanusiaan

    Warta pena satu-Banten

    Dengan Dalih Dilindungi UU PPA Dan Kemanusian Pihak Polsek Rajeg Enggan Tangkap Dan Tahan Tersangka 170 KUHP (Pengeroyokan/Penganiayaan).

    Dalam kasus tindak pidana 170 KUHP yang sedang berproses di polsek rajeg harus mendapat perhatian khusus baik oleh Polda Banten atau pun Mabes polri.

    Hampir 6 bulan lamanya perkara ini berjalan namun tak pernah ada kepastian hukum atau pun keadilan untuk pihak korban 170 KUHP.

     

    Dalam prosesnya keluarga korban berupaya agar tersangka 170 KUHP dapat ditahan namun hal itu tidak dilakukan aparat kepolisian polsek rajeg.

     

    Kanit reskrim polsek Rajeg IPDA Doni S.H menyampaikan “bukan pihak kami tidak mau melakukan penangkapan,mengingat tersangkanya sedang sakit dan bukan orang jauh,terus koperatif masih bisa dihadirkan oleh kuasa hukumnya,rasa kemanusian,dan dilindungi UU PPA,jadi untuk apa dilakukan penahanan”,jelasnya pada rabu malam (10/09/2025) dikantornya.

     

    Selain itu dirinya juga menambahkan akan turun langsung kelapangan guna menemui tokoh-tokoh masyarakat,kepala desa dan lain-lain agar bisa dilakukan mediasi,imbuhnya.

    Namun para pakar hukum tidak sependapat dengan kanit reskrim polsek rajeg mengingat intimidasi yang dilakukan secara lisan oleh tersangka berpotensi dapat mengulang kejadian yang sama.

    Menurut ahli hukum pidana internasional Mochamad Moro Asih, S.H., M.H., C.I.H., C.I.L., C.L.A menyampaikan melalui pesan whatsapp “Dalam proses penyidikan tindak pidana Pasal 170 KUHP, kondisi kesehatan tersangka memang dapat menjadi pertimbangan penyidik untuk tidak melakukan penahanan sementara waktu. Namun, pertimbangan tersebut wajib dibuktikan secara sah melalui dokumen resmi berupa surat keterangan dokter, hasil diagnosa, rekam medis, maupun surat jaminan dari pihak keluarga atau penasihat hukum tersangka,

    Apabila pihak kepolisian hanya menyampaikan alasan sakit tanpa menyertakan bukti medis, maka hal tersebut tidak memiliki kekuatan formil untuk menunda proses penahanan. Sebaliknya, kondisi ini justru berpotensi menimbulkan keraguan publik terhadap profesionalitas dan independensi penyidik”,ungkapnya.

     

    Selain itu dirinya menambahkan Adapun terhadap tersangka kedua, yakni NH, yang dalam keadaan sehat walafiat, seharusnya tidak ada alasan hukum untuk tidak dilakukan penahanan sepanjang syarat subjektif maupun objektif Pasal 21 KUHAP terpenuhi. Hal ini penting agar proses penyidikan tidak dianggap tebang pilih dan tetap menjamin rasa keadilan bagi korban,harus melihat profesionalitas penyidik,dan tidak ada kejahatan pembiaran,imbuhnya.

     

    Ditemui di kediamannya M.Abdulloh selaku pelapor menyampaikan” saya setiap menanyakan ke Kanit Polsek Rajeg cuma di suruh sabar dan minta waktu terus menerus sementara perkara ini sudah mau 6 bulan,terus kita sebagai korban mau minta keadilan kemana lagi bang”,jelasnya pada (14/09/2025).

     

    1. Hingga berita ini di terbitkan awak media masih menunggu penjelasan humas Polda Banten dan Polresta Tangerang guna menyelesaikan permasalahan ini.

     

     

     

     

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    SINERGI PEMERINTAH ,HIPMI,DAN PKL KELAPA GADING UNTUK AKSES HUNIAN DAN MODAL UMKM

    Jakarta wartapenasatu.com

    Pedagang Kaki Lima Kelapa Gading Sambut Baik Program Kredit PerumahaPemerintah

    melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) bersama HIPMI mengadakan acara sosialisasi Program Kredit Perumahan pada Minggu, 7 September 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, serta Ketua Umum HIPMI, Akbar H. Buchari. Mereka menjelaskan bahwa program ini memberikan kesempatan bagi pengusaha muda dan UMKM untuk mendapatkan kredit hingga Rp20 miliar.

    Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan bank-bank besar seperti Bank Himbara dan bank swasta, sehingga peluang untuk mendapatkan modal semakin terbuka luas bagi pelaku usaha kecil.

    Dalam acara ini, Asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dipimpin oleh Ibu Nok Srie, ikut hadir dan menyampaikan aspirasi anggota UMKM-nya.

    Banyak pedagang kaki lima di Kelapa Gading yang masih kesulitan memiliki tempat usaha tetap dan rumah tinggal yang layak. Karena itu, mereka berharap program kredit ini bisa menjadi solusi nyata bagi kesejahteraan pedagang kecil.

    Dukungan ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah yang ingin membantu semua lapisan masyarakat, termasuk pedagang kecil, agar lebih sejahtera dan bisa mengembangkan usahanya dengan baik.

    Melalui program ini, pedagang kaki lima berharap bisa memiliki usaha yang lebih mapan, tempat tinggal yang layak, serta berkontribusi lebih besar dalam mendukung perekonomian masyarakat.

    “Nok Srie”Melaporkan

  • Daerah

    Perempuan Bersuami Terlibat Skandal di Tempat Kerja, Diduga Lakukan Kumpul Kebo dan Hubungan Transaksional

    Jawa Barat || wartapenasatu.com || Seorang karyawati sebuah perusahaan swasta berinisial (LA) menjadi sorotan setelah terungkapnya dugaan skandal yang melibatkan hubungan gelap di luar pernikahan serta dugaan keterlibatan dalam hubungan transaksional yang tidak sesuai dengan etika perusahaan.

    LA, yang diketahui telah menikah sejak 2020, dilaporkan oleh tetangganya karena sering terlihat tinggal serumah dengan seorang pria lain yang bukan suaminya di sebuah kontrakan di Kawasan Rancaekek. Warga sekitar mengaku curiga karena pria tersebut kerap datang dan menginap selama berhari-hari.

    “Sudah lama kami curiga, karena suaminya tidak pernah terlihat. Tapi yang ini sering mondar-mandir, bahkan tinggal di situ,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

    Kasus ini makin menjadi perhatian , setelah ada kabar LN juga diduga melakukan “Hubungan transaksional dengan beberapa Pria lain. Pihak manajemen mengaku sedang melakukan investigasi internal.

    “Kami tidak akan mentoleransi pelanggaran kode etik, baik yang menyangkut profesionalisme maupun perilaku pribadi yang mencoreng nama baik perusahaan,” ujar Kepala HRD dalam keterangan resminya.

    Sementara itu, suami sah LN dikabarkan telah mengetahui kabar ini dan tengah mempertimbangkan langkah hukum. Hingga berita ini diturunkan, Ln belum memberikan pernyataan resmi.(Red )

Wartapenasatu.com @2025