Ekonomi
Semua Fraksi Setuju RAPBD TA 2026 Dilanjutkan Untuk Dibahas
Semua Fraksi Setuju RAPBD TA 2026 Dilanjutkan Untuk Dibahas
Toba, wartapenasatu.com – Semua Fraksi DPRD Kabupaten Toba menyetujui Rancangan Peraturan Daerah RAPBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 dilanjutkan untuk dibahas bersama. Persetujuan ini disampaikan oleh masing-masing juru bicara Fraksi saat membacakan pandangan umum Fraksi atas Nota Pengantar Ranperda RAPBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Toba pada Jumat (14/11/2025).

Meski menyetujui, masing-masing Fraksi tetap memberikan saran dan pendapat terhadap penyusunan RAPBD tersebut, salah satunya Fraksi Partai Golkar yang meminta Bupati agar melakukan koordinasi dan meningkatkan hubungan dengan Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat, mengingat keterbatasan anggaran Kabupaten Toba pada RAPBD Tahun 2026.
Selain itu, Fraksi PDI-Perjuangan juga meminta pemerintah untuk cermat dan lebih memaksimalkan peningkatan PAD. Tak hanya itu, beberapa saran dan masukan lain juga disampaikan oleh setiap Fraksi, termasuk menyoal perhubungan. Hal ini juga menjadi perhatian Fraksi di DPRD pasca terjadinya kecelakaan beberapa waktu lalu di Sitoluama yang merenggut nyawa pelajar.

Usai menyampaikan padangan umum masing-masing Fraksi, Henry Tambunan selaku pimpinan sidang menskor sidang dan dilanjutkan pada hari yang sama, pukul 16.00 WIB dengan agenda penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum Fraksi-Fraksi.
Turut hadir Wakil Bupati Toba Audi Murphy O Sitorus, Pj. Sekdakab Toba Paber Napitupulu, Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, Wakil Ketua DPRD Toba Henri Tambunan, para Anggota DPRD Toba serta para pimpinan perangkat daerah, para Kabag dan Camat Se Kab Toba.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Pemerintah Akan Sinergikan Hasil Reses DPRD dengan Program Prioritas Daerah
Pemerintah Akan Sinergikan Hasil Reses DPRD dengan Program Prioritas Daerah

Toba, wartapenasatu.com – Anggota DPRD Kabupaten Toba menyampaikan hasil reses ke dua yang digelar pada 31 Oktober dan 1 Nobember lalu. Hasil reses ini disampaikan dalam Sidang Paripurna dengan agenda Penyampaian Hasil Reses di gedung DPRD Toba pada Kamis (13/11/2025). Aspirasi masyarakat yang ditampung oleh Anggota DPRD selama reses dibacakan oleh masing-masing juru bicara Dapil (Daerah Pemelihan). Dalam laporan itu, aspirasi masyarakat masih tetap didominasi dengan permintaan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, bibit ternak dan bibit pertanian serta permohonan lainnya.
Hasil reses ini nantinya akan disampaikan kepada Eksekutif dan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun arah pembangunan Kabupaten Toba tahun 2026 mendatang.
Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus dalam paripurna tersebut menyampaikan bahwa hasil reses yang disampaikan oleh Anggota DPRD akan menjadi dokumen penting dan bernilai strategis karena berisi suara dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Toba akan mencermati hasil reses tersebut untuk kemudian disinergikan dengan program prioritas pembangunan daerah,” sebut Bupati dalam sambutannya.
Masih dalam sambutannya, Bupati Toba menegaskan bahwa untuk mewujudkan Visi Toba Mantap 2029, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan DPRD sebagai mitra strategis. “Melalui sinergi inilah kita dapat memastikan bahwa setiap program dan kegiatan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati melalui Wakil Bupati.
Usai Sidang Paripurna Penyampaian Hasil Reses ke 2, DPRD Kabupaten Toba melanjutkan sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Pendapatan Transfer Kabupaten Toba pada RAPBD 2026 Turun 24,55% Dibanding Tahun 2025
Pendapatan Transfer Kabupaten Toba pada RAPBD 2026 Turun 24,55% Dibanding Tahun 2025
Toba, wartapenasatu.com – Dalam Nota Pengantar Bupati Toba tentang Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 yang dibacakan oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu melalui Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus dalam paripuran DPRD pada Kamis (13/11/2025), terlihat beberapa perbedaan signifikan dengan APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2025.

Salah satu perbedaan paling signifikan terlihat pada pendapatan transfer yang menurun drastis hingga 24,55%. Dalam Ranperda APBD Tahun 2026, pendapatan transfer hanya Rp 848.422.154.320,00 sementara pendapatan transfer pada tahun 2025 mencapai hingga Rp 1.124.453.478.613,00. Meski demikian, jumlah ini belum termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) cukai hasil tembakau, DBH perkebunan kelapa sawit dan Dana Alokasi Khusus (DAK) karena pada saat penyampaian Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 ini, belum keluar pagu berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Meski pendapatan transfer menurun, Pemerintah Kabupaten Toba berupaya menambah keuangan daerah dengan meningkatkan target PAD pada tahun 2026. Pada tahun 2025, target PAD sebesar Rp 136.897.636.104,00 sementara dalam RAPBD Tahun Anggaran 2026 target PAD meningkat menjadi Rp 148.271.997.269,00 atau meningkat 8,31%.
“Harapan kami semoga Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 ini dapat disepakati bersama dengan tepat waktu, sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku,” kata Wakil Bupati mengakhiri nota pengantar tersebut.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Keamanan, Kesehatan, Nasional, nelayan, Opini, Pendidikan, perkebunan, Pertahanan, pertanian, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL, Tumbuhan, Uncategorized, Wisata
DARI DESA TERTINGGAL MENJADI DESA MANDIRI

Jawa Barat wartapenasatu.comFestival Cikondang Nanjeur: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan Desa Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya
Pangalengan, Kabupaten Bandung – Kampung Adat Cikondang menjadi pusat perhatian masyarakat Jawa Barat dengan digelarnya Festival Kampung Adat Cikondang (Cikondang Nanjeur Uleman) pada 8–9 November 2025. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Sunda, tetapi juga menjadi momentum penting dalam upaya pengentasan desa tertinggal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peluncuran program strategis nasional.
Festival dibuka pada Sabtu (8/11) dengan kegiatan Bhakti Sosial yang meliputi pembagian beras murah dan pengobatan gratis bagi warga. Program ini disambut antusias masyarakat sekitar, karena dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar mereka. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di tengah masyarakat adat Sunda.
Puncak acara berlangsung pada Minggu (9/11), ditandai dengan Launching Sakola Budaya Sunda dan Peresmian Lumbung Kesejahteraan Rakyat Desa. Kedua program tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi serta melestarikan budaya lokal. Festival juga menampilkan beragam kesenian tradisional seperti Beluk, Wawacan, dan Trawangsa yang memperkaya suasana dan menunjukkan kekayaan seni warisan leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pendataan dan penandatanganan prasasti Lumbung Kesejahteraan Rakyat oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., bersama Ketua Umum Yayasan Lumbung Kesejahteraan Rakyat (LKR) Ibu Indri Wolff. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menjadikan Desa Cikondang sebagai percontohan pembangunan desa tertinggal berbasis ketahanan pangan dan kearifan budaya lokal.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Bupati Bandung Dadang Supriatna, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua PT LUBKITA Stanley Wolff, Ketua Apdesi A. Anwar Sadat, serta Tuan Rumah Fery Radiansyah. Kehadiran para pejabat dan tokoh ini menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat desa dan pelestarian budaya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Yayasan Lumbung Kesejahteraan Rakyat bersama PT LUBKITA memberikan bantuan simbolis berupa 1.000 karung beras ukuran 5 kilogram untuk warga Cikondang. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.
Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Cikondang yang tetap menjaga warisan budaya sambil berinovasi dalam pembangunan ekonomi. “Desa adat seperti Cikondang ini harus menjadi contoh bahwa kemandirian dan kesejahteraan bisa tumbuh dari akar budaya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Fery Radiansyah selaku penggagas kegiatan menegaskan bahwa Festival Cikondang Nanjeur bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga langkah konkret menuju kemandirian ekonomi berbasis lokal. “Cikondang bukan sekadar menjaga tradisi, tapi menjemput masa depan dengan kearifan lokal,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap semangat Cikondang Nanjeur dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus maju tanpa kehilangan identitas budayanya.
BY:NokSrie
Polresta Palangka Raya Ikuti Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2025
Polresta Palangka Raya Ikuti Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2025

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Polresta Palangka Raya melalui Bagian Perencanaan (Bagren) menghadiri kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tingkat Kota Palangka Raya Tahun 2025, Senin (10/11/2025).
Kegiatan berlangsung di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya dan diikuti oleh berbagai instansi terkait dalam rangka menyusun strategi penanganan stunting secara terpadu.
Hadir pada kegiatan tersebut Kabagren AKP Harno mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., bersama perwakilan Kejaksaan Negeri Palangka Raya, BKKBN Provinsi, OPD terkait, para Camat, Lurah serta perwakilan Puskesmas se-Kota Palangka Raya.

Kabagren menyampaikan bahwa Polresta siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah setempat.
“Penanganan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan saja, namun memerlukan sinergi seluruh pihak.Polresta Palangka Raya siap membantu melalui kegiatan pembinaan masyarakat dan pendampingan program di lapangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perencanaan program stunting dapat lebih terarah dan menciptakan langkah pencegahan serta penanganan yang efektif, khususnya untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.@ Herry Kalteng
Rapat seluruh pimpinan prusahan di Kalimantan Tengah dengan dinas perkebunan.
Rapat seluruh pimpinan prusahan di Kalimantan Tengah dengan dinas perkebunan.
Palangka Raya, wartapenasatu.com – Rapat Sinkronisasi dan Evaluasi Data FPKMS/Plasma, CSR, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal, dan Alat Berat. Kegiatan bertempat di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Senin, 10 November 2025.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Rizky Badjuri menyampaikan, Mohon maaf atas keterbatasan waktu dan karena ada beberapa agenda pimpinan pada hari besar 10 November, Hari Pahlawan, yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan dan dipimpin langsung oleh Bapak Herson. Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian pada pagi hari ini.
Muhammad Rizky Badjuri mengatakan, Tentunya hari ini menjadi salah satu tindak lanjut dari fakta integritas yang telah kita sepakati bersama. Pada kesempatan ini, kami melaporkan bahwa semua PBS (Perusahaan Besar Swasta) dan pihak terkait telah berkomitmen.

Hari ini, kami akan membuat rekapitulasi data yang akan diselaraskan dengan teman-teman perusahaan. Setelah itu, kami akan sinkronkan juga dengan Kabupaten, terutama jika ada kegiatan yang datanya harus memiliki satu persepsi dan satu angka yang sama.
Izin untuk menayangkan beberapa hasil resume terkait perkembangan pelaksanaan plasma 20%, CSR, penyerapan tenaga kerja lokal, dan lain-lain. Umumnya, Pak Karton, kita membahasakan FKPNS yang sudah beralih kata menjadi “dasar”, tetapi tetap kita masukkan. FKPNS itu adalah plasma. Mohon izin, teman-teman PBS, kita tidak mendiskusikan nama, tetapi ini adalah bagian dari pemahaman bahwa plasma itu adalah bagian dari FKPNS, walaupun nanti di FKPMS ada berbagai macam turunan terkait penyelesaian,”Jelasnya.
Bahwa perusahaan yang hadir di sini, baik dari wilayah Barat, Tengah, maupun Timur, menunjukkan grafik pencapaian plasma di Kalimantan Tengah dari tahun 2021 sampai 2025 sebesar 52,6%. Logikanya, jika 100%, maka dari tahun 2021 hingga 2025, kita mencapai angka 52,66%.
Jadi, kurang lebih sekitar 47% yang belum tercapai. Tentunya, nanti kita akan membahasnya bersama setelah ini, karena ada beberapa pendekatan peraturan dari tahun 2007 ke bawah yang tetap akan berproses sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini dalam melaksanakan plasma.
Jumlah izin operasional saat ini ada 210, di mana 206 adalah komoditas sawit dan sisanya komoditas karet. Kami tetap melihat karet sebagai bagian dari bentuk kewajiban mitra 20%. Luas izin sekitar 2 juta sekian hektar, sehingga kewajiban plasma 20%-nya adalah 470 ribu hektar. Realisasi plasma 20% di tahun 2025 mencapai 52,6%. Kami juga sudah membagi menjadi tiga wilayah:

Wilayah Barat: Sudah mencapai 61,03%. Beberapa perusahaan bahkan sudah lebih dari 20%. Pertanyaannya, mengapa yang lain belum? Karena ada beberapa perusahaan yang menyesuaikan kewajiban 20%-nya dengan peraturan yang terbit di tahun 2023. Ada beberapa kendala di lapangan terkait lahan dan sebagainya, yang akan menjadi bahan laporan kami kepada pimpinan. Wilayah Tengah: Mencapai 46,95% dengan jumlah operasional sekitar 57. Wilayah Timur: Mencapai 645,95% dengan jumlah kewajiban 20% yaitu 63.
Wilayah Timur lebih tinggi karena jumlah operatornya 22. Perbandingan tiga zona ini menunjukkan bahwa wilayah Timur tinggi karena luasan pembanding 20% berdasarkan keluasan izin dan kewajibannya. Di plasma tahun 2025, untuk operasional Kalimantan Tengah, kita memakai patokan 52,21%. Wilayah Barat mencatatkan pencapaian tenaga kerja lokal sebesar 0,04%, di mana 47% adalah lokal dan 54% non-lokal.
Bagaimana tenaga kerja lokal bisa melebihi persentase non-lokal sesuai dengan komitmen kita bersama terhadap penyerapan tenaga kerja lokal? Kami juga menyampaikan bahwa kemarin ada pertemuan dengan HRD terkait jurusan di universitas di Kalimantan Tengah yang bisa memenuhi permintaan perusahaan. Mudah-mudahan nanti kita bisa mendorong universitas untuk membuka jurusan sawit agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. (ryt)
Kapolres Toba Tinjau Persiapan Operasional Dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Toba Tinjau Persiapan Operasional Dapur SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari

Toba, wartapenasatu.com – Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K, diwakili Kabag Ops, Kompol David Sinaga, SH, meninjau persiapan operasional serta uji coba memasak di SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Toba Balige, Jum’at (07/11/2025).
Baca juga: Oknum SEVP dan Kabag PTPN II “Kebal Hukum”Kegiatan ini merupakan tahapan persiapan sebelum pelaksanaan launching resmi. Dalam uji coba tersebut, berbagai tahapan dijalankan secara ketat dan terukur.
Dimulai dari sterilisasi bahan makanan, proses memasak, pengecekan kandungan gizi makanan, packaging makanan, hingga makanan dinyatakan lulus uji laboratorium dan siap didistribusikan.
Dalam peninjauannya, Kabag Ops Polres Toba, Kompol David Sinaga, menyampaikan pentingnya kesiapan dan ketelitian dalam setiap aspek operasional, khususnya pada fungsi dukungan logistik dan pelayanan personel.
Beliau juga memberikan arahan agar setiap personel yang terlibat dalam kegiatan SPPG dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggungjawab.Selain melakukan pengecekan sarana, Kabag Ops turut menyaksikan secara langsung uji coba proses memasak di dapur SPPG, mulai dari pengecekan peralatan, bahan makanan, hingga hasil olahan yang disiapkan oleh tim.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas pendukung di lingkungan Polres Toba.“Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan kami dalam memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung di Polres Toba, termasuk SPPG, dapat berfungsi dengan baik dan memberikan pelayanan optimal bagi seluruh personel,” ujar Kompol David Sinaga.
(Kaperwi MWPS Sumut: t.rait)Ecoprint dari Daun ke Harapan: Unesa Bangkitkan Ekonomi Hijau Perempuan Magetan
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Daun jati, kenanga, dan jarak bukan sekadar bagian dari alam. Di tangan para perempuan Magetan, daun-daun itu kini menjelma menjadi karya batik bernilai ekonomi tinggi.
Transformasi ini lahir dari sentuhan akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan desa.
Dipimpin oleh Prof. Dr. Susanti, tim PKM Unesa menghadirkan pelatihan batik ecoprint, teknik membatik ramah lingkungan yang menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia berbahaya.
Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.
“Batik ecoprint ini menjadi pilihan karena ramah lingkungan. Bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah, dan prosesnya aman. Harapannya, ibu-ibu Magetan bisa mandiri secara ekonomi sekaligus ikut menjaga kelestarian alam,” ujar Prof. Susanti dalam kegiatan pelatihan yang digelar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, 19–20 Juli 2025 lalu.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh 20 ibu rumah tangga anggota PKK. Tim dosen yang terlibat terdiri atas Prof. Dr. Susanti dari Pendidikan Akuntansi sebagai Ketua, serta Dr. Heny Subandiyah (Bahasa dan Sastra Indonesia), Han Tantri Hardini (Pendidikan Akuntansi), dan Renny Dwi Jayanti (Pendidikan Bisnis) sebagai anggota.
Selama pelatihan, peserta dibimbing mulai dari proses pemilihan daun, teknik pewarnaan alami, hingga tahap pengukusan untuk menampilkan motif khas daun di atas kain.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan materi tentang branding produk, pengemasan kreatif, serta pemasaran digital, agar karya mereka mampu menembus pasar online.
Salah satu peserta, Aisyah, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru baginya.
“Saya baru tahu kalau daun jati dan kenanga bisa dijadikan motif batik yang indah. Hasilnya unik, alami, dan punya nilai jual. Saya ingin terus belajar dan mencoba menjualnya secara online,” ungkapnya penuh semangat.
Program PKM Unesa ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Dari lembaran daun, lahirlah kain yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi perempuan desa untuk hidup lebih mandiri dan berdaya.*** (Bgn)
Pantas Maruba Lumban Tobing Hadiri FGD Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan
Pantas Maruba Lumban Tobing Hadiri FGD Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan

Sibolga, wartapenasatu.com – Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing hadiri kegiatan Forum Group Discussion (FGD) sinergi pengembangan energi terbarukan di Provinsi Sumatera Utara untuk membantu transisi energi nasional.
Diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM), bertempat di Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Jalan Sutomo No.1, Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Jum’at (07/11/2025). info Disinfokom Kota Sibolga.
Kegiatan ini bertujuan untuk membahas dan menyelaraskan upaya pengembangan energi terbarukan di tingkat regional guna mendukung pencapaian target energi nasional.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU, menyampaikan bahwa energi terbarukan merupakan solusi strategis untuk menjaga masa depan Indonesia yang lebih baik.
“Dengan memanfaatkan potensi alam yang melimpah, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mendukung pertumbuhan ekonomi, energi terbarukan mampu menciptakan kehidupan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” ucap Prof. Eniya.
Beliau juga menekankan bahwa, Pemerintah Indonesia semakin serius dalam upaya mencapai target transisi energi bersih. Pemerintah menargetkan porsi energi terbarukan sebesar 35% dalam bauran energi nasional pada tahun 2034, dengan mengandalkan tiga sumber utama, yakni tenaga surya, hidro, dan panas bumi.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Kota Sibolga Wujudkan Tertib dan Nyaman, Pemko Sibolga Tertibkan Pedagang
Kota Sibolga Wujudkan Tertib dan Nyaman, Pemko Sibolga Tertibkan Pedagang

Sibolga, wartapenasatu.com – Pemerintah Kota Sibolga akan laksanakan penertiban para pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Sibolga Nauli. Jln. Patuan Anggi Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, S.T., M.Kom., saat memimpin rapat koordinasi penertiban pedagang di sekitar Pasar Sibolga Nauli, yang berlangsung di Ruang Desk Pilkada, Kantor Wali Kota Sibolga, pada Jum’at (07/11/2025) pagi.
Rapat ini dihadiri oleh Kasatpol PP dan Damkar Kota Sibolga, H. Dedy Rachmad Saleh Lubis, S.E., M.M., Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sibolga, Agus M. Sitompul, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sibolga, Fadlan Satia Siregar, S.STP., Kepala Pasar Sibolga Nauli, Johannes Panjaitan, Camat Sibolga Kota, Deliana Marito Sidabutar, S.E., serta Lurah Pancuran Gerobak, Saifan Simanjuntak, S.Sos.,M.I.Kom.
Lebih lanjut Denni Aprilsyah Lubis mengatakan: “Kegiatan ini akan melibatkan Personel Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, petugas kebersihan Dinas PKPLH, serta aparat kecamatan dan kelurahan. ujarnya.
Dalam arahannya juga mengatakan: “Kegiatan penertiban ini merupakan langkah Pemko Sibolga untuk menata kembali kondisi pasar agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Penertiban juga mengembalikan fungsi fasilitas umum serta mengurangi kesemrawutan lalu lintas di sekitar area pasar.” ungkapnya.
Denni Aprilsyah Lubis juga mengucapkan: “Penertiban ini bukan semata-mata untuk menindak, tetapi untuk menata dan menciptakan kenyamanan bersama. Kami berharap para pedagang dan masyarakat dapat mendukung upaya ini demi kebaikan bersama,” jelasnya.
Kesempatan itu, Kasat Pol PP dan Damkar Kota Sibolga menyampaikan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan penertiban dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sibolga menambahkan bahwa, pihaknya akan menata ulang area parkir dan arus lalu lintas di sekitar pasar agar lebih tertib dan teratur.
Rapat ini menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis terkait waktu pelaksanaan penertiban, pembagian tugas antar instansi, serta langkah-langkah sosialisasi kepada para pedagang.
Pemko Sibolga berharap, melalui koordinasi lintas instansi ini, penataan Pasar Sibolga Nauli dan area sekitarnya dapat berjalan lancar, aman, serta membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Sibolga.tandasnya.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)