Kepolisian
Polres Gresik Wujudkan Pelayanan Inklusif Terbitkan SIM D Ramah Disabilitas
WARTAPENASATUJATIM | GRESIK – Komitmen Polres Gresik Polda Jatim dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif kembali diwujudkan melalui penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) Golongan D Ramah Disabilitas.
Kegiatan tersebut digelar di Kantor Satpas Satlantas Polres Gresik, Jalan Randuagung No. 1 Kebomas dengan menggandeng Bank BRI Cabang Gresik sebagai mitra strategis pada Kamis (22/1/2026).
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung mobilitas dan kemandirian penyandang disabilitas di Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Kapolres Gresik menegaskan bahwa penerbitan SIM D merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin kesamaan hak dan perlakuan non-diskriminatif dalam pelayanan publik.
AKBP Ramadhan menegaskan Polri sebagai pelayan masyarakat wajib menyediakan akomodasi yang layak.
“Melalui penerbitan SIM Golongan D ini, kami ingin memastikan saudara-saudara penyandang disabilitas dapat berkendara secara legal, aman, dan bertanggung jawab,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.
Ia menambahkan, seluruh proses penerbitan SIM tetap mengacu pada ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2021.
Sebanyak 10 pemohon dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Gresik mengikuti rangkaian ujian teori dan praktik, dan seluruhnya dinyatakan lulus serta memenuhi standar kompetensi.
Keberhasilan program ini turut didukung penuh oleh Bank BRI Cabang Gresik.
Pimpinan Cabang BRI Gresik, Dudung Hardiman, hadir langsung bersama jajaran untuk memberikan dukungan konkret berupa fasilitasi pembiayaan, mulai dari tes psikologi, pemeriksaan kesehatan, hingga pembayaran PNBP SIM Golongan D.
Selain itu, BRI juga membagikan helm gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan berkendara.
Apresiasi disampaikan Ketua PPDI Kabupaten Gresik, Hartono, yang menilai program ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kemandirian dan mobilitas penyandang disabilitas.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Gresik dan BRI. Program ini sangat membantu dan kami berharap dapat terus berlanjut, karena masih banyak anggota PPDI yang membutuhkan SIM sebagai legalitas berkendara,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta Kanit Regident Iptu Anggit Ilham Pratama. (Bgn)***
Polda Jatim Peringati Isra’ Mi’raj Pertebal Iman dan Taqwa
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M di masjid Polda Jatim, Kamis (22/1/2026).
Dalam peringatan kali ini, Polda Jatim mengambil tema “Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.”
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si dalam sambutannya yang diwakilkan Karo SDM Kombes Pol Sih Harno, S.H, M.H mengatakan, peringatan Isra’ Mi’raj menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta pembinaan mental dan spiritual anggota Polri dalam menjalankan tugas.
“Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, namun sarat nilai dan hikmah yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai insan Bhayangkara maupun sebagai anggota masyarakat,” ujar Kombes Sih Harno.
Kombes Sih Harno mengatakan semangat Isra Mi’raj tetap relevan dalam mendukung transformasi Polri menuju Polri yang Presisi.
Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu membentuk karakter personel Polri yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kegiatan keagamaan seperti ini bertujuan untuk mempertebal iman dan takwa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri agar mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kombes Sih Harno.
Ia juga mengajak seluruh personel Polda Jatim menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Peringatan Isra Miraj tersebut diisi dengan tausiah oleh Ir. K.H. Misbahul Huda, MBA, Pengasuh Yayasan Mambaul Huda Surabaya, yang mengulas hikmah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW serta relevansinya dalam kehidupan dan pengabdian aparat negara. (Bgn)***
Kapolresta Malang Kota Tegaskan Komitmen Pendampingan Bagi Keluarga Korban Kanjuruhan
WARTAPENASATUJATIM | MALANG KOTA – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Malang Ny. Uthe Putu Kholis, bersama seluruh Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota Polda Jatim silaturahmi dengan keluarga korban Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang, (Rabu, 21/01/2026).
Silaturahmi yang bertempat di Ballroom Sanika Satya Wada Polresta Malang Kota itu diikuti sekitar 32 keluarga korban.
Hal ini menjadi wujud komitmen Kombes Pol. Putu Kholis sejak menjabat sebagai Kapolres Malang hingga kini memimpin Polresta Malang Kota untuk terus mendampingi dan menjaga hubungan emosional dengan keluarga korban insiden Kanjuruhan.
Selain sebagai ajang mempererat komunikasi, kegitan silaturahmi itu menjadi ruang dialog aspirasi, harapan keluarga korban dan institusi Kepolisian agar lebih baik lagi kedepannya.
Kombes Pol. Putu Kholis menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut merupakan panggilan moral institusi dan pribadi untuk terus hadir di tengah keluarga korban.
Ia menegaskan bahwa Polresta Malang Kota Polda Jatim ingin menjadi rumah yang menaungi serta mendampingi keluarga korban.
“Kami mengundang keluarga korban, khususnya yang berdomisili di Kota Malang, agar menjadikan Polresta Malang Kota menjadi rumah yang bisa menaungi, membersamai, dan selalu hadir bagi keluarga korban Kanjuruhan,” ungkap Kombes Pol. Putu Kholis.
Silaturahmi penuh haru ini, mengingatkan kembali kedekatan Kombes Pol. Putu Kholis dengan keluarga korban, hingga saat ini terus dipupuk dengan baik, ini sebagai komitmen dan kelanjutan dari nilai-nilai kepemimpinan sebelumnya.
“Kami meyakini Bapak dan Ibu pernah berinteraksi dengan jajaran Polresta Malang Kota pada masa kepemimpinan Kombes Pol. Budi Hermanto. Nilai-nilai itulah yang terus kami lanjutkan agar pasca tragedi Kanjuruhan, kami bertugas dengan pendekatan yang lebih humanis dan membersamai keluarga korban,” ungkapnya.
Pertemuan yang mengedepankan sisi kepedulian dan kemanusiaan ini, juga dihadiri pengamat kepolisian Bambang Rukminto, para PJU Polresta Malang Kota, serta keluarga hingga perwakilan keluarga korban Kanjuruhan.
Menurut Kombes Putu Kholis, pertemuannya menjadi bentuk tanggung jawab moral yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari PJU, Kapolsek, hingga Bhayangkari, agar memiliki empati dan nuansa kebatinan yang sama dalam mendukung keluarga korban.
“Silaturahmi ini sebagai dorongan dan kewajiban moral bagi kami, baik secara pribadi maupun sebagai institusi, Kami mengajak para pejabat utama memiliki kesamaan niat, empati, dan kepedulian dalam membersamai keluarga korban Kanjuruhan,” tegas Kombes Putu Kholis.
Sementara disesi interaksi, Kapolresta Malang Kota memberikan kesempatan kepada perwakilan keluarga korban untuk menyampaikan uneg-uneg, harapan, masukan, serta keluhannya.
Jajaran Polresta Malang Kota Polda Jatim siap memfasilitasi kebutuhan yang masih dalam kewenangan kepolisian maupun menjembatani dengan instansi terkait.
“Kami siap mendukung dan memfasilitasi, mulai dari pendampingan bagi putra-putri keluarga korban yang berminat mengikuti seleksi anggota Polri, dukungan layanan kesehatan, penjajakan beasiswa pendidikan, hingga fasilitasi penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kota Malang dan OPD terkait,”pungkas Kombes Putu Kholis.
Selain itu, Polresta Malang Kota Polda Jatim juga memberikan kemudahan layanan administrasi kepolisian seperti SIM melalui Satlantas, SKCK melalui Intelkam, serta dukungan kewilayahan melalui para Kapolsek untuk membantu kebutuhan sosial kemasyarakatan keluarga korban di masing-masing wilayah.
Dengan penuh rasa hormat Kombes Pol Putu Kholis menyampaikan, bagi keluarga korban yang belum sempat hadir karena keterbatasan pekerjaan atau kondisi tertentu, ia akan menitipkan ke Kapolsek jajaran untuk silaturahmi langsung ke rumah serta menyampaikan tali asih dari Polresta Malang Kota sebagai bentuk kepedulian.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama untuk para almarhum dan almarhumah korban Tragedi Kanjuruhan agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menjadi penguat batin bagi keluarga yang ditinggalkan.
Melalui kegiatan ini, Polresta Malang Kota Polda Jatim menegaskan komitmen untuk terus menjaga soliditas, memperkuat pendekatan kemanusiaan, serta membangun hubungan baik dengan keluarga korban Kanjuruhan.
Dengan demikian kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat. (Bgn)***
Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya Bikin Senyum Sumringah Korban Curanmor
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Sebut saja Ayu (29) salah satu pemilik motor Honda Beat yang hilang pada bulan Desember 2025 di Jalan Kutisari, kini bisa senyum sumringah.
Pasalnya, Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya Polda Jatim menjadi jalan kembalinya motor kesayangan yang ia beli dengan hasil keringatnya sendiri.
Honda Beat hitam dengan nomor polisi L 3061 BAZ itu telah diserahkan oleh Polrestabes Surabaya dengan utuh dan tanpa biaya sepersenpun.
“Alhamdulillah, sudah kembali motor saya, terimaksih Pak Polisi, terimaksih Pak Kapolrestabes Surabaya telah menemukan motor saya dan boleh saya bawa pulang lagi tanpa biaya,” ungkap Ayu terharu di halaman Mapolrestabes Surabaya, Rabu (21/1/26).
Ayu mengatakan, hilangnya motor kesayangannya di Jalan Kutisari itu modusnya penipuan kerja.
“Pelakunya kenal ibu saya, lalu menawarkan pekerjaan di Surabaya. Saya jemput, ternyata penipuan dan motor saya dibawa,” kata Ayu.
Seperti diketahui, pada hari Rabu, 21 Januari 2026, bazar ranmor Polrestabes Surabaya resmi dibuka untuk proses pengembalian barang bukti sepeda motor hasil ungkap Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan bazar ranmor ini sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mengembalikan hak masyarakat sekaligus mendorong upaya pencegahan.
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menegaskan bahwa curanmor masih menjadi persoalan nyata di lapangan meskipun berbagai operasi kepolisian terus dilakukan.
Menurutnya, sinergi masyarakat diperlukan agar risiko kejahatan dapat ditekan.
“Patroli malam telah saya perintahkan kepada jajaran. Warga juga harus turut mengamankan kendaraannya, jangan ditinggalkan sembarangan dan gunakan pengaman tambahan,”ujarnya. (Bgn)***
Kapolda Jatim Anugerahkan Tanda Kehormatan Kepada Ribuan Personel
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Penganugerahan Tanda Kehormatan Pengabdian kepada personel Polri, di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Senin (19/1/2026).
Upacara yang diikuti oleh Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres jajaran, serta seluruh personel dan ASN Polri itu berlangsung khidmat.
Kegiatan itu menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pengabdian Polri di awal tahun 2026.
Dalam amanatnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional sekaligus penganugerahan tanda kehormatan harus dimaknai sebagai momentum membangun semangat baru, harapan baru, serta komitmen yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Jangan jadikan pergantian tahun hanya sekadar pergantian kalender, namun jadikan sebagai titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,”tutur Irjen Nanang.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga menekankan bahwa tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi tertinggi dari negara yang dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada anggota Polri yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa cacat selama masa dinas.
Ia menjelaskan, untuk memperoleh tanda kehormatan tersebut, seorang anggota Polri harus memenuhi persyaratan yang ketat, yakni telah bertugas secara terus-menerus selama 8, 16, 24 hingga 32 tahun.
Bukan hanya itu, selama bertugas anggota Polri harus tanpa cela, serta memiliki integritas moral, keteladanan sikap, dan jasa nyata bagi organisasi serta negara.
Pada upacara tersebut, Polda Jawa Timur menganugerahkan tanda kehormatan kepada 2.684 personel, yang terdiri dari 542 personel Satker Polda Jatim dan 2.142 personel Polres yang ada di jajaran.
“Penganugerahan ini jangan dimaknai sekadar sebagai pemenuhan hak administratif, tetapi sebagai simbol apresiasi tertinggi dari negara atas konsistensi dalam menjaga marwah Kepolisian,”tegas Kapolda Jatim.
Lebih lanjut, Irjen Pol Nanang Avianto mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Jawa Timur, dengan menggelorakan kembali semangat Jogo Jatim.
Ia juga menyampaikan pentingnya reformasi birokrasi Polri yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, sejalan dengan slogan Polri Untuk Masyarakat, sehingga Polri benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan, sekaligus problem solver bagi masyarakat.
“Semoga penghargaan yang diterima hari ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh personel Polda Jatim untuk terus meningkatkan kinerja, menjadi SDM Polri yang unggul, kreatif, dan inovatif demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya. (Bgn)***
Gratis! Polrestabes Surabaya Siap Kembalikan Ratusan Motor Curian ke Pemiliknya di Bazar Ranmor
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Sebuah inisiatif humanis dan tegas dilakukan Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur (Jatim) dalam upaya mengembalikan hak warga korban pencurian kendaraan bermotor.
Sedikitnya sekitar 800 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor akan dikembalikan kepada para pemilik melalui program bertajuk “Bazar Ranmor”.
Kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan publik sekaligus langkah transparan dalam memulihkan kerugian masyarakat.
Agenda bazar tersebut dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi di Mapolrestabes Surabaya.

Sesi pertama dimulai 21 hingga 23 Januari 2026, setelah itu dilanjutkan sesi kedua pada 26 hingga 30 Januari 2026 mendatang.
Seluruh kendaraan telah diamankan sebagai barang bukti dari berbagai operasi penindakan yang dilakukan sepanjang beberapa waktu terakhir.
Kapolrestabes Surabaya Kombes, Pol Luthfie Sulistiawan menerangkan bahwa bazar ini menjadi ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya agar dapat mengambil kembali tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Kombes Luthfi menegaskan, pemilik kendaraan cukup membawa bukti kepemilikan resmi, seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang, masyarakat bisa mengecek langsung motor yang telah teridentifikasi oleh penyidik.
“Silakan pemilik datang sendiri, bawa dokumennya. Kendaraan akan kami kembalikan tanpa biaya (gratis) dan tanpa melalui perantara,” tutur Kombes Luthfi, pada Sabtu (17/01).
Dalam pelaksanaannya nanti, kendaraan akan dikelompokkan sesuai jenis dan hasil pengecekan nomor rangka serta nomor mesin.
Polisi juga memastikan bahwa motor disusun berdasarkan blok untuk memudahkan proses pencarian.
Kombes Luthfie menyebutkan bahwa sebagian besar kendaraan hasil curian sudah tidak lagi menggunakan nomor polisi asli akibat manipulasi para pelaku.
“Banyak plat yang sudah diganti. Jadi identifikasi kami lakukan lewat nomor mesin dan nomor rangka hingga akhirnya diketahui siapa pemiliknya,” ungkapnya.
Menariknya, proses penelusuran menemukan bahwa sejumlah pemilik kendaraan bukan hanya berasal dari Surabaya, melainkan dari daerah lain.
Salah satu unit bahkan terdeteksi berasal dari Banten. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa jaringan curanmor yang ditindak memiliki pola distribusi lintas wilayah.
Di tengah pelaksanaan bazar, Polisi menyadari bahwa tidak semua korban mampu mengingat nomor kendaraan mereka.
Situasi inilah yang membuat sistem bazar dianggap lebih efektif. Selain menampilkan fisik kendaraan, nantinya Polrestabes Surabaya Polda Jatim juga akan mengumumkan nama pemilik sesuai hasil identifikasi.
“Tidak semua orang hafal nomor Polisinya. Jadi kami umumkan juga sesuai pemiliknya agar mudah dicocokkan,” imbuh Kombes Luthfie.
Untuk masyarakat yang ingin memastikan unit motornya terdaftar dalam bazar, Polrestabes Surabaya Polda Jatim juga menyediakan tautan pengecekan data barang bukti motor curian yang dapat diakses sebelum datang ke lokasi.
Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku curanmor tidak akan berhenti.
Ia menegaskan, jaringan pelaku masih terus diburu dan akan berhadapan dengan hukum tanpa kompromi.
“Pelaku curanmor melawan, ya siap-siap berhadapan dengan kami,” tegas Kombes Luthfi.
Program ini diharapkan tidak hanya memulihkan kerugian warga, tetapi juga mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat yang selama ini dihantui aksi curanmor di berbagai titik Kota Pahlawan. (*)
- Artikel, Berita Duka, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Keamanan, Kepolisian, Kriminal, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik
Lembaga KPK Dirwaster DKI : Polisi Diduga Biarkan 6 Pelaku Tawuran Maut Anak di Cengkareng Berkeliaran, Padahal Sudah Tercantum dalam Dakwaan dan Putusan Pengadilan
Wartapena Satu, Jakarta, 15 Januari 2026—
Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Dirwaster Provinsi DKI Jakarta menyatakan keprihatinan serius sekaligus kecaman keras terhadap penanganan perkara tawuran yang terjadi pada 16 Juni 2025 di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengakibatkan satu orang anak di bawah umur meninggal dunia.Berdasarkan dokumen resmi penegak hukum, perkara tersebut melibatkan 9 (sembilan) orang pelaku. Namun hingga saat ini, baru 3 orang yang diproses dan diputus oleh pengadilan, sementara 6 orang lainnya masih bebas berkeliaran, meskipun telah tercantum secara sah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, fakta persidangan, serta putusan pengadilan.
6 Nama Sudah Tercatat Resmi, Tapi Tak Ditangkap
Adapun keenam pelaku yang hingga kini belum ditangkap oleh Polsek Cengkareng, yaitu:
Afandi (DPO – Anak di bawah umur)
Razkafi (Dewasa)
Aji
Radit
Rifal
Akmal FauzanNama-nama tersebut secara eksplisit tercantum dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Nomor: PDM-869/JKTBRT/10/2025, serta terungkap dalam fakta persidangan dan replik Jaksa Penuntut Umum, bahkan diperkuat oleh alat bukti video kejadian.
“Ini bukan lagi persoalan kekurangan alat bukti. Semua sudah terang benderang di persidangan. Pertanyaannya: mengapa enam pelaku yang sudah berstatus terdakwa tidak ditangkap?” tegas perwakilan L-KPK.
Diduga Ada Pembiaran oleh Aparat Penegak Hukum.L-KPK menilai kondisi ini patut diduga sebagai pembiaran penegakan hukum. Terlebih, Jaksa Penuntut Umum telah memberikan arahan dan petunjuk resmi kepada penyidik kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut.
Namun hingga kini, tidak ada langkah konkret dan terukur dari Polsek Cengkareng.
“Jika pelaku pembunuhan anak bisa bebas berkeliaran berbulan-bulan setelah namanya tercantum dalam dakwaan dan putusan, maka publik berhak bertanya: hukum ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas?” lanjut L-KPK.
Berpotensi Langgar Pasal Pidana
L-KPK menegaskan bahwa pembiaran ini berpotensi melanggar ketentuan pidana, antara lain:
Pasal 421 KUHP (penyalahgunaan wewenang oleh pejabat);
Pasal 422 KUHP (penyalahgunaan kekuasaan);
Pasal 304 KUHP (pembiaran);UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak;
UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI.
Kasus ini dinilai bukan hanya soal pidana pelaku tawuran, tetapi juga menyangkut integritas dan akuntabilitas aparat penegak hukum.
Ultimatum Terbuka kepada Polsek Cengkareng
L-KPK telah melayangkan surat ultimatum hukum resmi kepada Kapolsek Cengkareng agar segera menangkap keenam pelaku dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender.Apabila ultimatum tersebut tidak diindahkan, L-KPK memastikan akan:
Melaporkan perkara ini ke Divisi Propam Mabes Polri dan Polda Metro Jaya;
Mengadukan ke Kompolnas dan Ombudsman RI;
Membuka laporan dugaan tindak pidana terhadap pejabat yang bertanggung jawab;
Melakukan ekspos lanjutan secara nasional.
“Nyawa anak yang melayang tidak boleh ditutup dengan pembiaran. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian aparatnya sendiri,” tutup L-KPK. Polres Ngawi Gaungkan Perang Melawan Hoaks Sinergi Total Demi Keamanan Daerah
Polres Ngawi Gaungkan Perang Melawan Hoaks Sinergi Total Demi Keamanan Daerah
WARTAPENASATUJATIM | Ngawi – Gelombang informasi digital yang bergerak cepat dan masif di era modern kerap membawa dua wajah sekaligus: kemudahan akses pengetahuan dan ancaman penyebaran kabar bohong.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya preventif menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Ngawi, Rabu (14/1/2026).
Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa stabilitas keamanan daerah tidak dapat terwujud tanpa partisipasi aktif masyarakat.
Ia menilai, derasnya arus informasi di media sosial dan aplikasi pesan instan berpotensi menjadi pemicu keresahan apabila tidak disikapi secara bijak dan kritis.
Menurutnya, informasi yang tidak jelas sumber dan validitasnya dapat memantik kesalahpahaman di tengah masyarakat, memecah persatuan, bahkan berujung pada gangguan ketertiban umum.
“Jangan mudah percaya apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Saring sebelum sharing. Keamanan dan kedamaian Ngawi adalah tanggung jawab kolektif kita semua,” tegas Kapolres.
Sebagai wujud komitmen memberikan perlindungan dan rasa aman secara maksimal, Polres Ngawi menghadirkan layanan pengaduan publik yang beroperasi 24 jam penuh tanpa henti.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait gangguan kamtibmas maupun informasi mencurigakan melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis, layanan WhatsApp di nomor 0822 30 110 110, serta Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngawi di nomor 0351-749510.
Seluruh laporan yang masuk akan ditangani melalui sistem quick response, sehingga setiap aduan masyarakat dapat direspons secara cepat, tepat, dan profesional oleh petugas di lapangan.
AKBP Prayoga menambahkan, keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Dengan tersedianya kanal pelaporan yang mudah dijangkau dan responsif, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk berkoordinasi serta melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini.
Polres Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan prima sesuai standar kepolisian, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah selama 24 jam penuh.
Sinergi yang erat antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat diyakini menjadi kunci utama terwujudnya Kabupaten Ngawi yang aman, tertib, dan harmonis.
Dengan semangat kebersamaan, Polres Ngawi mengajak seluruh warga untuk aktif menjaga lingkungan masing-masing, menolak hoaks, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan, demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan serta mendukung kemajuan daerah. (Bgn)***
Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Pemimpin Unggul
WARTAPENASATUJATIM |MALANG – Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn) H. Prabowo Subiyanto Djojohadikusumo melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Malang Raya dalam rangka meresmikan *SMA Taruna Nusantara Kampus Malang*, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/01/2026).
Kunjungan kerja Presiden RI menggunakan pesawat Boeing 737-73Q BBJ/PK-GRD dan dilanjutkan dengan Helikopter EC-725/H225M menuju lokasi peresmian.
Kehadiran Presiden Prabowo beserta rombongan mendapat sambutan hangat dari Forkopimda Jawa Timur dan jajaran TNI-Polri di Malang Raya.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa SMA Taruna Nusantara didirikan untuk mencetak generasi unggul berkarakter kepemimpinan dan nasionalisme tinggi.
“Melalui lembaga ini, kita menyiapkan kader bangsa yang berakhlak, tidak korup, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi,” ujarnya.
Presiden juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar kesejahteraan, demokrasi, dan kemajuan bangsa.
Ia berkomitmen untuk menambah kampus Taruna Nusantara di berbagai wilayah Indonesia serta membentuk SMA Garuda di setiap kabupaten sebagai pusat pembinaan karakter.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga negara. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.
Selain peresmian, Presiden Prabowo meninjau fasilitas laboratorium aeronautika, pameran prestasi siswa, dan menyaksikan penampilan *Genderang Suling Canka Lokananta* SMA Taruna Nusantara Malang.
Kegiatan tersebut memperlihatkan potensi dan disiplin tinggi para pelajar ketarunaan.
Kegiatan kunjungan kerja ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat pendidikan berbasis ketarunaan sebagai fondasi pembentukan calon pemimpin bangsa yang tangguh, cerdas, dan berintegritas.
Diharapkan ke depan lembaga seperti Taruna Nusantara terus menjadi simbol keunggulan pendidikan nasional. (Bgn)***
Pangdam V/Brawijaya Pimpin Operasi Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden RI di Wilayah Malang Raya
WARTAPENASATUJATIM | MALANG – Dalam rangka kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke wilayah Kabupaten Malang, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. selaku Pangkogasgabpad PAM VVIP memimpin langsung Pelaksanaan Operasi Pengamanan VVIP yang berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026. Operasi ini melibatkan ribuan personel gabungan.
Pelaksanaan operasi tersebut berlandaskan Keputusan Panglima TNI Nomor KEP/1287/XII/2018 tentang Penyelenggaraan Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarga.
Operasi dimulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, mencakup pengamanan di Lanud Abd Saleh, Stadion Kanjuruhan, dan SMA Taruna Nusantara.
Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa pengamanan VVIP merupakan bentuk tanggung jawab TNI dalam menjaga kehormatan, keselamatan, dan kewibawaan negara.
“Pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh, terkoordinasi, dan profesional demi kelancaran tugas kenegaraan Presiden,” ujarnya Pangdam V/Brawijaya menegaskan dalam apel gelar pasukan.
Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah yang dibagi dalam tiga lapisan pengamanan: Ring I oleh Paspampres, Ring II oleh unsur TNI dan Polri, serta Ring III oleh satuan teritorial. Sistem pengamanan diterapkan terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi potensi ancaman.
Selain itu, berbagai Subsatgas turut dikerahkan, seperti Subsatgas Intelijen, Kesehatan, Komunikasi Elektronik, dan Peralatan.
Semua elemen bergerak berdasarkan analisa potensi kerawanan dengan tujuan utama menjamin keselamatan Presiden RI dan rombongan selama kunjungan berlangsung di wilayah Malang Raya.
Rangkaian kegiatan Presiden RI meliputi peninjauan fasilitas pendidikan di SMA Taruna Nusantara serta agenda kenegaraan di Stadion Kanjuruhan.
Personel gabungan melaksanakan patroli rutin dan pengamanan rute secara ketat untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan Presiden serta rombongan resmi.
Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi atas sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Beliau berharap profesionalisme dan soliditas yang ditunjukkan dalam Operasi PAM VVIP Malang dapat menjadi teladan bagi pelaksanaan tugas-tugas pengamanan serupa di masa mendatang. (Bgn)***