Kesehatan
BAF LIONS RUN 2025,RUN FOR CHILDREN CHARITY RUN UNTUK ANAK-ANAK PEJUANG KANKER
“

Jakarta wartapenasatu.comBAF Lions Run: Lari untuk Harapan, Galang Dana bagi Rumah Singgah Lions
BAF Lions Run kembali digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak pejuang penyakit berat seperti kanker dan jantung yang tengah menjalani perawatan di Rumah Singgah Lions. Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, event ini menjadi ajang penggalangan dana (fundraising) untuk mendukung keberlanjutan fasilitas dan pelayanan rumah singgah yang selama ini menjadi tempat persinggahan harapan bagi banyak keluarga dari luar kota.
Rumah Singgah Lions bukan hanya menampung anak-anak penderita kanker, namun juga memberikan tempat tinggal sementara bagi anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Kehadiran rumah singgah ini telah menjadi penyambung hidup dan semangat bagi ratusan anak dan keluarganya yang berjuang melawan penyakit dalam kondisi ekonomi terbatas.
Mengusung tema “Lari untuk Harapan, Hidup untuk Sesama”, Road to BAF Lions Run berlangsung sejak 21 Juni 2025 dan akan mencapai puncaknya pada 10 Agustus 2025 di Makassar. Kegiatan ini digelar secara maraton di berbagai kota besar di Indonesia, dengan antusiasme masyarakat yang tinggi di setiap titik pelaksanaan.
Jadwal Road to BAF Lions Run dimulai pada 6 Juli 2025 di empat kota serentak: Pekanbaru, Jakarta (Plaza Asia), Yogyakarta, dan Pontianak (Jetour). Pada 13 Juli, giliran Malang dan Bandung menjadi tuan rumah, dengan catatan khusus bahwa rute di Bandung dimulai dan berakhir di Kediaman Gubernur Jawa Barat, menambah makna simbolis atas dukungan pemerintah daerah.
Etape berikutnya digelar pada 20 Juli di Surabaya, Lampung, dan Serang, kemudian berlanjut pada 27 Juli di Jakarta dan Jambi. Seluruh rangkaian akan ditutup pada 10 Agustus di Kota Makassar, menandai puncak dari gerakan nasional ini dalam menggaungkan solidaritas dan empati melalui olahraga.
Selain kegiatan lari, dalam setiap kota penyelenggara juga diadakan sesi edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker dan penyakit jantung pada anak, serta sosialisasi mengenai peran Rumah Singgah Lions. Masyarakat juga diajak langsung untuk berdonasi atau menjadi relawan dalam mendukung operasional rumah singgah.
BAF Lions Run tidak hanya tentang langkah kaki, tetapi tentang langkah kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, panitia berharap semakin banyak pihak yang peduli dan terlibat aktif dalam membantu anak-anak yang tengah berjuang untuk hidup mereka. Setiap kilometer yang ditempuh, adalah bentuk nyata dari cinta, kepedulian, dan harapan untuk masa depan anak-anak Indonesia
Untukmu, Pejuang Kecil!
Untuk semua anak-anak pejuang kanker, untuk mereka yang sedang berjuang dengan keberanian, senyum dan semangat tak pernah padam.
Mereka tidak sendiri. Karena siapapun kita dapat menjadi bagian perjalanan para pejuang kecil selama menjalani masa pengobatannya.
Langkah kita adalah harapan untuk mereka.
🎗️ Yuk, berlari untuk mendukung anak-anak pejuang kecil yang luar biasa melalui perluasan @rumahinggahlions_
Bergabung bersama para pelari lainnya di BAF Lions Run 2025 dan menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini, karena #SetiapLangkahBerarti#BAFLionsRun2025 #RunForChildren #RunForHope#LionsRun2025 #RunForChildhoodCancer #RunningForGood#BAF #YayasanLionsIndonesia #deBrads #WoW #causeid #childhoodcancer
pendaftaran dapat melalui website berikut ini
www.baflionsrun.id
“Nok Srie”Melaporkan
_SMKN 1 CILEUNGSI AKTIF DALAM DIKLAT REMAJA PEDULI HIV/AIDS DI KABUPATEN BOGOR_
Jakarta wartapenasatu.com
SMKN 1 Cileungsi Kirim Perwakilan pada Diklat Remaja Peduli HIV/AIDS di Kabupaten Bogor
Pada Sabtu, 26 Juli 2025, telah diselenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Remaja Peduli HIV/AIDS di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS. Kegiatan ini merupakan inisiatif penting dalam upaya membangun generasi muda yang sadar akan isu kesehatan reproduksi dan penyebaran penyakit menular seksual.
SMKN 1 Cileungsi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan empat perwakilan, yakni Nathanael dan tiga siswa lainnya, yang didampingi langsung oleh satu guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai pendamping. Kehadiran mereka menjadi representasi semangat sekolah dalam mendukung program pendidikan kesehatan berbasis partisipasi remaja.
Kegiatan Diklat ini bertujuan membentuk kader-kader remaja yang peduli terhadap isu HIV/AIDS, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Para peserta diberikan pembekalan tentang bahaya HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya edukasi yang benar dan tidak menghakimi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Selain materi edukatif, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi, roleplay, serta simulasi kampanye penyadaran publik yang bertujuan melatih keberanian remaja dalam menyuarakan isu-isu sensitif di lingkungannya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan empati, keterampilan komunikasi, serta kepedulian sosial para peserta.
Nathanael, salah satu peserta dari SMKN 1 Cileungsi, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Banyak hal baru yang kami pelajari di sini. Harapannya, kami bisa berbagi ilmu ke teman-teman lain di sekolah,” ujarnya dengan semangat.
Pihak sekolah melalui guru pendamping juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada siswa mereka. Kegiatan seperti ini dinilai sangat relevan dalam membekali siswa dengan pengetahuan praktis yang tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari.
Dengan terselenggaranya Diklat ini, diharapkan tumbuh lebih banyak remaja yang memiliki kesadaran dan keberanian untuk turut serta dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda. SMKN 1 Cileungsi berkomitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan remaja demi menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif.
Selamat Jalan,Bapak Kwik Kian Gie Teladan Integritas Bangsa
Selamat Jalan, Bapak Kwik Kian Gie: Telada Integritas Bangsa
Indonesia tengah berduka. Salah satu putra terbaik bangsa, Bapak Kwik Kian Gie, telah berpulang. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh rakyat Indonesia. Beliau bukan hanya seorang pakar ekonomi ulung, tetapi juga teladan integritas dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran.

Sepanjang hidupnya, Bapak Kwik Kian Gie dikenal karena kejujuran dan komitmennya yang teguh pada prinsip. Beliau tidak hanya menguasai teori ekonomi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam tindakan nyata demi kemajuan bangsa. Jabatan menteri yang pernah diembannya, seperti Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, menjadi bukti dedikasinya untuk Indonesia. Pemikiran ekonominya yang kritis dan berpihak pada keadilan sosial selalu menjadi ciri khasnya.
Lebih dari sekadar seorang ekonom, Bapak Kwik Kian Gie merupakan tokoh moral yang menginspirasi. Di tengah maraknya pragmatisme dan korupsi, beliau tetap teguh pada prinsip-prinsipnya. Beliau membuktikan bahwa jabatan bukanlah untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk mengabdi dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Keberaniannya dalam mengkritik kebijakan yang tidak adil, meskipun berasal dari pemegang kekuasaan, patut diacungi jempol.
Kritik-kritik yang dilontarkan Bapak Kwik Kian Gie selalu tajam dan berbobot, namun selalu bermuara pada kepentingan bangsa yang lebih besar. Beliau tidak pernah ragu untuk menyuarakan kebenaran, sekalipun hal itu berisiko. Sikap konsisten, berani, dan jujur yang dimilikinya menjadi cerminan langka di dunia publik yang seringkali diwarnai kepentingan sesaat.
Warisan terbesar Bapak Kwik Kian Gie bukanlah jabatan atau karya tulisnya, melainkan nilai-nilai luhur yang selalu dipegang teguh. Keberanian, kejujuran, dan integritas menjadi pedoman hidupnya dan kini menjadi warisan moral bagi generasi penerus bangsa. Nilai-nilai ini sangat penting di tengah tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Kepergian Bapak Kwik Kian Gie mengingatkan kita akan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan berani menegakkan kebenaran. Beliau adalah negarawan sejati yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memberikan contoh nyata melalui perbuatannya. Sosoknya akan selalu dikenang dan dihormati.
Selamat jalan, Bapak Kwik Kian Gie. Terima kasih atas segala jasa, keteladanan, dan nilai-nilai mulia yang telah Bapak berikan kepada bangsa Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menempatkan Bapak di tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Indonesia kehilangan seorang tokoh besar, tetapi warisan moral Bapak akan terus menginspirasi kami
Langkah Ceria Komunitas Jalan Pagi Happy: Sehat,Kompak,dan Penuh Cinta
“Langkah Ceria Komunitas Jalan Pagi Happy: Sehat, Kompak, dan Penuh Cinta”
Di tengah keterbatasan ruang di lingkungan Rusunawa, sekelompok wanita hebat yang menamakan diri mereka Komunitas Jalan Pagi Happy membuktikan bahwa semangat hidup sehat tak mengenal batas. Setiap pagi mereka menargetkan 10.000 langkah sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kebugaran. Tak hanya sekadar berjalan kaki, mereka saling mengingatkan dan menyemangati satu sama lain agar tetap konsisten menjalani rutinitas ini. Anggotanya pun beragam—ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan, hingga mahasiswi yang juga mereka aktif di berbagai komunitas sosial.

Meski memiliki kesibukan yang berbeda-beda, mereka selalu berusaha menyisihkan waktu untuk berkumpul dan bergerak bersama. Suasana pagi mereka selalu diwarnai dengan canda tawa dan obrolan hangat seputar kehidupan, pekerjaan, rumah tangga, dan anak-anak. Momen ini menjadi ruang bagi mereka untuk saling berbagi cerita dan mempererat ikatan sebagai sesama perempuan pejuang kehidupan yang saling mendukung.

Kebersamaan mereka tak berhenti di jalan pagi saja. Setelah selesai berolahraga, biasanya mereka melanjutkan dengan sarapan bersama. Seperti hari ini, mereka berkumpul di salah satu tempat makan di kawasan Penggilingan. Menu khas Nusantara tersaji dengan lezat—ayam bakar, asinan segar buatan Bu Sella, cake buatan Bu Pricil, dan telur gulung karya Bu Amanda. Suasana menjadi semakin hangat karena kegiatan ini disponsori oleh Bu Santa yang turut berbagi berkat bagi komunitas.

Komunitas ini juga membentuk arisan, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian satu sama lain. Saat ada anggota yang mengalami musibah atau kesulitan, komunitas ini hadir untuk memberi dukungan dan bantuan. Inilah bukti nyata bahwa persahabatan di antara mereka bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari kekuatan dan solidaritas dalam menjalani kehidupan

Dalam pesan hangatnya, Bu Santa menyampaikan harapan agar Komunitas Jalan Pagi Happy terus solid, kompak, dan saling mendukung dalam segala situasi. “Persahabatan kita bagai kepompong, saling melindungi dan tumbuh bersama,” ungkapnya. Semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat yang mereka bangun menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa ruang sempit tak menghalangi langkah besar menuju kehidupan yang lebih baik.

Polda Kalteng Ajak Masyarakat Memperhatikan Kesehatan
Buka Layanan Kesehatan di Car Free Day, Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng Ajak Masyarakat Memperhatikan Kesehatan

Palangka Raya, Wartapenasatu.com Car Free Day atau CFD merupakan budaya dikalangan masyarakat sebagai ajang bersosialisasi dengan keluarga, teman maupun masyarakat secara umum. Car Free Day juga cocok menjadi sarana kesehatan jasmani yang bebas dari polusi udara.
Dalam hal ini, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng rutin mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui kegiatan Pelayanan Kesehatan Keliling (Yankesling) melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis, Minggu (20/7/2025) pagi.
Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang diberikan diantaranya pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula darah, kolesterol dan asam urat oleh dokter untuk pasien-pasien yang memiliki keluhan pada kesehatannya.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., mengatakan, pelayanan kesehatan rutin dilaksanakan Polda Kalteng sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan layanan yang baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.
“Kegiatan ini menyediakan konsultasi langsung dengan dokter bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi dan saran lebih lanjut terkait kondisi kesehatannya,” ujar Karumkit.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promosi kesehatan dan deteksi dini terhadap risiko penyakit yang sering kali tidak disadari masyakarat.
“Semakin dini diketahui, maka penanganan bisa lebih cepat dilakukan. Ini penting untuk mencegah penyakit kronis yang bisa berdampak pada kualitas hidup,” jelasnya.
Sementara itu, banyak masyarakat yang memberikan apresiasi kepada Polda Kalteng yang telah memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat.@ Herry Kalteng
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!

http://Jakarta, Wartapenasatu.com19 Juli 2025 – Sebuah konferensi pers yang digelar hari ini di Hotel Accasia, Jakarta, menyuarakan penolakan keras terhadap amandemen International Health Regulations (IHR) terkait penanganan pandemi. Konferensi pers ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Dr. dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K), mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dan Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Mereka menekankan pentingnya menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia dan menolak dominasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional.

Ibu Siti Fadillah Supari dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap potensi pengalihan kedaulatan kesehatan Indonesia kepada WHO jika Presiden menandatangani amandemen IHR tersebut. Beliau berpendapat bahwa penandatanganan tersebut akan membatasi kemampuan Indonesia dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini, menurut beliau, sangat berbahaya bagi masa depan kesehatan bangsa.

“Jika IHR ini ditandatangani, maka kedaulatan kesehatan kita akan berada di tangan WHO,” tegas Ibu Siti. “Kita akan kehilangan kemampuan untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatan kita, sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat Indonesia.”Sentimen yang sama diungkapkan oleh Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Beliau menekankan pentingnya kajian mendalam dan komprehensif sebelum Indonesia menyetujui amandemen IHR tersebut. Kajian ini, menurut beliau, harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan ahli hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa amandemen IHR tidak merugikan kepentingan nasional Indonesia.
Konferensi pers ini menghasilkan tiga rekomendasi penting yang ditujukan kepada pemerintah. Pertama, pemerintah harus melakukan kajian menyeluruh terhadap amandemen IHR dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kedua, pemerintah harus menolak segala bentuk pengalihan kedaulatan kesehatan kepada lembaga internasional. Ketiga, pemerintah harus memastikan bahwa implementasi IHR tidak mengurangi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Rekomendasi ini didasarkan pada prinsip kedaulatan nasional dan hak Indonesia untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatannya. Para narasumber menekankan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental, dan negara berkewajiban untuk menjamin akses kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyatnya.
Konferensi pers ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapat dan aspirasinya terkait isu kedaulatan kesehatan. Para peserta konferensi pers berharap pemerintah akan mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan rekomendasi yang telah disampaikan.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kesehatan nasional. Pemerintah diharapkan untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.
Penolakan terhadap amandemen IHR ini bukan berarti Indonesia menolak kerja sama internasional dalam bidang kesehatan. Namun, kerja sama tersebut harus dilakukan dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati kedaulatan masing-masing negara. Indonesia harus tetap memiliki kendali penuh atas kebijakan kesehatan nasionalnya untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya terjamin.
Menolak Amandemen IHR: Para Ahli Desak Kajian Mendalam Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Menolak Amandemen IHR : Para ahli Desak Kajian Mendalam Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Ibu Inge Mangundap melaporkan bahwa dalam Press conference yang diadakan hari ini, 19 Juli 2025 di Hotel Accasia, menyoroti penolakan terhadap amandemen International Health Regulations (IHR) mengenai penanganan pandemi. Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, yaitu Ibu DR. dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K), mantan Menteri Kesehatan, dan Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Mereka secara tegas menyuarakan keprihatinan terhadap potensi hilangnya kedaulatan kesehatan Indonesia jika amandemen tersebut ditandatangani.

Ibu Siti Fadillah Supari menekankan bahwa penandatanganan IHR malam ini oleh Presiden akan menyerahkan kendali kesehatan Indonesia kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan bangsa dan kemampuan Indonesia untuk menentukan kebijakan kesehatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakatnya. Beliau dengan lantang menolak penandatanganan tersebut dan menyerukan adanya pertimbangan yang lebih matang.
Para pembicara menyarankan tiga langkah penting untuk melindungi kedaulatan kesehatan Indonesia. Pertama, dilakukan kajian menyeluruh dan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan ahli hukum. Kajian ini bertujuan untuk memastikan bahwa amandemen IHR tidak merugikan kepentingan nasional. Kedua, Indonesia harus menolak segala bentuk pengalihan kedaulatan kesehatan kepada lembaga internasional, termasuk WHO. Ketiga, Indonesia perlu memastikan bahwa implementasi perjanjian ini tidak membatasi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Penolakan terhadap amandemen IHR ini didasarkan pada prinsip kedaulatan nasional dan hak Indonesia untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatannya. Para pembicara berpendapat bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental dan harus dikelola secara bertanggung jawab oleh negara, tanpa intervensi yang berlebihan dari lembaga internasional. Mereka menekankan pentingnya menjaga kemandirian dan kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
Press conference ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempertimbangkan kembali implikasi dari amandemen IHR. Seruan untuk kajian menyeluruh, penolakan pengalihan kedaulatan, dan jaminan kemampuan pengambilan keputusan nasional merupakan langkah krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat Indonesia dan kedaulatan bangsa. Semoga pemerintah mendengarkan aspirasi ini dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!


Jakarta, wartapenasatu.com 19 Juli 2025 – Sebuah konferensi pers yang digelar hari ini di Hotel Accasia, Jakarta, menyuarakan penolakan keras terhadap amandemen International Health Regulations (IHR) terkait penanganan pandemi. Konferensi pers ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Dr. dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K), mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dan Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Mereka menekankan pentingnya menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia dan menolak dominasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional.Ibu Siti Fadillah Supari dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap potensi pengalihan kedaulatan kesehatan Indonesia kepada WHO jika Presiden menandatangani amandemen IHR tersebut. Beliau berpendapat bahwa penandatanganan tersebut akan membatasi kemampuan Indonesia dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini, menurut beliau, sangat berbahaya bagi masa depan kesehatan bangsa.
“Jika IHR ini ditandatangani, maka kedaulatan kesehatan kita akan berada di tangan WHO,” tegas Ibu Siti. “Kita akan kehilangan kemampuan untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatan kita, sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat Indonesia.”
Sentimen yang sama diungkapkan oleh Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Beliau menekankan pentingnya kajian mendalam dan komprehensif sebelum Indonesia menyetujui amandemen IHR tersebut. Kajian ini, menurut beliau, harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan ahli hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa amandemen IHR tidak merugikan kepentingan nasional Indonesia.
Konferensi pers ini menghasilkan tiga rekomendasi penting yang ditujukan kepada pemerintah. Pertama, pemerintah harus melakukan kajian menyeluruh terhadap amandemen IHR dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kedua, pemerintah harus menolak segala bentuk pengalihan kedaulatan kesehatan kepada lembaga internasional. Ketiga, pemerintah harus memastikan bahwa implementasi IHR tidak mengurangi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Rekomendasi ini didasarkan pada prinsip kedaulatan nasional dan hak Indonesia untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatannya. Para narasumber menekankan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental, dan negara berkewajiban untuk menjamin akses kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyatnya.
Konferensi pers ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapat dan aspirasinya terkait isu kedaulatan kesehatan. Para peserta konferensi pers berharap pemerintah akan mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan rekomendasi yang telah disampaikan.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kesehatan nasional. Pemerintah diharapkan untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.
Penolakan terhadap amandemen IHR ini bukan berarti Indonesia menolak kerja sama internasional dalam bidang kesehatan. Namun, kerja sama tersebut harus dilakukan dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati kedaulatan masing-masing negara. Indonesia harus tetap memiliki kendali penuh atas kebijakan kesehatan nasionalnya untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya terjamin.
Jumat Sehat , Emak Emak Hebat

Mentari Jumat pagi menyinari Rusunawa Pinus Elok, Penggilingan, Jakarta Timur, menciptakan suasana cerah yang menyambut hangat para penghuni Tower E. Pukul 07.00 WIB, halaman tower sudah ramai. Warga, terutama para ibu rumah tangga—yang akrab disapa “emak-emak”—bersemangat mengikuti senam pagi rutin yang diadakan setiap minggu, kali ini menjadi tuan rumah di Tower E. Senyum ceria terpancar dari wajah mereka, mencerminkan kebersamaan yang erat. Terlihat berbagai usia ikut berpartisipasi, dari anak-anak hingga para lansia yang semangatnya tak kalah membara.
Pak Saiful, koordinator dari UPRS 7 dan mbak Anna sebagai instruktur memimpin senam dengan iringan musik meriah lagu-lagu dangdut favorit seperti “Stecu Stecu” dan “Apate Apate”—menambah keceriaan suasana. Ibu Evi, Ketua RW 19, turut hadir menyaksikan semangat warga dan ikut serta senam bersama .Gerakan senam, mulai dari pemanasan ringan seperti peregangan otot dan senam aerobik, hingga gerakan inti dilakukan dengan antusias. Pendinginan diakhiri dengan peregangan untuk melemaskan otot. Lebih dari sekadar olahraga, senam ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan mengisi pagi hari dengan energi positif.

Kegiatan ini memiliki makna mendalam, terutama bagi para ibu rumah tangga. Mereka, dengan kesibukan dan tanggung jawabnya, tetap mengutamakan kesehatan fisik dan mental. Meski lahan terbatas, semangat untuk hidup sehat tetap membara, menunjukkan dedikasi luar biasa mereka. Senam pagi bukan hanya rutinitas, tetapi wujud kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga. Beberapa terlihat membawa anak-anak mereka yang ikut serta dalam gerakan senam
Semangat kebersamaan juga terlihat dalam aktivitas olahraga lainnya di Rusunawa Pinus Elok. Warga rutin berjalan pagi, berjemur (khususnya para lansia), bermain sepak bola, atau bersepeda. Aktivitas ini menciptakan lingkungan yang sehat, aktif, dan harmonis—sebuah potret kehidupan masyarakat yang saling mendukung. Anak-anak tampak berlarian riang , menambah keceriaan suasana pagi


Sebagai apresiasi, OPRS 7 menyediakan sarapan sehat berupa bubur kacang hijau. Usai senam, warga menikmati bubur bersama, bercengkerama, dan berbagi cerita. Suasana hangat dan penuh keakraban semakin mempererat ikatan persaudaraan di antara mereka. Terlihat beberapa warga saling membantu membagi bubur
Senam pagi di Tower E lebih dari sekedar kegiatan olahraga; ini adalah simbol semangat juang dan kebersamaan warga Rusunawa Pinus Elok. Mereka membuktikan bahwa kehidupan di rusunawa dapat dipenuhi kehangatan, ketenangan, dan energi positif, meskipun keterbatasan ruang dan fasilitas. Kehadiran Ibu Evi juga menunjukkan dukungan penuh dari pihak RW terhadap kegiatan positif ini

Kisah ini menginspirasi: kebersamaan dan kepedulian dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semangat warga Rusunawa Pinus Elok patut diapresiasi dan semoga menginspirasi banyak orang untuk menciptakan lingkungan yang lebih positif dan harmonis di tempat tinggal mereka.
Senam Sehat , Hati Bahagia Di Rusunawa Pinus elok Penggilingan Tower ETower
Senam Sehat , Hati Bahagia Di Rusunawa Pinus Elok Tower E

Mentari Jumat pagi menyinari Rusunawa Pinus Elok, Penggilingan, Jakarta Timur, menciptakan suasana cerah yang menyambut hangat para penghuni Tower E. Pukul 07.00 WIB, halaman tower sudah ramai. Warga, terutama para ibu rumah tangga—yang akrab disapa “emak-emak”—bersemangat mengikuti senam pagi rutin yang diadakan setiap minggu, kali ini menjadi tuan rumah di Tower E. Senyum ceria terpancar dari wajah mereka, mencerminkan kebersamaan yang erat. Terlihat berbagai usia ikut berpartisipasi, dari anak-anak hingga para lansia yang semangatnya tak kalah membara.
Pak Saiful, koordinator dari UPRS 7 dan mbak Anna sebagai instruktur memimpin senam dengan iringan musik meriah lagu-lagu dangdut favorit seperti “Stecu Stecu” dan “Apate Apate”—menambah keceriaan suasana. Ibu Evi, Ketua RW 19, turut hadir menyaksikan semangat warga dan ikut serta senam bersama .Gerakan senam, mulai dari pemanasan ringan seperti peregangan otot dan senam aerobik, hingga gerakan inti yang lebih dinamis dilakukan dengan antusias. Pendinginan diakhiri dengan peregangan untuk melemaskan otot. Lebih dari sekadar olahraga, senam ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan mengisi pagi hari dengan energi positif.

Kegiatan ini memiliki makna mendalam, terutama bagi para ibu rumah tangga. Mereka, dengan kesibukan dan tanggung jawabnya, tetap mengutamakan kesehatan fisik dan mental. Meski lahan terbatas, semangat untuk hidup sehat tetap membara, menunjukkan dedikasi luar biasa mereka. Senam pagi bukan hanya rutinitas, tetapi wujud kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga. Beberapa terlihat membawa anak-anak mereka yang ikut serta dalam gerakan senam yang disesuaikan dengan usia mereka.
Semangat kebersamaan juga terlihat dalam aktivitas olahraga lainnya di Rusunawa Pinus Elok. Warga rutin berjalan pagi, berjemur (khususnya para lansia), bermain sepak bola, keranjang, atau bersepeda. Aktivitas ini menciptakan lingkungan yang sehat, aktif, dan harmonis—sebuah potret kehidupan masyarakat yang saling3 mendukung. Anak-anak tampak berlarian riang setelah senam, menambah keceriaan suasana pagi

Sebagai apresiasi, OPRS 7 menyediakan sarapan sehat berupa bubur kacang hijau. Usai senam, warga menikmati bubur bersama, bercengkerama, dan berbagi cerita. Suasana hangat dan penuh keakraban semakin mempererat ikatan persaudaraan di antara mereka. Terlihat beberapa warga saling membantu membagi bubur
Senam pagi di Tower E lebih dari sekedar kegiatan olahraga; ini adalah simbol semangat juang dan kebersamaan warga Rusunawa Pinus Elok. Mereka membuktikan bahwa kehidupan di rusunawa dapat dipenuhi kehangatan, ketenangan, dan energi positif, meskipun keterbatasan ruang dan fasilitas. Kehadiran Ibu Evi juga menunjukkan dukungan penuh dari pihak RW terhadap kegiatan positif ini.

Kisah ini menginspirasi: kebersamaan dan kepedulian dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semangat warga Rusunawa Pinus Elok patut diapresiasi dan semoga menginspirasi banyak orang untuk menciptakan lingkungan yang lebih positif dan harmonis di tempat tinggal mereka.




