Kesehatan
Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025: Merajut Silaturahmi, Memacu Prestasi
Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025: Merajut Silaturahmi, Memacu Prestasi
Palangka Raya, wartapenasatu.com – Provinsi Kalimantan Tengah kembali berdenyut dengan semangat olahraga melalui penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025. Ajang bergengsi ini akan menjadi panggung bagi para atlet voli terbaik dari seluruh penjuru Kalimantan Tengah untuk menunjukkan kemampuan dan sportivitas mereka.

Turnamen yang akan digelar di GOR Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut Km. 5, Kota Palangka Raya, pada Minggu, 28 September 2025, ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi masyarakat, khususnya para pemuda-pemudi Kalimantan Tengah. Kehadiran dan dukungan dari masyarakat akan menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk memberikan penampilan terbaik mereka.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si., melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas voli di Kalimantan Tengah. Semangat kebersamaan dan sportivitas diharapkan dapat terpancar dari setiap pertandingan.
Lebih lanjut, Kabidhumas menjelaskan bahwa Polda Kalteng ingin memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk tetap aktif berolahraga dan berkompetisi secara sehat. Turnamen ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi positif bagi daerah.
Partisipasi aktif dari masyarakat sangat diharapkan untuk semakin memeriahkan acara ini. Dukungan dari masyarakat akan menjadi motivasi bagi Polri dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan membangun kesadaran akan pentingnya olahraga bagi kesehatan jasmani dan rohani.
Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025 ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk. Masyarakat dapat menyaksikan pertandingan-pertandingan seru yang akan berlangsung mulai tanggal 28 September hingga 6 Oktober di GOR Serbaguna.
Mari bersama-sama meramaikan dan menyukseskan Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025. Jadikan ajang ini sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan, serta memajukan olahraga voli di Kalimantan Tengah.
Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025 diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga voli di Kalimantan Tengah. Ajang ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang membangun karakter, menjalin persahabatan, dan menginspirasi generasi muda untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Batuk Keras Bisa Picu Nyeri Pinggang: Waspada Tarikan Saraf Tulang Belakang
Batuk Saat Jantung Alami Aritmia: Sinyal Bahaya yang Sering Diabaikan
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Rijendanel, asal Kalimantan berdomisili di Surabaya merupakan praktisi Terapi Totok Saraf Anatomi Surabaya, berbagi pengetahuan sekaligus memberikan edukasi yang selama ini tidak disadari pada setiap orang.
Rijendanel memberikan pengetahuan terkait dengan batuk. Bahwa batuk sering dianggap sepele, bahkan kerap dikaitkan dengan ISPA atau akibat rokok.
Namun, siapa sangka, batuk mendadak yang muncul bersamaan dengan nyeri dada, keringat berlebih, dan jantung berdebar bisa menjadi tanda bahaya dari kondisi aritmia.
Aritmia adalah gangguan irama jantung yang membuat aliran listrik di jantung menjadi “Konslet” atau Tidak Teratur. Saat kondisi ini terjadi, tubuh bisa langsung merespons dengan batuk berulang. Fenomena ini sering disalahpahami masyarakat sebagai penyakit pernapasan.
Fenomena batuk akibat aritmia ini terungkap dalam wawancara singkat Warta Pena Satu dengan seorang Terapis Totok Saraf Anatomi yang berpraktik di daerah Bangkingan, Surabaya Barat. Ia menjelaskan bahwa batuk justru bisa menjadi pertahanan alami tubuh untuk memperkuat kerja jantung yang sedang terganggu.
Apa yang sebenarnya terjadi? Menurut sang terapis, ketika aritmia menyerang, sinyal listrik jantung tidak sinkron sehingga aliran darah terganggu. Batuk spontan muncul sebagai refleks tubuh untuk membantu memompa jantung secara mekanis.
Siapa yang berisiko? Aritmia dapat dialami siapa saja, terutama mereka dengan riwayat hipertensi, stres berkepanjangan, kebiasaan merokok, dan pola hidup tidak sehat. Pasien yang pernah menjalani terapi jantung juga rentan mengalaminya.
Kapan biasanya gejala muncul? “Aritmia bisa muncul tiba-tiba, sering kali saat seseorang sedang beraktivitas, kelelahan, atau bahkan saat istirahat. Tanda khasnya adalah jantung berdebar, keluar keringat dingin, disertai batuk yang tidak biasa,” jelas sang terapis.
Di mana gejala ini sering terabaikan? Banyak pasien baru menyadari ketika sudah datang ke fasilitas medis, padahal tanda awal sudah muncul di rumah atau tempat kerja. Edukasi masyarakat sangat penting agar batuk mendadak tidak selalu disamakan dengan masalah pernapasan.
Mengapa hal ini sering salah dipahami? “Karena batuk identik dengan paru-paru atau rokok. Padahal, pada kasus tertentu, batuk adalah alarm jantung yang sedang kesulitan bekerja,” terang terapis di Bangkingan.
Bagaimana cara menghadapinya? Saat batuk mendadak muncul bersama gejala jantung berdebar, sebaiknya jangan panik. Hentikan aktivitas, duduk tenang, lalu minum air putih. Air putih membantu menstabilkan tubuh sekaligus memberi waktu jantung untuk menyesuaikan iramanya.
Terapis Totok Saraf Anatomi tersebut menegaskan, air putih adalah langkah sederhana namun efektif. “Jangan buru-buru minum obat batuk. Fokus dulu pada stabilisasi jantung. Jika berlanjut, segera periksa ke tenaga medis,” ujarnya.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat adalah kunci utama agar aritmia tidak sering kambuh. Pola tidur yang cukup, mengurangi stres, berhenti merokok, dan rutin olahraga ringan terbukti membantu kesehatan jantung.
Ia juga menambahkan, terapi totok saraf anatomi dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan meredakan ketegangan saraf yang berhubungan dengan gangguan jantung. “Namun, pasien tetap harus mengutamakan pemeriksaan medis,” tandasnya.
Batuk akibat aritmia bukan sekadar batuk biasa. Ia adalah sinyal tubuh yang sering disalahartikan. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak salah langkah dalam mengambil tindakan.
Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap sinyal tubuhnya sendiri. Batuk yang datang bersama gejala jantung harus diperlakukan sebagai alarm, bukan hanya gangguan pernapasan ringan.
Dengan memahami hubungan antara batuk dan aritmia, diharapkan masyarakat lebih waspada, lebih cepat mengambil tindakan, dan mampu menjaga kesehatan jantung dengan langkah-langkah positif sejak dini.*** (Dodo)
Jurnalis: Doni Cahaya Utama
Kasdam V/Brawijaya Ikuti Peresmian SPPG TNI-AU Secara Virtual
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H, M.Si, mengikuti berlangsungnya peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang berlangsung secara terpusat di Solo, Jawa Tengah. Jumat (26/09/2025).
Peresmian itu, dilakukan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan diikuti oleh para Pangkotama. Untuk di Jatim sendiri, vicon itu digelar di SMA Kartika IV-3 Surabaya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasdam menegaskan pendirian SPPG itu merupakan langkah strategis dalam mendukung pemenuhan gizi yang profesional dan terintegrasi.
“SPPG diharapkan menjadi institusi pelayanan gizi yang unggul dan berstandar tinggi di lingkungan TNI,” ujar Kasdam.
Dengan diresmikannya SPPG itu, kata Kasdam, diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan dan gizi.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Upaya Tekan Penyebaran DBD, Koramil Dukun Laksanakan Pendampingan Fogging di Wilayah
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam rangka mencegah maraknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Babinsa Koramil 0817/16 Dukun, Koptu Budi Haryono, melaksanakan pendampingan kepada petugas kesehatan dalam kegiatan fogging yang berlangsung di Desa Baron, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Kamis, (25/09/2025)
Kegiatan fogging ini bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa melalui penyebaran insektisida dalam bentuk kabut atau asap. Dengan berkurangnya populasi nyamuk dewasa, diharapkan dapat mencegah gigitan nyamuk serta memutus penyebaran virus penyebab penyakit, seperti DBD dan malaria.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama petugas kesehatan, puskesmas, serta perangkat desa turun langsung ke lapangan untuk memastikan kegiatan fogging berjalan sesuai rencana.
“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat. Fogging memang penting untuk menekan jumlah nyamuk, namun yang lebih utama adalah menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk,” ungkap Babinsa
Dengan adanya sinergi antara TNI, petugas kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan ini dapat menekan penyebaran DBD sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, Kesehatan, Nasional, Opini, Pertahanan, Politik, SOSIAL, Tumbuhan
Hari Tani Nasional: Petani Bangkit, Negara Hadir Wujudkan Reforma Agraria
Jakarta wartapenasatu.com
Hari Tani Nasional ke-65: Momentum Wujudkan Kedaulatan Pangan, Lawan “Serakahnomics”
Peringatan Hari Tani Nasional ke-65 yang bertepatan dengan 65 tahun lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menjadi refleksi penting bagi bangsa Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa musuh utama rakyat saat ini adalah “kaum serakahnomics,” yakni pihak asing yang menggerogoti bangsa, kelompok oligarki, serta pejabat korup. Kaum inilah yang selama ini dianggap sebagai akar dari konflik agraria, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial yang terus menghantui masyarakat.
Konflik agraria di Indonesia seringkali dipicu oleh pengadaan lahan untuk kepentingan bisnis maupun pembangunan, yang melibatkan penguasa dan pengusaha. Rakyat kecil kerap menjadi korban akibat lemahnya perlindungan. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) per 5 Februari 2025 mencatat sebanyak 24 juta penduduk miskin, dengan 3,17 juta di antaranya hidup dalam kemiskinan ekstrem. Presiden Prabowo menargetkan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada 2026, serta menekan angka kemiskinan dari 9 persen menjadi 5 persen pada 2029.
Struktur ekonomi nasional yang masih ditopang sektor pertanian menjadikan kesejahteraan petani sebagai faktor kunci dalam pembangunan. Indikator Nilai Tukar Petani (NTP) terus menunjukkan tren positif. Pada September 2024, NTP tercatat 120,30 dan naik menjadi 123,57 pada Agustus 2025, atau meningkat 0,76 persen dari bulan sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan daya beli petani yang membaik, seiring dengan harga hasil pertanian yang naik 0,84 persen sementara biaya produksi hanya naik 0,08 persen.
Dampak positif tersebut juga tercermin dari angka kemiskinan yang menurun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 menunjukkan tingkat kemiskinan mencapai 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta orang. Angka ini merupakan yang terendah dalam dua dekade terakhir. Sejumlah program pemerintah, seperti sekolah rakyat, layanan kesehatan gratis, koperasi desa kelurahan merah putih, serta program makan bergizi gratis (MBG) menjadi bukti keseriusan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, meski pelaksanaannya masih perlu penyempurnaan.
Sebagai langkah nyata menertibkan “kaum serakahnomics,” pemerintah mengeluarkan Perpres Nomor 05 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Kebijakan ini menargetkan pengembalian jutaan hektare lahan hutan dan perkebunan sawit ilegal kepada negara. Proses ini dilakukan melalui mekanisme denda administratif, penguasaan kembali lahan, hingga pemulihan aset. Kebijakan tersebut selaras dengan Pasal 33 UUD 1945, UUPA, dan Perpres Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Reformasi Agraria.
Namun, tantangan besar masih dihadapi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Kritik muncul terkait tindakan represif yang kurang selektif serta pengabaian terhadap hak-hak masyarakat adat dan petani kecil. Oleh karena itu, pengawalan kebijakan agraria membutuhkan kekuatan rakyat yang terorganisir agar tidak terjadi penyimpangan dalam implementasinya. Dukungan masyarakat menjadi penting agar pemerintah tidak terjebak dalam sinisme publik.
Momentum Hari Tani Nasional tahun ini juga menegaskan perlunya dua langkah strategis. Pertama, penguatan organisasi tani melalui pendidikan ideologis dan pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan produktivitas. Kedua, pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk sarana pascapanen, guna menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong kemitraan dengan lembaga keuangan nasional. Langkah ini diyakini mampu memperkuat kedaulatan pangan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Seruan perjuangan kaum tani kembali menggema dalam peringatan kali ini. Dengan dukungan tanah, modal, teknologi modern yang murah dan massal, serta pengelolaan kolektif di bawah kontrol Dewan Tani, cita-cita kedaulatan pangan dapat terwujud. Semangat perjuangan ini diharapkan menjadi energi baru dalam mewujudkan keadilan agraria dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tanah, Modal,Teknologi Modern, Murah, Massal untuk Pertanian Kolektif dibawah Kontrol Dewan Tani
Jakarta, 24 Sepetember 2025
Ahmad Rifai (Ketum Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan)
“Nok Srie”Melaporkan

- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, Kesehatan, Nasional, Nature, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, SOSIAL, Tumbuhan
Reforma Agraria Jadi Agenda Besar Prabowo, Petani Harus Jadi Tulang Punggung Bangsa
Jakarta wartapenasatu.com
Peringatan Hari Tani Nasional: Prabowo Canangkan Reformasi Agraria dan Lawan “Kaum Serakahnomics”
Peringatan 65 tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap keadilan agraria. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa musuh utama rakyat Indonesia adalah “kaum serakahnomics” — istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan pihak asing, kelompok oligarki, dan pejabat korup yang merampas hak rakyat dan menjadi akar dari konflik agraria serta kemiskinan.
Data Tunggak Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) per 5 Februari 2025 mencatat 24 juta orang masih hidup dalam kemiskinan, termasuk 3,17 juta di antaranya dalam kategori miskin ekstrem. Presiden Prabowo menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2026 dan angka kemiskinan nasional diturunkan dari 9 persen menjadi 5 persen pada 2029. Komitmen ini menjadi bukti keseriusan pemerintah memperbaiki nasib rakyat, khususnya petani.
Struktur ekonomi Indonesia yang masih berbasis agraris menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat dari 120,30 pada September 2024 menjadi 123,57 pada Agustus 2025. Kenaikan ini mencerminkan daya beli petani mulai membaik, didorong oleh kenaikan harga hasil pertanian sebesar 0,84 persen, lebih tinggi dibanding biaya produksi yang hanya naik 0,08 persen.
Perbaikan daya beli petani berdampak signifikan pada penurunan angka kemiskinan. Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin turun menjadi 23,85 juta jiwa atau 8,47 persen—angka terendah dalam dua dekade terakhir. Program pemerintah seperti sekolah rakyat, layanan kesehatan gratis, koperasi desa, serta makan bergizi gratis (MBG) menjadi instrumen nyata, meski masih perlu penyempurnaan dalam pelaksanaannya.
Untuk menindaklanjuti agenda reformasi agraria, Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 05 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Kebijakan ini menargetkan pengembalian jutaan hektare lahan hutan, termasuk perkebunan sawit ilegal, kepada negara melalui denda administratif, penguasaan kembali lahan, dan pemulihan aset. Langkah ini sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 dan Perpres Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Reforma Agraria.
Meski demikian, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menghadapi tantangan serius di lapangan. Tindakan represif yang kurang selektif berpotensi mengabaikan hak masyarakat adat dan petani kecil. Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya partisipasi rakyat dalam mendukung agenda ini, agar tidak terjebak dalam sikap sinis yang meragukan niat tulus pemerintah.
Momentum Hari Tani Nasional ke-65 menegaskan dua hal pokok: pertama, penguatan organisasi tani dengan pendidikan ideologis dan keterampilan berbasis potensi lokal; kedua, pembangunan infrastruktur pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan mendukung hilirisasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan rakyat, diharapkan keadilan agraria dapat terwujud dan petani Indonesia mampu menjadi tulang punggung kedaulatan bangsa.
“Nok Srie”Melaporkan

Pemkab Sidoarjo Pacu Pembangunan RSUD Sedati: Targetkan Pemerataan Layanan Kesehatan di Wilayah Timur
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 24 September 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memacu upaya pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sedati, yang berlokasi di wilayah timur Kabupaten Sidoarjo. Proyek strategis ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sedati dan sekitarnya.
Saat ini, proses pembangunan RSUD Sedati tengah berlangsung intensif. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian pemancangan tiang penyangga gedung rumah sakit yang direncanakan memiliki tiga lantai. Proyek ini menjadi prioritas Pemkab Sidoarjo dalam mewujudkan visi pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Sebagai bentuk komitmen dan perhatian terhadap proyek ini, Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada Selasa, 23 September 2025. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Bappeda Sidoarjo, M. Ainur Rahman; Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina; Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo, M. Bachruni Aryawan; serta Kabag Hukum Setda Sidoarjo, Komang Rai Warmawan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam mengawal proyek RSUD Sedati.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan harapannya agar pembangunan RSUD Sedati dapat selesai tepat waktu, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya penyelesaian proyek ini sesuai dengan kontrak yang berakhir pada bulan Desember mendatang. Bahkan, Bupati tidak segan meminta adanya penambahan jam kerja atau lembur jika progres pembangunan tidak mencapai target yang diharapkan.
“Pembangunan RSUD Sedati ini akan terus kita koreksi. Mudah-mudahan dengan kehadiran bupati dan semuanya, semangatnya tambah lagi, dilembur atau apa,” ujar Bupati Subandi saat meninjau lokasi pembangunan.
Bupati Subandi menjelaskan bahwa pembangunan RSUD Sedati merupakan wujud komitmen Pemkab Sidoarjo dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten. Kehadiran RSUD Sedati diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi warga Sedati dan sekitarnya. Oleh karena itu, ia meminta agar pembangunan RSUD Sedati dapat dipercepat dan target pembangunan yang belum tercapai dapat segera dikejar.
“Visi dan misi bupati ingin ada pelayanan yang bagus di rumah sakit kita,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, menjelaskan bahwa kontrak pengerjaan proyek pembangunan RSUD Sedati dimulai pada bulan Juli dan akan berakhir pada bulan Desember 2025. Sebagai Pengguna Anggaran (PA) proyek ini, ia secara rutin melakukan evaluasi terhadap progres pembangunan setiap minggunya. Namun, ia mengakui bahwa saat ini terdapat deviasi atau minus target progres pembangunan sekitar 7 persen dari target yang seharusnya 10 persen. Ia berharap agar kekurangan ini dapat segera dikejar oleh pelaksana proyek.
“Kami berharap kekurangan ini dapat dikejar oleh pelaksana supaya sesuai dengan waktu kontrak di awal. Jika tidak, maka ada prosedur-prosedur yang harus kami jalankan supaya pembangunannya dapat terlaksana sesuai target yang ditentukan,” jelas dr. Lakshmie.
Lebih lanjut, dr. Lakshmie mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan RSUD Sedati mencapai Rp 51 miliar. RSUD Sedati sendiri dibangun di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi dengan luas bangunan 4 ribu meter persegi. Nantinya, akan dibangun lima blok gedung dengan tiga lantai. RSUD Sedati akan menjadi rumah sakit tipe D dengan kapasitas 50 tempat tidur.
“Karena ini rumah sakit kelas D, maka harus ada empat pelayanan dasar yang kita siapkan, yakni pelayanan anak, penyakit dalam, bedah, dan Obgyn,” pungkasnya.
Dengan adanya RSUD Sedati, diharapkan masyarakat di wilayah timur Sidoarjo tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi seluruh warganya.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Kodim 0806 Trenggalek Bentengi Keluarga TNI dari Bahaya Narkoba dan Perilaku Menyimpang
WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek – Upaya mencegah perilaku negatif di lingkungan keluarga besar TNI kembali ditegaskan oleh Kodim 0806/Trenggalek. Melalui program Penyuluhan Bimbingan Mental (Bintal) yang digelar di Aula Makodim, Rabu (24/9/2025), Kodim menghadirkan materi penting seputar bahaya narkoba, HIV/AIDS, Pornografi, dan LGBT. Kegiatan ini diikuti oleh prajurit, PNS, Persit, serta remaja keluarga TNI.
Acara dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penyuluhan ini sebagai sarana meningkatkan kesadaran iman, ketahanan mental, serta pengendalian diri.
“Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membentengi keluarga besar TNI dari pengaruh buruk yang bisa melemahkan moral, disiplin, dan kinerja,” ujarnya.
Menurut Letkol Isnanto, ancaman narkoba, penyebaran HIV/AIDS, serta maraknya pornografi dan perilaku menyimpang LGBT tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga bisa merembet ke lingkungan militer jika tidak diantisipasi. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan penyuluhan ini sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga nama baik institusi TNI.
Dalam sesi pertama, Djainul Muttakin dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Trenggalek memaparkan materi seputar bahaya narkoba. Ia menjelaskan secara rinci mengenai jenis-jenis narkotika, efek ketergantungan, hingga dampak sosial yang ditimbulkan.
“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi bangsa. Keluarga TNI harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba,” tegasnya.
Sesi berikutnya diisi oleh dr. Trino Ardiyanto dari Polkes 05.09.08 Trenggalek yang menyampaikan materi tentang HIV/AIDS, Pornografi, dan LGBT. Ia menguraikan secara ilmiah penyebab, penularan, serta cara pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, ia menyoroti bahaya pornografi yang dapat merusak perkembangan psikologis anak dan remaja, serta pentingnya peran keluarga dalam mengawasi penggunaan gawai dan internet.
“Pornografi adalah pintu masuk perilaku menyimpang. Jika dibiarkan, bukan hanya merusak mental, tapi juga bisa menjerumuskan pada perilaku berisiko seperti LGBT,” jelas dr. Triono. Ia menekankan edukasi dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sebagai kunci utama pencegahan.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama penyuluhan berlangsung. Banyak pertanyaan kritis diajukan oleh anggota Persit maupun remaja TNI, mulai dari cara menghadapi lingkungan pertemanan yang rawan narkoba hingga strategi menghindarkan diri dari paparan pornografi di media sosial.
Salah satu anggota Persit KCK Cabang XX Dim 0806 Trenggalek, Ny. Didik, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari penyuluhan ini.
“Sebagai ibu, saya jadi lebih tahu bagaimana cara mendampingi anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam bahaya narkoba atau pornografi. Ini sangat penting bagi kami yang setiap hari juga bersinggungan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, seorang remaja keluarga TNI, Raka (16), menilai kegiatan ini membuka wawasannya tentang realitas bahaya pergaulan bebas.
“Biasanya kami hanya tahu sekilas dari media sosial. Tapi setelah mendengar penjelasan dokter tadi, saya jadi sadar bahwa HIV/AIDS itu nyata dan bisa menyerang siapa saja kalau kita tidak hati-hati,” tuturnya.
Kegiatan penyuluhan Bintal ini sekaligus menjadi bentuk nyata perhatian pimpinan TNI terhadap pembinaan personel dan keluarganya. Dengan mengangkat isu-isu aktual yang menjadi tantangan sosial, Kodim 0806/Trenggalek berkomitmen memastikan prajurit dan keluarga besar TNI tetap berada pada jalur kehidupan yang sehat, disiplin, dan berintegritas, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat luas.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Jadi Narasumber Program Kalteng Bicara TVRI, Rumkit Bhayangkara Sampaikan Bahaya Rokok Elektrik Bagi Tubuh Manusia
Palangka Raya, wartapenasatu.com – Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng terus berkomitmen aktif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, baik melalui layanan medis maupun kegiatan sosialisasi di berbagai media.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan sebagai narasumber dalam program “Kalteng Bicara” yang disiarkan TVRI Kalimantan Tengah, dengan topik utama mengenai bahaya rokok elektrik atau vape bagi tubuh manusia.

Dalam program yang disiarkan secara langsung tersebut, narasumber dari Dokter Spesialis Paru dr. Ivan Chandra, Sp.P., MM., dan Dokter Jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) dr. Kentrin Zailin menyampaikan bahwa penggunaan rokok elektrik yang marak di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, kini menjadi salah satu perhatian serius dunia medis.
Meski kerap dipersepsikan sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional, faktanya rokok elektrik tetap mengandung zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Dijelaskan bahwa cairan rokok elektrik umumnya mengandung nikotin, zat adiktif yang dapat menyebabkan ketergantungan. Selain itu, uap yang dihasilkan dari proses pemanasan cairan juga mengandung bahan kimia berbahaya seperti formaldehida, asetaldehida, hingga logam berat yang dapat merusak paru-paru dan organ vital lainnya. Penggunaan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari gangguan pernapasan kronis, kerusakan jaringan paru, hingga peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
“Banyak masyarakat, khususnya remaja, yang salah kaprah menganggap rokok elektrik lebih modern dan lebih aman dibandingkan rokok biasa. Padahal berdasarkan data medis dan penelitian, justru sebaliknya, vape memiliki potensi bahaya serius yang harus diwaspadai,” ungkap dr. Ivan.

Lebih lanjut dijelaskan, salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan adalah potensi kerusakan otak pada remaja akibat paparan nikotin. Nikotin yang terkandung dalam cairan vape dapat mengganggu perkembangan otak, menurunkan konsentrasi, dan meningkatkan risiko kecanduan di usia muda. Hal ini tentu menjadi ancaman bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan apabila tidak segera diantisipasi.
Selain menyampaikan paparan ilmiah, Rumkit Bhayangkara juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan yang berkesinambungan. Dengan menggandeng media televisi publik seperti TVRI, informasi mengenai bahaya rokok elektrik dapat disebarkan secara luas dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. Edukasi semacam ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat bahwa menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada mengikuti tren gaya hidup yang berisiko.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan Rumkit Bhayangkara dalam program Kalteng Bicara TVRI sekaligus menjadi bagian dari langkah preventif Polri melalui bidang kedokteran dan kesehatan dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka perokok di Indonesia.
“Edukasi publik tidak hanya bertujuan menurunkan angka perokok dewasa, tetapi juga melindungi generasi muda agar tidak terjerumus dalam bahaya ketergantungan nikotin sejak dini”, tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Rumkit Bhayangkara menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan pola hidup sehat. Tidak hanya fokus pada pelayanan kuratif di rumah sakit, tetapi juga aktif menjalankan peran promotif dan preventif dengan memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat luas.