Nasional

  • Nasional,  Opini

    MENEGAKKAN DEMOKRASI

    Jakarta wartapwnasatu. Com

    Mpok Nok Srie  Bidang pendidikan dan kebudayaan DPP LASKAR GIBRAN DUKUNG PENUH ARAHAN PRESIDEN PRABOWO TERKAIT EVALUASI SISTEM PILKADA

    ​JAKARTA 25 Januari 2026– Menanggapi diskursus mengenai koreksi sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung, Laskar Gibran secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah evaluasi yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kami memandang bahwa demokrasi Indonesia harus diselamatkan dari dominasi modal dan praktik politik uang yang semakin mengkhawatirkan.

    ​“Demokrasi bukan sekadar mencoblos di bilik suara, tapi bagaimana suara itu tidak dibeli oleh kepentingan modal. Kami mendukung penuh visi Presiden bahwa demokrasi tidak boleh menjadi ajang penipuan atas nama rakyat oleh para pemilik modal,” ujar Juru Bicara Laskar Gibran.

    ​mpok Nok Srie DPP Bidang Pendidikan Dan Kebudayaan Laskar Gibran menegaskan bahwa koreksi ini adalah upaya untuk menciptakan pemerintahan daerah yang lebih bersih, efektif, dan fokus pada pembangunan, bukan pada pengembalian modal kampanye. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat langkah ini sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045 yang lebih bermartabat.

    ​POIN-POIN KLARIFIKASI (TALKING POINTS)

    ​Untuk menjawab pertanyaan atau perdebatan di media sosial/lapangan:

    ​Bukan Kemunduran, Tapi Perbaikan: Koreksi sistem Pilkada bukanlah langkah mundur. Justru ini adalah langkah maju untuk memperbaiki kualitas demokrasi yang selama ini “sakit” akibat biaya politik yang tidak masuk akal.

    ​Melawan Oligarki, Bukan Rakyat: Pilkada dengan biaya tinggi hanya menguntungkan mereka yang punya uang (oligarki). Dengan evaluasi sistem, kita menutup pintu bagi para cukong untuk menyandera kepala daerah terpilih.

    ​Efisiensi Anggaran untuk Rakyat: Anggaran triliunan rupiah yang biasanya habis untuk seremoni Pilkada langsung bisa dialihkan untuk program yang lebih menyentuh rakyat, seperti makan bergizi gratis, pendidikan, dan kesehatan.

    ​Menghindari Perpecahan Horizontal: Pilkada langsung di tingkat daerah sering kali meninggalkan luka sosial dan konflik antarwarga. Koreksi ini bertujuan menjagain stabilitas keamanan dan kedamaian di akar rumput.

    ​Kedaulatan Tetap di Tangan Rakyat: Melalui sistem perwakilan yang diperkuat, kedaulatan tetap milik rakyat. Yang kita buang adalah “transaksi gelapnya”, bukan hak rakyat untuk mendapatkan pemimpin terbaik.

  • Nasional,  Politik

    Komunitas Perduli Bangsa Deklarasi Partai Baru

    Komunitas Perduli Bangsa Deklarasi Partai Baru, Target Masuk SIPOL Juni 2026

    Jakarta, wartapenasatu.com – Peta politik nasional berpotensi berubah. Komunitas Perduli Bangsa yang diketuai oleh Prof. Dr. Irmanjaya Thaher SH., MH., secara terbuka mencanangkan pendirian partai politik baru dan menargetkan masuk Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) KPU pada Juni 2026, sebagai langkah awal menghadapi kontestasi Pemilu mendatang.

    Deklarasi ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Komunitas Peduli Bangsa ini digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (26/1/2026). Forum tersebut dihadiri peserta dari Sabang sampai Merauke, baik secara langsung maupun daring, menandai konsolidasi nasional lintas wilayah dan latar belakang.

    “Ini bukan proyek elite. Ini ikhtiar politik untuk mengembalikan negara kepada rakyat,” tegas Prof. Dr. Irmanjaya Thaher, SH., MH, inisiator sekaligus calon Ketua Umum partai, kepada awak media.

    Rapat paripurna tersebut bukan sekadar seremoni. Inisiator memaparkan timeline detail pendirian dan verifikasi partai, menegaskan keseriusan menembus ketatnya regulasi kepartaian yang selama ini dianggap menguntungkan partai-partai mapan.

    Nama Partai Indonesia Raya mengemuka sebagai opsi utama. Namun panitia pendiri juga menyiapkan opsi alternatif, yakni Partai Rakyat Sejahtera dan Partai Rakyat Berdaulat, untuk mengantisipasi hambatan legalitas.

    “Tidak ada larangan absolut soal rasa. Yang penting tidak menimbulkan kekeliruan hukum. Jangan jadikan hukum sebagai alat menghalangi lahirnya kekuatan politik baru,” ujar Prof. Irmanjaya dengan nada kritis.

    Partai yang dirintis oleh Pendiri dari Komunitas Peduli Bangsa, menegaskan garis ideologi kerakyatan dan kedaulatan negara, dengan fokus utama pada penghapusan ketimpangan sosial yang dinilai semakin melebar.

    “Backing kita adalah pemerintah, bukan oligarki. Negara harus hadir untuk seluruh rakyat tanpa kecuali, bukan hanya untuk yang kuat dan dekat kekuasaan,” tegasnya.

    Partai ini menyatakan akan bersikap konstruktif namun tegas terhadap pemerintahan yang sah: mendukung kebijakan pro-rakyat dan tanpa ragu mengoreksi jika kekuasaan melenceng dari mandat konstitusi.

    Dalam rapat tersebut juga ditetapkan struktur inti partai:

    – Ketua Umum: Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher, SH, MH.

    – Sekretaris Jenderal: Mayjen TNI (Purn) Achmad Daniel Chardin, SE, MM

    – Bendahara Umum: Mayjen TNI (Purn) Suparlan Purwo Utomo, SE, MM

    Struktur ini akan menjadi motor konsolidasi nasional hingga ke tingkat daerah.

    Tahap I – Konsolidasi Awal (Januari–Februari 2026):

    – Penetapan nama, logo, asas, dan ideologi

    – Penyusunan AD/ART

    – Penunjukan DPP dan penetapan sekretariat nasional

    – Pendaftaran notaris dan pembukaan rekening partai

    Target akhir Februari 2026: terbit SK Badan Hukum, dilanjutkan tahapan verifikasi faktual dan administrasi menuju SIPOL KPU Juni 2026.

    Dengan deklarasi terbuka dan timeline agresif, Pendiri memberi sinyal kuat: lahirnya partai baru ini bukan wacana, melainkan tantangan langsung terhadap stagnasi politik nasional.

  • Nasional,  SOSIAL

    Laskar Gibran: Prabowo–Gibran Satu Kesatuan Kepemimpinan

    Ketua Umum Laskar Gibran Tegaskan Konsistensi Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran

    Jakarta — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Laskar Gibran menegaskan komitmen dan konsistensi dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai satu kesatuan kepemimpinan nasional yang sah dan konstitusional.

    Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Pandepotan Sirait, S.DS., M.Pd., menyampaikan bahwa berbagai narasi yang menyebut keberadaan Laskar Gibran bertujuan untuk melemahkan atau menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto merupakan informasi yang tidak benar dan tidak berdasar.

    Sejak awal pendiriannya, Laskar Gibran secara terbuka dan konsisten menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran. Dukungan tersebut dilandasi oleh komitmen kebangsaan untuk menjaga stabilitas pemerintahan serta mendukung agenda pembangunan nasional yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

    Laskar Gibran berpandangan bahwa dukungan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat dipisahkan dari dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Keduanya merupakan pasangan kepemimpinan yang dipilih secara demokratis dan memiliki mandat bersama dalam menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia.

    Ketua Umum Laskar Gibran menegaskan bahwa organisasi ini tidak berada pada posisi oposisi maupun berseberangan dengan pemerintah. Sebaliknya, Laskar Gibran hadir sebagai mitra strategis yang berkontribusi secara konstruktif melalui pengawalan kebijakan strategis pemerintah dan penguatan partisipasi publik, khususnya generasi muda.

    Adapun fokus utama Laskar Gibran meliputi dukungan terhadap program-program prioritas pemerintah, penguatan nilai persatuan dan kesatuan bangsa, serta upaya menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika politik nasional.

    Melalui rilis resmi ini, DPN Laskar Gibran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Laskar Gibran menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

  • Nasional,  Politik

    Konsolidasi Laskar Gibran–LubKita, Dorong Inovasi untuk Rakyat

    Jakarta  wartapenasatu.com

    Konsolidasi Tim Laskar Gibran bersama Tim LubKita terus diperkuat sebagai bagian dari perjuangan bersama dalam membangun kerja-kerja kerakyatan yang berkelanjutan. Konsolidasi ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas organisasi, serta menegaskan komitmen perjuangan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
    Dalam konsolidasi tersebut, seluruh elemen tim menegaskan bahwa perjuangan yang dijalankan berlandaskan niat baik, semangat gotong royong, serta komitmen kerja nyata. Tim Laskar Gibran dan Tim LubKita sepakat bahwa perubahan tidak cukup diwacanakan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi konkret dan pengabdian yang konsisten.
    Ketua Laskar Gibran, Leonardo Pandepotan Sirait, S.DS., M.Pd., menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat barisan dan meningkatkan efektivitas gerakan. Menurutnya, soliditas tim menjadi kunci utama dalam melahirkan inovasi dan terobosan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Laskar Gibran, Dapit Fitria Bangun Saduk, S.E., M.M., menyampaikan bahwa sinergi antarstruktur dan relawan harus terus dijaga dan ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang rapi, komunikasi yang terbuka, serta pembagian peran yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara optimal.
    Dari unsur Badan Umum (Bedum), Indriyani Wolf dan Stanley Wolf menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung agenda perjuangan melalui penguatan program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan tersebut diperkuat oleh Wakil Bedum, Ismi Soemantri, yang menegaskan komitmen dalam memastikan setiap gerakan organisasi berjalan efektif dan berdampak nyata.
    Di tingkat wilayah, Ketua DPW DKI Jakarta, Ahmad Nabil, S.H., menyatakan bahwa konsolidasi ini menjadi fondasi penting dalam memperluas jangkauan gerakan di daerah. Ia menilai bahwa sinergi pusat dan wilayah akan mempercepat realisasi program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat perkotaan maupun akar rumput.
    Adapun penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian khusus melalui peran Ketua OKK SDM, Ilham, yang menekankan pentingnya kaderisasi, peningkatan kapasitas, serta pembinaan berkelanjutan. Dengan konsolidasi yang solid dan semangat pengabdian yang kuat, Tim Laskar Gibran bersama Tim LubKita optimistis dapat terus menghadirkan kontribusi nyata demi masa depan rakyat yang lebih baik.

  • Nasional

    Forum Kemendagri bahas stategi pengelolaan stadion berbasis UMKM

    Kemendagri Dorong Pengelolaan Kawasan Stadion Berbasis UMKM untuk Gerakkan Ekonomi Daerah

    JAKARTA,  Warta pena satu 20 Januari 2026 – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan stadion sepak bola sebagai aset strategis daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, namun juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penegasan ini disampaikan dalam forum diskusi aktual bertema “Strategi Pengelolaan Kawasan Stadion Sepak Bola di Daerah Berbasis Pemberdayaan UMKM” yang digelar di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta, pada hari ini.

    Forum ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Akhmad Wiyagus, SIK., M.Si., MM. Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini menjadi wadah untuk menyusun langkah konkret dalam mengoptimalkan peran stadion bagi kemajuan daerah.

    Dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa sepak bola merupakan olahraga dengan tingkat antusiasme tertinggi di Indonesia, sehingga stadion harus dikelola secara profesional, aman, dan berkelanjutan. “Stadion tidak boleh hanya hidup saat pertandingan berlangsung. Pengelolaannya harus mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendukung UMKM di sekitar kawasan stadion,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa potensi ekonomi sepak bola nasional belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, akibat belum diterapkannya model pengelolaan yang tepat di daerah.

    Hadir dalam kesempatan ini Wali Kota Bandung  Muhammad Farhan, Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe, serta perwakilan dari Kementerian UMKM, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan beberapa bupati lainnya seperti Bupati Boyolali Agus Irawan. Juga ada perwakilan klub sepak bola besar seperti Persib Bandung yang turut berpartisipasi dalam diskusi untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah dan klub lokal.

    Forum ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.2/612/SJ Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Stadion Sepak Bola dan Penyelenggaraan Olahraga Sepak Bola di Daerah. Kebijakan ini juga diperkuat dengan sinergi lintas kementerian, di mana Kemenpora melalui Menteri Dito Ariotedjo sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk menggandeng Kemendagri dalam menyusun regulasi yang fleksibel agar stadion bisa dikelola bersama klub lokal dan mendukung perkembangan UMKM.

    Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyunggo, M.Pd., menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. “Pengelolaan stadion harus berbasis tata kelola yang baik, profesional, dan berfokus pada manfaat masyarakat luas. Dengan melibatkan UMKM, kawasan stadion bisa menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif sepanjang tahun,” jelasnya. Beberapa contoh konsep yang dibahas antara lain pengembangan zona usaha khas di sekitar stadion, kerjasama dengan UMKM untuk penyediaan produk dan jasa pada saat pertandingan maupun kegiatan rutin lainnya, serta pelatihan kapasitas bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing.

    Dalam sesi diskusi, Wali Kota Bandung  Muhammad Farhan menyampaikan bahwa Kota Bandung berencana untuk mengintegrasikan pengelolaan Stadion Si Jalak Harupat dengan program pengembangan UMKM lokal, khususnya produk kuliner dan kerajinan khas Bandung. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menambahkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi potensi Stadion Patriot Chandrabhaga untuk menjadi pusat bisnis dan olahraga yang mendukung UMKM di wilayah tersebut. Kedepannya, Kemendagri akan membentuk tim kerja bersama dengan daerah dan kementerian terkait untuk mengawal implementasi strategi yang telah disepakati.

  • Nasional

    Donor Darah GEDORDESA, Laskar Gibran Banten Perkuat Kesehatan Desa

    Banten wartapenasatu.com

    BANTEN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Gibran Banten turut menyukseskan kegiatan donor darah Gerakan Donor Darah Desa untuk Indonesia (GEDORDESA) yang digelar di Gedung Pendopo Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa.

    Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan masyarakat pendonor dari berbagai wilayah di sekitar Kabupaten Serang dan bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan stok darah, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tingkat desa.

    Ketua DPW Laskar Gibran Banten, Susanto, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan wujud nyata peran organisasi dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat desa sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

    Menurut Susanto, momentum Hari Desa menjadi pengingat bahwa desa adalah subjek utama pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan sektor kesehatan desa harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.

    Ia menegaskan bahwa donor darah tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, tetapi juga mencerminkan kuatnya solidaritas, gotong royong, dan kepedulian antarwarga sebagai bagian dari ketahanan sosial desa.

    Lebih lanjut, Susanto menjelaskan bahwa kegiatan GEDORDESA sejalan dengan arah kebijakan pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam mendorong peran aktif desa menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan dasar.

    Sementara itu, Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, S.Ds., M.Pd., mengapresiasi sinergi antara DPW Laskar Gibran Banten dan Pemerintah Provinsi Banten, serta berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi DPW Laskar Gibran di daerah lain dalam mendukung penguatan layanan kesehatan nas ional.

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL,  Wisata

    Serikat Pekerja PT.PJA dan TIJA Gelar Kegiatan Bersih Sampah di Area Rekreasi Pantai Ancol

    Wartapena Satu.com, Jakarta, 15 Januari 2026 – Sebanyak ratusan karyawan Insyan Ancol bekerja sama dengan Serikat Pekerja PT.PJA dan Serikat Pekerja TIJA menyelenggarakan kegiatan bersih sampah di area rekreasi Pantai Ancol pada hari Kamis, (14/01/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi aktif dari para pekerja untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kawasan wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.

    Para peserta yang terdiri dari anggota kedua serikat pekerja serta karyawan Insyan Ancol mulai berkumpul sejak pagi hari dan melakukan pembersihan di berbagai titik penting di sekitar area rekreasi, termasuk jalur pejalan kaki, area taman, dan bibir pantai. Selama kegiatan berlangsung, tim berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik hingga sampah plastik yang sering menjadi masalah utama di kawasan pantai.

    Ketua Serikat Pekerja PT.PJA, Bapak Hery Priadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga sebagai wujud komitmen para pekerja terhadap lingkungan sekitar tempat mereka bekerja. “Kita ingin menunjukkan bahwa kita peduli tidak hanya dengan pekerjaan kita sehari-hari, tetapi juga dengan kebersihan dan kenyamanan masyarakat yang menikmati fasilitas di Pantai Ancol,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja TIJA, Bapak Maman Lukman, menambahkan bahwa pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi acara rutin yang melibatkan lebih banyak pihak. “Kita berencana akan mengulang kegiatan serupa di masa depan dan mengajak masyarakat serta pihak terkait untuk bergabung, agar upaya menjaga kebersihan Pantai Ancol dapat berkelanjutan,” jelasnya.

    Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sampah yang terkumpul kepada pihak pengelola kawasan untuk diolah lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

  • Artikel,  Berita Duka,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Keamanan,  Kepolisian,  Kriminal,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik

    Lembaga KPK Dirwaster DKI : Polisi Diduga Biarkan 6 Pelaku Tawuran Maut Anak di Cengkareng Berkeliaran, Padahal Sudah Tercantum dalam Dakwaan dan Putusan Pengadilan


    Wartapena Satu, Jakarta, 15 Januari 2026—
    Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Dirwaster Provinsi DKI Jakarta menyatakan keprihatinan serius sekaligus kecaman keras terhadap penanganan perkara tawuran yang terjadi pada 16 Juni 2025 di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengakibatkan satu orang anak di bawah umur meninggal dunia.

    Berdasarkan dokumen resmi penegak hukum, perkara tersebut melibatkan 9 (sembilan) orang pelaku. Namun hingga saat ini, baru 3 orang yang diproses dan diputus oleh pengadilan, sementara 6 orang lainnya masih bebas berkeliaran, meskipun telah tercantum secara sah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, fakta persidangan, serta putusan pengadilan.
    6 Nama Sudah Tercatat Resmi, Tapi Tak Ditangkap
    Adapun keenam pelaku yang hingga kini belum ditangkap oleh Polsek Cengkareng, yaitu:
    Afandi (DPO – Anak di bawah umur)
    Razkafi (Dewasa)
    Aji
    Radit
    Rifal
    Akmal Fauzan

    Nama-nama tersebut secara eksplisit tercantum dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Nomor: PDM-869/JKTBRT/10/2025, serta terungkap dalam fakta persidangan dan replik Jaksa Penuntut Umum, bahkan diperkuat oleh alat bukti video kejadian.
    “Ini bukan lagi persoalan kekurangan alat bukti. Semua sudah terang benderang di persidangan. Pertanyaannya: mengapa enam pelaku yang sudah berstatus terdakwa tidak ditangkap?” tegas perwakilan L-KPK.
    Diduga Ada Pembiaran oleh Aparat Penegak Hukum.

    L-KPK menilai kondisi ini patut diduga sebagai pembiaran penegakan hukum. Terlebih, Jaksa Penuntut Umum telah memberikan arahan dan petunjuk resmi kepada penyidik kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut.
    Namun hingga kini, tidak ada langkah konkret dan terukur dari Polsek Cengkareng.
    “Jika pelaku pembunuhan anak bisa bebas berkeliaran berbulan-bulan setelah namanya tercantum dalam dakwaan dan putusan, maka publik berhak bertanya: hukum ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas?” lanjut L-KPK.
    Berpotensi Langgar Pasal Pidana
    L-KPK menegaskan bahwa pembiaran ini berpotensi melanggar ketentuan pidana, antara lain:
    Pasal 421 KUHP (penyalahgunaan wewenang oleh pejabat);
    Pasal 422 KUHP (penyalahgunaan kekuasaan);
    Pasal 304 KUHP (pembiaran);

    UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak;
    UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI.
    Kasus ini dinilai bukan hanya soal pidana pelaku tawuran, tetapi juga menyangkut integritas dan akuntabilitas aparat penegak hukum.
    Ultimatum Terbuka kepada Polsek Cengkareng
    L-KPK telah melayangkan surat ultimatum hukum resmi kepada Kapolsek Cengkareng agar segera menangkap keenam pelaku dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender.

    Apabila ultimatum tersebut tidak diindahkan, L-KPK memastikan akan:
    Melaporkan perkara ini ke Divisi Propam Mabes Polri dan Polda Metro Jaya;
    Mengadukan ke Kompolnas dan Ombudsman RI;
    Membuka laporan dugaan tindak pidana terhadap pejabat yang bertanggung jawab;
    Melakukan ekspos lanjutan secara nasional.
    “Nyawa anak yang melayang tidak boleh ditutup dengan pembiaran. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian aparatnya sendiri,” tutup L-KPK.

  • Nasional

    Mulyadin Malik Sebut Desa Pusat Nilai Kemanusiaan, Wakil Bupati Serang Dukung Donor Darah Jadi Agenda Rutin

    Serang Banten Wartapenasatu.com

    Serang, Banten 12 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Desa, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si, CIGS, menggelar Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia di Pendopo Kantor Bupati Serang. Kegiatan yang penuh makna ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, S.E, M.M.

    Aksi donor darah ini diharapkan tidak hanya sebatas acara seremonial, melainkan dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan. Setetes darah yang diberikan oleh masyarakat desa di Kabupaten Serang dijadikan sebagai wujud kepedulian nyata yang tidak mengenal batas administratif. Pihak penyelenggara berkomitmen menjadikan aksi kemanusiaan ini sebagai agenda rutin demi memastikan tidak ada satu pun warga yang kesulitan mendapatkan akses darah yang dibutuhkan.

    Kegiatan yang menjadi wujud nyata gotong royong dan kepedulian desa terhadap nilai-nilai kemanusiaan ini diikuti oleh jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Serang, serta unsur aparatur pemerintah dan masyarakat luas. Gerakan donor darah ini terselenggara atas kerja sama Kemendes PDT dengan Pemerintah Kabupaten Serang, serta didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang sebagai mitra pelaksana. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung aksi kemanusiaan berbasis desa.

    Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Lumbung Kita Sejahtera (YLKS) yang diwakili oleh Indriyani Wolff juga berpartisipasi dan memberikan dukungan nyata dalam pelaksanaan program donor darah. Menurutnya, penting untuk memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin, karena kemanusiaan adalah tanggung jawab kolektif. “Partisipasi kami bersama Kemendes PDT adalah bentuk investasi sosial. Kami percaya bahwa ketika pemerintah, swasta, dan masyarakat desa bersatu, tantangan kemanusiaan seberat apa pun akan jauh lebih ringan untuk kita lalui bersama,” ujarnya. Kehadiran mitra swasta dan yayasan sosial ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan pemangku kepentingan non-pemerintah.

    Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si, CIGS menyampaikan bahwa desa bukan sekedar angka dalam statistik pembangunan ekonomi. “Hari ini kita membuktikan bahwa desa adalah jantung kemanusian Indonesia. Desa tidak hanya menjadi pusat pembangunan ekonomi tetapi juga pusat nilai-nilai kemanusiaan,” katanya. Menurutnya, gerakan donor darah ini merupakan bentuk konkret kontribusi desa dalam membantu sesama serta memperkuat solidaritas sosial, sekaligus mengirimkan pesan kuat bahwa dari desa kita merajut kembali semangat gotong royong yang menjadi napas hidup bangsa.

    Sementara itu, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, S.E, M.M mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan tersebut dan berkomitmen mendukung agar gerakan donor darah dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Serang mendukung penuh kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kita berharap gerakan ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak desa di seluruh kabupaten,” tegasnya.

    Melalui Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa desa memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas dan kemanusiaan, yang diharapkan dapat berkontribusi pada perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik menuju Indonesia Emas.

    1. By:NOKSRIE78
  • Nasional,  SOSIAL

    GERAKAN DONOR DARAH DARI DESA UNTUK INDONESIA

    KoordinasiSerang Banten wartapenasatu.com

    Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia, Wujud Gotong Royong Kemanusiaan 12 Januari 2026

    Serang – Dalam rangka memperingati Hari Desa, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggelar Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia di Pendopo Kantor Bupati Serang. Kegiatan ini diangkat sebagai bentuk nyata implementasi nilai gotong royong dan kepedulian komunitas desa terhadap aspek kemanusiaan yang mendasar.

    Acara ini menghadirkan berbagai unsur penting dari pemerintah dan masyarakat. Hadir secara langsung Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si, CIGS, yang bertindak sebagai perwakilan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Juga turut hadir Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Serang, aparatur pemerintah terkait, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat desa dan kota.

    Gerakan donor darah ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara Kemendes PDT dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Sebagai mitra pelaksana teknis, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang turut memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan, mulai dari persiapan fasilitas hingga pelayanan kesehatan bagi para pendonor. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung aksi kemanusiaan yang berbasis pada potensi dan peran desa.

    Selain pihak pemerintah, partisipasi dari sektor swasta dan lembaga sosial juga memperkaya kegiatan ini. Yayasan Lumbung Kita Sejahtera (YLKS) Ibu Indriyani Wolff serta PT LUBKITA Bapak Stenly Wolff  Pemimpin Perusahaan turut berkontribusi dengan memberikan dukungan nyata dalam pelaksanaan program. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan non-pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

    Dalam sambutannya, perwakilan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si, CIGS sebagai Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal.

    > “Desa bukan sekadar angka dalam statistik pembangunan ekonomi. Hari ini kita membuktikan bahwa desa adalah jantung kemanusiaan Indonesia. Melalui gerakan donor darah ini, kita mengirimkan pesan kuat: bahwa dari desa, kita merajut kembali semangat gotong royong yang menjadi napas hidup bangsa ini.”

    menyampaikan makna mendasar dari gerakan ini. Menurutnya, donor darah dari desa merupakan bentuk konkret kontribusi komunitas lokal dalam membantu sesama yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa desa tidak hanya berperan sebagai pusat pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga sebagai wadah penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan solidaritas bangsa.

    Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengucapkan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang penuh makna ini. Ia berharap Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia dapat berkembang menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pemuda desa, kelompok perempuan, dan berbagai organisasi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Serang, ujarnya, akan mendukung penuh setiap inisiatif sosial yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kontribusi kemanusiaan dapat terus meningkat. Selain itu, gerakan ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia, sekaligus menunjukkan peran strategis desa dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat tali persaudaraan antarwarga negara.

    BY:NOKSRIE78

Wartapenasatu.com @2025