Nasional
Forum Group Discussion membahas RDF Plant Rorotan tutup atau dilanjutkan?
FGD di Hotel The Tavia Bahas Nasib RDF Plant Rorotan: Antara Harapan dan Tantangan , antara tutup atau dilanjutkan.

Hotel The Tavia, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, warta pena satu menjadi tempat berlangsungnya Forum Group Discussion (FGD) krusial yang membahas masa depan RDF Plant Rorotan. Diskusi yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik atas proyek pengolahan sampah senilai Rp 1,3 Triliun tersebut yang akan diresmikan bapak presiden Prabowo Subianto menimbulkan pro-kontra.
Sebagai pembicara kunci, hadir Lurah Rorotan Bapak Ahmad Fitroh, Ketua RW 08 dan RW 09, yang mewakili suara langsung masyarakat sekitar. Mereka berbagi pengalaman dan aspirasi terkait dampak RDF Plant Rorotan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi warga. Kehadiran Koordinator staf khusus Gubernur DKI Jakarta Bapak Prof. Firdaus Ali, yang turut membantu menjawab aspirasi masyarakat Jakarta dalam persoalan tata kelola persampahan DKI Jakarta 2025, memberikan perspektif yang lebih luas dan komprehensif. Pendampingan dari Dewan Kota Jakarta Utara Bapak Epriyanto juga memastikan agar kebijakan Pemda selaras dengan kebutuhan masyarakat Cilincing khususnya.FGD yang dipimpin oleh Bapak Viktor Napitupulu sangatlah mengharapkan ada hasil yang memuaskan untuk semua pihak terkait pabrik pengelolaan sampah ini. Diskusi dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama fokus pada dampak positif RDF Plant Rorotan bagi masyarakat sekitar. Para pembicara menekankan pentingnya proyek ini sebagai pencipta lapangan kerja dan peluang ekonomi baru bagi warga Rorotan. Keberadaan pabrik pengolahan sampah ini dianggap mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Sesi kedua berfokus pada tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha pengelolaan sampah. Para peserta diskusi membahas berbagai kendala, termasuk regulasi yang sering berubah setiap tahunnya, yang membuat para pelaku usaha merasa kesulitan dalam menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan. Ketidakpastian regulasi ini berdampak pada investasi dan pengembangan usaha di sektor pengelolaan sampah.
Diskusi yang berlangsung cukup alot dan penuh perdebatan ini menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan proyek RDF Plant Rorotan. Proyek yang telah menelan biaya Rp 1,3 Triliun ini diharapkan dapat beroperasi sesuai rencana awal, sehingga DKI Jakarta tidak lagi bergantung pada TPA Bantar Gebang di Bekasi untuk pembuangan sampahnya.
Selain itu, FGD juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kampanye pemilahan sampah di tingkat rumah tangga digalakkan sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan mendukung keberhasilan RDF Plant Rorotan.
Keberhasilan RDF Plant Rorotan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan investor, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Harapannya, proyek ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah sampah di Jakarta dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
DR.Lyta Permatasari Meningkatkan Derajat Perempuan Di Indonesia
Jakarta wartapenasatu.com
_DR. Lyta Permatasari Jadi Pembina Baru Perempuan Peduli Nusantara_
DR. Lyta Permatasari dari Kementerian Lingkungan Hidup telah resmi menjadi Pembina baru Perempuan Peduli Nusantara (PPN). Beliau hadir dalam acara Silaturahmi PPN pada tanggal 5 Juli 2025 dan memberikan pengarahan serta motivasi kepada para anggota PPN.
Dalam kesempatan tersebut, DR. Lyta Permatasari menekankan pentingnya meningkatkan derajat perempuan di Indonesia. Beliau menyatakan bahwa perempuan masih kurang dihargai dan quota 30 persen di semua lembaga negara belum tercapai. Oleh karena itu, PPN berencana untuk membuat suatu event besar untuk pemberdayaan perempuan.
DR. Lyta Permatasari berharap bahwa event tersebut dapat mendapatkan dukungan dari DPR, Kementerian, dan Badan terkait perempuan. Beliau yakin bahwa dengan kerja sama dan sinergi, PPN dapat membuat perubahan yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan di Indonesia.
Acara Silaturahmi PPN yang dihadiri oleh DR. Lyta Permatasari berlangsung dengan sukses pada tanggal
. Pada tanggal 4 Juli 2025, PPN juga telah melaksanakan acara di Gedung SMESCO Jakarta, yang dihadiri oleh banyak anggota PPN dan tokoh-tokoh perempuan lainnya.PPN berharap bahwa dengan adanya DR. Lyta Permatasari sebagai Pembina baru, organisasi ini dapat semakin berkembang dan membuat perubahan yang positif bagi perempuan di Indonesia. DR. Lyta Permatasari sendiri saat ini sedang mengikuti Lemhanas, namun beliau tetap menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam membimbing PPN.
Dengan adanya dukungan dari DR. Lyta Permatasari, PPN berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan di Indonesia. PPN juga berharap bahwa event besar yang akan diselenggarakan dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan di Indonesia.
PPN berharap bahwa dengan kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak, organisasi ini dapat membuat perubahan yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan di Indonesia. Dengan demikian, PPN dapat menjadi salah satu organisasi yang berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan di Indonesia.
“Nok Srie”Melaporkan
Level Up UMKM : Kolaborasi Menuju Ekonomi Sejahtera

Level Up UMKM : Kolaborasi Menuju Ekonomi Sejahtera
Jakarta, wartapenasatu.com, Pada Selasa, 9 Juli 2025, Gedung Wali Kota Jakarta Timur bergema dengan semangat kewirausahaan. Program Pengembangan UMKM “Level Up” resmi diluncurkan, sebuah inisiatif strategis untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, menandai komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Mewakili Wali Kota Jakarta Timur, Bapak Eka Darmawan memberikan sambutan inspiratif. Beliau menekankan pentingnya komitmen internal para pelaku UMKM dalam upaya meningkatkan skala bisnis mereka. “Keberhasilan bukan hanya bergantung pada dukungan pemerintah,” tegas Bapak Darmawan, “tetapi juga pada tekad, inovasi, dan kerja keras para pelaku usaha sendiri.” Beliau mengajak seluruh pihak untuk membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan pelaku UMKM untuk menciptakan ekonomi lokal yang kokoh dan berdaya saing.
Bapak Deni Suwardani dari BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun turut memberikan paparan pentingnya perlindungan sosial bagi para pejuang ekonomi ini. Program-program BPJS Ketenagakerjaan, menurut beliau, memberikan rasa aman dan mendorong peningkatan produktivitas para pelaku UMKM. Sementara itu, kisah inspiratif Ibu Aisyah Ratna Wulan, pemilik usaha KIFE, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang kesuksesan. Ketekunan, strategi yang tepat, dan inovasi terbukti menjadi kunci dalam membangun bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan.

Hadir pula perwakilan dari OK OCE, Ketua APA DKI Jakarta, dan Sekretaris OK OCE STII, Hj. Ika Sadiah, S.H., M.Pd.I. Kehadiran mereka semakin memperkuat pesan kolaborasi yang menjadi inti dari program Level Up. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, dibahas pula pembentukan Koperasi Merah Putih, sebuah wadah baru yang bertujuan mempermudah akses permodalan dan dukungan ahli bagi UMKM di Jakarta Timur. Koperasi ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal.Selain akses permodalan, program Level Up juga menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Para pelaku UMKM akan mendapatkan akses terhadap mentor berpengalaman, pakar bisnis, dan pelatihan digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka menghadapi persaingan di era teknologi dan informasi yang semakin kompetitif.
Program Level Up UMKM Jakarta Timur bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan visi ekonomi yang kuat dan inklusif. Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan tekad yang kuat dari para pelaku usaha, Jakarta Timur diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memajukan UMKM dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Program ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Keberhasilan program Level Up ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia untuk menciptakan program serupa. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, UMKM di seluruh Indonesia dapat tumbuh dan berkembang, berkontribusi pada peningkatan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat. Program ini merupakan langkah penting dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Pembina Ormas Badak Banten, Deden Apriandhi Hartawan Resmi Menjabat Sekda Provinsi

http://Pembina Ormas Badak Banten, Deden Apriandhi Hartawan Resmi Menjabat Sekda ProvinsiTangerang-Wartapenasatu.com-Deden Apriandhi Hartawan resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten. Pelantikan tersebut disambut antusias dan rasa bangga oleh berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas) Badak Banten. Kepercayaan yang diberikan kepada Deden diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan Provinsi Banten.

Ketua DPD Ormas Badak Banten Kabupaten Tangerang, Rahmatullah (Ki Kubil), menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan tersebut. Ia berharap Deden dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat Banten. Komitmen untuk melayani dan membangun Banten menjadi harapan utama.

Apresiasi dan rasa bangga juga diungkapkan oleh Bang Jhuno, penasehat Ormas Badak Banten DPD Kabupaten Tangerang. Menurutnya, pengangkatan Deden sebagai Sekda merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, mengingat kiprahnya yang sebelumnya juga telah mendedikasikan diri sebagai dewan pembina Ormas Badak Banten tingkat DPW.
Pengalaman dan dedikasi Deden selama ini dinilai menjadi modal berharga dalam memimpin birokrasi di Provinsi Banten. Ia diharapkan mampu membawa angin segar dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan di daerah tersebut. Kepemimpinan yang inovatif dan berintegritas sangat dinantikan.
Pelantikan Deden Apriandhi Hartawan sebagai Sekda Provinsi Banten diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Banten. Semoga kepemimpinannya mampu membawa perubahan yang signifikan dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.(wps_Syella)
PEMKAB Tangerang Bangun 1.197 Rumah Tidak Layak Huni

Tangerang-wartapenasatu.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (DPPP) telah berhasil membedah 1.197 rumah tidak layak huni (RTLH) di 29 kecamatan. Program ini memberikan bantuan renovasi senilai Rp 35 juta per unit rumah, dengan standar ukuran 6×6 meter.
Bantuan RTLH telah dirasakan manfaatnya oleh warga di Desa Budi Mulia dan Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa. Kegembiraan terpancar dari penerima bantuan seperti Rusli, Aman, dan Halimatusyadiah yang menyampaikan rasa syukur atas perbaikan rumah mereka. Kepala Desa Budi Mulia, H. Asan, juga mengapresiasi program ini dan berharap agar program serupa dapat berkelanjutan.

Dukungan penuh datang dari pihak Kecamatan Cikupa yang melihat program ini sangat berarti bagi masyarakat. Sekcam Cikupa, Mumu Muklis, mengapresiasi peran aktif kepala desa dan Forum RTLH dalam merealisasikan bantuan di lapangan. Program ini dinilai sangat membantu mengingat keterbatasan anggaran di tingkat kecamatan dan desa.
Kepala DPPP Kabupaten Tangerang, Ir. H. Bambang Saptho Nurtjahja, M.M., M.T., menjelaskan kriteria penerima bantuan, meliputi kondisi rumah yang tidak layak huni, masalah sanitasi dan pencahayaan, serta kepemilikan lahan yang jelas. Rumah yang sedang bersengketa atau berada di bantaran sungai tidak termasuk dalam program ini.

Program bedah rumah ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan hunian yang layak dan aman. Proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran.(wps_Jhuno AS)_Kolaborasi Pecinta Budaya untuk Melestarikan Warisan Indonesia_
Jakarta wartapenasatu.com_Kolaborasi Pecinta Budaya untuk Melestarikan Warisan Indonesia_
Ibu Annisa, Ketua Umum Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER), dan Ibu Nok Srie dari Komunitas Seni dan Budaya, telah sepakat untuk berkolaborasi dalam upaya melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran dan apresiasi generasi muda terhadap sejarah dan budaya Indonesia.
Dengan landasan adab dan nilai-nilai luhur, Ibu Annisa dan Ibu Nok Srie berharap bahwa generasi selanjutnya dapat lebih mengerti dan mencintai budaya Indonesia. Mereka percaya bahwa budaya adalah warisan berharga yang perlu dilestarikan dan dikembangkan untuk kepentingan generasi mendatang.
Ibu Sinda Sutadisastra, Ketua Umum Suara Pejuang Perempuan Indonesia (SPPI), sangat berantusias untuk menjembatani dan bersinergi dengan Kementerian Sosial dalam upaya melestarikan budaya Indonesia. Ia percaya bahwa kerja sama ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memahami dan menghargai budaya Indonesia. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia.
Kementerian Sosial dapat berperan penting dalam mendukung kolaborasi ini dengan memberikan dukungan dana dan sumber daya untuk program-program pelestarian budaya. Dengan kerja sama ini, diharapkan budaya Indonesia dapat lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat.
Ibu Annisa dan Ibu Nok Srie berharap bahwa kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk bekerja sama dalam melestarikan budaya Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan kerja sama dan sinergi, budaya Indonesia dapat lebih berkembang dan dikenal di seluruh dunia.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mencintai dan menghargai budaya Indonesia, dan budaya Indonesia dapat terus berkembang dan dikenal di seluruh dunia. Ibu Annisa, Ibu Nok Srie, dan Ibu Sinda Sutadisastra berharap bahwa kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan generasi mendatang.
“Nok Srie”Melaporkan

- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Internasional, Kuliner, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
PELATIHAN BARISTA BPP HIPKA INDONESIA : “MEMBEKALI DIRI UNTUK KARIER DAN WIRAUSAHA DI INDUSTRI KOPI
PELATIHAN BARISTA BPP HIPKA INDONESIA : “MEMBEKALI DIRI UNTUK KARIER DAN WIRA USAHA DI INDUSTRI KOPI

Jakarta, wartapenasatu.com, [6 juli 2025] – Pelatihan Barista yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan latihan (BPP HIPKA) memasuki hari kedua dengan penuh semangat dan antusiasme. Pelatih- Belajar mean ini bertujuan untuk membekali diri bagi karier dan wirausaha di industri kopi.

Pada hari kedua pelatihan, peserta belajar tentang beberapa topik penting, yaitu : mbuat espresso baik secara manual maupun menggunakan mesin espresso



– Membuat produk turunan dari espresso
– Belajar membuat kopi susu gula aren
– Belajar membuat latte art baik dengan alat manual maupun mesin espressoPelatihan ini dipandu oleh dua tokoh inspiratif, yaitu Adiyana Sulistianto (“Bang Jack”) dan Helmi Nur Amin, barista senior dan praktisi bisnis kopi berpengalaman. Mereka membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka kepada peserta pelatihan.
Ini adalah pengalaman saya pertama kali mengikuti Pelatihan Barista di mana Tingkat kesulitan untuk setiap topik yang di praktekan dapat bervariasi, berikut adalah penilaian umum:1. Belajar membuat espresso:
– Manual: Sulit (memerlukan keterampilan tangan dan kontrol yang tepat)
– Mesin espresso: Sedang (memerlukan pemahaman tentang mesin dan teknik yang tepat)
2. Membuat produk turunan dari espresso:
– Sedang (memerlukan pemahaman tentang rasio kopi dan susu, serta teknik yang tepat)
3. Belajar membuat kopi susu gula aren:
– Mudah-Sedang (memerlukan pemahaman tentang rasio kopi dan susu, serta teknik yang tepat)
4. Belajar membuat latte art:
– Sulit (memerlukan keterampilan tangan, kontrol yang tepat, dan kreativitas)Secara keseluruhan, tingkat kesulitan dapat dinilai sebagai berikut:
– Pemula: Membuat kopi susu gula aren
– Sedang: Membuat produk turunan dari espresso
– Sulit: Belajar membuat espresso manual dan latte artNamun, perlu diingat bahwa tingkat kesulitan dapat berbeda-beda tergantung pada individu dan pengalaman masing-masing.
Setelah sesi pelatihan pagi dan siang, peserta berkunjung ke Pasar Santa Jakarta Selatan, yang merupakan pusat kopi Nusantara. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung bagaimana industri kopi beroperasi dan berinteraksi dengan para pelaku industri kopi.
Pelatihan Barista BPP HIPKA ini berlangsung dengan sukses dan ditutup dengan suasana yang hangat dan penuh semangat. Panitia pelaksana berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi peserta dan meningkatkan kualitas industri kopi di Indonesia.
“Harapan kami, peserta pelatihan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan untuk meningkatkan karier dan wirausaha mereka di industri kopi,” ungkap (Pak Helmi)]. “Kami juga berharap bahwa pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk menjadi barista profesional dan sukses di industri kopi.”
Dengan demikian, pelatihan Barista BPP HIPKA ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas industri kopi di Indonesia dan memberikan kesempatan bagi para pelaku industri kopi untuk meningkatkan karier dan wirausaha mereka.Semangat!
By : Eny K. Banjir membuat lalulintas macet
Banjir Cisereh, Kadujaya Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Cikupa dan Curug
Tangerang, 8 Juli 2025 – Wartapenasatu.com. Hujan deras yang mengguyur wilayah Curug, Tangerang sejak dini hari menyebabkan banjir di kawasan Cisereh, Kadujaya. Banjir dengan ketinggian air bervariasi, mencapai hingga 80 sentimeter di beberapa titik, mengakibatkan kemacetan panjang di sepanjang Jalan Raya Cisereh yang menghubungkan Cikupa dan Curug. Kemacetan bahkan meluas hingga akses keluar Tol Bitung, mengganggu aktivitas warga dan perjalanan menuju berbagai tujuan.


Banjir yang terjadi sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi membuat arus lalu lintas praktis lumpuh total. Kendaraan roda empat maupun roda dua terjebak dalam kemacetan yang mencapai puluhan kilometer. Beberapa kendaraan terpaksa memutar balik untuk menghindari kemacetan yang semakin parah. Kondisi ini diperparah oleh sempitnya jalan alternatif di sekitar lokasi banjir.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Tangerang, kepolisian, dan TNI diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga dan membantu mengurai kemacetan. Proses evakuasi warga yang terdampak banjir masih berlangsung hingga siang hari ini. Petugas juga berupaya membersihkan jalan dari genangan air dan puing-puing yang terbawa arus banjir.
Kemacetan yang terjadi berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar wilayah tersebut. Banyak aktivitas bisnis dan perdagangan terganggu akibat sulitnya akses transportasi. Para pekerja yang hendak menuju tempat kerja mengalami keterlambatan, sementara para pedagang mengalami penurunan penjualan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Tangerang hingga sore hari. Hal ini dikhawatirkan akan memperparah kondisi banjir dan kemacetan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pembenahan infrastruktur dan peningkatan kapasitas saluran air menjadi prioritas utama dalam upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut.
Bank BRI dan Perempuan Peduli Nusantara (PPN) Berikan Edukasi KUR untuk UMKM
Jakarta wartapenasatu.com
_Bank BRI Sosialisasi KUR untuk UMKM bersama Perempuan Peduli Nusantara_
Bapak Sigit Susanto, perwakilan dari Bank BRI, memberikan pengarahan dan sosialisasi tentang produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para anggota Perempuan Peduli Nusantara (PPN) pada tanggal 4 Juli 2025 di Gedung SMESCO Jakarta. Acara ini bertujuan untuk membantu para UMKM memahami kemudahan pengajuan KUR dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembiayaan yang tepat untuk mengembangkan usaha mereka.
PPN, yang dipimpin oleh Ibu Inge Mengundap, sangat antusias dengan acara ini. Organisasi ini beranggotakan perempuan-perempuan yang peduli dengan isu-isu perempuan dan masyarakat, dan berharap bahwa KUR dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam sosialisasi ini, Bapak Sigit menjelaskan bahwa KUR adalah produk pinjaman dengan bunga yang relatif rendah yang dirancang untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Ia juga menjelaskan bahwa pengajuan KUR dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, sehingga para UMKM dapat lebih fokus pada pengembangan usaha mereka.
Ibu Inge Mengundap berharap bahwa sosialisasi ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan mereka dan mengembangkan usaha mereka. Ia juga berharap bahwa KUR dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para UMKM dapat lebih memahami manfaat KUR dan dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mengembangkan usaha mereka. Bank BRI berharap bahwa KUR dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Gedung SMESCO Jakarta dipilih sebagai tempat sosialisasi karena fasilitas yang lengkap dan strategis. Acara ini dihadiri oleh para anggota PPN dan UMKM yang sangat antusias dengan informasi yang disampaikan oleh Bapak Sigit.
Dengan adanya kerja sama antara Bank BRI dan PPN, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan mereka dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Bank BRI dan PPN berharap bahwa program-program yang dijalankan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Nok Srie”Melaporkan

_Kolaborasi Pecinta Budaya untuk Melestarikan Warisan Indonesia_
Jakarta wartapenasatu.com
_Kolaborasi Pecinta Budaya untuk Melestarikan Warisan Indonesia_
Ibu Annisa, Ketua Umum Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER), dan Ibu Nok Srie dari Komunitas Seni dan Budaya, telah sepakat untuk berkolaborasi dalam upaya melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran dan apresiasi generasi muda terhadap sejarah dan budaya Indonesia.
Dengan landasan adab dan nilai-nilai luhur, Ibu Annisa dan Ibu Nok Srie berharap bahwa generasi selanjutnya dapat lebih mengerti dan mencintai budaya Indonesia. Mereka percaya bahwa budaya adalah warisan berharga yang perlu dilestarikan dan dikembangkan untuk kepentingan generasi mendatang.
Ibu Sinda Sutadisastra, Ketua Umum Suara Pejuang Perempuan Indonesia (SPPI), sangat berantusias untuk menjembatani dan bersinergi dengan Kementerian Sosial dalam upaya melestarikan budaya Indonesia. Ia percaya bahwa kerja sama ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memahami dan menghargai budaya Indonesia. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia.
Kementerian Sosial dapat berperan penting dalam mendukung kolaborasi ini dengan memberikan dukungan dana dan sumber daya untuk program-program pelestarian budaya. Dengan kerja sama ini, diharapkan budaya Indonesia dapat lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat.
Ibu Annisa dan Ibu Nok Srie berharap bahwa kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk bekerja sama dalam melestarikan budaya Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan kerja sama dan sinergi, budaya Indonesia dapat lebih berkembang dan dikenal di seluruh dunia.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mencintai dan menghargai budaya Indonesia, dan budaya Indonesia dapat terus berkembang dan dikenal di seluruh dunia. Ibu Annisa, Ibu Nok Srie, dan Ibu Sinda Sutadisastra berharap bahwa kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan generasi mendatang.
“Nok Srie”Meloparkan
