Pendidikan
Outbound Tupdasbhara: 247 Siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim Ditempa di Jalur 26 KM
WARTAPENASATUJATIM | MOJOKERTO – Sebanyak 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim memulai hari pertama kegiatan Outbound Penutupan Tahap Dasar Bhayangkara (Tupdasbhara) pada Kamis (25/9/2025) yang lalu.
Kegiatan yang berpusat di kawasan Bernah De Vallei, Pacet, Mojokerto ini dirancang untuk menguji batas ketahanan fisik dan mental para calon bhayangkara negara.
Kegiatan ini merupakan puncak dari tahap Dasar Bhayangkara, sebuah fase krusial dalam pendidikan pembentukan Bintara Polri.
Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana capaian pembentukan mental, kepribadian, dan kekuatan fisik siswa secara maksimal.
Outbound ini sekaligus menjadi simulasi nyata dari tantangan yang akan dihadapi dalam tugas, di mana setiap individu dituntut untuk mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak fajar menyingsing. Usai melaksanakan ibadah Subuh, para siswa dengan sigap mempersiapkan perlengkapan perorangan.
Puncak persiapan ditandai dengan apel pembukaan outbound yang digelar pada pagi hari.
Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol. Agus Wibowo, S.I.K., dalam keterangannya, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan ujian krusial bagi para calon Bintara.
“Outbound Tupdasbhara ini adalah puncak dari pembentukan dasar yang telah mereka lalui,” kata Kombes Agus.
Menurut Ka SPN Polda Jatim, perjalanan sejauh 26 kilometer ini bukanlah sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah ‘Laboratorium’ lapangan untuk menguji mentalitas, soliditas tim, dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
Kombes Pol Agus Wibowo menambahkan bahwa di sinilah karakter seorang Bhayangkara sejati ditempa.
“Kelak di masyarakat, mereka akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, jadi latihan ini adalah fondasinya,” ujar Kombes Agus.
Sementara itu Wakil Kepala SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra yang memimpin upacara pembulaan secara simbolis menyematkan tanda latihan kepada perwakilan siswa.
Sesaat setelah apel, sesi pelepasan atau flag off dilaksanakan. Para siswa memulai perjalanan Expedisi Darat (Long Hiking) dari markas SPN Polda Jatim menuju lokasi utama di Bernah De Vallei.
Rute sejauh 26 kilometer tersebut dibagi menjadi beberapa pos pemberhentian strategis untuk memastikan kondisi fisik siswa tetap terjaga.
Setelah menempuh perjalanan yang menguras tenaga, seluruh siswa tiba di Bernah De Vallei pada sore hari.
Tanpa mengulur waktu, mereka langsung dihadapkan pada tugas berikutnya berupa mendirikan bivak atau tenda regu, menata perlengkapan, serta melaksanakan kurve kebersihan lingkungan.
Kegiatan Outbound Tupdasbhara ini mengadopsi metode pembelajaran modern Learning by Doing (Belajar sambil Mengerjakan) dan Experiential Learning (Belajar dari Pengalaman).
Melalui metode ini, diharapkan dapat lahir Bintara Polri yang tidak hanya mahir, terpuji, dan patuh hukum, tetapi juga profesional serta memiliki fisik dan mental yang tangguh untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025: Merajut Silaturahmi, Memacu Prestasi
Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025: Merajut Silaturahmi, Memacu Prestasi
Palangka Raya, wartapenasatu.com – Provinsi Kalimantan Tengah kembali berdenyut dengan semangat olahraga melalui penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025. Ajang bergengsi ini akan menjadi panggung bagi para atlet voli terbaik dari seluruh penjuru Kalimantan Tengah untuk menunjukkan kemampuan dan sportivitas mereka.

Turnamen yang akan digelar di GOR Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut Km. 5, Kota Palangka Raya, pada Minggu, 28 September 2025, ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi masyarakat, khususnya para pemuda-pemudi Kalimantan Tengah. Kehadiran dan dukungan dari masyarakat akan menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk memberikan penampilan terbaik mereka.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si., melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas voli di Kalimantan Tengah. Semangat kebersamaan dan sportivitas diharapkan dapat terpancar dari setiap pertandingan.
Lebih lanjut, Kabidhumas menjelaskan bahwa Polda Kalteng ingin memberikan ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk tetap aktif berolahraga dan berkompetisi secara sehat. Turnamen ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi positif bagi daerah.
Partisipasi aktif dari masyarakat sangat diharapkan untuk semakin memeriahkan acara ini. Dukungan dari masyarakat akan menjadi motivasi bagi Polri dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan membangun kesadaran akan pentingnya olahraga bagi kesehatan jasmani dan rohani.
Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025 ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk. Masyarakat dapat menyaksikan pertandingan-pertandingan seru yang akan berlangsung mulai tanggal 28 September hingga 6 Oktober di GOR Serbaguna.
Mari bersama-sama meramaikan dan menyukseskan Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025. Jadikan ajang ini sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan, serta memajukan olahraga voli di Kalimantan Tengah.
Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, Turnamen Bola Voli Kapolda Kalteng Cup 2025 diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan olahraga voli di Kalimantan Tengah. Ajang ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang membangun karakter, menjalin persahabatan, dan menginspirasi generasi muda untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Batuk Keras Bisa Picu Nyeri Pinggang: Waspada Tarikan Saraf Tulang Belakang
Batuk Saat Jantung Alami Aritmia: Sinyal Bahaya yang Sering Diabaikan
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Rijendanel, asal Kalimantan berdomisili di Surabaya merupakan praktisi Terapi Totok Saraf Anatomi Surabaya, berbagi pengetahuan sekaligus memberikan edukasi yang selama ini tidak disadari pada setiap orang.
Rijendanel memberikan pengetahuan terkait dengan batuk. Bahwa batuk sering dianggap sepele, bahkan kerap dikaitkan dengan ISPA atau akibat rokok.
Namun, siapa sangka, batuk mendadak yang muncul bersamaan dengan nyeri dada, keringat berlebih, dan jantung berdebar bisa menjadi tanda bahaya dari kondisi aritmia.
Aritmia adalah gangguan irama jantung yang membuat aliran listrik di jantung menjadi “Konslet” atau Tidak Teratur. Saat kondisi ini terjadi, tubuh bisa langsung merespons dengan batuk berulang. Fenomena ini sering disalahpahami masyarakat sebagai penyakit pernapasan.
Fenomena batuk akibat aritmia ini terungkap dalam wawancara singkat Warta Pena Satu dengan seorang Terapis Totok Saraf Anatomi yang berpraktik di daerah Bangkingan, Surabaya Barat. Ia menjelaskan bahwa batuk justru bisa menjadi pertahanan alami tubuh untuk memperkuat kerja jantung yang sedang terganggu.
Apa yang sebenarnya terjadi? Menurut sang terapis, ketika aritmia menyerang, sinyal listrik jantung tidak sinkron sehingga aliran darah terganggu. Batuk spontan muncul sebagai refleks tubuh untuk membantu memompa jantung secara mekanis.
Siapa yang berisiko? Aritmia dapat dialami siapa saja, terutama mereka dengan riwayat hipertensi, stres berkepanjangan, kebiasaan merokok, dan pola hidup tidak sehat. Pasien yang pernah menjalani terapi jantung juga rentan mengalaminya.
Kapan biasanya gejala muncul? “Aritmia bisa muncul tiba-tiba, sering kali saat seseorang sedang beraktivitas, kelelahan, atau bahkan saat istirahat. Tanda khasnya adalah jantung berdebar, keluar keringat dingin, disertai batuk yang tidak biasa,” jelas sang terapis.
Di mana gejala ini sering terabaikan? Banyak pasien baru menyadari ketika sudah datang ke fasilitas medis, padahal tanda awal sudah muncul di rumah atau tempat kerja. Edukasi masyarakat sangat penting agar batuk mendadak tidak selalu disamakan dengan masalah pernapasan.
Mengapa hal ini sering salah dipahami? “Karena batuk identik dengan paru-paru atau rokok. Padahal, pada kasus tertentu, batuk adalah alarm jantung yang sedang kesulitan bekerja,” terang terapis di Bangkingan.
Bagaimana cara menghadapinya? Saat batuk mendadak muncul bersama gejala jantung berdebar, sebaiknya jangan panik. Hentikan aktivitas, duduk tenang, lalu minum air putih. Air putih membantu menstabilkan tubuh sekaligus memberi waktu jantung untuk menyesuaikan iramanya.
Terapis Totok Saraf Anatomi tersebut menegaskan, air putih adalah langkah sederhana namun efektif. “Jangan buru-buru minum obat batuk. Fokus dulu pada stabilisasi jantung. Jika berlanjut, segera periksa ke tenaga medis,” ujarnya.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat adalah kunci utama agar aritmia tidak sering kambuh. Pola tidur yang cukup, mengurangi stres, berhenti merokok, dan rutin olahraga ringan terbukti membantu kesehatan jantung.
Ia juga menambahkan, terapi totok saraf anatomi dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan meredakan ketegangan saraf yang berhubungan dengan gangguan jantung. “Namun, pasien tetap harus mengutamakan pemeriksaan medis,” tandasnya.
Batuk akibat aritmia bukan sekadar batuk biasa. Ia adalah sinyal tubuh yang sering disalahartikan. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak salah langkah dalam mengambil tindakan.
Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap sinyal tubuhnya sendiri. Batuk yang datang bersama gejala jantung harus diperlakukan sebagai alarm, bukan hanya gangguan pernapasan ringan.
Dengan memahami hubungan antara batuk dan aritmia, diharapkan masyarakat lebih waspada, lebih cepat mengambil tindakan, dan mampu menjaga kesehatan jantung dengan langkah-langkah positif sejak dini.*** (Dodo)
Jurnalis: Doni Cahaya Utama
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalteng Menjabat Kepala BNK Kotim
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalteng Menjabat Kepala BNK Kotim

Palangka Raya, wartapenasatu.com Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalimantan Tengah, AKBP Muhammad Fadli, S.H., M.AP., resmi dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotawaringin Timur.Pelantikan dilakukan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Jakarta, Kamis (25/9).
Mutasi jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan institusi. Selain itu, penempatan jabatan baru juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja personel.
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan pelantikan tersebut. Ia menyebutkan, Fadli dipercaya mengemban amanah baru setelah sebelumnya bertugas di bidang hubungan masyarakat Polda Kalteng.
“Mutasi jabatan adalah hal yang wajar di tubuh Polri. Penugasan ini juga merupakan bentuk penghargaan dari institusi atas kinerja yang baik, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi personel,” ujar Erlan, Kamis.
Erlan menambahkan, dengan jabatan barunya, AKBP Muhammad Fadli diharapkan dapat memperkuat peran BNK Kotim dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
“Kami percaya, dengan pengalaman dan dedikasinya, beliau mampu membawa BNK Kotim semakin optimal dalam mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba,” pungkas Erlan.
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, Kesehatan, Nasional, Nature, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, SOSIAL, Tumbuhan
Reforma Agraria Jadi Agenda Besar Prabowo, Petani Harus Jadi Tulang Punggung Bangsa
Jakarta wartapenasatu.com
Peringatan Hari Tani Nasional: Prabowo Canangkan Reformasi Agraria dan Lawan “Kaum Serakahnomics”
Peringatan 65 tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap keadilan agraria. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa musuh utama rakyat Indonesia adalah “kaum serakahnomics” — istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan pihak asing, kelompok oligarki, dan pejabat korup yang merampas hak rakyat dan menjadi akar dari konflik agraria serta kemiskinan.
Data Tunggak Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) per 5 Februari 2025 mencatat 24 juta orang masih hidup dalam kemiskinan, termasuk 3,17 juta di antaranya dalam kategori miskin ekstrem. Presiden Prabowo menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2026 dan angka kemiskinan nasional diturunkan dari 9 persen menjadi 5 persen pada 2029. Komitmen ini menjadi bukti keseriusan pemerintah memperbaiki nasib rakyat, khususnya petani.
Struktur ekonomi Indonesia yang masih berbasis agraris menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat dari 120,30 pada September 2024 menjadi 123,57 pada Agustus 2025. Kenaikan ini mencerminkan daya beli petani mulai membaik, didorong oleh kenaikan harga hasil pertanian sebesar 0,84 persen, lebih tinggi dibanding biaya produksi yang hanya naik 0,08 persen.
Perbaikan daya beli petani berdampak signifikan pada penurunan angka kemiskinan. Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin turun menjadi 23,85 juta jiwa atau 8,47 persen—angka terendah dalam dua dekade terakhir. Program pemerintah seperti sekolah rakyat, layanan kesehatan gratis, koperasi desa, serta makan bergizi gratis (MBG) menjadi instrumen nyata, meski masih perlu penyempurnaan dalam pelaksanaannya.
Untuk menindaklanjuti agenda reformasi agraria, Presiden Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 05 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Kebijakan ini menargetkan pengembalian jutaan hektare lahan hutan, termasuk perkebunan sawit ilegal, kepada negara melalui denda administratif, penguasaan kembali lahan, dan pemulihan aset. Langkah ini sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 dan Perpres Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Reforma Agraria.
Meski demikian, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menghadapi tantangan serius di lapangan. Tindakan represif yang kurang selektif berpotensi mengabaikan hak masyarakat adat dan petani kecil. Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya partisipasi rakyat dalam mendukung agenda ini, agar tidak terjebak dalam sikap sinis yang meragukan niat tulus pemerintah.
Momentum Hari Tani Nasional ke-65 menegaskan dua hal pokok: pertama, penguatan organisasi tani dengan pendidikan ideologis dan keterampilan berbasis potensi lokal; kedua, pembangunan infrastruktur pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan mendukung hilirisasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan rakyat, diharapkan keadilan agraria dapat terwujud dan petani Indonesia mampu menjadi tulang punggung kedaulatan bangsa.
“Nok Srie”Melaporkan

Polri Siap Tingkatkan Pelayanan Publik Jadi Lebih Cepat dan Transparan
Polri Siap Tingkatkan Pelayanan Publik Jadi Lebih Cepat dan Transparan
Jakarta. wartapenasatu.com Polri menyelenggarakan Forum Belajar Bersama di Ruang Rapat Posko Presisi, Bareskrim Polri. Kegiatan ini diusung sebagai upaya Polri memperkuat pelayanan publik dengan mengedepankan prinsip transparansi dan efisiensi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan mengusung tema “Strategi Polri Presisi Menuju Pelayanan Publik yang Prima dan Anti-Korupsi”. Kegiatan ini dipimpin oleh Brigjen Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos., S.I.K., M.Si., selaku Wakaposko Presisi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Nathalya Wani Sabu yang memiliki beragam pengalaman dalam bidang teknologi dan keamanan siber. Nathalya, yang saat ini menjabat sebagai Senior Adviser Fraud Banking Investigation dan Executive VP Center of Digital Bank/Head of Layanan Call Center Bank, serta Ketua Komite Cyber Security Perbanas, memberikan wawasan berharga mengenai penggunaan teknologi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Nathalya Wani Sabu pun menekankan pentingnya membangun pemimpin yang memiliki karakter kuat. Dengan begitu, pemimpin mampu memberikan arahan tegas dan memastikan tim bekerja dengan semangat tinggi, meski dalam kesulitan.
“Pemimpin harus seperti harimau, yang mengaum dengan keberanian dan semangat yang tinggi, meskipun tim yang dipimpin seperti kucing sekalipun,” ujarnya, dikutip Kamis (25/9/2025).
Salah satu topik utama yang dibahas adalah strategi pelayanan melalui layanan call center bank dengan keunggulan dalam hal kecepatan respons. Nathalya Wani Sabu menjelaskan, layanan call center bank ini diharapkan dapat memberikan respons dalam waktu kurang dari dua menit.

“Untuk memastikan efisiensi yang mendukung peluang bisnis,” ungkapnya.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan chatbot untuk menjawab pertanyaan umum. Diharapkan, dengan ini dapat mengurangi beban petugas layanan, meskipun pengembangan chatbot masih terus dilakukan.
Dia juga mengingatkan prinsip penting dalam kepemimpinan yang berbunyi “Bekerjalah dua level di atasmu, sampai gajimu tidak pantas untukmu.” Hal ini menggambarkan pentingnya kerja keras dan dedikasi dalam mencapai tujuan organisasi.
Lebih lanjut, ia menekankan perlunya pemimpin yang mampu menetapkan Key Performance Indicators (KPI) yang terukur untuk menilai keberhasilan transformasi pelayanan publik. Keberhasilan dalam layanan publik, ujarnya, bukan hanya tentang memberikan jawaban yang benar, tetapi juga memberikan pengalaman menyenangkan bagi masyarakat.
Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa: Polres Katingan Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Kontingensi
Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa: Polres Katingan Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Kontingensi
Kantingan, wartapenasatu.com – Kepolisian Resor (Polres) Katingan menggelar latihan simulasi pengamanan unjuk rasa di halaman depan Markas Komando (Mako) Polres Katingan pada Kamis, 25 September 2025, pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang berkaitan dengan aksi unjuk rasa.

Latihan simulasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Katingan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syaifullah, S.H., M.H. Partisipasi aktif dari seluruh personel gabungan dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Katingan menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan profesionalisme dan kesiapan operasional.
Tujuan utama dari simulasi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap personel memiliki pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi kontingensi, terutama aksi unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kamtibmas. Melalui latihan ini, diharapkan personel dapat merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam setiap skenario yang mungkin terjadi.

Dalam simulasi tersebut, diperagakan berbagai skenario unjuk rasa, mulai dari aksi damai yang menyampaikan aspirasi hingga situasi di mana massa mulai bertindak anarkis. Tindakan-tindakan taktis yang dilatihkan mencakup pengendalian massa, negosiasi, penggunaan kekuatan yang proporsional, serta penanganan situasi darurat.
AKP Syaifullah dalam arahannya menekankan bahwa latihan ini sangat penting sebagai sarana evaluasi dan penyegaran terhadap prosedur pengendalian massa. Ia juga mengingatkan seluruh personel mengenai pentingnya pendekatan humanis dalam menghadapi pengunjuk rasa, sambil tetap berpegang pada ketegasan dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Latihan ini adalah bagian integral dari kesiapan kita dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas, terutama dalam konteks aksi massa. Kita akan selalu mengutamakan tindakan persuasif dan dialog yang konstruktif, namun kita juga harus siap siaga jika terjadi eskalasi yang tidak diinginkan,” tegas AKP Syaifullah.Kegiatan simulasi berjalan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi positif dari seluruh jajaran Polres Katingan. Latihan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi seluruh personel dalam menghadapi situasi serupa di masa mendatang, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Merajut Kebangsaan: Dialog Intelektual di Bekasi Menuju Indonesia Emas
Merajut Kebangsaan: Dialog Intelektual di Bekasi Menuju Indonesia Emas
Bekasi, wartapenasatu.com – Di jantung Kota Bekasi, pada tanggal 24 September 2025, sebuah simposium kebangsaan menggema, mempertemukan para cendekiawan, ulama, umaro’, dan perwakilan pemerintah kota, termasuk Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Drs. H. Hudi Wijayanto, M.Si, serta anggota Kepolisian RI. Aliansi Patriot Peduli NKRI (APP NKRI), di bawah kepemimpinan Ustadz K.H. Ajengan Ismail Ibrahim S.Ag dan Ustadz Akhirul Sholeh, menjadi motor penggerak acara bertajuk provokatif, “Apakah Indonesia Sudah Merdeka untuk Menuju Indonesia Emas 2045?” Sebuah pertanyaan reflektif yang mengundang perenungan mendalam tentang esensi kemerdekaan sejati.

Asrama Haji Kota Bekasi menjadi saksi bisu hadirnya sekitar 150 peserta yang antusias menyimak paparan dari narasumber kompeten. K.H. Saefudin Siroj (Ketua MUI Kota Bekasi, Pimpinan Ponpes Sirojul Munir Jati Asih, Alumni Gontor, dan mantan Anggota DPRD Kota Bekasi), Drs. Salahudin Gaffar S.H. M.H (Associate Professor UIA Jakarta), dan AKP Puji Astuti (Wakasat Binmasrestro Bekasi Kota) hadir sebagai representasi dari beragam perspektif yang memperkaya wacana kebangsaan.
Ust. Abu Salma (Amir Wilayah Khilafatul Muslimin Jabodetabek Banten) memandu acara dengan piawai, sekaligus berperan sebagai Jubir Khilafatul Muslimin. Ust. Ismail Ibrahim bertindak sebagai moderator yang cakap, memastikan dialog berjalan dinamis dan konstruktif. Ustadz Ahmad Wahyu Tubagus, Ketua Komisi Ukhuwwah MUI Kota Bekasi, membuka acara secara resmi, menandai dimulainya sebuah forum penting bagi kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, Ust. Sholeh, Ketua Panitia, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian atas sambutan hangat dan ajakan untuk menjaga kondusifitas kantibmas. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara polisi, tokoh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. “Mari kita bangun kolaborasi ini dengan nilai-nilai positif,” serunya dengan penuh semangat.
Sesi dialog dibagi menjadi tiga termin, di mana para peserta berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Salah satu pertanyaan kritis dari perwakilan mahasiswa menyinggung tentang perlunya pergantian rezim. Drs. Salahudin Gaffar menjawab dengan mengajak hadirin untuk kembali kepada sunnatullah, merenungkan tujuan penciptaan manusia, dan menaati perintah Sang Maha Pencipta.
Ketua MUI menekankan pentingnya amanah dan transparansi dalam semua aspek lembaga, dari tingkat bawah hingga atas. Evaluasi diri secara berkelanjutan, komunikasi yang efektif, dan silaturahim yang erat menjadi kunci untuk mencegah miskomunikasi dan mempererat persatuan. AKP Puji Astuti menyoroti bahaya DFK (Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian) yang dipicu oleh provokasi pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Namun, AKP Puji Astuti juga menyampaikan apresiasi atas persatuan tokoh, ulama, dan masyarakat Kota Bekasi dalam menciptakan kantibmas. Beliau berharap kegiatan dialog kebangsaan ini dapat dilakukan secara bertahap untuk menampung aspirasi masyarakat dan membedah persoalan yang ada. Sebuah harapan yang mencerminkan semangat gotong royong dan keinginan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. (Dilaporkan oleh Abu Salma/humas internasional media anak negeri)
Kodim 0806 Trenggalek Bentengi Keluarga TNI dari Bahaya Narkoba dan Perilaku Menyimpang
WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek – Upaya mencegah perilaku negatif di lingkungan keluarga besar TNI kembali ditegaskan oleh Kodim 0806/Trenggalek. Melalui program Penyuluhan Bimbingan Mental (Bintal) yang digelar di Aula Makodim, Rabu (24/9/2025), Kodim menghadirkan materi penting seputar bahaya narkoba, HIV/AIDS, Pornografi, dan LGBT. Kegiatan ini diikuti oleh prajurit, PNS, Persit, serta remaja keluarga TNI.
Acara dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penyuluhan ini sebagai sarana meningkatkan kesadaran iman, ketahanan mental, serta pengendalian diri.
“Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membentengi keluarga besar TNI dari pengaruh buruk yang bisa melemahkan moral, disiplin, dan kinerja,” ujarnya.
Menurut Letkol Isnanto, ancaman narkoba, penyebaran HIV/AIDS, serta maraknya pornografi dan perilaku menyimpang LGBT tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga bisa merembet ke lingkungan militer jika tidak diantisipasi. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan penyuluhan ini sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga nama baik institusi TNI.
Dalam sesi pertama, Djainul Muttakin dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Trenggalek memaparkan materi seputar bahaya narkoba. Ia menjelaskan secara rinci mengenai jenis-jenis narkotika, efek ketergantungan, hingga dampak sosial yang ditimbulkan.
“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi bangsa. Keluarga TNI harus menjadi garda terdepan dalam perang melawan narkoba,” tegasnya.
Sesi berikutnya diisi oleh dr. Trino Ardiyanto dari Polkes 05.09.08 Trenggalek yang menyampaikan materi tentang HIV/AIDS, Pornografi, dan LGBT. Ia menguraikan secara ilmiah penyebab, penularan, serta cara pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, ia menyoroti bahaya pornografi yang dapat merusak perkembangan psikologis anak dan remaja, serta pentingnya peran keluarga dalam mengawasi penggunaan gawai dan internet.
“Pornografi adalah pintu masuk perilaku menyimpang. Jika dibiarkan, bukan hanya merusak mental, tapi juga bisa menjerumuskan pada perilaku berisiko seperti LGBT,” jelas dr. Triono. Ia menekankan edukasi dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sebagai kunci utama pencegahan.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama penyuluhan berlangsung. Banyak pertanyaan kritis diajukan oleh anggota Persit maupun remaja TNI, mulai dari cara menghadapi lingkungan pertemanan yang rawan narkoba hingga strategi menghindarkan diri dari paparan pornografi di media sosial.
Salah satu anggota Persit KCK Cabang XX Dim 0806 Trenggalek, Ny. Didik, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari penyuluhan ini.
“Sebagai ibu, saya jadi lebih tahu bagaimana cara mendampingi anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam bahaya narkoba atau pornografi. Ini sangat penting bagi kami yang setiap hari juga bersinggungan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, seorang remaja keluarga TNI, Raka (16), menilai kegiatan ini membuka wawasannya tentang realitas bahaya pergaulan bebas.
“Biasanya kami hanya tahu sekilas dari media sosial. Tapi setelah mendengar penjelasan dokter tadi, saya jadi sadar bahwa HIV/AIDS itu nyata dan bisa menyerang siapa saja kalau kita tidak hati-hati,” tuturnya.
Kegiatan penyuluhan Bintal ini sekaligus menjadi bentuk nyata perhatian pimpinan TNI terhadap pembinaan personel dan keluarganya. Dengan mengangkat isu-isu aktual yang menjadi tantangan sosial, Kodim 0806/Trenggalek berkomitmen memastikan prajurit dan keluarga besar TNI tetap berada pada jalur kehidupan yang sehat, disiplin, dan berintegritas, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat luas.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan