SOSIAL

  • SOSIAL

    PLN UIP JBTB Rayakan Puncak Hari Listrik Nasional ke-80 dengan Semangat Hijau dan Kepedulian Sosial

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Puncak peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 berlangsung meriah di lingkungan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB), Jumat (24/10).

    Mengusung tema “PLN Transformation Towards Green”, PLN UIP JBTB menghadirkan serangkaian kegiatan inspiratif yang tidak hanya menyoroti transformasi hijau, tetapi juga memperkuat semangat kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. (24/10/2025)

    Beragam kegiatan mewarnai perayaan HLN kali ini, mulai dari PLN Peduli Sesama (pemeriksaan kesehatan dan pembagian sembako untuk tukang becak), Beasiswa Generasi Cahaya Pintar (GENCAR) untuk mahasiswa Surabaya, Bakti Sosial Barber Cahaya Berdaya, Peresmian TPS Limbah B3, Green Action Day, hingga Fun Walk yang diikuti ratusan karyawan PLN UIP JBTB.

    Suasana hangat terasa sejak pagi ketika 50 abang becak dari sekitar kantor Ketintang, Surabaya, tiba dengan wajah penuh antusias.

    Mereka mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh tim medis Lab Pramita, sekaligus menerima bingkisan dan santunan yang diserahkan langsung oleh jajaran manajemen PLN UIP JBTB secara bergantian, berkolaborasi bersama YBM PLN UIP JBTB.

    Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi dan kepedulian PLN terhadap para pejuang roda kehidupan.

    Tak hanya itu, semangat berbagi juga tampak dalam kegiatan Barber Cahaya Berdaya, di mana 35 peserta menerima potongan rambut gratis mulai dari tukang becak, warga sekitar, hingga pegawai PLN sendiri.

    Suasana penuh keakraban dan kebersamaan membuat acara ini terasa istimewa, menghadirkan senyum dan rasa syukur dari para penerima manfaat.

    Masih dalam rangka HLN ke-80, PLN UIP JBTB melalui YBM PLN juga menyalurkan Beasiswa Generasi Cahaya Pintar (GENCAR) kepada 10 mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya, di antaranya UINSA, UNESA, UNAIR, dan UMS.

    Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh jajaran manajemen PLN UIP JBTB di halaman kantor, sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Keseruan semakin lengkap dengan kegiatan Fun Walk, yang diikuti oleh seluruh karyawan PLN UIP JBTB. Rute jalan sehat yang dilalui dipenuhi energi positif dan semangat kebersamaan.

    “Sepanjang rute jalan sehat, peserta menebar energi positif kepada masyarakat. Acara ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai wujud nyata komitmen PLN dalam berinovasi dan bertransformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan lestari,” ujar Otong Sugiono, Plh General Manager PLN UIP JBTB.

    Sebagai penutup, acara dimeriahkan oleh UMKM binaan YBM PLN yang turut memamerkan produk unggulan mereka, diiringi penampilan band internal PLN UIP JBTB yang membuat suasana semakin hidup dan penuh semangat.

    Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, PLN UIP JBTB menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan listrik bagi negeri, tetapi juga menyalakan cahaya kebaikan, harapan, dan keberlanjutan bagi masyarakat serta lingkungan. (Bgn)

  • AGAMA,  Keamanan,  Politik,  SOSIAL

    Golkar Sibolga Jalin Silaturahmi dengan Pendeta, Buktikan Kepedulian Nyata

    Golkar Sibolga Jalin Silaturahmi dengan Pendeta, Buktikan Kepedulian Nyata

    Sibolga, wartapenasatu.com – 25 Oktober 2025 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Sibolga menggelar kegiatan silaturahmi bersama para Pendeta se-Kota Sibolga, Provinsi Sumatra Utara, pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kegiatan bertajuk “Partai Golkar Mendengar” ini merupakan rangkaian acara dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Golkar ke-61.

    Acara yang digelar di Cafe Mukshin, Jalan Diponegoro, Kota Sibolga ini dihadiri oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori, S.H., M.AP., M.I.Kom., yang juga merupakan Pimpinan DPRD Kota Sibolga, Sekretaris DPD Partai Golkar, Nurdin Z, serta anggota DPRD Kota Sibolga dari Fraksi Golkar.

    Jamil Zeb Tumori dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi dan masukan dari para Pendeta terkait kinerja Partai Golkar dalam mendukung program Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga di bawah kepemimpinan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, dan Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing.

    “Ini bentuk komitmen kami,” ujar Jamil Zeb Tumori, menegaskan bahwa Partai Golkar Sibolga tidak ingin hanya dikenal sebagai partai politik semata, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam berbagai keadaan. Karena itu, rangkaian HUT Golkar tahun ini dikemas dalam format silaturahmi dan berbagi. Fraksi Golkar meminta masukan dari para Pendeta, Pastor, dan Ulama agar Fraksi ini semakin baik dan semakin peduli.

    Menyikapi acara tersebut, Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Sibolga, Pdt. Roni Nainggolan, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kinerja DPD II Partai Golkar Kota Sibolga. Ia menilai bahwa ini merupakan sesuatu yang baru di mana Partai Golkar secara politik mampu menunjukkan eksistensinya sebagai partai yang bersahabat dekat dengan berbagai elemen masyarakat dalam berbagai keadaan.

    Pdt. Roni Nainggolan juga menyambut baik langkah Partai Golkar Kota Sibolga yang dinilai tidak hanya membawa janji, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata.

    Laporan oleh: T. Sirait

  • Artikel,  SOSIAL

    Penataan Pantai Pandan: Pemkab Tapteng Tegaskan Tak Ada Penggusuran

    Penataan Pantai Pandan: Pemkab Tapteng Tegaskan Tak Ada Penggusuran

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com – 25 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Hasudungan P. Samosir, ST, MM, menegaskan bahwa pembangunan Jogging Track di Pantai Pandan bukanlah bentuk penggusuran masyarakat, melainkan upaya penataan kawasan pantai yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menarik minat wisatawan.

    Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Jumat, 24 Oktober 2025, Hasudungan P. Samosir menjelaskan bahwa pembangunan Jogging Track di Pantai Pandan dilakukan di atas lahan negara. Bersamaan dengan itu, Pemkab Tapanuli Tengah juga berencana membangun Area Food Court yang akan menjadi tempat relokasi bagi para pedagang di sekitar Pantai Pandan.

    “Sesuai dengan komitmen Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang manusiawi, beradab, dan berkeadilan,” ujar Hasudungan P. Samosir. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mendukung penataan kawasan Pantai Pandan sehingga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang ramah bagi masyarakat dan wisatawan.

    Dengan tertatanya Pantai Pandan, diharapkan akan menambah minat wisatawan atau pengunjung untuk datang berwisata ke Pantai Pandan. Hal ini tentunya berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat Tapanuli Tengah pada umumnya dan masyarakat di sekitar Pantai Pandan pada khususnya.

    Hasudungan P. Samosir juga mengharapkan masyarakat agar mendukung pembangunan ini untuk mewujudkan “Tapteng Naik Kelas, Adil Untuk Semua.” Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab atau hoaks.

    Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah, Winner Napitupulu, ST, MM, menegaskan bahwa tidak benar akan ada penggusuran. Yang ada adalah penataan Pantai Pandan yang bertujuan agar pemandangan di sepanjang pantai Pandan lebih indah dan menarik sehingga wisatawan berminat untuk berkunjung ke sana.

    “Disamping itu, penataan ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan para pelaku usaha di sekitar pantai Pandan,” tandas Winner Napitupulu.

    Laporan oleh: T. Sirait

  • Berita Duka,  Daerah,  SOSIAL

    Pemkab Tapteng Berupaya Carikan Solusi Terbaik Bagi TKS

    Pemkab Tapteng Berupaya Carikan Solusi Terbaik Bagi TKS

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com – 25 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah terus berupaya mencari solusi terbaik bagi para Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang terdampak kebijakan nasional penataan pegawai non-ASN. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, SKep, Ns, MKes, AKK, dalam keterangan pers pada Jumat, 24 Oktober 2025.

    Lisnawati Panjaitan menegaskan bahwa Pemkab Tapanuli Tengah memahami kondisi dan perasaan para TKS yang telah mengabdi dengan tulus selama ini. Meskipun para TKS telah dirumahkan sejak Februari 2025, Pemkab Tapanuli Tengah memastikan bahwa upaya untuk memberikan perhatian dan peluang kerja bagi mereka tetap berjalan.

    Kebijakan pemberhentian atau penataan tenaga kerja sukarela ini bukan merupakan keputusan pemerintah daerah semata, melainkan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa penataan pegawai non-ASN harus diselesaikan paling lambat Desember 2024, dan instansi pemerintah tidak lagi diperbolehkan mengangkat pegawai non-ASN di luar PNS dan PPPK.

    Sebagai tindak lanjut dari ketentuan itu, Bupati Tapanuli Tengah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 10.3.4.2/172/2025 tanggal 14 Januari 2024, tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor: 100.3.2.4./96/2025 mengenai penyelesaian penataan pegawai non-ASN di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa Pemkab tidak memperpanjang masa kerja dan tidak mengalokasikan anggaran bagi tenaga non-ASN yang tidak memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat.

    Pemkab Tapanuli Tengah telah mengajukan surat resmi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada 15 September 2025. Surat tersebut bertujuan untuk meminta pertimbangan dan saran terkait status TKS yang tidak terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Lisnawati Panjaitan bahkan menyebut dirinya telah datang langsung ke kantor Kementerian PANRB di Jakarta untuk memastikan kejelasan dan mencari solusi terbaik bagi para tenaga kerja sukarela di daerahnya.

    Pemkab Tapanuli Tengah juga menyiapkan strategi jangka menengah dengan mendorong percepatan penerapan status BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) di seluruh Puskesmas dan rumah sakit daerah. Dengan sistem BLUD, rekrutmen tenaga kerja dapat dilakukan lebih fleksibel, sesuai kebutuhan pelayanan, dan tetap dalam koridor transparansi. Selain itu, Pemkab juga membuka peluang bagi para TKS untuk mengikuti seleksi ASN, baik melalui jalur CPNS maupun PPPK dari formasi umum jika tersedia.

    Lisnawati Panjaitan juga menambahkan, pembangunan Rumah Sakit Sipeapea dan penguatan layanan di RSUD Pandan merupakan bagian dari strategi Pemkab Tapanuli Tengah untuk memperluas akses kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru. Ia mengimbau agar para TKS tetap bersabar dan tidak kehilangan semangat, karena pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi mereka. Seluruh kebijakan yang diambil Pemkab Tapanuli Tengah berlandaskan keseimbangan antara ketaatan hukum, efektivitas pemerintahan, dan keadilan sosial bagi masyarakat.

    Laporan oleh: T. Sirait

  • Berita Duka,  Daerah,  hukum,  Kepolisian,  SOSIAL

    Ironi di Tapteng: TKS Menuntut Kejelasan, Bupati Asyik dengan Durian

    Ironi di Tapteng: TKS Menuntut Kejelasan, Bupati Asyik dengan Durian


    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com –  25 Oktober 2025 – Gelombang aspirasi menggema di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, pada Kamis (23/10/2025). Sejumlah Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapteng menggelar aksi unjuk rasa damai, menuntut kejelasan status kepegawaian mereka. Namun, ironi mencuat ketika Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, justru dikabarkan menikmati buah durian di sebuah tempat wisata, memicu kekecewaan mendalam di kalangan para TKS.

    Aksi unjuk rasa ini diawali dengan upacara sederhana, di mana para TKS menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan penuh semangat. Lantunan lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman itu seolah membangkitkan kembali semangat kemerdekaan yang berkobar pada 17 Agustus 1945. Tak sedikit dari para TKS yang meneteskan air mata, terharu dengan makna mendalam dari lagu tersebut.

    Usai menyanyikan lagu kebangsaan, para TKS melanjutkan aksi mereka dengan menyampaikan orasi-orasi yang berisi tuntutan kejelasan status kepegawaian. Mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Masinton Pasaribu untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun, harapan itu pupus ketika hanya disambut oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tapteng.

    Kekecewaan para TKS semakin memuncak ketika beredar kabar bahwa Bupati Masinton Pasaribu tengah menikmati buah durian di Kacamata Tukka, sebuah tempat wisata yang cukup populer di Tapteng. Kabar ini tersebar melalui siaran langsung (real-time) yang membuat para TKS merasa diabaikan dan tidak dihargai. Histeris dan tangisan pun tak terhindarkan.

    Di tengah situasi yang memanas, dua mobil melintas di depan Kantor Bupati. Para TKS mencoba menghentikan mobil tersebut dan ternyata di dalamnya terdapat Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani, beserta Ketua Fraksi Gerindra, Deni Herman Hulu, dan Willy Saputra Silitonga. Mereka turun dari mobil dan menemui para TKS untuk mendengarkan aspirasi mereka.

    Ahmad Rivai Sibarani kemudian meminta kepada Satpol PP untuk menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan yang dapat memberikan keterangan yang jelas kepada para TKS. Ia juga mengingatkan bahwa DPRD Tapteng telah memberikan rekomendasi kepada Bupati terkait status TKS sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Dalam kesempatan itu, Willy Saputra Silitonga mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan memiliki dana rutin sebesar 85 miliar rupiah. Namun, para TKS justru mengaku hanya menerima honor sebesar Rp. 150 ribu, Rp. 100 ribu, atau bahkan hanya Rp. 50 ribu per bulan, yang bersumber dari Jasa Pelayanan Kesehatan (Jaspel).

    Aksi unjuk rasa ini berlangsung hingga malam hari. Para TKS tetap bertahan di depan Kantor Bupati, berharap dapat bertemu dengan Bupati Masinton Pasaribu. Namun, harapan itu kembali pupus ketika mereka mendapat informasi bahwa Bupati telah keluar dari rumah dinasnya. Dengan rasa kecewa yang mendalam, para TKS menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” ciptaan Kusbini sebelum akhirnya membubarkan diri.

    Laporan oleh: Torang Sirait

  • Militer,  SOSIAL

    Persit Manunggal Posyandu dan BKB Wujud Sinergi Cegah Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA | Humas BKKBNKomando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menggelar kegiatan “Advokasi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK Menuju Keluarga Sehat Indonesia Emas 2045”, Kamis (23/10/2025).

    Acara ini dihadiri langsung Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya, Ibu Vira Rudy Saladin, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M.

    Turut hadir para pejabat utama Kodam V/Brawijaya, di antaranya Brigjen TNI Zainul Bahar (Irdam V/Brawijaya), Brigjen TNI Ramli (Kapoksahli Kodam V/Brawijaya), dan Brigjen TNI Danny Alkadrie (Danrem 084/Bhaskara Jaya), serta para Danrem jajaran.

    Hadir pula para Ketua Persit KCK Koordinator Cabang 081 hingga 084, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta narasumber dari Bina Kesehatan, dr. Wari, dan akademisi dari Universitas Airlangga, Dr. Dewi Retno.

    Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Persit Manunggal Posyandu dan BKB merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas keluarga melalui pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

    “Kita tidak hanya bicara tentang jumlah penduduk, tetapi kualitasnya. Fokus kami adalah bagaimana memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang berkualitas. Inilah wujud nyata kolaborasi antara BKKBN dan Persit dalam membangun keluarga sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

    Maria menjelaskan, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan capaian baik dalam penurunan prevalensi stunting.

    “Capaian kita 14,7 persen, jauh di bawah rata-rata nasional 19,8 persen. Ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, terutama peran aktif Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) yang didukung para kader Persit,” jelasnya.

    Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TNI, Persit, dan BKKBN. Ia menilai kegiatan Posyandu dan BKB menjadi fondasi penting dalam membina tumbuh kembang anak.

    “Kegiatan ini merupakan investasi nyata untuk masa depan bangsa. Di sinilah kita membina dan memelihara tumbuh kembang anak secara optimal. Pengasuhan 1000 HPK adalah masa emas yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” tutur Pangdam.

    Rudy menambahkan, pencegahan stunting dan peningkatan kualitas keluarga harus menjadi gerakan bersama.

    “Persit siap menjadi bagian dari solusi dalam mendukung program nasional penurunan stunting. Ini bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan program SIDUDU (Sistem Informasi Kependudukan Terpadu) Tahun Anggaran 2025, sebuah inovasi digital untuk memperkuat tata kelola data kependudukan dan pelayanan sosial yang lebih efektif.

    Melalui sistem ini, data ibu hamil, balita, dan keluarga binaan dapat dikelola secara real time sehingga intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.

    “SIDUDU merupakan langkah maju menuju pelayanan publik modern yang berpihak pada rakyat. Data yang akurat akan membantu kita mendeteksi lebih dini berbagai permasalahan sosial dan kesehatan keluarga,” ujar Pangdam.

    Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat peran Babinsa di lapangan dalam mendampingi kader Posyandu dan BKB.

    “Para Babinsa selama ini berperan aktif memberikan pendampingan kepada kader-kader KB dan Posyandu di desa. Ke depan, kita perlu meningkatkan asistensi agar pendampingan di lapangan semakin efektif,” pungkas Mayjen Rudy Saladin.

    Melalui kegiatan Persit Manunggal Posyandu dan BKB, diharapkan sinergi antara TNI, BKKBN, pemerintah daerah, dan masyarakat terus berlanjut untuk mewujudkan keluarga sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.*** (Bgn)

  • Hiburan,  Keamanan,  Kepolisian,  SOSIAL

    Nekat Curi Puluhan Motor, Dua Pria Tampan Ini Digelandang Ke Mapolres Kobar

    Nekat Curi Puluhan Motor, Dua Pria Tampan Ini Digelandang Ke Mapolres Kobar

    Polres Kobar, wartapenasatu.com – Polsek Pangkalan Banteng jajaran Polres Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil mengamankan dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yakni RA dan ILS yang merupakan warga Kec. Pangkalan Banteng.

    Hal ini dibeberkan Kapolres Kobar AKBP Theodorus Priyo Santosa, S.I.K., dalam press releasenya pada Kamis (23/10/2025) sore yang menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan kedua pelaku telah melakukan pencurian di berbagai tempat yakni diantaranya di Kec. Pangkalan Banteng, Kec. Pangkalan Lada dan Kec. Arut Selatan, Kab. Kobar, Prop. Kalteng.

    “Jadi dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, tersangka ini kerap melakukan pencurian diantaranya empat TKP di Kec. Pangkalan Banteng dimulai sejak 30 Juli 2025 sampai dengan 14 Oktober 2025,” beber Kapolres.

    Selain itu, lanjut Kapolres, ada tujuh TKP di Kec. Pangakalan Lada dimulai sejak 31 Maret 2025 sampai dengan 17 Oktober 2025. Serta di Kec. Arsel sebanyak satu TKP yakni pada tanggal 16 Oktober 2025.

    Orang nomor satu di Polres Kobar ini juga menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan kedua pelaku yakni dengan melakukan pencurian pada rentang waktu menjelang subuh dengan sasaran kendaraan bermotor yang terparkir di halaman dalam kondisi tidak terkunci stang maupun kunci masih menempel pada kendaraan.

    “Saat ini sudah ada 12 Kendaraan yang berhasil teridentifikasi dari 80 kendaraan yang kami amankan, Dan akan terus kami kembangkan secara lanjut,” tambah Kapolres.

    Lebih lanjut, Kapolres mengimbau kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat apabila ada yang mengalami kehilangan kendaraan bermotor selama kurun waktu satu 2024 – 2025 dapat melakukan pengecekan ke Polres Kobar.

    “Bagi masyarakat dapat melakukan pengambilan kendaraan dengan syarat membawa kelengkapan surat tanda kepemilikan kendaraan dan dapat diambil tanpa biaya apaun atau gratis,” imbuh Kapolres.

    Saat ini pelaku berikut barang bukti telah diamankan Polres Kobar guna pemeriksaan lebih lanjut.

    Guna mempertanggungjawabkan perbuataanya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 Ayat (2) KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

  • Artikel,  Daerah,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Semarak PSBD VII: Etnis Batak Toba Siap Memukau dengan Ragam Atraksi Budaya

    Semarak PSBD VII: Etnis Batak Toba Siap Memukau dengan Ragam Atraksi Budaya

    Batu Bara, wartapenasatu.com – Kabupaten Batu Bara bersiap menyambut gelaran akbar Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) VII Tahun 2025. Sebuah perayaan keberagaman etnis dan kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat. Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, SE, M.AP, dengan antusias mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut hadir dan berpartisipasi dalam acara yang sarat makna ini.

    “Sebagai ajang kebanggaan kita bersama, PSBD menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang harus terus kita jaga dan wariskan. Saya mengajak seluruh masyarakat Batu Bara untuk hadir, berpartisipasi, dan menunjukkan semangat cinta budaya daerah. Bersatu dalam keberagaman, kuat dalam kebersamaan,” seru Syafrizal dengan nada penuh semangat. Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya sebagai identitas daerah.

    Untuk ketujuh kalinya, Kabupaten Batu Bara kembali menggelar PSBD yang akan diikuti oleh seluruh etnis yang bermukim di daerah tersebut. Setiap etnis akan menampilkan keunikan dan kekhasan budayanya masing-masing, menciptakan harmoni dalam keberagaman. Salah satu etnis yang sangat antusias menyambut PSBD VII adalah etnis Batak Toba.

    Ketua Etnis Batak Toba, Raju Piter Napitupulu, melalui Humasnya Erwin T.P. Panjaitan, menyampaikan bahwa pihaknya siap berpartisipasi penuh dalam kegiatan budaya tahunan ini. “Kita siap berpartisipasi secara total. Stand Batak Toba yang bercorak rumah adat sudah berdiri di Lapangan Bola Indra Sakti, lokasi penyelenggaraan PSBD VII tahun ini,” ujar Panjaitan dengan bangga. Persiapan yang matang ini menunjukkan keseriusan etnis Batak Toba dalam menyukseskan PSBD VII.

    Etnis Batak Toba akan mendapat giliran tampil penuh pada Rabu, 5 November 2025, dengan berbagai atraksi budaya khas yang sarat nilai tradisi. Penampilan akan diisi dengan tor-tor Batak Toba yang dibawakan oleh SMK Teladan Indra Pura, Sanggar Tari Marni Boru Simanungkalit, Wirda Boru Butar-Butar, serta berbagai atraksi menarik seperti martumba, sipitu cawan (pangurason), Sigale-gale, sihutur sanggul, dan tortor massal etnis Batak Toba. Ragam atraksi ini akan memukau penonton dengan keindahan dan keunikan budaya Batak Toba.

    Untuk menambah kemeriahan acara, pihak panitia juga menghadirkan Eric Sihotang, artis Batak Toba asal Jakarta, sebagai bintang tamu utama. Kehadiran Eric Sihotang diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai dan menghargai budaya Batak Toba.

    Sebagai simbol penghormatan, sebelum penampilan sejumlah atraksi budaya, etnis Batak Toba juga akan melakukan penyerahan Tongkat Tunggal Panaluan kepada Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian. Tongkat Tunggal Panaluan merupakan simbol kekuasaan dan kebijaksanaan dalam adat Batak Toba. Penyerahan tongkat ini merupakan wujud penghormatan etnis Batak Toba kepada pemerintah daerah. Panjaitan pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya etnis Batak Toba, untuk hadir dan turut memeriahkan PSBD VII Tahun 2025 sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya daerah.

  • Artikel,  Daerah,  hukum,  SOSIAL

    Perpisahan di Toba, Harapan di Semarang: Kajari Dohar Nainggolan Mengemban Amanah Baru

    Perpisahan di Toba, Harapan di Semarang: Kajari Dohar Nainggolan Mengemban Amanah Baru

    Toba, wartapenasatu.com – saat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Toba, Dohar Nainggolan, berpamitan kepada masyarakat dan insan pers. Sebuah babak baru akan segera dimulai dalam kariernya, dengan tugas baru menanti di Kejaksaan Negeri Semarang. Perasaan haru dan harapan bercampur menjadi satu, mewarnai suasana perpisahan yang dikemas dalam acara sederhana coffee morning di Kantor Kejari Toba.

    Dalam ungkapan yang tulus, Dohar Nainggolan menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama dua tahun bertugas di Kabupaten Toba. “Sebagai manusia, tentu tidak lepas dari kekurangan. Datang tampak muka, pulang tampak punggung. Terima kasih atas segala bentuk kerja sama yang telah kita rajut bersama,” ujarnya dengan nada yang penuh kehangatan. Kata-kata ini mencerminkan kerendahan hati seorang pemimpin yang menyadari bahwa kesuksesan sebuah institusi tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

    Pemerintah Kabupaten Toba turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Dohar Nainggolan selama bertugas. Kadis Kominfo Toba, Sesmon Butarbutar, mengakui pentingnya peran insan pers dalam pembangunan daerah. Ia berharap, ke depan, kerja sama antara pemerintah daerah dan media dapat terus ditingkatkan. “Kesempatan untuk temu pers memang belum terlaksana karena adanya kegiatan lain yang sangat mendesak. Namun, kami akan mengusulkan kembali kepada pimpinan agar acara temu pers di pemerintahan Bupati Effendi-Murphy dapat segera terwujud,” janjinya.

    Senada dengan Sesmon, Plt Kepala Badan Kesbang Toba, Freddi Panjaitan, mengakui bahwa institusinya belum memiliki program pembinaan yang terstruktur bagi insan pers. Namun, ia berkomitmen untuk merancang program-program yang dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan media. “Saat ini, kami hanya dapat menyampaikan terima kasih atas pengabdian Pak Kajari Dohar Nainggolan di Kabupaten Toba. Selamat bertugas di tempat yang baru, di Kejaksaan Negeri Semarang,” tuturnya.

    Mewakili suara para wartawan, Johan Pangaribuan menyampaikan apresiasi atas kinerja Dohar Nainggolan selama bertugas di Toba. Ia berharap, pengganti Dohar Nainggolan dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta menjalin kerja sama yang erat dengan insan pers. “Akhir kata, kami hanya dapat mengucapkan selamat bertugas di kantor yang baru. Semoga pengganti nanti dapat melanjutkan program kerja sama yang telah dirintis oleh Pak Dohar,” ucapnya dengan penuh harap.

    Perpisahan ini bukan hanya sekadar perpisahan fisik, tetapi juga perpisahan emosional. Selama dua tahun bertugas di Toba, Dohar Nainggolan telah menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat dan insan pers. Ia telah menjadi bagian dari keluarga besar Toba, dan kepergiannya meninggalkan kesan yang mendalam. Namun, di balik kesedihan perpisahan, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih baik.

    Semarang menanti kehadiran Dohar Nainggolan dengan tangan terbuka. Tugas baru yang diemban adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan pengalaman dan dedikasi yang telah teruji, Dohar Nainggolan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan Kejaksaan Negeri Semarang, serta membawa semangat baru dalam penegakan hukum di wilayah tersebut.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Kepolisian,  Kriminal,  SOSIAL

    Polsek Sabangau Tangani Laporan Dugaan Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur

    Polsek Sabangau Tangani Laporan Dugaan Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) II Polsek Sabangau Polresta Palangka Raya menerima laporan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Selasa (21/10/2025) malam.

    Laporan tersebut diterima sekitar pukul 23.00 WIB di Mapolsek Sabangau, Jalan Mahir Mahar.Berdasarkan keterangan awal, peristiwa itu dilaporkan oleh seorang wanita berinisial E.F.Y. (48), yang melaporkan dugaan pencabulan terhadap anaknya, T.P.P. (11), oleh seorang pria berinisial A.T. (44).

    Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, pelapor mendapati anaknya bersama terlapor di dalam kamar.

    Berdasarkan pengakuan korban, perbuatan tersebut telah dilakukan terlapor sebanyak empat kali, tiga kali di Mess perusahaan sawit di Kecamatan Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, dan satu kali di rumah korban di Kelurahan Sabaru.

    “Korban juga mengaku sempat mendapat ancaman dari terlapor agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya,” terang Kapolsek.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, KA SPKT II bersama anggota piket langsung membawa terlapor ke Mapolresta Palangka Raya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palangka Raya.

    Kapolsek Sabangau memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Unit PPA guna penanganan lanjutan terhadap korban, termasuk pendampingan psikologis dan medis sesuai prosedur perlindungan anak.

    “Polsek Sabangau bersama Unit PPA Polresta Palangka Raya berkomitmen menangani kasus ini dengan profesional, cepat, dan berkeadilan. Perlindungan terhadap anak adalah prioritas utama kami,” tegasnya, Rabu (22/10/2025).

    Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi kejadian maupun di Polsek Sabangau terpantau aman dan kondusif.

    Menyikapi itu, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. pun mengapresiasi respon cepat personel di lapangan dan menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.

Wartapenasatu.com @2025