SOSIAL

  • Berita Duka,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Kriminal,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Partai Ummat tegakkan keadilan 

    Partai Ummat tegakkan keadilan 

    Ummat Berduka, Aparat Diminta Bertanggung Jawab Kematian Affan Di Jakarta

    jakarta media wartapenasatu.com Partai Ummat tegakkan keadilan  berduka atas meninggalnya Affan Kurniawan dalam peristiwa tragis pada demonstrasi yang terjadi di gerbang gedung MPR/DPR RI, Kamis kemarin (28/8).

    Partai Ummat menyayangkan terjadinya tragedi tersebut dan berharap tidak terulang kembali. serta meminta aparat bertanggung jawab atas kematian Affan yang terlindas oleh kenderaan dinas petugas.

    “Kami dari Partai Ummat ikut berduka atas meninggal saudara kita Affan Kurniawan, dan mendoakan segala amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT, diampuni kesalahannya serta diganjar ” ucap Ridho Rahmadi, Ketua Umum DPP Partai Ummat.

    Dan kepada keluarganya, lanjut Ridho diberikan kesabaran dan ketabahan.Partai Ummat mengungkapkan demonstrasi dalam pekan ini, cermin nyata dari kegelisahan rakyat, buruh, mahasiswa, pelajar, dan lapisan masyarakat banyak bersuara lantang agar hak-hak mereka didengar.

    Teriakan di jalanan bukanlah tindakan kriminal, melainkan panggilan nurani bangsa yang mendambakan keadilan. Partai Ummat menyayangkan bahwa penyampaian aspirasi rakyat berulang kali berujung dengan kekerasan. Negara semestinya menjadi pelindung rakyat, bukan pihak yang menakut-nakuti rakyatnya.

    “Rakyat tidak boleh dihadapkan pada intimidasi ketika menuntut keadilan. Suara rakyat adalah amanat konstitusi yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Tahun1945.

    “Partai Ummat berdiri di sisi rakyat, menolak segala bentuk kezaliman seperti penggunaan kekerasan kepada demonstran, dan menyerukan agar aspirasi rakyat didengar dan disikapi dengan bijaksana.” ujar Ridho.

    Partai Ummat juga menolak keras segala bentuk stigmatisasi. Mahasiswa dan pelajar adalah bagian dari nurani bangsa. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa gerakan mahasiswa selalu hadir dalam momen-momen penting perjuangan bangsa, dari 1908, 1928, 1945, hingga 1998.

    Ancaman

    “Aspirasi buruh, mahasiswa, dan rakyat kecil bukan ancaman bagi negara, melainkan peringatan bahwa kebijakan yang dibuat harus berpihak kepada keadilan. Mengkriminalisasi suara rakyat sama saja dengan mengkhianati amanat reformasi dan demokrasi.” ujar Ridho.

    Demonstrasi adalah tanda bahwa kanal formal penyampaian aspirasi tidak berjalan dengan baik. Ketika rakyat memilih turun ke jalan, itu berarti suara mereka tidak didengar di ruang-ruang resmi kekuasaan.

    Partai Ummat mendorong agar pemerintah dan DPR membuka Dialog Nasional yang jujur, terbuka, dan bermartabat dengan perwakilan rakyat—khususnya buruh, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil.

    Isu-isu utama yang disuarakan oleh demonstrasi harus ditanggapi secara serius seperti keharusan para pejabat baik legislatif maupun eksekutif untuk lebih memiliki empati dengan kesulitan rakyat saat ini.

    Sederhana

    Selain itu, kata Ridho dengan hidup sederhana di tengah penderitaan rakyat termasuk penghapusan tunjangan yang memberatkan anggaran negara penghapusan outsourcing dan kerja kontrak yang merugikan buruh.

    Perlindungan dan upah yang adil serta layak bagi seluruh pekerja, reformasi sistem perpajakan yang lebih berkeadilan, penguatan kedaulatan ekonomi nasional agar tidak tergantung pada modal asing. Kebijakan pendidikan yang membebaskan generasi muda dari beban biaya yang mencekik sehingga menimbulkan pengangguran dimana mana ?.

    Partai Ummat mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, aparat keamanan, penyelenggara aksi, media, dan masyarakat luas—untuk menjaga persatuan, mengedepankan dialog, dan menolak segala bentuk kekerasan Dan pelanggaran HAM.

    Demonstrasi adalah hak rakyaty yang dilandasi oleh kepedulian masa depansnak cucu cicit kita. Demokrasi merupakan tanda cinta rakyat pada bangsanya. Tugas negara, mendengar , merangkul, dan menjawab aspirasi itu dengan kebijakan yang adil.

    Hanya dengan keadilan, bangsa Indonesia akan berdiri tegak. Hanya dengan keberpihakan pada rakyat, Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dengan berkeadilan, dan bermartabat

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    PANGELARAN WAYANG KULIT “KEMBANG DEWA RETNO” MEREFLEKSIKAN BUDAYA DAN PERADABAN BANGSA”

    Jawa Tengah wartapenasatu.com

    Pagelaran Wayang Kulit “Kembang Dewo Retno”*

    Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) Boyolali bekerjasama dengan Sanggar Gondangrawe Manunggal akan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Kembang Dewo Retno” pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, jam 20.00 WIB, di Gondangrawe, RT 09, RW. 20, Andong, Boyolali.

    Latar Belakang

    Wayang kulit adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang mengandung pesan moral dan filosofi kehidupan. Masyarakat dapat belajar tentang kebajikan, keadilan, dan aneka kearifan melalui pertunjukan wayang. Namun, keberadaan wayang kulit mulai memudar seiring dengan perkembangan teknologi digital yang serba instan.

    Tujuan Pagelaran

    Pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT JAKER ke-32 dan HUT RI yang ke-80. Tujuan pagelaran ini adalah sebagai media untuk merefleksikan capaian dari JAKER selama 32 tahun dan sebagai refleksi budaya dan peradaban bangsa Indonesia selama 80 tahun.

    Lakon “Kembang Dewo Retno”

    Lakon “Kembang Dewo Retno” adalah sebuah cerita wayang yang bersumber dari kisah Ramayana versi Jawa. Cerita ini mengandung pesan bahwa kekuatan sejati berpihak pada kebenaran dan keadilan, bukan keserakahan dan kekuasaan.

    Diskusi Wayang

    Sebelum pagelaran wayang, akan diadakan diskusi wayang pada 23 Agustus 2025, jam yang 19.30 WIB. Diskusi ini akan menghadirkan dalang Ki Aryo Pranowo, budayawan AJ Susmana, Ki Jumar, dan Muhammad Ma’ruf.

    Pagelaran Wayang

    Pagelaran wayang kulit ini akan dimeriahkan oleh dalang Ki Aryo Pranowo. Pagelaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan warisan leluhur.

    Kesimpulan

    Dengan diadakannya pagelaran wayang kulit “Kembang Dewo Retno”, JAKER Boyolali berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan warisan leluhur. Pagelaran ini merupakan sebuah langkah penting dalam mempromosikan budaya dan warisan Indonesia.

    Partisipasi Masyarakat

    Masyarakat Boyolali dan sekitarnya dapat menghadiri pagelaran wayang kulit ini untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang budaya dan warisan leluhur. Pagelaran ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antara masyarakat dan JAKER Boyolali.

    Pesan Moral

    Pagelaran wayang kulit “Kembang Dewo Retno” mengandung pesan moral yang sangat penting bagi masyarakat. Cerita ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebenaran, keadilan, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup.

    “Nok Srie”Melaporkan”

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    LESTARIKAN WARISAN NUSANTARA JAKER GELAR WAYANG KULIT “KEMBANG DEWO RETNO”

    Jawa Tengah   wartapenasatu.com

    Pagelaran Wayang Kulit “Kembang Dewo Retno” Meriahkan HUT JAKER ke-32 dan HUT RI ke-80

    Boyolali – Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) Boyolali bekerja sama dengan Sanggar Gondowangso Manunggal menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon “Kembang Dewo Retno”, Selasa (26/8/2025) malam. Pagelaran ini digelar di Gondowangso, RT 09, RW 20, Andong, Boyolali mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan dalang Ki Aryo Pranowo.

    Wayang kulit dipilih bukan sekadar hiburan, melainkan sarana refleksi budaya, moral, dan filosofi kehidupan. Kisah dalam pertunjukan wayang sarat dengan nilai kebajikan, keadilan, dan kearifan lokal, sekaligus menjadi simbol ketahanan budaya Indonesia. Melalui lakon “Kembang Dewo Retno”, masyarakat diajak untuk merenungi pesan bahwa kekuatan sejati berpihak pada kebenaran dan keadilan, bukan pada keserakahan serta ambisi kekuasaan.

    Acara tersebut juga menghadirkan diskusi budaya pada Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 19.30 WIB. Diskusi melibatkan sejumlah pembicara, di antaranya Ki Aryo Pranowo, budayawan dan sastrawan AJ Susmana, sesepuh sanggar Gondowangso Ki Jumar, serta Ketua JAKER Boyolali Muhammad Ma’ruf. Diskusi ini diharapkan memperdalam makna filosofi wayang sekaligus memperkuat narasi kebudayaan rakyat.

    Lakon “Kembang Dewo Retno” sendiri bersumber dari kisah Ramayana versi Jawa, yang mengisahkan perebutan bunga pusaka sebagai simbol kemenangan perang Sari Kudup Palwangsagara. Bunga pusaka tersebut awalnya dijaga oleh Batara Danapati, namun dicuri Rahwana demi ambisi kekuasaan. Atas restu Batara Guru, seekor kumbang kemudian diubah menjadi kera sakti bernama Kapi Pramuja untuk membantu Sri Rama merebut kembali bunga itu.

    Dalam alur cerita, Kapi Pramuja berhasil menyusup ke Alengka dan mencuri bunga pusaka. Namun Rahwana murka dan memerintahkan Patih Prahasta mengejar sang kera. Pertarungan sengit pun terjadi, hingga akhirnya Prahasta tewas di tangan Anila, salah satu pasukan Rama. Setelah berhasil, Kapi Pramuja menyerahkan bunga pusaka kepada Sri Rama, yang sekaligus menegaskan pesan moral tentang kemenangan keadilan atas keserakahan.

    Ketua JAKER Boyolali, Muhammad Ma’ruf, menegaskan bahwa pagelaran wayang kulit ini merupakan bagian dari komitmen JAKER dalam melestarikan budaya nusantara. “Wayang kulit bukan hanya seni pertunjukan, tapi juga cermin perjalanan bangsa. Melalui acara ini, kami ingin memperkuat kesadaran budaya masyarakat di tengah tantangan era digital,” ujarnya.

    Pagelaran wayang ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT JAKER ke-32 dan HUT RI ke-80. Dalam dua momentum penting tersebut, JAKER ingin menegaskan perannya sebagai garda kebudayaan rakyat, sekaligus menjadikan wayang kulit sebagai media refleksi perjalanan bangsa Indonesia selama delapan dekade merdeka.

    Dengan penuh semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap wayang kulit. Lebih dari sekadar hiburan, pagelaran ini menjadi ruang edukasi, pelestarian, dan penguatan jati diri bangsa, sehingga wayang tetap hidup sebagai warisan budaya adiluhung Indonesia di tengah perubahan zaman.

  • Daerah,  Hiburan,  Nasional,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    I.K.M.C.I.S 25 TAHUN MENJAGA SILAHTURAHMI DAN KEBERSAMAAN WARGA MINANG DI PERANTAUAN

    WARTA PENASATU.COM – Jakarta, Ikatan Keluarga Minang Cinere dan Sekitar (IKMCIS) menggelar acara Milad ke-25 sekaligus merayakan HUT ke-80 Repupblik Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2025. Acara tersebut bertempat di Gedung Aula Serbaguna Masjid Al Azkar, Karang Tengah, Jakarta Selatan, dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.


    IKMCIS, yang berdiri sejak tahun 2000, kini genap berusia 25 tahun. Organisasi ini bermula dari ide kreatif tujuh orang pendiri asal Minang yang dengan gigih mengembangkan IKMCIS hingga menjadi besar seperti sekarang. Saat ini, IKMCIS diketuai oleh H. Amiruddin Sebagai ketua umum, Wakil ketua oleh Akhiruman ( Man Shago ), Sekretaris oleh Yerniwati.S.Pd. dan wakil sekretaris oleh Ricky Firdaus.Dalam rangka memeriahkan Milad, Ketua IKMCIS mengimbau seluruh anggota, baik yang aktif maupun tidak, untuk hadir. Selain itu, sekitar 40 organisasi Minang dari berbagai suku di Jabodetabek turut diundang.

    Acara diawali dengan iring-iringan Bajamba dari Bundo Kanduang yang diiringi musik tradisional Tambua khas Minang saat memasuki aula gedung. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan dari Ketua IKMCIS, serta berbagai pertunjukan tari tradisional dan musik Minang yang menambah semarak suasana.

    “Semoga dengan semangat kebersamaan, kita bisa saling mengenal, saling menjaga, saling kompak, dan saling bergotong royong menolong sesama perantau. Sekaligus, ini bisa mempererat tali silaturahmi dan menyatukan sesama orang Minang, apalagi yang berada di perantauan,” ujar Ketua IKMCIS.


    Salah satu anggota IKMCIS berharap agar IKMCIS tetap berdiri kokoh dan anggotanya terus bertambah dari generasi ke generasi.

  • Artikel,  Bencana,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Kriminal,  Kuliner,  Nasional,  Opini,  Politik,  SOSIAL

    PEDAGANG KOPI PINGGIR JALAN TERHIMPIT ATURAN RUKO DAN RAZIA DISHUB

    Jakarta wartapenasatu.com

    Keresahan Penjual Kopi Pinggir Jalan Terhimpit Aturan Baru

     

    Para penjual kopi pinggir jalan kembali menghadapi tantangan berat. Sejak hadirnya dua kafe baru di kawasan Ruko Inkopal, mereka kini dibatasi oleh aturan pengelola yang melarang berjualan setelah pukul 15.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB Aturan ini membuat para pelaku UMKM, khususnya pedagang kecil, semakin kesulitan mencari rezeki untuk menghidupi keluarganya.

     

    Salah satu pedagang kopi, Ibu Nok Srie, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pembatasan jam berjualan justru mematikan usaha kecil yang sudah sejak lama hadir dan menjadi alternatif bagi masyarakat. “Bagaimana UMKM bisa berkembang kalau setiap langkah kami dibatasi? Kami hanya ingin mencari nafkah dengan cara yang halal,” ujarnya.

     

    Kesulitan yang dirasakan para pedagang tidak berhenti sampai di situ. Selain aturan pengelola ruko, mereka juga harus berhadapan dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) yang kerap melakukan penertiban kendaraan di sekitar lokasi. Tidak jarang, mobil pembeli yang hanya berhenti sebentar untuk membeli minum pun diangkut, bahkan dikenakan denda. Hal ini membuat pembeli enggan singgah, dan berdampak langsung pada menurunnya pendapatan pedagang.

     

    Ibu Nok Srie menilai alasan yang disampaikan pihak berwenang sering kali tidak masuk akal. Menurutnya, mobil yang sekadar berhenti sebentar untuk membeli kopi tidak semestinya dianggap pelanggaran lalu lintas. “Mereka selalu punya alibi, padahal yang jelas-jelas terjadi adalah UMKM kecil seperti kami yang jadi korban,” ungkapnya dengan nada kecewa.

     

    Padahal, pemerintah selalu mendorong UMKM untuk tumbuh sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Presiden dan jajaran kementerian berulang kali menyampaikan pentingnya menciptakan “lumbung kedua” melalui pemberdayaan ekonomi kecil dan menengah. Namun, di lapangan, para pelaku UMKM justru sering dihadapkan pada kebijakan yang membatasi ruang gerak mereka.

     

    Kondisi ini semakin ironis karena para pedagang kecil sesungguhnya ikut berkontribusi dalam menghidupkan kawasan sekitar. Kehadiran mereka menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan minuman murah dan suasana sederhana, berbeda dengan kafe modern yang segmentasinya terbatas. “Kami tidak menolak keberadaan kafe baru, tapi jangan sampai keberadaan kami dimatikan dengan aturan yang tidak berpihak,” tambah Ibu Nok Srie.

     

    Para pedagang berharap ada solusi yang lebih bijaksana dari pengelola maupun pemerintah daerah. Mereka meminta agar UMKM tetap diberi ruang untuk berusaha tanpa harus tertekan oleh aturan yang merugikan. Dengan begitu, kehadiran kafe modern dan pedagang kecil bisa berjalan berdampingan, saling menghidupkan, bukan saling mematikan

    “Nok Srie”Melaporkan

    Dishub yang angkut truk beli minum i

  • Artikel,  Daerah,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    MENGHADANG KUBILAI KHAN DISKUSI DAN BEDAH BUKU UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LITERASI

    Jawa Timur  wartapenasatu.com

    Diskusi & Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” di Kudus: Menghidupkan Tradisi Literasi dan Ruang Publik

    Kudus, Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-32 Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER), JAKER Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyelenggarakan acara Diskusi dan Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana. Acara akan berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan ini akan menghadirkan langsung sang penulis, AJ Susmana, yang akan berbagi pandangan mengenai isi bukunya sekaligus memberikan refleksi atas peristiwa sejarah yang diangkat. Selain itu, hadir pula dua narasumber terkemuka, yaitu Adhitia Armitrianto selaku Ketua JAKER Jawa Tengah, serta Imam Khanafi dari Pojok Kliping & Phos Collective. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menajamkan diskusi.

    Ketua JAKER Kudus, Wahyu Deseptian, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen JAKER untuk terus menghidupkan tradisi literasi dan membuka ruang-ruang diskusi publik di Kudus. “Kami ingin mendorong masyarakat Kudus untuk semakin dekat dengan literasi, sejarah, dan kebudayaan. Buku Menghadang Kubilai Khan membuka ruang refleksi tentang perjalanan bangsa serta relevansinya dengan kondisi hari ini,” ujarnya.

    Buku Menghadang Kubilai Khan sendiri membahas peristiwa bersejarah di Nusantara, khususnya upaya bangsa ini menghadapi ekspedisi besar yang dikirim oleh Kubilai Khan, Kaisar Mongolia. Melalui narasi yang tajam, AJ Susmana mengajak pembaca untuk merenungkan kembali nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta strategi kebudayaan yang diwariskan leluhur dalam menjaga kedaulatan bangsa.

    Diskusi dan bedah buku ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang akademis, tetapi juga ruang kebersamaan lintas generasi. Dengan menggandeng masyarakat, mahasiswa, budayawan, dan pegiat literasi di Kudus, acara ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya sejarah dan literasi sebagai pilar peradaban.

    Pemkab Kudus menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan semangat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan literasi semacam ini dipandang penting sebagai upaya memperkuat identitas kebangsaan sekaligus membangun masyarakat yang kritis dan berbudaya.

    Selain diskusi, acara ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan komunitas kebudayaan. JAKER, yang kini telah berusia 32 tahun, terus menegaskan posisinya sebagai organisasi yang konsisten mengangkat isu-isu kebudayaan, literasi, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

    Dengan semangat “Menghidupkan Literasi, Merawat Kebudayaan, dan Membangun Bangsa”, diskusi dan bedah buku ini diharapkan menjadi inspirasi nyata bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya seremonial, melainkan juga ruang untuk memperdalam refleksi sejarah serta menyiapkan langkah menuju Indonesia Emas 2045 .

    “Nok Srie”Melaporkan

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    DPW Badak Banten Dukung Langkah Hasbi Asyidiki Pentingnya Pembangunan Dari Desa

    ttp://DPW Badak Banten Dukung Langkah Hasbi Asyidiki Pentingnya Pembangunan Dari Desa

    Lebak-Wartapenasatu. Com-Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Lebak meminta kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Lebak, Banten, untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur di setiap Desa.

    Bupati Hasbi menekankan pentingnya infrastruktur Jalan Desa, pendidikan, pertanian, dan kesehatan dalam memajukan wilayah.

    “Terutama Jalan Desa (poros Desa), pendidikan, pertanian, dan kesehatan,” kata Bupati Hasbi saat menjadi inspektur upacara pengibaran bendera Merah Putih di Alun-alun Rangkasbitung, Minggu (17/8/2025).

    Bupati Hasbi menyatakan bahwa infrastruktur jalan desa memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan wilayah. Oleh karena itu, kepala desa harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

    Bupati Hasbi juga menambahkan bahwa setelah adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pengelolaan Dana Desa belum terasa signifikan jika tidak dikelola dengan baik oleh para Kepala Desa.

    Bupati Hasbi berharap sebagai Kepala Daerah, Pemerintah Kabupaten Lebak bisa mengoptimalkan Dana Desa.

    “Beliau menekankan bahwa akses jalan infrastruktur Desa sangat penting, terutama jika ingin menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan,”ungkapnya

    Dengan demikian, Hasbi menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lebak dan memastikan bahwa kepala desa mengelola Dana Desa dengan baik dan transparan.

    “Prioritas pembangunan infrastruktur Jalan Desa diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memajukan perekonomian masyarakat Desa,”pungkasnya

    Dalam kesempatan itu Siprandani ST, Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten mendukung langkah Bupati Lebak dala memajukan wilayahnya.

    “Kami mendukung dengan kebijakan pak Hasbi, hal ini dirasa tepat karena pertumbuhan ekonomi berasal dari warga desa”. Ungkapnya

    Siprandani ST, juga berharap kepada seluruh warga masyarakat dan juga kader Badak Banten yang ada di Kabupaten Lebak agar turut serta mengawasi jalannya Pemerintahan Desanya masing-masing.

    “Di era keterbukaan informasi publik masyarakat wajib tahu anggaran Dana Desa yang di gelontorkan Pemerintah Pusat, baik penggunaannya maupun peruntukannya”. Tandas Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten ini. (Wps-jhuno)

  • Artikel,  Daerah,  Nasional,  Opini,  Politik,  SOSIAL

    Pelantikan pengurus DPN partai PADI

    pelantikan pengurus DPN Partai PADI

    Tangerang-Banten,Warta pena satu. com

    Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai PADI resmi melantik jajaran pengurus baru untuk periode 2025-2030. Acara pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada Senin (18/8/2025) ini dihadiri oleh ratusan kader partai, tokoh politik nasional, serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat.

    Presiden Partai PADI, dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas dan kerja keras seluruh pengurus dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus berjuang demi mewujudkan cita-cita partai, yaitu Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

    “Pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam melayani masyarakat dan membangun bangsa,” ujar presiden PADI . Ia menambahkan, pengurus baru harus mampu membawa Partai PADI menjadi kekuatan politik yang relevan dan berpengaruh dalam percaturan politik nasional.

    Susunan pengurus DPN Partai PADI yang baru dilantik terdiri dari berbagai tokoh dengan latar belakang yang beragam, mulai dari politisi senior, akademisi, pengusaha, hingga aktivis muda. Komposisi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan strategi partai dalam merespons berbagai isu dan permasalahan yang dihadapi bangsa.

     Kehadiran tokoh-tokoh ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan elektabilitas Partai PADI di mata masyarakat.

    Dalam kesempatan yang baik ini presiden Partai PADI, menyampaikan pesan agar seluruh pengurus senantiasa mengedepankan etika dan moralitas dalam berpolitik. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi partai politik, sehingga harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

    • Acara pelantikan pengurus DPN Partai PADI ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Para pengurus baru tampak antusias dan bersemangat untuk segera menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan. Mereka berjanji akan bekerja keras untuk memajukan partai dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
  • Daerah,  Hiburan,  Nasional,  Olah Raga,  SOSIAL

    SEMARAK HUT KEMERDEKAAN KE-80 REPUBLIK INDONESIA WARGA RT 09 RW 05 CIGANJUR GELAR BERBAGAI PERLOMBAAN

    WARTA PENASATU.COM – Jakarta 17 Agustus 2025,Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. ke-80, warga Rt 09 Rw 05 Ciganjur,Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar serangkaian acara meriah. Toni Ferara selaku Ketua Rt 09, turut serta memimpin dan memeriahkan kegiatan tersebut.

    Acara diawali dengan D,oa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,  Acara sudah dimulai Pada tanggal 16 Agustus 2025 malam, mulai dari pukul 19.00 WIB, warga semangat mengikuti lomba tenis meja dan karaoke yang diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu, serta  Sebagian Anak-anak.

    Tempat pada tanggal 17 Agustus 2025 pagi, berbagai perlombaan untuk anak-anak dilaksanakan, sebelum lomba dimulai Anak anak menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama, Perlombaan diselenggarakan, bertempat di depan rumah Ketua Rt, Untuk menambah semangat lomba bermacam-macam hadiah disediakan Rt 09, menambah antusias bagi anak-anak yang mengikuti perlombaan, Warga Rt 09 tampak riang gembira menyambut HUT Kemerdekaan ke-80 ini.terbukti banyak nya yang hadir serta mendukung  acara,

    “Semoga ke depannya kita semua diberikan kesehatan dan dapat mengadakan kegiatan serupa yang lebih meriah lagi,” ujar Toni Ferara, selaku Ketua Rt 09, dengan penuh semangat Kemerdekaan.

     

Wartapenasatu.com @2025