• Seni dan Budaya

    UPTD SMPN 1 Arosbaya Gelar Gebyar Pentas Seni Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga aspek non-verbal, emosional, dan sosial.

    UPTD SMPN 1 Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, menggelar acara gebyar pentas seni semester akhir tahun 2025/2026 sekaligus mencari bakat para siswa

    Kepala Sekolah SMPN 1 Arosbaya M.Agus Subagio menuturkan, Acara gebyar pentas seni ini, diikuti oleh siswa dari kelas 7 sampai kelas 9, mulai hari Senin,15 sampai 16 Desember 2025 di halaman sekolah.

    “Setelah proses belajar mengajar semester ganjil berakhir, Kita melalui kegiatan ini sambil mencari bakat dan ujuk talenta,yang dikuti semua perwakilan kelas, dari kelas 7 sampai kelas 9, yang pembukaan nya kita tampilkan anak anak dari extra tari di sekolah,” tuturnya.

    Dijelaskan, kegiatan tersebut merupakan evaluasi hasil belajar selama semester satu mata pelajaran seni dan budaya yang juga berfungsi untuk menumbuhkan sikap apresiatif terhadap keberagaman seni dan budaya,

    “Pentas seni ini adalah sarana bagi siswa UPTD SMPN 1 Arosbaya untuk menunjukkan potensi karya seni yang telah mereka asah dan juga untuk melatih mental keberanian siswa tampil dan berekspresi di hadapan publik,” jelasnya, M. Agus Subagio kepada media Warta Pena Satu, 15/12/2025.

    Iapun berharap, agar para guru memberikan bimbingan kepada siswa peserta pentas seni untuk mempersiapkan mental dan memastikan penampilan semaksimal mungkin.

    “Kami minta para guru memberikan bimbingan dan pelatihan kepada siswa supaya para siswa bisa tampil dengan percaya diri di acara Gebyar Pentas Seni Semester Ganjil Akhir Tahun 2025/2026, di UPTD SMPN 1 Arosbaya ini,” tutupnya.

  • Militer,  SOSIAL

    Persit Kodim 0829 Gelar Jumat Berkah di Alun-Alun Bangkalan Peringati Hari Juang TNI AD 2025

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan — Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2025, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLVIII Kodim 0829/Bangkalan melaksanakan kegiatan sosial “Jumat Berkah” yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Kota Bangkalan, Jumat (12/12/25).

    Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian Persit terhadap masyarakat, sekaligus wujud dukungan moral dalam momentum Hari Juang TNI AD.

    Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Persit Cabang XLVIII Kodim 0829/Bangkalan, Ny. Siti Mutmainah Nanang, didampingi segenap pengurus Persit.

    Sejak pagi, para anggota Persit terlihat membagikan paket makanan dan minuman kepada warga sekitar, pengunjung alun-alun, serta pekerja harian yang berada di lokasi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan.

     

    Ny. Siti Mutmainah Nanang menyampaikan bahwa Jumat Berkah ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen Persit untuk terus hadir di tengah masyarakat.

    “Momentum Hari Juang TNI AD menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti pengabdian. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Bangkalan,” ujarnya.

    Kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari warga yang menerima bantuan. Persit Kodim 0829/Bangkalan berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan sosial serupa sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian, sekaligus memperkuat sinergi antara keluarga besar TNI AD dan masyarakat.*** (Azis)

  • Militer,  SOSIAL

    Baksos Pengobatan Gratis Warnai Peringatan Hari Juang TNI AD 2025 di Kodim 0829/Bangkalan

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALANKodim 0829/Bangkalan menggelar Bakti Sosial (Baksos) pengobatan umum gratis dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2025, Jumat (12/12/25). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Manunggal Makodim 0829/Bangkalan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

    Dengan mengusung tema “TNI AD Manunggal Dengan Rakyat, Untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat Bangkalan.

    Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB diawali dengan pembacaan doa dan dilanjutkan sambutan Dandim 0829/Bangkalan yang diwakili Pasi Pers Kapten Arm Muasari.

    Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa bakti kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu menangani berbagai kesulitan, khususnya di bidang kesehatan.

    Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi rangkaian peringatan Hari Juang Kartika TNI AD dan HUT Kodam V/Brawijaya dengan layanan meliputi pemeriksaan tensi, pengobatan umum, hingga pemberian obat.

    Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara terkoordinasi oleh Staf Teritorial Kodim 0829/Bangkalan, bekerja sama dengan Tim Kesehatan Yonif TP 837/KT dan Tenaga Kesehatan dari Polkes 05.09.29 Bangkalan.

    Masyarakat yang hadir tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini, sementara jalannya kegiatan dipastikan aman dan tertib oleh personel Kodim dan unsur pendukung lainnya.

    Ditempat berbeda Dandim 0829/Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

    “Bakti kesehatan ini merupakan bentuk pengabdian kami sebagai prajurit TNI AD untuk terus manunggal dengan rakyat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan semakin mempererat hubungan TNI dengan warga Bangkalan,” ujarnya.*** (Azis)

  • Daerah

    Perkuat Kapasitas Organisasi WPK Rangkul Ketua DPRD Bangkalan Sebagai Pembina

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanWartawan Peduli Keadilan (WPK) berkomitmen membangun sinergitas yang baik dalam upaya memperkuat peran ruang gerak WPK. Salah satu angin sengar, Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Deddy Yusuf, siap menjadi Pembina WPK dalam memberikan semangat baru bagi organisasi.

    Ketua WPK, Supriadi menyampaikan, kehadiran WPK selain silaturahim juga membahas tentang sinergitas antara WPK dengan DPRD. Dengan bergabungnya Ketua DPRD menjadi pembina merupakan sebuah kehormatan sekaligus dorongan moral bagi seluruh anggota WPK.

    Ia menegaskan bahwa WPK akan semakin profesional dan konsisten dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, sehingga WPK juga mampu memberikan kontribusi positif bagi Bangkalan.

    “Kami sangat mengapresiasi Ketua DPRD Bangkalan yang berkenan menjadi salah satu pembina WPK. Ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap kerja-kerja jurnalistik yang berintegritas dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Kehadiran beliau menjadi energi baru bagi kami untuk terus bergerak lebih baik,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan, Deddy Yusuf menyambut baik kunjungan WPK ke kantor DPRD. Ia komitmennya mendukung semangat WPK agar menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu sentral di Kabupaten Bangkalan.

    Ia menyebut bahwa keberadaan WPK sangat penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bangkalan.

    “Saya melihat WPK sebagai komunitas jurnalis yang memiliki tekad kuat menjaga marwah profesi dan mengawal keadilan sosial. Dengan penuh rasa hormat, saya siap menjadi pembina dan memberikan dukungan moral agar WPK terus berperan positif bagi daerah,” ungkap Deddy.

    Ia juga berharap adanya sinergitas yang baik antara WPK dan DPRD dalam menciptakan ruang komunikasi yang lebih sehat serta mendorong terciptanya iklim informasi yang lebih edukatif, objektif, dan bermanfaat bagi masyarakat Bangkalan.

    “Saya harap WPK bisa menyaring isu-isu negatif yang bisa mempengaruhi citra Bangkalan. Saya yakin WPK adalah orang pilihan yang mampu mengemban amanahnya demi menjaga nama baik Bangkalan ke depan,” pungkasnya, Kamis,10/11/2025

    Dengan bertambahnya dukungan dari para pemangku kebijakan, WPK optimistis dapat terus memperkuat kapasitas organisasi serta meningkatkan kualitas pemberitaan yang objektif, kritis, dan mengedepankan kepentingan publik.*** (Azis)

  • Daerah

    Strategi Pudam Sumber Sejahtera Bangkalan Antisipasi Kapasitas Pelayanan Air di Musim Kemarau

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Untuk mengoptimalkan dan mencegah krisis air di musim kemarau, Pudam Sumber Sejahtera Bangkalan melaksanakan kegiatan Survei daerah rawan air bersih dengan melakukan koordinasi bersama beberapa Kepala Desa di Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan, Senin (08/12/25).

    Survei lahan potensi air untuk kegiatan Geolistrik melihat potensi air ini bertujuan untuk mengembangkan potensi sumber air bersih di daerah Kabupaten Bangkalan, guna memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat yang terus meningkat, dan menjamin pasokan air bersih yang berkelanjutan.

    Selaku Direktur Pudam Sumber Sejahtera Bangkalan, H. Shobirin Hasan, S.E, MBA, menuturkan, Titik pencarian potensi sumber air adalah untuk mengidentifikasi lokasi terbaik guna memenuhi berbagai kebutuhan penting saat musim kemarau tiba.

    “Kami sedang berusaha menemukan titik potensi air dalam rangka upaya mitigasi wilayah yang terdampak saat musim kemarau. Sehingga saat musim kemarau droping air bisa dikurangi,” tuturnya.

    Iapun berharap dukungan dan Do’a dari masyarakat setempat agar kegiatan pencarian titik lokasi yang berpotensi air berjalan dengan lancar .

    “Mohon doanya supaya usaha kami dipermudah Allah SWT dan menjadi layanan yang penuh barokah,” tutupnya.

  • Daerah,  hukum

    Perkuat Kapasitas Internal WPK Rangkul Dua Tokoh Muda Sebagai Konsultan Hukum

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Untuk membangun identitas dan rasa memiliki, serta menciptakan dampak positif yang lebih besar dan kuat daripada individu masing masing,dalam hal emosional, profesional dan sosial.

    Solidaritas dan profesionalitas Wartawan Peduli Keadilan (WPK) merangkul dua tokoh muda sebagai konsultan hukum dengan tujuan untuk memastikan kepatuhan hukum dan mengelola risiko serta mendapatkan perspektif segar dalam menghadapi tantangan hukum yang dinamis.

    Dengan demikian WPK semakin menguat seiring bergabungnya dua tokoh muda, Bung Yodika dan Bung Mudabbir, sebagai Konsultan Hukum resmi organisasi tersebut. Jumat, (05/12/2025).

    Keduanya dikenal aktif dalam isu-isu penegakan hukum dan memiliki rekam jejak dalam advokasi masyarakat. Kehadiran mereka di tubuh WPK dianggap sebagai angin segar untuk meningkatkan kualitas pendampingan hukum terhadap para anggota maupun respon organisasi terhadap berbagai persoalan publik.

    Supriadi, Ketua WPK menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas internal, terutama dalam hal mengawal transparansi hukum dan keadilan di wilayah hukum Kabupaten Bangkalan.

    “Dengan hadirnya Bung Yodika dan Bung Mudabbir, WPK semakin percaya diri dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Kami membutuhkan pendampingan hukum yang kuat, profesional, dan responsif, dan keduanya memenuhi kriteria itu,” ujarnya. Jumat, (05/12/2025).

    Sementara itu, Bung Yodika menegaskan komitmennya untuk mendukung WPK dalam setiap proses advokasi, terutama ketika berkaitan dengan hak-hak jurnalistik dan perlindungan kerja wartawan.

    “Kami hadir bukan hanya sebagai penasehat, tapi sebagai bagian dari perjuangan bersama untuk menciptakan ekosistem pers yang sehat dan berkeadilan,” sambut hangat konsultan hukum WPK.

    Senada dengan itu, Bung Mudabbir menambahkan bahwa WPK adalah mitra strategis dalam memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas aparat penegak hukum di daerah.

    “Kami siap memberikan pendampingan penuh, baik secara litigasi maupun non-litigasi. WPK adalah garda depan dalam menyuarakan fakta, dan sudah seharusnya didukung oleh kekuatan hukum yang proporsional,” jelasnya.

    Di sisi lain, para anggota WPK menyambut baik kehadiran dua konsultan hukum tersebut. Mereka menilai langkah ini menunjukkan keseriusan WPK dalam memperkuat struktur organisasi, terutama di tengah banyaknya kasus yang membutuhkan pendampingan dan advokasi. Pendekatan profesional dan respons cepat dari konsultan hukum dinilai akan meningkatkan kredibilitas WPK di mata publik.

    Dengan bertambahnya dua konsultan hukum ini, WPK berharap mampu meningkatkan perannya dalam mengawal berbagai persoalan hukum yang melibatkan publik, serta mempertegas posisi organisasi sebagai mitra kritis namun konstruktif bagi pemerintah dan lembaga penegak hukum di Bangkalan.*** (Azis)

  • Daerah,  Pendidikan

    Datangi Disdik Bangkalan FKPB Soroti Progres Renovasi Gedung SDN Patemon 1

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALANForum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Kamis, 4 Desember 2025. Mereka mempertanyakan pembangunan gedung ruang kelas baru di SDN Patemon 1, Kecamatan Tanah Merah, yang hingga kini awal Desember masih 1 gedung yang dibangun

    Ketua FKPB, Taufik Nurhidayat, menduga adanya kejanggalan dalam proses pembangunan rehab gedung ruang kelas baru tersebut. Berdasarkan penelusuran pihaknya di lokasi ada 3 kelas yang di bongkar atapnya, maka kami perlu mendatangi Dinas Pendidikan untuk memastikan ada berapa ruang kelas yang di rehab oleh dinas pendidikan Bangkalan.

    “Informasi data yang kami dapatkan dari sirup.lkpp.go.id/home/ bahwa pembangunan rehab gedung sekolah ruang kelas mencapai Rp. 294.844.900 juta maka kami menganggap perlu berkoordinasi dengan dinas pendidikan bangkalan, dikarenakan hingga sampai kini awal Desember di lokasi masih terpantau hanya 1 ruang kelas yang di renovasi,” ujar Taufik.

    “Mengacu di lokasi pembangunan rehab gedung ruang kelas ada 3 kelas yang sudah dirobohkan atapnya oleh pihak kontraktor,” ujarnya

    Taufik menekankan, agar pihak kontraktor untuk memberikan petunjuk atau mungkin bener agar persepsi masyarakat tidak buram terkait kegiatan pembangunan rehab ruang kelas, dikarenakan ini sudah bulan Desember memasuki akhir akhir tahun khawatir persepsi masyarakat kegiatan tersebut tidak selesai di tahun 2025 ini.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Seksi Sarana dan Prasarana Disdik Bangkala, Ali Yusri Purwanto, menjelaskan bahwa pembangunan rehab gedung ruang kelas di SDN Patemon 1 memang hanya satu ruang kelas, namun pembangunan rehab gedung ruang kelas tersebut di dak atau di cor dikarenakan lahan sempit dan supaya nanti kalau ada anggaran bisa penambahan ruang kelas baru ke atas, jelasnya

    Yusri, sapaan akrab Ali Yusri Purwanto, juga menyampaikan terima kasih pada teman-teman FKPB yang sudah peduli memberi masukan dan kritik yang membangun terhadap Disdik Bangkalan.

    “Selebihnya tuntutan dari FKPB nanti saya akan teruskan kepada pimpinan kami,” pungkasnya*** (Azis)

  • Kepolisian,  Kriminal

    Kapolres Bangkalan Akui Keterbatasan Teknologi Sebagai Salah Satu Kendala Signifikan Proses Penyidikan

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanKepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, menemui langsung sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Wartawan Peduli Keadilan (WPK) dalam agenda audiensi di Mapolres Bangkalan, Rabu (03/12/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Kapolres secara terbuka mengakui bahwa sarana pendukung untuk mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya masih belum memadai.

    Menurut Hendro, rekaman CCTV yang sering dijadikan rujukan dalam penanganan kasus curanmor tidak selalu mampu memberikan hasil maksimal tanpa dukungan teknologi analisis yang lebih canggih.

    “CCTV itu cuma pendukung, apabila alat teknologi yang dimiliki belum bisa membantu mengungkapkan kasus curanmor secara detail,” ujarnya.

    Meski memiliki keterbatasan, Hendro memastikan bahwa pihaknya tetap menjadikan CCTV sebagai bukti penunjang dalam proses penyelidikan. Ia juga menyampaikan empati kepada salah satu wartawan yang menjadi korban curanmor.

    “Kami akan terus mengupayakan semaksimal mungkin. Terkait curanmor milik rekan wartawan, saya pribadi turut empati dan simpati atas kehilangannya,” tuturnya.

    Terkait minimnya progres pengungkapan hingga saat ini, Hendro menjelaskan bahwa kasus curanmor memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Jika tidak terdapat identitas atau petunjuk yang jelas mengenai pelaku, proses pengungkapan dapat memakan waktu lama.

    “Ada salah satu kasus curanmor prosesnya cepat karena pelaku ada yang kenal, identitas ada, orangnya tahu, maka itu mudah mencarinya. Kalau kasus curanmor tergantung, bisa lama, bisa cepat. Ada juga yang sampai 3 tahun baru terungkap,” pungkasnya.

    Sementara itu, Supriadi, korban yang juga seorang wartawan menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja penyidik Polres Bangkalan. Ia menilai pelayanan yang diberikan tidak profesional, terutama dalam hal komunikasi terkait perkembangan perkara.

    Supriadi menuturkan bahwa dirinya mendapat respons tidak mengenakkan ketika menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya.

    “Penyidiknya songong dan arogan. Ketika saya tanya perkembangan, malah jawab ‘tidak perlu ditanya bro, kalau ada perkembangan pasti dikirim’,” ujarnya menirukan ucapan penyidik.

    Supriadi juga menegaskan bahwa dirinya dan para jurnalis pada dasarnya merupakan mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, ia berharap proses pengungkapan kasus curanmor yang menimpanya dapat ditangani lebih serius dan komunikatif.

    “Kami ini mitra kepolisian. Setiap ada rilis, kegiatan, atau informasi penting, wartawan selalu siap membantu publikasi. Maka ketika kami menjadi korban, seharusnya pelayanan dan komunikasinya juga lebih baik. Harapan saya kasus ini bisa segera diungkap,” tegasnya.

    Ia menambahkan, pengungkapan kasus curanmor bukan hanya soal kehilangan barang pribadi, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

    “Kalau kasus sederhana seperti curanmor saja sulit ada progres, bagaimana masyarakat bisa percaya? Makanya saya berharap betul kasus ini segera terungkap,” pungkasnya.

    Korban meminta agar penyidik memberikan pelayanan yang lebih terbuka, humanis, dan responsif sehingga hubungan baik antara insan pers dan Polres Bangkalan tetap terjaga.*** (Azis)

  • Kepolisian,  Kriminal

    WPK Pertanyakan Profesionalisme Penanganan Sejumlah Kasus di Polres Bangkalan

    WARTAPENASATUJATI | Bangkalan – Pada Rabu, 3 Desember 2025, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Wartawan Peduli Keadilan (WPK) mendatangi Mapolres Bangkalan untuk mempertanyakan progres sejumlah perkara yang dinilai mandek dalam penanganan proses hukum di Polres Bangkalan.

    Kehadiran WPK yang terdiri dari puluhan media tersebut bertujuan mempertegas pentingnya profesionalisme Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menangani berbagai laporan yang hingga kini dinilai tidak menunjukkan perkembangan secara signifikan.

    Koordinator audiensi, Syaiful Anam mengatakan, beberapa perkara yang dianggap jalan di tempat harus menjadi perhatian serius Polres Bangkalan.

    “Salah satu yang perlu diperhatikan adalah perkara galian C ilegal yang telah menewaskan enam santri yang sampai sekarang aktivitasnya masih berlangsung. Kapolres pernah mengatakan akan menutup, tapi faktanya masih beroperasi,” ujar Anam yang juga Ketua Komunitas Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan).

    Senada dengan itu, Ketua WPK, Supriadi menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap jajaran penyidik di Polres Bangkalan. Menurutnya, pola komunikasi yang baik penting dilakukan, terutama komunikasi dengan media.

    Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan beberapa kasus yang belum terungkap menunjukkan lemahnya kinerja aparat dalam bekerja secara profesional, khususnya kasus curanmor milik rekan wartawan yang terjadi 2 bulan yang lalu.

    “Ada kasus curanmor dengan korban seorang wartawan, bahkan merupakan mitra Polres. Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Bukti lengkap, saksi ada, tapi tidak ada perkembangan sedikitpun, padahal kasusnya sudah kurang lebih 2 bulan berjalan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menyambut hangat kedatangan rekan-rekan WPK. Ia menyebut masukan tersebut sebagai bahan evaluasi internal agar kinerja jajarannya semakin baik.

    “Saya pribadi berterima kasih atas masukan dari rekan-rekan semua. Ini akan menjadi bahan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

    Terkait persoalan galian C yang menelan korban enam santri di Jaddih, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penutupan secara langsung, namun melarang keras kegiatan yang melanggar hukum.

    “Kami melarang, bukan menutup. Setiap aktivitas yang melanggar hukum pasti akan ditindak. Jika masih membandel, tentu ada konsekuensi hukum yang menunggu,” tegasnya.

    Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut berakhir dengan sejumlah harapan dari WPK. Mereka menekankan pentingnya transparansi, percepatan penanganan perkara, serta komunikasi terbuka antara kepolisian dan awak media.

    WPK juga menilai bahwa pers merupakan mitra strategis kepolisian dalam memberikan informasi kepada publik. Karena itu, mereka menginginkan adanya hubungan yang lebih kolaboratif, sekaligus profesional, antara lembaga penegak hukum dan insan pers.

    Audiensi ini menjadi momentum penting bagi WPK dan Polres Bangkalan untuk memperbaiki pola komunikasi, membuka ruang dialog, serta memperkuat komitmen dalam menciptakan penegakan hukum yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel.*** (Azis)

  • Militer,  SOSIAL

    Pendampingan Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Glisgis Berjalan Lancar

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanKoramil 0829-12/Modung melaksanakan pendampingan penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) untuk periode Oktober–November 2025, yang digelar di Balai Desa Glisgis, Kecamatan Modung, Selasa (2/12/25).

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat serta memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

    Pendampingan dilakukan oleh Babinsa Koramil 0829-12/Modung, Sertu Syahrir, bersama satu orang anggota. Penyaluran turut melibatkan unsur terkait, antara lain Kanit Intel Polsek Modung, Kasi Kesmas Kecamatan Modung, Kepala Desa Glisgis, pendamping PKH, pendamping Bulog, perangkat desa, serta masyarakat penerima manfaat. Total 214 jiwa tercatat menerima bantuan pangan pada periode ini.

    Setiap penerima bantuan memperoleh beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Khusus untuk penyaluran bulan Oktober dan November, masing-masing warga menerima total 20 kilogram beras serta tambahan minyak goreng sebanyak 4 liter per orang.

    Para penerima berasal dari tiga dusun, yaitu Dusun Pao Golek (68 jiwa), Dusun Tandes (79 jiwa), dan Dusun Bankarsah (67 jiwa).

    Sertu Syahrir menegaskan bahwa kehadiran Babinsa bukan sekadar mendampingi, tetapi juga memastikan distribusi berjalan tertib.

    “Kami berupaya menjaga agar penyaluran bantuan dapat berlangsung aman, teratur, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

    Selama kegiatan berlangsung, seluruh proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan tanpa kendala. pihak Koramil menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam membantu kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.*** (Azis)

Wartapenasatu.com @2025