• Olah Raga

    BUKIT DARMO GOLF 30th GRAND LEGACY CELEBRATION: NOSTALGIA ’90-an, PRESTASI TIADA AKHIR, DAN LOMPATAN BESAR MENUJU ERA BARU GOLF SURABAYA

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA, 23 November 2025 — Bukit Darmo Golf (BDG) Surabaya mencatatkan sejarah emas dengan merayakan tiga dekade kejayaan pada Sabtu, 23 November 2025. Selama 30 tahun, klub golf prestisius ini telah menjadi ikon sport, lifestyle, dan komunitas premium yang tak tergantikan di Surabaya. Di bawah tema penuh pesona, “’90s Nostalgia”, BDG mengajak seluruh anggota dan tamu undangan kembali ke era ketika klub ini pertama kali lahir menghidupkan memori, memperkuat ikatan, dan merayakan perjalanan panjang menuju keunggulan.

    Perayaan akbar ini digelar sepanjang hari, dari matahari terbit hingga malam bertabur bintang. Setiap rangkaian acara disusun dengan detail, menampilkan karakter elegan BDG yang sejak awal berdirinya telah menjadi benchmark pelayanan golf kelas dunia.

     

    Rangkaian Acara Puncak: Satu Hari Penuh Kejayaan

    Turnamen Golf Dua Sesi.
    Perayaan dimulai dengan turnamen golf istimewa, berlangsung dalam dua sesi pagi pukul 06.00 WIB dan siang pukul 12.00 WIB. Para pegolf berkompetisi melalui dua format: individual competition (sistem 36) dan team competition (sistem scramble). Antusiasme peserta menggema di seluruh fairway dan green, menciptakan atmosfer kompetitif sekaligus penuh kebersamaan.

    Konferensi Pers Eksklusif

    Pada pukul 09.00 WIB, manajemen BDG menggelar konferensi pers di Tournament Room. Forum ini menjadi ruang refleksi perjalanan BDG, kontribusi nyata bagi komunitas pecinta golf, serta visi masa depan klub yang semakin inovatif dan modern.

    Santap Siang & Hiburan Premium

    Menjelang siang, para anggota dan tamu disajikan hidangan elegan yang berpadu dengan hiburan istimewa menghadirkan suasana hangat, santai, dan penuh keakraban.

    Gala Dinner: Malam Perayaan yang Ikonik

    Puncak perayaan berlangsung megah di Driving Range. Gala Dinner menghadirkan pidato resmi, pemberian penghargaan, pemotongan kue ulang tahun ke-30, pertunjukan kembang api spektakuler, hingga undian grand prize yang menambah kemeriahan.

    Apresiasi untuk Pilar-Pilar Bukit Darmo Golf

    Sebagai bentuk penghormatan, BDG memberikan penghargaan kepada 7 member setia dan 24 karyawan berdedikasi yang selama tiga dekade menjadi tulang punggung keberlangsungan klub. Mereka adalah figur-figur yang menjaga nilai, karakter, dan kualitas pelayanan BDG sehingga tetap menjadi primadona golf di Jawa Timur.

    Warisan 30 Tahun: Dari Legenda Ke Masa Depan Gemilang

    Bukit Darmo Golf merupakan mahakarya yang dibangun dengan desain istimewa dari legenda golf dunia, Jack Nicklaus II. Dalam tiga dekade perjalanannya, BDG berkembang menjadi lebih dari sekadar lapangan golf ia tumbuh menjadi pusat gaya hidup, komunitas solid, dan rumah bagi berbagai kegiatan olahraga dan sosial berkualitas tinggi.

    Dalam konferensi pers, Gavin Webb (General Manager) yang hadir bersama Anna Rigata (Operation Manager) dan R. Kristina (Marketing Manager) menegaskan bahwa perayaan 30 tahun ini adalah persembahan untuk seluruh golfer, anggota, dan tim yang telah menghidupkan BDG dari masa ke masa.

    “Perayaan ini adalah bentuk terima kasih kepada para golfer dan staf yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Dari tee-off pertama hingga kembang api terakhir, setiap momen dirancang untuk menghormati masa lalu sekaligus menyambut masa depan yang penuh inovasi dan layanan premium,” ujar Gavin.

    Catatan Bersejarah: Hole in One Berhadiah Mobil

    Di sesi shotgun pagi, sejarah baru tercipta ketika Richard berhasil mencatatkan hole in one di Hole 3. Ia berhak membawa pulang 1 unit mobil BYD Atto 3 serta jackpot uang tunai Rp6.901.000 sebuah momen yang langsung tercatat dalam sejarah perjalanan BDG.

    Menatap Masa Depan: Transformasi Menuju 2026

    Gavin Webb juga mengumumkan serangkaian inovasi besar yang akan diluncurkan pada awal tahun 2026:

    Digital Score System untuk pencatatan skor yang lebih modern dan efisien.

    Renovasi Club House untuk pengalaman yang lebih nyaman dan eksklusif.

    Pembaruan ruang VIP untuk memenuhi kebutuhan para golfer premium.

    Seluruh langkah ini merupakan komitmen BDG dalam memberikan fasilitas terbaik kepada 285 member aktif maupun para guest, menciptakan pengalaman golf yang semakin nyaman, elegan, dan berkelas dunia.

    Tiga Dekade Keunggulan, Sejuta Kenangan, dan Masa Depan yang Lebih Gemilang

    Perayaan 30 tahun Bukit Darmo Golf adalah perayaan warisan, inovasi, dan komunitas. Dengan sentuhan nostalgia era 90-an yang membangkitkan memori, BDG menegaskan posisinya sebagai ikon golf Surabaya yang siap melangkah ke dekade berikutnya lebih kuat, lebih modern, dan lebih menginspirasi.*** (Bagas)

  • Kesehatan

    Milad Perdana AUMKES PCM Sepanjang & HUT ke-58 RS Siti Khodijah: Meneguhkan Dedikasi, Menyemai Sehatnya Generasi Emas

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, Sabtu 22 November 2025 – Atmosfer penuh syukur, semangat pengabdian, dan harapan besar bagi masa depan bangsa menyelimuti peringatan HUT ke-58 RS Siti Khodijah yang dipadukan dengan Milad Perdana AUMKES PCM Sepanjang. Bertempat di Gedung Golden Eksekutif RS Siti Khodijah, rangkaian acara ini digelar dengan khidmat sekaligus meriah, bersamaan dengan momentum Hari Kesehatan Nasional dan Hari Kesehatan Anak Sedunia. Sejalan dengan semangat kedua hari besar tersebut, kegiatan tahun ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan anak, generasi penerus yang menjadi fondasi masa depan bangsa.

    Dalam sambutannya, dr. H. Muhammad Hamdan, SpS, Direktur Holding AUMKES PCM Sepanjang, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Direksi RS Siti Khodijah, dokter spesialis anak, dokter gigi, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah terlibat dalam menyukseskan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak-anak. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan bentuk nyata ekspresi syukur sekaligus tanggung jawab sosial rumah sakit terhadap masyarakat.

    Rangkaian layanan pemeriksaan gratis tersebut mencakup pemeriksaan jantung untuk 20 anak, pemeriksaan gigi untuk 58 anak, serta pemeriksaan mata untuk 58 anak. Para orang tua tampak antusias mengikuti kegiatan ini, karena pemeriksaan dini sangat penting dalam memonitor tumbuh kembang buah hati mereka.

    “Kami berbagi kebahagiaan, rasa syukur bahwa rumah sakit ini tetap eksis, terus berkembang baik dari sisi gedung, fasilitas, maupun SDM. Dan rasa syukur itu kami wujudkan melalui kegiatan sosial, memberikan pemeriksaan gratis bagi anak-anak,” ujar dr. Hamdan.

    Beliau menegaskan bahwa RS Siti Khodijah senantiasa menjunjung tinggi asas pelayanan yang ramah, profesional, dan inklusif. Seiring perkembangannya, rumah sakit kini ditunjang oleh fasilitas medis modern seperti MRI dan CT-Scan 128 Flash, yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh golongan masyarakat, termasuk peserta BPJS, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata.

    “Anak-anak adalah amanah sekaligus pewaris bangsa. Tumbuh kembang mereka harus dijaga agar kelak menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas,” imbuhnya.

    Tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, momen Milad juga menjadi ruang berbagi kebaikan melalui pembagian 1.000 paket minyak goreng kepada masyarakat sekitar. Upaya ini menjadi bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

    Puncak acara ditandai dengan Fun Walk akbar yang diikuti oleh 3.000 peserta, mulai dari pegawai rumah sakit hingga masyarakat umum. Gelaran ini berlangsung meriah, terlebih dengan hadirnya hadiah utama Umroh serta berbagai doorprize elektronik yang semakin memeriahkan suasana.

    Menutup rangkaian kegiatan, dr. Hamdan menyampaikan harapan agar Milad kali ini menjadi titik tolak semakin banyaknya kebaikan dan kebermanfaatan.

    “Semoga dari rasa syukur ini kami dapat terus berbagi dengan masyarakat. Dengan dukungan doa dari semua pihak, kami berharap rumah sakit ini semakin berkembang dan mampu menjadi rujukan layanan kesehatan Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat luas.”

    Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan komitmen kuat terhadap kualitas pelayanan, Milad Perdana AUMKES PCM Sepanjang dan HUT ke-58 RS Siti Khodijah bukan hanya menjadi perayaan perjalanan panjang sebuah institusi kesehatan, tetapi juga penegasan bahwa rumah sakit hadir sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sehat, berkeadilan, serta berorientasi pada masa depan generasi emas bangsa. (Bagas)

  • Daerah,  hukum

    Dugaan Aksi Sewenang-wenang Kades Mulyodadi: Warga Tempuh Jalur Hukum, Desa Memanas

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, Selasa, 18 November 2025 — Suasana pemerintahan Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, tengah berada dalam pusaran polemik. Seorang warga resmi melaporkan Kepala Desa Mulyodadi ke Polresta Sidoarjo atas dugaan penyalahgunaan wewenang, sebuah langkah yang membuat tensi di tingkat desa meningkat tajam. Laporan tersebut telah teregistrasi dalam STTLPM Nomor STTLPM/1375/XI/2025/SPKT/POLRESTA SIDOARJO tertanggal 12 November 2025.

    Pelapor bernama Achmad Muchlish, warga Dusun Gabus RT 03 RW 01, menjelaskan bahwa ia memilih jalur hukum setelah pembangunan kolam perikanan miliknya dihentikan secara tiba-tiba pada 22 September 2025. Muchlish menuduh Kepala Desa Mulyodadi, Slamet Priyanto, bertindak melampaui kewenangannya dengan mengintervensi proses pembangunan yang menurutnya sudah berizin resmi berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

    Muchlish mengaku, penghentian itu dilakukan tidak hanya oleh aparat desa, tetapi juga melibatkan Satpol PP, Babinsa Koramil, dan Bhabinkamtibmas Polsek Wonoayu. Ia menilai tindakan kolektif tersebut tidak memiliki dasar hukum kuat dan berdampak langsung pada keberlangsungan usahanya.

    Di lahan yang disengketakan, Muchlish tengah mengembangkan kawasan farm integrated seluas kurang lebih 1.000 m² yang telah berisi kolam ikan nila dan azolla. Enam petak kolam berukuran 3 × 15 meter di lokasi itu diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 60.000 ekor ikan nila pada setiap periode panen 3–4 bulan. Akibat terhentinya pembangunan, ia mengklaim mengalami kerugian sekitar Rp450.000.000, dan total kerugian keseluruhan mencapai Rp500.000.000.

    Laporan tersebut diterima secara resmi oleh IPDA Bramas Owi Setyadi, S.H., M.H., selaku Kepala SPKT Polresta Sidoarjo, menandai dimulainya proses penyelidikan awal untuk mengungkap fakta di balik dugaan penyalahgunaan kewenangan ini.

    Di tengah mencuatnya kasus tersebut, reaksi bermunculan dari warga Desa Mulyodadi. Sebagian masyarakat mengaku khawatir isu ini dapat mengganggu harmoni sosial desa serta mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah desa. Tidak sedikit yang berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan, profesional, dan tanpa tekanan, mengingat pihak terlapor adalah pejabat publik yang memegang otoritas di tingkat lokal.

    Kini, sorotan publik tertuju pada langkah Polresta Sidoarjo dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi penentu apakah dugaan penyalahgunaan wewenang ini memiliki dasar kuat atau sekadar kesalahpahaman birokratis yang berujung konflik. (Red)

  • Daerah

    Anggaran Menggelinding ke Jogja: Kunker Insan Pers Sidoarjo Berbiaya Ratusan Juta Disorot Publik

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO — Sorotan publik kini tertuju pada kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Insan Pers ke Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo tahun anggaran 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5) hingga Jumat (7) November 2025 di Hotel Royal Malioboro Yogyakarta, Jalan Pasar Kembang No. 29, disebut menelan anggaran fantastis hingga Rp 377.000.000.

    Kegiatan dengan tema “Dari Wartawan untuk Wartawan: Jurnalisme Adaptif dan Inovasi Digital untuk Pelestarian Lingkungan” ini tercatat dalam proses E-Purchasing/E-Catalog dengan kode RUP 61409653, dan dilaksanakan oleh penyedia jasa Khalila Enterprise, sesuai surat undangan resmi No. 400.14.5.6/3203/438.5.14/2025.

    Namun, angka pengeluaran yang disodorkan pihak event organizer justru mengundang tanda tanya besar.

     

    Estimasi Biaya Versi EO Priyo Hadi Pranoto

    Priyo Hadi Pranoto, pihak event organizer (EO) yang kerap menangani kegiatan serupa, memberikan estimasi biaya yang dianggap relevan dengan agenda tersebut. Rincian biayanya sebagai berikut:

    1. Transportasi Bus

    4 unit × Rp 12.000.000/hari/unit
    Total: Rp 48.000.000

    2. Bantuan Transport Peserta

    170 orang × Rp 500.000/orang
    Total: Rp 85.000.000

    3. Akomodasi Hotel

    170 peserta → 2 orang/kamar → 85 kamar

    85 kamar × Rp 900.000/kamar
    Total: Rp 76.500.000

    4. Konsumsi

    Sarapan & makan malam hotel (2 kali):
    170 × 2 × Rp 35.000 = Rp 11.900.000

    Makan siang di luar 1 kali:
    170 × Rp 35.000 = Rp 5.950.000
    Total konsumsi: Rp 17.850.000

     

    Rekapitulasi

    Sewa bus: Rp 48.000.000

    Bantuan transport: Rp 85.000.000

    Sewa hotel: Rp 76.500.000

    Makan: Rp 17.850.000

    Subtotal: Rp 227.350.000

     

    Honor Narasumber

    3 narasumber × Rp 2.400.000
    Total: Rp 7.200.000

    Total keseluruhan: Rp 234.550.000

    Event Organizer (EO) juga memperhitungkan keuntungan jasa acara, sehingga total estimasi mencapai:
    Rp 258.005.000

    Jika dibandingkan dengan nilai kontrak Rp 377.000.000, maka terdapat selisih anggaran sebesar Rp 118.995.000 yang menimbulkan sejumlah pertanyaan dari berbagai pihak.

     

    Narasumber yang Dihadirkan

    Acara tersebut turut menghadirkan:

    – Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo
    – Perwakilan Dewan Pers
    – Komdigi

    Ketiganya menjadi narasumber dalam sesi diskusi yang menjadi inti acara.

     

    Respons Kominfo: Mengambang dan Tidak Tegas

    Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sadewo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait berapa persen realisasi anggaran kegiatan, hanya memberikan jawaban singkat dan sama sekali tidak menjelaskan substansi.

    “Coba tanya ke Pak Wildan, saya tidak berani menjelaskan, takut salah,” ujar Eri Sadewo.

    Jawaban tersebut semakin memperkuat tanda tanya publik tentang transparansi penggunaan anggaran dan efektivitas belanja perjalanan dinas dengan nilai ratusan juta rupiah tersebut.

     

    Penutup

    Kunker insan pers ke Yogyakarta ini kini menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat, terutama terkait selisih anggaran yang mencapai lebih dari seratus juta rupiah. Ketidakterbukaan pihak dinas semakin mendorong publik mempertanyakan mekanisme belanja, efektivitas kegiatan, serta akurasi realisasi anggaran. (Bagas)

  • Daerah,  hukum

    Warga Mulyodadi Tagih Transparansi Pemerintah Desa Terkait Sengketa Lahan dan Proyek Infrastruktur

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 21 November 2025 — Ketegangan antara warga Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dengan pemerintah desa semakin memanas. Masyarakat mendesak Kepala Desa Mulyodadi memberikan penjelasan resmi terkait tiga persoalan krusial yang dinilai mangkrak dan tidak kunjung diselesaikan secara transparan.

    Salah satu masalah yang paling mencuri perhatian adalah polemik pembangunan jalan belakang di Dusun Kwarengan. Konflik kian meruncing setelah seorang warga, Ismiati Putri Alm. Rifa’i, memasang patok di tengah akses jalan tersebut. Patok itu dilengkapi peringatan bahwa tanah yang dipakai proyek merupakan lahan bersertifikat milik almarhum Rifa’i, dan melarang pihak mana pun memanfaatkannya tanpa izin ahli waris maupun kuasa hukum.

    Akar persoalan ini telah berlangsung sejak 2017, ketika saat itu oknum Kades Mulyodadi melakukan pekerjaan pembangunan jalan belakang. Yang terletak di dusun Kwarengan. (yaitu membuat jalan baru) namun rupanya pekerjaan tersebut dilakukan secara gegabah dan serampangan tanpa melalui proses serta mekanisme yg bagus.

    Tidak adanya uji AMDAL dan lain-lain, apalagi terkait administrasi,  hingga pada akhirnya menimbulkan gejolak dikemudian hari. Sebagian warga pemilik tanah mengaku tidak pernah dilibatkan rapat dan sejenisnya dalam proses sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Sehingga saat ini sebagian warga mengaku sangat sedih dan kecewa ketika saat itu tiba-tiba lahan mereka di doser dan diratakan untuk proyek pembangunan jalan tersebut, warga yang merasa terdzolimi akibat ulah oknum Kades tersebut hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada.

    Selanjutnya sebagian warga memberikan kuasa kepada lembaga kemasyarakatan yaitu GSIP Sidoarjo untuk bisa membantu mengurus nasib yang sedang dihadapi.

    “Akhirnya pihak GSIP sempat berkirim surat ke pihak Kades Mulyodadi tepatnya pada Oktober 2023. Dengan harapan untuk bisa diajak dialog bersama dengan warga terkait beberapa hal yang sedang dihadapi oleh warga masyarakat desa Mulyodadi. Namun sayang surat dari GSIP tak pernah mendapat jawaban memadai dari pihak desa,” ujar salah satu pengurus Gerakan Satu Ibu Pertiwi (GSIP), lembaga sosial yang kini memfasilitasi keluhan masyarakat.

    Melihat tingginya keresahan warga, GSIP telah mengirim surat resmi kepada Slamet Priyanto Kepala Desa Mulyodadi. Surat tersebut meminta penjelasan dan penyelesaian atas tiga persoalan utama yang dianggap paling mendesak, yakni:

    1. Dugaan masalah administrasi dan status lahan pada proyek pembangunan jalan belakang Dusun Kwarengan.

    2. Permasalahan lahan Blok III atau Blok Lori di Dusun Gabus.

    3. Polemik pembangunan lapak BUMDes di area lapangan sepak bola Dusun Gabus.

    Masyarakat meminta pemerintah desa bertindak transparan, menjelaskan legalitas proyek, dan menjalankan tanggung jawab administratif terkait pertanahan serta aset desa. Warga juga memberikan tenggat waktu tertentu agar desa segera memberikan jawaban dan tindakan konkret.

    Tidak hanya sampai disitu Gerakan Satu Ibu Pertiwi (GSIP) Cabang Sidoarjo ini telah pula mengirim surat ke Kapolresta Sidoarjo dalam hal permintaan perlindungan hukum dan pemberitahuan pelanggaran Banner/papan nama dari warga pemilik tanah, sebagai antisipasi dampak munculnya pidana lain dari akibat pemasangan papan nama milik warga.

    Bahwa kemudian jika tuntutan itu kembali diabaikan oleh Slamet Priyanto Kepala Desa Mulyodadi Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo khususnya perihal proyek  pekerjaan pembuatan jalan belakang yanh berlokasi di Dusun Kwarenhan Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu Sidoarjo, warga memastikan akan melangkah lebih jauh. Mereka menyatakan siap membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Situasi ini menjadi sorotan publik dan dianggap mencerminkan tingginya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas pemerintahan desa serta penyelenggaraan pelayanan publik yang berpihak pada kepentingan warga. (Bagas)

  • Uncategorized

    Ketika Terang Menantang Gelap: Sumpah Matahari MAKI Jatim Menjaga Denyut Integritas Negeri

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Di tengah riuh rendah zaman yang sering tersayat oleh kepentingan pribadi, terperosok dalam penyimpangan, dan tercemar oleh pengkhianatan terhadap amanah publik, berdirilah sebuah kekuatan moral yang memilih jalur terjal jalur yang tidak populer, tidak nyaman, namun selalu dibutuhkan.
    Itulah jalan yang ditempuh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, organisasi yang menjadikan sebuah semboyan sebagai denyut nadi perjuangannya:
    “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari.”

    Semboyan ini bukan sekadar barisan kata yang terdengar indah. Ia adalah janji yang diikrarkan, kompas yang menuntun, dan api yang menjaga mereka tetap bangkit. Dalam tafsir MAKI Jatim, matahari adalah wujud tertinggi dari kejujuran yang tidak dapat dinego, keadilan yang tidak boleh dikompromikan, dan harapan yang tidak boleh dipadamkan. Cahaya itulah yang mereka kejar, dan kepada cahaya itulah mereka mengabdikan hidup, waktu, serta keberanian mereka.

    Mengejar matahari berarti bergerak meski dunia mencoba melumpuhkan.
    Mengejar matahari berarti bangkit meski badai menerjang tanpa ampun. Mengejar matahari berarti menantang gelap, meski ancaman mengintai dari balik bayang-bayang kekuasaan.

    Dalam semboyan itu tersimpan tekad besi: bahwa keadilan bukanlah retorika, melainkan sesuatu yang mesti diperjuangkan hingga titik terakhir kekuatan manusia. Dan MAKI Jatim menjalankan sumpah itu setiap hari diam-diam, konsisten, tanpa menuntut pujian, sama seperti matahari yang setiap pagi muncul kembali meski malam sebelumnya membawa gelap tak terperikan.

    Kekuatan MAKI Jatim tumbuh dari keyakinan mendalam bahwa setiap langkah melawan korupsi adalah seberkas cahaya. Meski kecil, setiap cahaya mampu menembus kelam yang paling pekat. Dari tangan-tangan merekalah harapan masyarakat kembali dinyalakan, dari suara mereka-lah integritas kembali dipertahankan, dan dari keberanian mereka-lah jalur kebenaran kembali dibuka.

    Filosofi “Tak Akan Lelah Mengejar Matahari” menjadi fondasi dari seluruh gerak MAKI Jatim: menginjak gelap, menantang culas, dan menolak tunduk pada ketidakadilan.
    Dengan tekad yang tak gentar, mereka berdiri sebagai penjaga terang, garda yang siap menghadapi konsekuensi apa pun demi hadirnya sebuah pemerintahan yang bersih, jujur, dan dapat dipercaya.

    MAKI Jatim tidak hanya mengejar cahaya itu mereka berusaha menjadi bagian dari cahaya.
    Cahaya yang mengusir kabut tipu daya.
    Cahaya yang membongkar kezaliman.
    Cahaya yang memastikan negeri ini tidak kehilangan arah.

    Dalam perjalanan panjang memberantas korupsi, MAKI Jatim hadir bukan sekadar sebagai pengawas dari kejauhan, tetapi sebagai penjaga integritas negeri.
    Selama matahari tetap terbit, selama harapan masih berdenyut di dada rakyat, perjuangan mereka tidak akan berhenti.

    Sebab bagi MAKI Jatim, terang keadilan bukan hanya sesuatu yang dikejar melainkan sesuatu yang harus diwujudkan, ditanamkan, dan dijaga sampai akhir zaman. (Bagas)

  • Kesehatan,  Nasional

    Surabaya Eye Bank Summit 2025: Menggerakkan Solidaritas Nasional Untuk Akselerasi Bank Mata Indonesia

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 20 November 2025 — Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan (P4MU) bersama Cornea Donation Center RS Mata Undaan (CDC RSMU) kembali menorehkan sejarah penting dalam dunia kesehatan mata Indonesia melalui penyelenggaraan Surabaya Eye Bank Forum 2025 (SEBF 2025). Digelar pada Sabtu, 22 November 2025 di Hotel Vasa Surabaya, forum nasional ini menghadirkan para pemangku kepentingan kunci mulai dari pemerintah, organisasi profesi, rumah sakit, komunitas, hingga bank mata dari berbagai daerah dalam satu ruang kolaborasi untuk membangun masa depan layanan bank mata yang lebih kuat dan berkelanjutan.

    Dengan tema “Kolaborasi Multisektor Demi Masa Depan Bank Mata di Indonesia”, SEBF 2025 menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi nasional dalam penanggulangan kebutaan kornea, sebuah tantangan kesehatan yang masih menghadirkan kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan jaringan donor.

    Upaya Nasional Mengatasi Kebutaan Kornea

    Dalam sambutannya, P4MU menyoroti bahwa kebutuhan jaringan donor kornea di Indonesia masih jauh dari terpenuhi, terutama di wilayah yang minim fasilitas layanan kesehatan mata. Tantangan ini tidak dapat diselesaikan secara parsial; ia memerlukan gerakan besar yang melibatkan seluruh unsur bangsa.

    Forum ini berperan penting dalam menyamakan arah kebijakan, merumuskan strategi bersama, dan memperluas akses layanan bank mata di seluruh Indonesia. Komitmen pemerintah tampak semakin kuat melalui dukungan lintas kementerian dan lembaga.

    Pada sesi pembukaan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Bapak Pratikno, menyampaikan keynote lecture yang menegaskan bahwa kebutaan kornea bukan hanya persoalan medis, tetapi isu sosial ekonomi yang berdampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat. Beliau mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga layanan kesehatan untuk meningkatkan ketersediaan jaringan donor.

    Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Ir. Budi Gunadi Sadikin, memaparkan arah kebijakan nasional dalam memperkuat layanan bank mata melalui peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, pengembangan regulasi yang lebih komprehensif, serta perluasan jejaring donor di tingkat nasional.

    Sesi Ilmiah: Integrasi Praktik Terbaik Bank Mata Nasional

    Dalam sesi ilmiah SEBF 2025, para peserta mendapatkan wawasan mendalam dari berbagai pakar dan praktisi bank mata terkemuka, termasuk Bank Mata Indonesia, Cornea Donation Center RSMU, Bank Mata RSCM, Bank Kornea RS Sardjito, PERDAMI, Lions Eye Bank, dan Bank Mata Bali.

    Setiap institusi berbagi pencapaian, inovasi, serta tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Topik yang dibahas meliputi peningkatan standar mutu pengambilan jaringan kornea, strategi meningkatkan kesadaran publik tentang donor kornea, hingga pemanfaatan teknologi dan pendekatan budaya dalam mengoptimalkan Hospital Cornea Recovery Program (HCRP). Diskusi ini membuka peluang harmonisasi praktik terbaik untuk diterapkan secara nasional.

    Sejarah Baru: Lahirnya Asosiasi Bank Mata Indonesia

    Momentum bersejarah tercipta melalui Pleno Pembentukan Asosiasi Bank Mata Indonesia, sebuah inisiatif monumental untuk memperkuat tata kelola nasional dalam pengembangan layanan bank mata.

    Pleno dipimpin oleh Prof. dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, Sp.M(K), Ph.D, dan diawali dengan pengantar visi oleh Prof. Dr. dr. H. Sukadiono, M.M.. Penandatanganan prasasti pendirian menandai lahirnya wadah resmi yang akan menjadi pusat koordinasi, standarisasi, dan arah pembangunan bank mata di Indonesia.

    Tentang P4MU

    Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan (P4MU) merupakan organisasi bersejarah yang berdiri sejak 1915 dan menjadi pionir pelayanan kesehatan mata di Indonesia. Pada tahun 1933, P4MU mendirikan RS Mata Undaan sebagai pusat layanan kesehatan mata di Jawa Timur.

    Sejalan dengan tantangan kebutuhan jaringan donor kornea nasional, P4MU pada tahun 2020 mendirikan Cornea Donation Center RSMU, yang kini menjadi garda terdepan dalam memperluas akses ketersediaan donor kornea di Indonesia Timur.

    Penyelenggaraan SEBF 2025 merupakan wujud komitmen P4MU, RSMU, dan CDC RSMU dalam membangun sistem bank mata nasional yang lebih tangguh, modern, dan berorientasi pada pemberantasan kebutaan kornea di Indonesia.***

  • Bencana

    Status Semeru Naik Level IV (Awas), Gubernur Khofifah Bergerak Cepat: Warga Diminta Segera Mengungsi demi Keselamatan

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA, 19 November 2025 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung bergerak cepat setelah mendarat di Surabaya usai melaksanakan misi dagang di Kendari, Sulawesi Tenggara. Tanpa jeda, Gubernur Khofifah segera menuju Kabupaten Lumajang untuk memastikan penanganan darurat menyusul kenaikan status aktivitas Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas).

    Gubernur Khofifah mengimbau masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang yang tinggal di kawasan rawan bencana Semeru, agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG dan arahan aparat di lapangan.

    “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas), kami meminta seluruh warga untuk tidak memasuki zona bahaya dan segera menuju titik evakuasi jika mendapat instruksi dari petugas,” tegas Gubernur Khofifah, Rabu (19/11).

    Seluruh Unsur Siaga Penuh

    Gubernur Khofifah memastikan bahwa BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, relawan, dan seluruh unsur terkait telah bersiaga melakukan mitigasi, pemantauan aktivitas vulkanik, serta menyiapkan fasilitas pengungsian yang aman.

    “Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru. Masyarakat harus tetap tenang, tetap waspada, dan hanya mempercayai informasi resmi,” ujarnya.

    Awan Panas Guguran Mencapai 14 Kilometer

    Berdasarkan laporan PVMBG, pada pukul 14.13 WIB Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur hingga 14 kilometer. Aktivitas vulkanik berlanjut hingga pukul 17.00 WIB, sebelum akhirnya status dinaikkan menjadi Level IV (Awas).

    “Awan panas guguran masih terjadi dengan amplitudo maksimum 34 mm dan kecenderungan luncur ke arah utara. Saya meminta masyarakat tetap mengikuti instruksi petugas dan tidak mengambil risiko apa pun,” jelasnya.

    Evakuasi Diintensifkan, Akses Ditutup

    Pemkab Lumajang telah menutup akses Jembatan Gladak Perak dan mensterilkan seluruh jalur yang berpotensi terdampak APG. Proses evakuasi dilakukan di tiga kecamatan: Pronojiwo, Candipuro, dan Rowokangkung.

    Lima titik pengungsian juga telah disiapkan, antara lain:

    Pendopo Kecamatan Candipuro

    Balai Desa Oro-Oro Ombo (pengungsi masih dalam pendataan)

    Balai Desa Penanggal (menampung warga Gunung Sawur)

    SDN 4 Supiturang (sekitar 100 jiwa)

    SMP Negeri 2 Pronojiwo

    “Saya telah meminta BPBD Jatim dan BPBD Lumajang memastikan seluruh warga terdampak dapat menuju lokasi pengungsian dengan aman dan terdata dengan baik,” tegas Khofifah.

    *Aroma Belerang Pekat Tercium di Permukiman*

    Laporan BPBD Jatim menyebutkan adanya aroma belerang pekat di sejumlah titik permukiman yang menyebabkan gangguan kenyamanan dan pernapasan.

    “Warga yang mengalami iritasi, sesak napas, atau keluhan lain agar segera menuju pos kesehatan terdekat. TRC BPBD telah mendistribusikan masker kepada warga,” katanya.

    Hingga pukul 18.00 WIB, berbagai langkah penanggulangan telah dilakukan: koordinasi dengan PPGA Semeru, monitoring lapangan oleh BPBD Lumajang, evakuasi warga, pengaturan arus evakuasi, distribusi masker, serta penyisiran wilayah Gunung Sawur.

    Khofifah: Jangan Menunggu Instruksi Kedua

    “Saya memohon seluruh warga di sekitar Semeru mengutamakan keselamatan. Jangan menunggu arahan kedua. Petugas kami terus bekerja di lapangan untuk memastikan keamanan seluruh masyarakat,” ujar Khofifah.

    Ia juga mengajak semua pihak untuk terus memperkuat koordinasi, baik pemerintah daerah, relawan, maupun masyarakat sekitar.

    “Semoga situasi segera terkendali dan seluruh warga dalam keadaan selamat. Mari saling membantu, saling menjaga, dan mematuhi instruksi petugas,” pungkasnya. (Bagas)

  • Uncategorized

    Gelombang Kebenaran di Balik Tembok Pengadilan: Duel Hukum Dr. Meiti Muljanti Melawan Dakwaan KDRT

    WARTAPENASATUJATIM – Surabaya – Suasana ruang Tirta, Pengadilan Negeri Surabaya, kembali memanas pada Selasa (18/11/2025). Sidang lanjutan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan terdakwa dr. Meiti Muljanti, dokter spesialis patologi klinik di National Hospital Surabaya, yang didakwa melakukan kekerasan terhadap suaminya sendiri, dr. Benjamin Kristianto, kembali digelar dengan agenda pembacaan Duplik.

    Sidang ini menjadi titik krusial setelah Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan tuntutan enam bulan penjara terhadap dr. Meiti. Dalam Duplik yang dibacakannya, dr. Meiti tampil tegar namun penuh luka emosional, menyampaikan bantahan dan koreksi atas jawaban Jaksa tanggal 28 Oktober 2025 terhadap Pledoi yang ia bacakan pada 21 Oktober 2025.

    *Teriakan Hati yang Tertahan Bertahun-Tahun*

    Di hadapan Majelis Hakim, dr. Meiti mengungkapkan bahwa Duplik ini bukan sekadar dokumen hukum melainkan suara yang selama bertahun-tahun tertahan oleh penderitaan. Ia menuturkan bagaimana dirinya mengalami rangkaian tindakan yang diduga dilakukan oleh suaminya:
    aniaya fisik, kekerasan psikis, tekanan mental yang berkelanjutan, rasa sakit berkepanjangan, hingga trauma yang ia sebut tak pernah sembuh.

    Ia menegaskan bahwa perjuangannya di pengadilan adalah upaya untuk “meluruskan kebenaran yang selama ini tertutup oleh ketidakadilan”.

    Pledoi Diakui Positif, Tetapi Disebut Tak Menggugurkan Dakwaan

    dr. Meiti menyampaikan keberatan atas tanggapan Jaksa yang mengakui pleidoinya memiliki nilai positif, namun tetap menyatakan bahwa pembelaannya tidak menggugurkan dakwaan. Menurut dr. Meiti, sikap tersebut tidak sejalan dengan asas hukum yang mewajibkan jaksa membuktikan dakwaannya berdasarkan fakta persidangan secara jujur dan fair.

    Poin paling tajam yang ia serang adalah ketidakkonsistenan dalam surat tuntutan, yang menurutnya membuat dakwaan menjadi kabur (Obscur Libel).
    Ia menunjukkan bahwa jaksa menyebut pasal terbukti adalah Pasal 44 ayat (1) UU KDRT sebagai dakwaan alternatif kedua, padahal dakwaan tersebut seharusnya merujuk pada Pasal 44 ayat (4).

    Ketidakselarasan itu, tegasnya, menimbulkan keraguan terhadap kepastian hukum dalam tuntutan tersebut.

    Bukti CCTV Dipertanyakan: “Belum Ada Pemeriksaan Digital Forensik”

    Salah satu inti pembelaannya adalah penolakan terhadap alat bukti rekaman CCTV.
    Menurut dr. Meiti, rekaman tersebut belum pernah diperiksa secara ilmiah di Laboratorium Forensik Digital, padahal di era teknologi modern, manipulasi video menggunakan kecerdasan buatan (AI) bukan hal mustahil.

    Dengan dasar itu, ia menegaskan bahwa bukti CCTV tidak layak dinyatakan sebagai alat bukti yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP.

    Saksi Tak Melihat Langsung: “Unus Testis Nullus Testis

    dr. Meiti juga meminta agar keterangan saksi Puji Hendra Istanto, sopir keluarga, dikesampingkan. Ia menilai keterangan saksi tersebut tidak benar, karena saksi berada di luar rumah, berjarak sekitar delapan meter, terhalang tembok, dan tidak mungkin melihat langsung peristiwa sebagaimana ia akui.

    Menurut dr. Meiti, satu-satunya orang yang mengaku mengetahui kejadian adalah suaminya sendiri, dan secara asas hukum kriminal, “Unus Testis Nullus Testis” satu saksi bukanlah saksi.

    Penutup: Pertarungan Keadilan yang Belum Usai

    Pembacaan Duplik ini menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan kasus yang menyita perhatian publik ini. dr. Meiti menegaskan bahwa ia bukan hanya sedang membela diri dari dakwaan, tetapi juga berjuang untuk mengungkap luka, ketidakadilan, dan kebenaran yang selama ini ia pendam.

    Majelis Hakim akan menilai seluruh argumentasi sebelum menjatuhkan putusan akhir.
    Sementara itu, publik menunggu:

    Apakah pada akhirnya kebenaran yang akan berbicara lebih keras daripada dakwaan? Ataukah sebaliknya? (Bagas)

  • Kriminal

    Surabaya Darurat Narkoba – 15 Orang Siswa SMP Terindikasi Narkoba, Pemkot Surabaya Segera Siapkan Pusat Rehabilitasi Narkoba

    WARTAPENASATUJATIM – Surabaya Metropolitan – Beberapa hari yang lalu, Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur yang dipimpin oleh Brigjen Budi Mulyanto, melakukan penggerebekan di Jalan Kunti, sebuah kawasan di Kecamatan Semampir, yang selama ini terkenal sebagai kampung narkoba di Surabaya.

    Pada saat yang sama dan dalam satu lokasi yang sama, petugas BNNP Jatim melakukan tes urine terhadap siswa SMP dan SMA yang dekat dengan lokasi penggerebekan.
    Hasilnya sangat mengejutkan dan membuat trenyuh banyak pihak adalah, telah ditemukan sebanyak 15 siswa SMP yang positif menggunakan narkoba.

    Saat ditemui awak media, Budi menjelaskan, “Waktu itu petugas kami juga melaksanakan kegiatan berupa tes urine dengan sasaran para siswa SMP dan SMA di sekitar lokasi. Kami mengambil sampling secara acak sebanyak 50 siswa, dan dari hasil pengecekan urine tersebut, ditemukan 15 pelajar SMP yang positif narkoba. Kami sangat prihatin dengan temuan kasus itu”.

    Setelah mengetahui hasil temuan dari tim BNNP tersebut, Eri Cahyadi, selaku Walikota Kota Surabaya, ikut terkejut dan ikut merasa prihatin. Saat ditemui awak media Eri mengatakan, bahwa Pemkot Surabaya telah menyiapkan beberapa langkah tegas dengan tidak hanya melakukan pemberantasan di titik sumbernya, tetapi juga fokus mengantisipasi penyebaran di kalangan siswa sekolah yang lain.

    Lebih jauh Eri menjelaskan, bahwa langkah pertama yang akan dilakukan untuk 15 siswa tersebut adalah membedakan status hukum mereka. Jika terbukti hanya sebagai pemakai, mereka akan direhabilitasi penuh tanpa sanksi dikeluarkan dari sekolah.

    “Akan tetapi, jika dia terbukti sebagai pengedar, maka kita akan lakukan rehabilitasi. Oleh karena itu untuk merespon fenomena yang terjadi, Pemkot Surabaya telah menyiapkan beberapa langkah strategis, salah satunya Rencana Pembangunan Pusat Rehabilitasi Narkoba.
    Kita harus pulihkan kembali, kita kuatkan kembali agar anak anak ini punya semangat lagi untuk menjadi orang yang baik,” kata Eri di depan awak media hari Jumat (14/11/2025) lalu

    Eri juga menekankan bahwa kasus ini adalah merupakan tanggung jawab bersama, terutama para orang tua. Menurutnya, peran orang tua menjadi garda terdepan dalam sikap dan perilaku seorang anak.

    “Bagaimanapun mereka ini, anak yang salah asuhan. Tidak bisa seorang anak itu seratus persen dibebankan kepada guru, sebab yang terdekat adalah orang tua,” tegas Eri.

    Mengenai rencana Pemkot Surabaya membangun Pusat Rehabilitasi Narkoba, Arif Fathoni, seorang politisi muda Partai Golkar dan Wakil Ketua DPRD Surabaya sangat setuju dan mendorong Pemkot Surabaya untuk segera merealisasikan pembangunan Pusat Rehabilitasi Narkoba.
    Fathoni berharap warga yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya lainnya, dapat segera disembuhkan secara maksimal.

    “Namun yang perlu ditegaskan adalah SOP nya, jika metode penyembuhannya adalah 3 bulan maka harus betul betul dilakukan 3 bulan, jangan seperti informasi yang beredar sekarang ini, rehabilitasi 3 bulan tapi hanya dilakukan 1 minggu,” kata Fathoni saat ditemui awak media Minggu (16/11/2025).

    Senada dengan Eri dan Fathoni, Agung Wicaksono, Ketua DPC HIPAKAD Kota Surabaya – Ormas KBT yang rajin melakukan sosialisasi P4GNN di lingkungan sekolah setingkat SMP di Surabaya, juga mengatakan bahwa fakta adanya anak SMP yang positif narkoba merupakan fenomena puncak gunung es, karena setahun yang lalu berdasarkan data dari BNN Kota, sudah banyak kecamatan yang masuk zona merah penggunaan narkotika.

    Kepada awak media Agung mengatakan bahwa DPC HIPAKAD Kota Surabaya bekerja sama dengan Dispendik dan BNNK secara rutin memberikan sosialisasi P4GN ke sekolah sekolah setingkat SMP tentang pemahaman dan pengetahuan mengenai Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika yang sangat berbahaya bagi generasi muda.

    Agung berharap dengan pemberian sosialisasi P4GN secara rutin ke siswa SMP dan membentuk semacam duta anti narkotika sehingga pergaulan sebaya agar mempersempit ruang gerak bagi pengguna diluar sekolah, selain tentunya pengawasan orang tua dirumah yang utama.

    Agung berharap kepada aparat setempat terkait, seperti BNN juga Satpol PP Kota Surabaya untuk aktif melakukan razia di kampung kampung, untuk mempersempit ruang gerak pengedar narkotika. (Houget***)

Wartapenasatu.com @2025