Daerah

  • Daerah,  hukum

    Jalan Buntu Uang Rakyat: Skandal Pavingisasi Tanpa Wajah di Durung Banjar

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Proyek pavingisasi jalan di Desa Durung Banjar, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, menjelma menjadi potret buram tata kelola anggaran publik. Pekerjaan yang diduga bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD itu kini disorot tajam warga, bukan karena manfaatnya, melainkan karena rangkaian kejanggalan yang sulit dibantah.

    Di lapangan, proyek ini tampil tanpa identitas. Tidak ditemukan papan informasi proyek padahal itu adalah syarat paling dasar dalam setiap kegiatan yang menggunakan uang negara

    Tidak ada keterangan sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana, maupun waktu pelaksanaan. Proyek publik yang bekerja dalam sunyi seperti ini bukan sekadar lalai, melainkan patut dicurigai.

    Kejanggalan semakin terang ketika lokasi proyek ditelusuri. Pavingisasi justru dilakukan di area kaplingan dan berakhir di jalan buntu.

    Sebuah fakta yang menabrak logika penggunaan dana Pokir, yang sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.

    Jika aksesnya terbatas dan manfaatnya eksklusif, maka publik berhak mempertanyakan: siapa sebenarnya yang diuntungkan?

    “Dana pokir itu uang rakyat. Kalau jatuhnya di jalan kaplingan dan buntu, ini jelas tidak masuk akal. Transparansi nol, manfaatnya juga dipertanyakan,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

    Absennya keterbukaan menjadi pintu masuk bagi dugaan yang lebih serius: salah sasaran, manipulasi peruntukan, hingga potensi penyalahgunaan anggaran.

    Proyek ini seolah dirancang untuk luput dari pengawasan berjalan cepat, minim informasi, dan jauh dari sorotan publik.

    Lebih dari sekadar persoalan teknis pembangunan jalan, kasus ini menyentuh inti masalah yang lebih besar: rusaknya akuntabilitas dan dikhianatinya kepercayaan rakyat.

    Ketika uang negara digunakan tanpa penjelasan, tanpa pengawasan, dan tanpa kejelasan manfaat, maka yang dibangun bukan infrastruktur, melainkan preseden buruk.

    Pihak berwenang mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga aparat pengawas tak bisa terus berdiam diri.

    Penelusuran menyeluruh atas asal-usul anggaran, pengusul kegiatan, dan tujuan proyek menjadi keniscayaan.

    Sebab membiarkan proyek semacam ini sama artinya dengan melegalkan praktik gelap dalam pembangunan.

    Durung Banjar hari ini memberi pelajaran penting: ketika uang rakyat diarahkan ke jalan buntu, maka yang sesungguhnya menemui jalan buntu adalah nurani, tanggung jawab, dan integritas pengelolaan negara. (Bgn)***

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Wisata

    Ancol Hadirkan Promo Spesial “Satu Tiket Semua Wahana” ; Nikmati Serunya Wisata Tanpa Batas

    Wartapena Satu.com, Jakarta,29 Januari 2026

    PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk kembali menghadirkan kabar gembira bagi para pecinta wisata dengan meluncurkan program promo spesial bertajuk “1 Tiket Akses Seluruh Unit Rekreasi”, berupa tiket terusan seharga Rp150.000 yang memungkinkan pengunjung menikmati seluruh unit rekreasi Ancol dalam satu hari kunjungan. Promo terbatas ini diumumkan secara resmi PRESS RELEASE No : 003/CS-PR/PJA/I/2026 dirancang untuk memberikan kesempatan emas bagi seluruh kalangan masyarakat.

    Ancol Hadirkan Tiket Terusan Rp150.000, Bebas Masuk Seluruh Unit Rekreasi Rayakan Valentine & Imlek 2026 dengan Satu Tiket untuk Semua Wahana. Program promo spesial “Satu Tiket Semua Wahana” ini diluncurkan dalam rangka menyambut Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) dan Tahun Baru Imlek 2026, serta berlaku untuk kunjungan pada tanggal 14 atau 17 Februari 2026.

    Dengan satu tiket tersebut, pengunjung sudah mendapatkan akses ke berbagai unit rekreasi unggulan Ancol, antara lain Pintu Gerbang Ancol, Pantai Ancol, Dunia Fantasi (Dufan), Sea World Ancol, Samudra Ancol, Atlantis Ancol, Jakarta Bird Land, Pasar Seni, hingga Ecopark Ancol. Selain itu, setiap pembelian tiket juga mendapatkan bonus satu produk Sosro selama periode program.

    “Melalui promo tiket terusan ini, Ancol ingin memberikan kemudahan dan nilai lebih bagi masyarakat untuk menikmati seluruh wahana rekreasi dalam satu hari kunjungan, sekaligus menghadirkan pilihan liburan yang lebih terjangkau di momen spesial Valentine dan Imlek,” ujar Eddy Prastiyo, Direktur Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

    Kemeriahan liburan di Ancol juga akan semakin lengkap dengan rangkaian acara Ancol Waves of Romance dan Ancol Lunar Festival yang digelar pada 14–17 Februari 2026. Pengunjung dapat menikmati konser musik bertema romantis di Pantai Festival, serta pertunjukan Barongsai dan Liong di Plaza Lagoon sebagai bagian dari perayaan budaya Imlek.

    Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif liburan keluarga dan pasangan, sekaligus memperkuat Ancol sebagai destinasi wisata terpadu yang menghadirkan beragam pengalaman rekreasi dalam satu kawasan.
    Syarat dan Ketentuan Program:
    1. Harga tiket Rp150.000 merupakan tiket terusan yang mencakup akses ke seluruh unit
    rekreasi Ancol.
    2. Setiap pembelian tiket mendapatkan bonus 1 produk Sosro.

    3. Periode penjualan tiket: 30 Januari – 17 Februari 2026.
    4. Pilihan tanggal kunjungan: 14 Februari atau 17 Februari 2026.

    5. Tiket dapat dibeli melalui www.ancol.com dan loket resmi Ancol.
    6. Harga tiket belum termasuk tiket kendaraan.

    7. Khusus tanggal 14 dan 17 Februari 2026, tarif tiket masuk kawasan Ancol sebesar
    Rp35.000 berlaku mulai pukul 17.00 WIB bagi pengunjung di luar program ini.
    8. Kuota terbatas.
    Ancol Taman Impian – Serunya Nggak Ada Habisnya!

    Informasi Lebih Lanjut: Daniel Windriatmoko Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Email : corsec@ancol.com – HP 08128405156

     

     

  • Artikel,  Daerah,  Kepolisian,  Nasional,  Politik,  SOSIAL

    Dukungan Ketua Umum FRIC DPP (Dewan Pimpinan Pusat), Terhadap Sikap Tegas Kapolri

    Wartapena satu. Com -Banten

    Ketua Umum FRIC Dewan Pimpinan Pusat (DPP), H. Dian Surahman, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang secara jelas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian.

    Menurut H. Dian Surahman, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam sistem ketatanegaraan saat ini merupakan bentuk ideal dalam menjaga independensi, profesionalitas, serta efektivitas tugas-tugas kepolisian sebagai alat negara dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

    “FRIC DPP memandang bahwa pernyataan Kapolri merupakan sikap kenegarawanan yang patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya. Penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah bentuk penguatan institusi, bukan hanya bagi Polri itu sendiri, tetapi juga bagi negara dan kepala negara,” ujar H. Dian Surahman dalam pernyataan resminya di Jakarta.

    Ia menegaskan, wacana penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan, memperpanjang rantai komando, serta membuka ruang konflik kepentingan yang justru dapat melemahkan fungsi strategis Polri dalam merespons dinamika keamanan nasional secara cepat, tepat, dan profesional.

    Lebih lanjut, Ketua Umum FRIC DPP menilai kekhawatiran Kapolri terkait potensi munculnya “matahari kembar” apabila Polri berada di bawah kementerian merupakan pandangan yang realistis dan berdasar. Hal tersebut, menurutnya, tidak hanya berdampak pada institusi Polri, tetapi juga dapat mengganggu efektivitas kepemimpinan Presiden dalam pengambilan keputusan strategis, khususnya di bidang keamanan dan penegakan hukum.

    “Pernyataan Kapolri yang dengan tegas menolak jabatan menteri kepolisian, bahkan lebih memilih menjadi petani, menunjukkan integritas, ketulusan, dan komitmen beliau dalam menjaga marwah serta independensi institusi Polri. Ini adalah teladan kepemimpinan yang harus dihormati,” tambahnya.

    FRIC DPP juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh nasional, serta pemangku kepentingan untuk melihat persoalan ini secara objektif dan konstitusional, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip negara hukum dan supremasi sipil, tanpa harus melemahkan institusi penegak hukum yang menjadi pilar utama stabilitas nasional.

    Di akhir pernyataannya, H. Dian Surahman menegaskan bahwa FRIC DPP akan terus berdiri bersama Polri dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mendukung kebijakan-kebijakan Polri yang berorientasi pada profesionalitas, transparansi, dan pelayanan kepada masyarakat.

    “FRIC DPP mendukung penuh keputusan dan sikap Kapolri. Polri harus tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia demi kepentingan bangsa dan negara,” tutup H. Dian Surahman.

  • Daerah,  Kepolisian

    Audensi WPK Dengan Kapolres Bangkalan Berkomitmen Kawal Isu Krusial Terkait Hukum

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka mempererat sinergitas insan pers dan Polri, Wartawan Peduli Keadilan (WPK) gelar audiensi dan silaturrahmi ke Polres Bangkalan terkait beberapa fenomena di wilayah hukum kota dzikir dan sholawat. Senin, 26/01/2026).

    Dalam audiensi tersebut, AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Kapolres Bangkalan menyambut baik semangat membangun WPK dalam penegakan hukum di Kabupaten Bangkalan. Audiensi berlangsung di aula pertemuan Mapolres setempat.

    Kapolres Bangkalan beserta jajarannya menyambut baik kehadiran para wartawan yang notabene putra daerah. Dengan sambutan hangat dalam menyampaikan apresiasi atas peran vital jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

    Baca Juga: Menggugat Fakta yang Sudah Inkrah: Jejak Klaim Sepihak atas Lahan Negara di Teluk Kumai

    Diskusi turut menyoroti peran media dalam menangkal hoaks, fitnah, serta informasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu ketenangan publik.

    AKBP Wibowo, Kapolres Bangkalan mengharapkan agar silaturahmi dan koordinasi yang demikian terus terbangun. Terutama, rekan-rekan WPK guna memperkuat serta mempererat komunikasi yang baik.

    “Saya berharap pertemuan ini menjadi awal komitmen untuk bermulanya sinergitas kita bersama dalam mengawal isu-isu krusial yang berkaitan dengan hukum di Kabupaten Bangkalan. Kami akan terbuka dengan rekan-rekan media semua, terutama WPK,” ujarnya. Senin, (26/01/2026).

    AKBP Wibowo menambahkan, “Saya apresiasi terhadap WPK yang hadir dalam menyampaikan aspirasinya yang bersifat membangun. Peran media sangat penting dalam menyampaikan fakta secara objektif, solutif, dan bertanggung jawab,” ucapnya.

    Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Hj Muclisoh Mengendap di Polsek Gondanglegi, MAKI Jatim Tuding Penanganan Tumpul dan Siap Buka Dugaan Upaya Pembunuhan

    Tak hanya itu, ‎Kapolres AKBP Wibowo menegaskan, bahwa wartawan merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Selain itu, pemberitaan yang akurat dan berimbang turut membantu menciptakan situasi daerah yang kondusif.

    “Melalui silaturahmi ini, kami ingin membuka ruang komunikasi yang lebih komunikatif. Kami sangat terbuka dan tidak anti kritik serta masukan dari rekan-rekan wartawan demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya.

    ‎Sementara itu, Ketua WPK, Supriadi, M.I.Kom menyambut baik dan penuh semangat dalam menjalin sinergitas untuk mendukung kerja-kerja strategis Polres Bangkalan.

    Baca Juga: Arogansi Kekuasaan Di Gemurung: Saat Uang Desa Dipertanyakan, Pemimpin Menantang Rakyat

    Sebab, Ia menilai silaturrahmi yang digelar tidak lain untuk memperkuat kolaborasi yang selama ini terbangun antara wartawan dan kepolisian.

    “Kita berharap komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang terjalin dapat semakin solid untuk bersama-sama menjaga ruang publik dari informasi-informasi hoaks,” sambutnya.

    ‎Selain itu, Supriadi berkomitmen akan terus mengawal isu-isu strategis di Kabupaten Bangkalan.

    Terutama fenomena yang keterkaitan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menguatkan transparansi, responsibilitas, dan berkeadilan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

    Baca Juga: ARTSPACE Artotel TS Suites Surabaya Kembali Menghadirkan Pameran Seni Rupa Dengan Tema Hidden Potion

    “Pertemuan ini akan menjadi fondasi penting untuk membangun kerja sama yang solid antara WPK dan Kepolisian. Sesuai harapan Kapolres Bangkalan, maka WPK siap untuk membantu dan mendukung segala bentuk kerja strategis Polres,” pungkasnya. (Azis)***

  • Daerah

    Dinas Kesehatan Bangkalan Sambut Baik Audensi Bersama WPK Upayakan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanWartawan Peduli Keadilan (WPK) menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan sebagai upaya memperkuat sinergitas dan mencari solusi bersama terhadap berbagai fenomena di dunia kesehatan.

    Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, di kantor Dinkes Bangkalan.

    Dalam pertemuan tersebut, dr. Nunuk Kristiani turut mengundang seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Bangkalan. Langkah ini dilakukan guna menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi lintas layanan, sekaligus mengikis stigma negatif terhadap profesi jurnalis.

    Kehadiran para Kapus menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangkalan, sekaligus membuka ruang komunikasi yang sehat antara insan pers dan tenaga kesehatan.

    Ketua WPK, Supriadi, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari silaturahmi dan koordinasi konstruktif antara WPK dan Dinkes Bangkalan.

    Menurutnya, WPK hadir bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan menyampaikan aspirasi dan fenomena yang ditemukan di lapangan agar dapat dicarikan solusi terbaik.

    “Kehadiran kami dari WPK jangan dipandang sebagai upaya mencari kesalahan dalam pelayanan kesehatan. Justru, kami hadir untuk menyampaikan aspirasi, menyuarakan fenomena yang terjadi di masyarakat, dan mencari solusi terbaik demi perbaikan layanan kesehatan,” ujar Supriadi. Jum’at (23/01/2026).

    Ia menambahkan, sinergitas antara jurnalis dan Dinas Kesehatan sangat penting untuk menciptakan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

    Audiensi tersebut disambut positif oleh Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani. Ia mengapresiasi peran WPK yang dinilai membawa masukan konstruktif dan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

    “Alhamdulillah, kehadiran rekan-rekan WPK menjadi angin segar bagi kami. Banyak masukan dan solusi yang disampaikan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan,” ungkap dr. Nunuk.

    Menurutnya, kolaborasi antara Dinkes, Puskesmas, dan WPK merupakan bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi berkelanjutan antara WPK dan Dinas Kesehatan Bangkalan, dengan orientasi utama pada peningkatan kualitas layanan kesehatan serta penyampaian informasi yang berimbang dan edukatif kepada publik,” pungkasnya. (Azis)***

  • Daerah,  Pendidikan

    Klarifikasi SMPN 2 Bangkalan Terkait Pemberitaan Dugaan Ucapan Guru yang Dinilai tidak Etis

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanManajemen SMPN 2 Bangkalan secara resmi menyampaikan hak jawab atas pemberitaan dugaan ucapan tidak pantas oknum guru kepada siswa yang sebelumnya telah tayang di sejumlah media.

    Pihak sekolah menilai pemberitaan tersebut kurang tepat jika ucapan guru tersebut dianggap sebuah penghinaan terhadap siswanya.

    PLT kepala sekolah SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini menuturkan, bahwa kalimat yang disampaikan oknum guru bukanlah bentuk penghinaan melainkan sebagai motivasi

    “Guru tersebut mengaku hanya mengatakan”Belajarlah yang pintar agar tidak menjadi orang yang tolol dan miskin. Ucapan itu dimaksudkan untuk memacu semangat belajar siswa agar lebih giat dan disiplin,” tuturnya.

    PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini, menegaskan bahwa informasi yang dipublikasikan ke ruang publik seharusnya melalui proses verifikasi menyeluruh, terutama ketika menyangkut reputasi pendidik dan institusi pendidikan.

    Ia menyebut peristiwa yang dipersoalkan terjadi sekitar pertengahan Juli 2025, bukan kejadian baru seperti yang dipersepsikan publik.

    Husaini menjelaskan, bahwa saat awak media mendatangi sekolah pada Senin (19/1), pihaknya telah secara terbuka meminta waktu 1 x 24 jam, untuk melakukan konfirmasi kepada guru yang bersangkutan.

    Namun hingga batas waktu tersebut, klarifikasi belum dilakukan sementara berita telah lebih dahulu dipublikasikan.

    “Kami sudah menyampaikan permintaan waktu untuk konfirmasi. Dengan memanggil guru yang bersangkutan dan wali murid untuk klarifikasi. Bahkan keesokan harinya kami menunggu sejak jam dinas hingga siang hari. Namun berita sudah tayang sebelum klarifikasi terlaksana,” tegasnya.

    Terkait substansi ucapan guru, Husaini menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi internal, tidak ada niat merendahkan, menghina, atau membuli siswa secara personal. Ucapan tersebut disampaikan secara umum kepada seluruh siswa sebagai bagian dari upaya memotivasi belajar, bukan ditujukan kepada individu tertentu sebagaimana tergambar dalam pemberitaan.

    Pihak sekolah juga menyesalkan framing berita yang dinilai menyederhanakan konteks peristiwa dan mengabaikan rencana mediasi yang sejatinya akan ditempuh sekolah dengan mempertemukan guru, siswa, dan wali murid untuk mengungkap fakta secara objektif.

    “Kami tidak menutup mata terhadap evaluasi. Namun penilaian publik harus dibangun di atas informasi yang berimbang dan diverifikasi, bukan asumsi atau narasi,” ujarnya.

    Manajemen SMPN 2 Bangkalan menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan yang beretika dan profesional, sekaligus mengingatkan pentingnya tanggung jawab media dalam menjaga akurasi, kehati-hatian, serta prinsip cover both sides demi mencegah pembentukan opini yang menyesatkan publik. (Azis)***

  • Daerah,  hukum

    Diduga Hina Siswa dengan Kata “Tolol dan Miskin”, Oknum Guru SMPN 2 Bangkalan Menuai Kecaman Wali Murid

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan kembali tercoreng. Seorang oknum guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Bangkalan diduga melontarkan ucapan tidak pantas dan bernada penghinaan kepada sejumlah siswa di dalam lingkungan sekolah.

    Perkataan tersebut menuai kemarahan dan kekecewaan para siswa dan wali murid yang menilai tindakan itu telah melampaui batas etika pendidik.

    Berdasarkan keterangan siswa, oknum guru tersebut diduga mengucapkan kalimat kasar seperti, “kamu tolol, jelek dan miskin” kepada salah satu siswa.

    Tidak berhenti di situ, siswa lain juga mengaku menerima perlakuan serupa. Bahkan, oknum guru tersebut disebut melontarkan kalimat, kamu botol, kamu tahu nggak artinya botol, bocah tolol,” sebagaimana ditirukan langsung oleh siswa yang mendengar perkataan tersebut.

    Ucapan itu dinilai tidak hanya merendahkan martabat siswa, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius, terutama bagi anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan keteladanan dari seorang pendidik.

    Salah satu wali murid menyayangkan sikap oknum guru tersebut. Ia menilai kata-kata bernada penghinaan, apalagi menyentuh kondisi ekonomi siswa, sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan profesionalisme seorang guru.

    “Sekolah itu tempat mendidik, bukan tempat menghardik dan merendahkan mental anak,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.

    Saat dikonfirmasi, PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan pihak sekolah akan segera mengambil langkah dengan memanggil oknum guru yang bersangkutan serta wali murid terkait guna melakukan klarifikasi.

    “Kami akan memanggil yang bersangkutan dan wali murid untuk mendalami persoalan ini,” ujar Ahmad Husaini singkat. Senin (19/01/2026).

    Tak berselang lama setelah mencuat ke publik, PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan menyampaikan hasil klarifikasi dari oknum guru yang bersangkutan. Namun, klarifikasi tersebut justru memicu bantahan keras dari para siswa.

    Plt Kepala SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini, menyampaikan bahwa berdasarkan pengakuan oknum guru, kalimat yang diucapkan bukanlah bentuk penghinaan, melainkan motivasi. Guru tersebut mengklaim hanya mengatakan, “Belajarlah yang pintar agar tidak menjadi orang yang tolol dan miskin.”

    Menurutnya, ucapan itu dimaksudkan untuk memacu semangat belajar siswa agar lebih giat dan disiplin.

    Namun, klaim tersebut dibantah tegas oleh sejumlah siswa. Mereka menyatakan bahwa kalimat bernuansa motivasi itu hanya diucapkan di awal, bahkan ada yang menyebut tidak utuh.

    Setelah itu, kata-kata yang keluar justru berubah menjadi penghinaan langsung tanpa embel-embel ajakan belajar.

    “Awalnya memang seperti itu, tapi setelahnya tidak ada lagi kalimat ‘belajarlah yang pintar’. Yang ada malah langsung bilang, ‘kamu itu tolol, jelek dan miskin’,” ungkap salah satu siswa.

    Lebih jauh, para siswa mengaku ucapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada satu orang, melainkan dilontarkan berulang kali kepada beberapa siswa di kelas IX F, IX G, dan IX H.

    Hal ini memperkuat dugaan bahwa ucapan tersebut bukan sekadar Slip of Tongue atau bentuk motivasi, melainkan pola komunikasi yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik.

    Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran etika di lingkungan pendidikan.

    Publik kini menunggu ketegasan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.

    Pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa justru terancam berubah menjadi ruang yang melukai mental dan harga diri anak didik. (Azis)***

  • Artikel,  Daerah,  Politik,  SOSIAL

    Ketua DPD 13 GP Toba bersama Sekjen membahas Calon Bupati Toba 2029 di Partukoan Balige

    Ketua DPD 13 GP Toba bersama Sekjen membahas Calon Bupati Toba 2029 di Partukoan Balige

    Toba,Sumatera Utara : wartapenasatu.com-Ketua DPD 13 GP Kabupaten Toba bersama Sekjen DPD 13 GP tadi pagi di Partukoan Balige Kabupaten Toba-Prov.Sumut,19/1/2026.

    Ketua DPD 13 GP Kabupaten Toba Torang Sirait bersama Sekjen DPD 13 GP Kabupaten Toba Adenauer Siahaan tadi pagi membahas persiapan Calon Bupati Kabupaten Toba pada tahun 2029 yang di dukung dari 13 GP pada pagi Senin,19 Januari 2026 bertempat di Partukoan Balige Kabupaten Toba-Provinsi.Sumut

    Ketua DPD 13 GP Kabupaten Toba saat di konfirmasi kepada tim media menjelaskan,sengaja hari ini pada,Senin 19 Januari 2026 saya bersama Sekjen DPD 13 GP Kabupaten Toba Adenauer Siahaan membahas persiapan Calon Bupati Kabupaten Toba tahun 2029 yang akan di dukung dari 13 GP Kabupaten Toba,tuturnya.

    13 GP Kabupaten Toba sudah menkantongi satu nama Calon Bupati Kabupaten Toba tahun 2029 yang akan datang dan nama Calon Bupati Kabupaten Toba sudah kami serahkan ke DPP 13 GP dan insya allah DPD 13 GP Kabupaten Toba sebelum akhir tahun 2026 kita DPD 13 GP Kabupaten Toba akan memberikan SK untuk Calon Bupati Kabupaten Toba tahun 2029 dan setelah itu SK Calon Bupati Kabupaten Toba akan kami serahkan ke DPP 13 GP supaya nantinya Calon Bupati Kabupaten Toba tahun 2029 akan di berikan Surat Rekomdasi bahwa 13 GP mendukung penuh Calon Bupati Kabupaten Toba,ujar Ketua DPD 13 GP Toba.

    Sesuai hasil keputusan rapat rekan-rekan juang 13 GP se Kabupaten Toba agar setiap pengurus 13 GP se Kabupaten Toba tetap kompak dan bersatu,dan saya sebagai Ketua 13 GP Kabupaten Toba meminta kepada rekan-rekan 13 GP se Kabupaten Toba jangan ada dusta diantara kita maksudnya sesama pengurus 13 GP se Kabupaten Toba.

    • (Reporter MWPS : t.rait)
  • Daerah,  Militer

    Koramil Tanjungbumi Hadiri Cangkruan Hukum, Perkuat Edukasi dan Kesadaran Hukum Masyarakat

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanKoramil 0829-17/Tanjungbumi menghadiri kegiatan Cangkruan Hukum bertema “Kajian Edukasi Hukum Menuju MADAS Sedarah yang Progresif” yang digelar di Gedung Betenga, Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Rabu (14/1/26) malam.

    Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman hukum sekaligus mempererat silaturahmi antar anggota organisasi dan masyarakat.

    Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimcam serta tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Camat Tanjungbumi, Danramil Tanjungbumi yang diwakili Serka Imam beserta dua anggota, Kapolsek Tanjungbumi AKP Abdul Kodir bersama anggota, Kepala Desa Bumianyar, jajaran pengurus MADAS tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, serta tamu undangan lainnya.

     

    Kehadiran aparat TNI-Polri menunjukkan komitmen dalam mendukung edukasi hukum di wilayah.

    Dalam sambutannya, Penasehat MADAS Sedarah H. Mudakkir mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan serta marwah organisasi dengan senantiasa menaati aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

    Ia menegaskan pentingnya keterbukaan dalam berdiskusi terkait persoalan hukum agar setiap anggota memperoleh pemahaman yang benar dan tidak ragu bertanya apabila menghadapi permasalahan.

    Sementara itu, Bung Taufik selaku narasumber menyampaikan bahwa MADAS merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah dan sosial.

     

    Melalui kegiatan ini, pihaknya berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup melalui edukasi hukum.

    Ia berharap acara tersebut mampu memberikan manfaat serta inspirasi bagi seluruh peserta.

    Mewakili Danramil Tanjungbumi, Serka Imam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Ia menilai Cangkruan Hukum menjadi sarana strategis dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.

     

    “Koramil sangat mendukung kegiatan edukasi seperti ini. Dengan pemahaman hukum yang baik, masyarakat akan lebih bijak dalam bersikap dan mampu menghindari pelanggaran hukum,” ujarnya. Secara keseluruhan kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar tanpa adanya kejadian menonjol. (Azis)***

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL,  Wisata

    Serikat Pekerja PT.PJA dan TIJA Gelar Kegiatan Bersih Sampah di Area Rekreasi Pantai Ancol

    Wartapena Satu.com, Jakarta, 15 Januari 2026 – Sebanyak ratusan karyawan Insyan Ancol bekerja sama dengan Serikat Pekerja PT.PJA dan Serikat Pekerja TIJA menyelenggarakan kegiatan bersih sampah di area rekreasi Pantai Ancol pada hari Kamis, (14/01/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi aktif dari para pekerja untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kawasan wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.

    Para peserta yang terdiri dari anggota kedua serikat pekerja serta karyawan Insyan Ancol mulai berkumpul sejak pagi hari dan melakukan pembersihan di berbagai titik penting di sekitar area rekreasi, termasuk jalur pejalan kaki, area taman, dan bibir pantai. Selama kegiatan berlangsung, tim berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik hingga sampah plastik yang sering menjadi masalah utama di kawasan pantai.

    Ketua Serikat Pekerja PT.PJA, Bapak Hery Priadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga sebagai wujud komitmen para pekerja terhadap lingkungan sekitar tempat mereka bekerja. “Kita ingin menunjukkan bahwa kita peduli tidak hanya dengan pekerjaan kita sehari-hari, tetapi juga dengan kebersihan dan kenyamanan masyarakat yang menikmati fasilitas di Pantai Ancol,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja TIJA, Bapak Maman Lukman, menambahkan bahwa pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi acara rutin yang melibatkan lebih banyak pihak. “Kita berencana akan mengulang kegiatan serupa di masa depan dan mengajak masyarakat serta pihak terkait untuk bergabung, agar upaya menjaga kebersihan Pantai Ancol dapat berkelanjutan,” jelasnya.

    Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sampah yang terkumpul kepada pihak pengelola kawasan untuk diolah lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Wartapenasatu.com @2025