Kepolisian

  • Kepolisian,  Militer

    Sinergitas Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim Wujudkan Stabilitas Keamanan Wilayah 2025

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAPangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melalui Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., menghadiri Apel Kasatwil dan Anev Sitkamtibmas 2025 Polda Jatim di Gedung Mahameru Polda Jatim, Kamis (04/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis memperkuat sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Jawa Timur.

    Dalam paparannya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks di era post-truth. Menurutnya, integritas, disiplin, dan kepemimpinan berbasis fakta menjadi fondasi utama menciptakan stabilitas nasional yang berkelanjutan.

    Apel Kasatwil ini dilaksanakan berdasarkan STR Kapolri No. STR/3466/XI/.LIT.5./2025 sebagai tindak lanjut program APEL KASATWIL 2025 tingkat Polda. Kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Kapolda, Wakapolda, dan para pejabat Forkopimda, serta diikuti 228 peserta internal dan eksternal.

    Kodam V/Brawijaya juga menegaskan perannya dalam menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban umum melalui program pembinaan teritorial, seperti pembangunan sumur bor, rutilahu, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih di 8.494 desa se-Jawa Timur.

    Selain itu, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., menyoroti prinsip kepemimpinan strategis yang meliputi membangun kepercayaan, menjaga integritas, serta menjadi “Guardian of Facts” di tengah derasnya arus informasi publik. Kepemimpinan, tegasnya, harus mampu mempengaruhi lingkungan untuk mencapai tujuan bersama bangsa.

    Kodam V/Brawijaya berkomitmen terus memperkuat sinergitas dengan seluruh unsur Forkopimda sebagai benteng stabilitas nasional di Jawa Timur. Harapannya, kolaborasi ini mampu memperkokoh keamanan dan ketertiban wilayah dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berdaulat.*** (Bgn)

  • Kepolisian,  Kriminal

    Kapolres Bangkalan Akui Keterbatasan Teknologi Sebagai Salah Satu Kendala Signifikan Proses Penyidikan

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanKepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, menemui langsung sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Wartawan Peduli Keadilan (WPK) dalam agenda audiensi di Mapolres Bangkalan, Rabu (03/12/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Kapolres secara terbuka mengakui bahwa sarana pendukung untuk mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya masih belum memadai.

    Menurut Hendro, rekaman CCTV yang sering dijadikan rujukan dalam penanganan kasus curanmor tidak selalu mampu memberikan hasil maksimal tanpa dukungan teknologi analisis yang lebih canggih.

    “CCTV itu cuma pendukung, apabila alat teknologi yang dimiliki belum bisa membantu mengungkapkan kasus curanmor secara detail,” ujarnya.

    Meski memiliki keterbatasan, Hendro memastikan bahwa pihaknya tetap menjadikan CCTV sebagai bukti penunjang dalam proses penyelidikan. Ia juga menyampaikan empati kepada salah satu wartawan yang menjadi korban curanmor.

    “Kami akan terus mengupayakan semaksimal mungkin. Terkait curanmor milik rekan wartawan, saya pribadi turut empati dan simpati atas kehilangannya,” tuturnya.

    Terkait minimnya progres pengungkapan hingga saat ini, Hendro menjelaskan bahwa kasus curanmor memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Jika tidak terdapat identitas atau petunjuk yang jelas mengenai pelaku, proses pengungkapan dapat memakan waktu lama.

    “Ada salah satu kasus curanmor prosesnya cepat karena pelaku ada yang kenal, identitas ada, orangnya tahu, maka itu mudah mencarinya. Kalau kasus curanmor tergantung, bisa lama, bisa cepat. Ada juga yang sampai 3 tahun baru terungkap,” pungkasnya.

    Sementara itu, Supriadi, korban yang juga seorang wartawan menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja penyidik Polres Bangkalan. Ia menilai pelayanan yang diberikan tidak profesional, terutama dalam hal komunikasi terkait perkembangan perkara.

    Supriadi menuturkan bahwa dirinya mendapat respons tidak mengenakkan ketika menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya.

    “Penyidiknya songong dan arogan. Ketika saya tanya perkembangan, malah jawab ‘tidak perlu ditanya bro, kalau ada perkembangan pasti dikirim’,” ujarnya menirukan ucapan penyidik.

    Supriadi juga menegaskan bahwa dirinya dan para jurnalis pada dasarnya merupakan mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, ia berharap proses pengungkapan kasus curanmor yang menimpanya dapat ditangani lebih serius dan komunikatif.

    “Kami ini mitra kepolisian. Setiap ada rilis, kegiatan, atau informasi penting, wartawan selalu siap membantu publikasi. Maka ketika kami menjadi korban, seharusnya pelayanan dan komunikasinya juga lebih baik. Harapan saya kasus ini bisa segera diungkap,” tegasnya.

    Ia menambahkan, pengungkapan kasus curanmor bukan hanya soal kehilangan barang pribadi, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

    “Kalau kasus sederhana seperti curanmor saja sulit ada progres, bagaimana masyarakat bisa percaya? Makanya saya berharap betul kasus ini segera terungkap,” pungkasnya.

    Korban meminta agar penyidik memberikan pelayanan yang lebih terbuka, humanis, dan responsif sehingga hubungan baik antara insan pers dan Polres Bangkalan tetap terjaga.*** (Azis)

  • Ekonomi,  hukum,  Kepolisian,  Nature,  SOSIAL

    Sahli Yuas Elko Buka Kegiatan Konsultasi Publik dan Pembahasan Rencana Pengelolaan DAS Kumai Tahun 2025

    Sahli Yuas Elko Buka Kegiatan Konsultasi Publik dan Pembahasan Rencana Pengelolaan DAS Kumai Tahun 2025


    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Staf ahli (sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekobang) Yuas Elko membuka acara konsultasi publik dan pembahasan laporan akhir penyusunan dan penetapan rencana pengelolaan DAS Kumai Tahun 2025, Kamis (04/12/2025).

    Saat membacakan sambutan tertulis Plt.Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Yuas Elko mengatakan DAS Kumai merupakan salah satu dari 10 DAS utama di Provinsi Kalimantan Tengah, dimana banyak masyarakat melakukan aktivitas dan yang pasti akan sangat mempengaruhi kondisi DAS tersebut.

    Menurutnya di dalam DAS Kumai ini banyak terkandung berbagai Sumber Daya Alam (SDA) hayati dan non hayati yang dikelola oleh berbagai sektor dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.
    “Namun aktivitas SDA sering kali menimbulkan konflik dan tumpang tindih kepentingan atau kewenangan yang sering dikenal dengan konflik pemanfaatan ruang, ” ungkapnya.

    Melalui perencanaan pembangunan dan sistem DAS. Satu DAS, satu rencana, dan satu sistem pengelolaan terpadu atau di kenal dengan istilah one watreshed, one plan and one integrated management diharapakan dapat menjawab semua tantangan pemangku kepentingan agar dapat diselaraskan dan diharmonisasikan.

    Selanjutnya Yuas Elko menekankan, pengelolaan DAS tidak bisa dilakukan oleh satu sektor atau bahkan satu wilayah administratif pemerintahan,tapi harus melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor dan wilayah administrasi pemerintah dari hulu sampai hilir.

    “Diharapkan kedepannya rencana pengelolaan DAS yang tersusun ini membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan Tengah, “tutupnya.(ryt)

  • Kepolisian,  Kriminal

    WPK Pertanyakan Profesionalisme Penanganan Sejumlah Kasus di Polres Bangkalan

    WARTAPENASATUJATI | Bangkalan – Pada Rabu, 3 Desember 2025, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Wartawan Peduli Keadilan (WPK) mendatangi Mapolres Bangkalan untuk mempertanyakan progres sejumlah perkara yang dinilai mandek dalam penanganan proses hukum di Polres Bangkalan.

    Kehadiran WPK yang terdiri dari puluhan media tersebut bertujuan mempertegas pentingnya profesionalisme Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menangani berbagai laporan yang hingga kini dinilai tidak menunjukkan perkembangan secara signifikan.

    Koordinator audiensi, Syaiful Anam mengatakan, beberapa perkara yang dianggap jalan di tempat harus menjadi perhatian serius Polres Bangkalan.

    “Salah satu yang perlu diperhatikan adalah perkara galian C ilegal yang telah menewaskan enam santri yang sampai sekarang aktivitasnya masih berlangsung. Kapolres pernah mengatakan akan menutup, tapi faktanya masih beroperasi,” ujar Anam yang juga Ketua Komunitas Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan).

    Senada dengan itu, Ketua WPK, Supriadi menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap jajaran penyidik di Polres Bangkalan. Menurutnya, pola komunikasi yang baik penting dilakukan, terutama komunikasi dengan media.

    Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan beberapa kasus yang belum terungkap menunjukkan lemahnya kinerja aparat dalam bekerja secara profesional, khususnya kasus curanmor milik rekan wartawan yang terjadi 2 bulan yang lalu.

    “Ada kasus curanmor dengan korban seorang wartawan, bahkan merupakan mitra Polres. Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Bukti lengkap, saksi ada, tapi tidak ada perkembangan sedikitpun, padahal kasusnya sudah kurang lebih 2 bulan berjalan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menyambut hangat kedatangan rekan-rekan WPK. Ia menyebut masukan tersebut sebagai bahan evaluasi internal agar kinerja jajarannya semakin baik.

    “Saya pribadi berterima kasih atas masukan dari rekan-rekan semua. Ini akan menjadi bahan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

    Terkait persoalan galian C yang menelan korban enam santri di Jaddih, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penutupan secara langsung, namun melarang keras kegiatan yang melanggar hukum.

    “Kami melarang, bukan menutup. Setiap aktivitas yang melanggar hukum pasti akan ditindak. Jika masih membandel, tentu ada konsekuensi hukum yang menunggu,” tegasnya.

    Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut berakhir dengan sejumlah harapan dari WPK. Mereka menekankan pentingnya transparansi, percepatan penanganan perkara, serta komunikasi terbuka antara kepolisian dan awak media.

    WPK juga menilai bahwa pers merupakan mitra strategis kepolisian dalam memberikan informasi kepada publik. Karena itu, mereka menginginkan adanya hubungan yang lebih kolaboratif, sekaligus profesional, antara lembaga penegak hukum dan insan pers.

    Audiensi ini menjadi momentum penting bagi WPK dan Polres Bangkalan untuk memperbaiki pola komunikasi, membuka ruang dialog, serta memperkuat komitmen dalam menciptakan penegakan hukum yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel.*** (Azis)

  • Kepolisian,  Kriminal

    Gerak Cepat Polrestabes Surabaya Bongkar 43 Kasus Curanmor, 42 Tersangka Tak Berkutik

    Gerak Cepat Polrestabes Surabaya Bongkar 43 Kasus Curanmor, 42 Tersangka Tak Berkutik

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Laju kejahatan jalanan yang sempat mencengkeram Kota Surabaya akhirnya terhenti setelah jajaran Polrestabes Surabaya bersama polsek-polsek di bawahnya melancarkan operasi besar-besaran sepanjang Oktober hingga November 2025.

    Dalam rentang waktu tersebut, aparat berhasil mengungkap 43 kasus pencurian kendaraan bermotor, sekaligus menumbangkan 42 tersangka yang selama ini bergerak senyap di berbagai sudut kota.

    Dari hasil pemeriksaan, terungkap mayoritas pelaku adalah laki-laki, termasuk satu anak di bawah umur yang diduga dimanfaatkan jaringan. Tak kalah mencengangkan, dua perempuan juga ikut terseret dalam aksi kriminal ini.

    Sebanyak delapan tersangka diketahui merupakan residivis yang kembali turun ke jalan, mengulang rekam jejak kejahatan mereka tanpa jera.

    Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku menjalankan aksinya dengan merusak rumah kunci kendaraan, menggunakan perkakas yang dirancang khusus untuk menggasak motor dalam hitungan detik. Selebihnya, aksi berhasil karena kelengahan pemilik yang masih meninggalkan kunci menempel di motor.

    “Motif ekonomi adalah pendorong utamanya. Para pelaku memilih sasaran yang mudah, minim pengawasan, dan kerap beraksi pada jam-jam rawan,” ujar Kombes Pol Luthfi dalam konferensi pers, Selasa (02/12) petang.

    Analisis polisi menunjukkan pola yang tak bisa dianggap sepele. Kejadian terbanyak berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB, ketika kota mulai lengang dan pengawasan kian kendor. Lingkungan permukiman, kos-kosan, pertokoan, hingga masjid dan hotel menjadi titik yang paling sering disasar.

    Kos-kosan disebut sebagai lokasi favorit bagi jaringan curanmor. Para pelaku kerap menyamar sebagai penghuni baru, memanfaatkan pintu pagar yang tidak terkunci, area parkir terbuka, serta akses keluar-masuk yang bebas.

    “Pengelola kos perlu meningkatkan sistem keamanan. CCTV yang jelas dan pagar yang selalu terkunci dapat mempersempit gerak mereka,” tegas Kapolrestabes.

    Dalam pengungkapan ini, polisi menyita 17 unit sepeda motor, dokumen kendaraan, berbagai jenis kunci palsu, serta ponsel yang digunakan sebagai alat koordinasi. Namun sejumlah motor lainnya diduga telah berpindah tangan ke luar Surabaya dan kini masih dalam penelusuran tim.

    “Kami terus mendalami jaringan penadahnya. Mohon doa agar seluruh barang bukti bisa kami temukan dan kembalikan kepada pemiliknya,” tambah Kapolrestabes.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara.

    Polrestabes Surabaya menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

    Polisi mengimbau warga agar memperkuat keamanan pribadi: memasang kunci ganda, tidak meninggalkan kunci tergantung, dan segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan.

    Keamanan kota yang kondusif, ujar Kapolrestabes, hanya dapat terwujud melalui sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian.

    Dengan kewaspadaan kolektif dan langkah cepat penegak hukum, Surabaya memastikan ruang gerak para pelaku kejahatan semakin sempit dan keselamatan publik tetap terjaga.*** (Bgn)

  • Kepolisian

    Dalam 2 Pekan Operasi Patuh Semeru 2025 di Wilayah Hukum Satlantas Polrestabes Surabaya

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAOperasi Patuh Semeru 2025 resmi berakhir pada Minggu 30/11/2025.L kemarin, Selama dua pekan pelaksanaannya, Satlantas Polrestabes Surabaya menindak ribuan pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

    Kasatlantas Polrestabes Surabaya, yakni AKBP. Galih Bayu Raditya, SIK, MM, mengatakan, Selasa (02/12/2025), kegiatan Operasi Patuh Semeru 2025, kami libatkan 320 personel jajaran Polrestabes Surabaya.

    “Hasil yang di capai target segalah potensi gangguan, gangguan abang, dan gangguan nyata yang berpontesi menyebabkan kemacetan, serta pelanggaran laka juga baik itu sebelumnya, atau pada saat pasca operasi zebra semeru 2025,” ucapnya.

    Masih lanjut kata Galih Bayu Raditya, dalam kegiatan Operasi Patuh Semeru 2025, Kami mencatat jumlah kejadian laka ada 23 kejadian.

    “Korban meninggal di angka NOL (0), Korban luka berat juga di angka NOL, korban luka ringan 32 orang, dan kerugian materil sebesar 9380.000 Rupiah,” tegasnya.

    Perlu untuk Kami sampaikan, sambung Galih Bayu Raditya, saat berakhirnya Operasi Patuh Semeru 2025, yang berlangsung selama 14 hari, dengan dimulai 17–30 November 2025 yaitu terkait E-Tle Statis sebayak 3.799, E-Tle Mobile 2.100.

    “Untuk tilang manual 150, dan teguran ada 100.847, jadi rekapitulasi Dakgar Lantas Periode selama 14 hari, mulai 17–30 November 2025, dengan jumlah GAR 106.896,” tutup Kasatlantas Polrestabes Surabaya dihadapan media awak.*** (Bgn)

  • Kepolisian,  Pendidikan,  SOSIAL

    Wakapolda Kalteng Bekali 143 Siswa SPN: Jadilah Polisi Pelayanan yang Tulus

    Wakapolda Kalteng Bekali 143 Siswa SPN: Jadilah Polisi Pelayanan yang Tulus

    Pulang Pisau, wartapenasatu.com – Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi, S.I.K., S.H., M.H., memberi pembekalan kepada 143 siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalteng pada hari Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam membentuk generasi baru aparat penegak hukum yang memiliki komitmen tinggi terhadap tugas dan masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Kalteng secara tegas menekankan pentingnya menjadi polisi yang melayani masyarakat dengan tulus dan tidak mempersulit keadaan. Pandangan ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang peran institusi kepolisian sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan ketertiban dan kesejahteraan.

    “Jadilah polisi yang baik dan dicintai masyarakat, serta bermoral, berintegritas, bermartabat, dan profesional,” ujar Wakapolda. Pesan ini bukan hanya sekadar anjuran, melainkan landasan nilai yang harus dijiwai setiap siswa dalam menjalani karir sebagai pengawal keamanan negara.

    Brigjen Rakhmad juga menyampaikan kebijakan Kapolda yang diberi nama “RESPEK”, yang mencakup Responsif, Profesional, Beretika, dan Berkeadilan. Konsep ini dirancang sebagai panduan praktis untuk menumbuhkan perilaku yang sesuai dengan standar keahlian dan etika kepolisian.

    Keberadaan kebijakan “RESPEK” menunjukkan upaya terstruktur dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di Kalteng. Setiap aspek dalam akronim tersebut saling melengkapi untuk menciptakan aparat yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, mampu bekerja dengan profesionalisme, memegang teguh nilai-nilai etis, dan memberikan perlindungan keadilan yang adil.

    “Saya berharap kedepan, para siswa dapat menjadi polisi yang berkualitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. Harapan ini mencerminkan kesadaran akan tanggung jawab besar yang ditanggung oleh siswa SPN sebagai calon pengganti generasi polisi masa depan.

    Sebagai informasi, pembekalan ini juga dihadiri oleh Ka SPN Polda Kalteng Kombes Pol Dharmeshwara Hadi Kuncoro, S.I.K., dan pejabat utama SPN Polda Kalteng. Kehadiran para pejabat tersebut menandakan dukungan penuh lembaga terhadap upaya pembentukan karakter dan kompetensi siswa calon polisi.

    (Sumber: Herry Kalteng)

  • Bencana,  Kepolisian,  SOSIAL

    Polri Kerahkan Pasukan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar Percepatan Tanggap Bencana & Dukungan Penanganan Lapangan

    WARTAPENASATUJATIM | Jakarta — Polri mengerahkan kekuatan pasukan dalam skala besar sebagai respons cepat terhadap penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan dukungan strategis, perluasan area evakuasi, serta penambahan sumber daya identifikasi korban dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak.

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini menuntut disiplin, kesigapan, dan koordinasi lintas fungsi.

    “Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini operasi kemanusiaan, maka harus dilakukan secara cepat, sinergis, dan gotong royong di semua lini,” ujarnya.

    Wakapolri juga menyampaikan bahwa percepatan pengiriman pasukan serta logistik akan terus dilakukan secara adaptif sesuai perkembangan situasi lapangan.

    Total 497 personel diberangkatkan, terdiri dari 300 Brimob, 100 Sabhara, 26 operator K9 bersama 7 ekor anjing pelacak, 27 personel DVI, 20 tim trauma healing, 15 personel Inafis (masing-masing 5 disebar ke Sumut, Sumbar, dan Aceh pada gelombang berikutnya), serta 9 personel humas.

    Penugasan komando lapangan ditetapkan melalui penempatan Kombes Pol. Monang untuk sektor Sumatera Utara, AKBP Hendrick Situmorang untuk sektor Sumatera Barat, dan Kombes Pol. Aditya sebagai unsur cadangan strategi bila terjadi eskalasi.

    Sementara itu unsur pengendali Baharkam juga diperkuat dengan penempatan KBP Gattot Aris Purbaya di Sumut, KBP Gun Heriadi di Aceh, dan KBP Slamet Hernawan di Sumbar.

    Pemberangkatan pasukan dilakukan melalui Terminal APK Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.00 WIB. Rute penggelaran personel terbagi menjadi tiga sektor utama, yaitu Brimob 100 personel menuju Kuala Namu kemudian diarahkan ke Sibolga, Sabhara 100 personel juga melalui Kuala Namu dengan penugasan lanjutan menuju Silangit, dan Brimob 100 personel lainnya dialihkan menuju Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau dengan pengaturan teknis oleh Karoops.

    Sisa 100 Brimob ditempatkan sebagai pasukan rotasi dan cadangan untuk penguatan lanjutan tiga wilayah tersebut. Setelah tiba, pasukan di Silangit diproyeksikan bergerak meliputi Tapanuli Utara (dua unit) serta Tapanuli Selatan (tiga unit), sedangkan pasukan yang masuk melalui Sibolga akan mengarah ke Tapanuli Tengah sebagai sektor prioritas.

    Penguatan logistik dalam operasi ini berasal dari Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya, dilengkapi tambahan terbaru berupa 600 dus makanan siap saji serta penguatan tenda lapangan, alat kesehatan, thermal gear, dan perlengkapan portable lainnya yang sedang dalam proses manifesting.

    Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa seluruh pendistribusian logistik dilakukan secara berlapis untuk memastikan efektivitas penyaluran.

    “Seluruh logistik diperiksa satu per satu sebelum diberangkatkan. Kami memastikan distribusi dilakukan berkelanjutan agar seluruh daerah terdampak menerima dukungan yang memadai,” tegasnya.

    Ia melanjutkan bahwa percepatan aliran logistik menjadi prioritas utama guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang sulit dilalui.

    “Tujuannya jelas mempercepat penanganan, menembus wilayah terisolir, dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” tambahnya.

    Dengan pengerahan ini, Polri menegaskan kesiapan penuh untuk memperluas operasi kemanusiaan, mempercepat proses evakuasi, serta meningkatkan dukungan logistik bagi wilayah terdampak. Polri juga menyampaikan bahwa perkembangan operasi akan dirilis secara rutin agar masyarakat menerima informasi secara cepat, akurat, dan dapat dipercaya. (Bgn)

  • Kepolisian,  SOSIAL

    Ketum Bhayangkari Beri Bantuan hingga Hibur Anak-anak Korban Bencana di Tapanuli Tengah

    WARTAPENASATUJATIM | JakartaKetum Bhayangkari Ny Juliati Sigit Prabowo mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ kepada korban bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Juliati juga meninjau kondisi para korban di pengungsian.
    Pantauan detikcom, Senin (1/12/2025), Juliati datang langsung ke posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Di posko itu, dia melihat kondisi ibu-ibu dan anak-anak yang mengungsi akibat banjir besar di Tapanuli Tengah.

    Juliati terlihat berinteraksi dengan para pengungsi. Dia bersalaman dan memeluk memeluk ibu-ibu yang menjadi korban bencana di Tapanuli Tengah. Juliati juga sempat mendengarkan curahan hati dari para pengungsi seraya memberikan kata-kata penguatan dan penghiburan kepada mereka.

    Tak hanya itu, Juliati terlihat menghibur anak-anak di pengungsian tersebut. Juliati mengajak anak-anak bernyanyi dan memberikan hadiah untuk mereka.

    Seperti diketahui, Kapolri juga menyerahkan 8 truk bantuan untuk masyarakat korban bencana di Tapanuli Tengah. Bantuan Polri itu secara simbolik diserahkan Jenderal Sigit kepada Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

    Bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ ini langsung disalurkan untuk korban bencana di posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Bantuan ini berupa bahan makanan, pakaian, dan kebutuhan masyarakat sehari-hari lainnya.

    Jenderal Sigit memastikan pemberian bantuan bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar memaksimalkan pelayanan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

    “Tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan, termasuk kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan dasar, kemudian kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti BBM, tadi beliau cek jalur-jalurnya mana saja,” ucap Kapolri.

    “Intinya beliau memerintahkan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam ini untuk betul-betul dimaksimalkan, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya. (Bgn)

  • Kepolisian,  Kriminal

    Keluarga Korban Pencabulan Laporkan Pelaku Dugaan Rudapaksa di Ponpes Galis Ke Polda Jatim

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Korban dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum Lora (Gus) di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kini mendapat pendampingan psikologis. Pendamping Psikologi mengungkapkan bahwa korban mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya.

    Direktur Muslimah Humanis Indonesia, Dr. Mutmainnah, M.Si, mengatakan telah mendampingi satu korban sejak awal hingga proses pelaporan resmi ke Polda Jawa Timur.

    “Ini bukan sekadar isu, tetapi benar adanya bahwa terjadi pencabulan di salah satu Ponpes di Kecamatan Galis. Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Jatim,” ujarnya saat ditemui awak media, Selasa (02/12/2025).

    Menurutnya, korban menunjukkan tanda-tanda trauma mendalam sehingga perlu pendampingan khusus. Ia menegaskan bahwa keberanian korban lain untuk mengungkapkan apa yang mereka alami sangat penting demi penegakan hukum yang transparan.

    “Yang perlu saya tegaskan, seluruh korban harus berani speak up untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan. Kita harus sama-sama mengawal kasus ini dengan niat mengawal kebenaran,” ucapnya.

    Ia juga berharap penanganan kasus ini dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap adanya kemungkinan korban lain serta memastikan lingkungan pesantren tetap aman bagi para santri.

    Kasus ini menjadi perhatian serius publik mengingat posisi pelaku sebagai tokoh pesantren yang seharusnya menjadi teladan. Hingga kini, Media ini akan terus melakukan pendalaman informasi kepada Polda Jatim guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta potensi korban lain dalam kasus tersebut.***(Azis)

Wartapenasatu.com @2025