Nasional

  • Nasional

    BRIN Dorong Kolaborasi Riset di Seminar Nasional Hybrid “Perempuan dan Perannya dalam Pergerakan Kebangsaan”

    WARTAPENASATUJATIM | PayakumbuhProgram Studi Pendidikan Sejarah STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh bekerja sama dengan Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban Badan Riset dan Inovasi Nasional (PR KPP BRIN) serta Perkumpulan Program Studi Sejarah se-Indonesia (PPSI) menggelar Seminar Nasional Hybrid dengan tema “Perempuan dan Perannya dalam Pergerakan Kebangsaan”.

    Seminar tersebut dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Kampus STKIP Yayasan Abdi Pendidikan, Jalan Prof. M. Yamin, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

    Seminar yang dihadiri oleh 220 peserta, baik secara luring maupun daring, menampilkan Dr. Mutiah Amini, M.Hum (Kepala Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) sebagai Keynote Speaker. Dalam pembukaan seminar, ia membahas topik “Membaca Ulang Historiografi Perempuan Indonesia.”

    Enam narasumber yang turut menyajikan makalah serta judul bahasan mereka pada seminar tersebut adalah: Dr. Yuliarni, M.Hum – Dosen Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang (Ratu Sinuhun dan Simbur Cahaya. Kontribusi Perempuan bagi Pendidikan Toleransi), Dr. Sudirman, M.Pd – Kaprodi PPKN STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh (Karakter Kebangsaan Pemuda, perjalanan masa lalu, realitas kini dan harapan masa depan).

    Selain itu juga ada Dra. Zusneli Zubir, M.Hum – Peneliti Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional – PR KKP OR ARBASTRA BRIN (Pergerakan Perempuan  Minangkabau Menantang Tradisi dan Penjajahan Awal abad 20), Destel Meri, M.Pd – Wakil Ketua I STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh (Ratna Sari: Orator Tanah Minang yang menguncang kongres perempuan 1935), Selfi Mahat Putri, S.S, MA – Dosen Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Bidaya Universitas Andalas Padang (Limpapeh Rumah nan Gadang: Suara Perempuan Minang dalam Pergerakan Bangsa), dan Jumhari, S.S, M.Hum – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaah (BPK) Wilayah IV Riau dan Kepri.

    Dalam sambutannya, Kepala PR KPP BRIN, Wuri Handoko, S.S., M.Si, menyampaikan bahwa seminar tersebut sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang peran perempuan dalam membangun kebangsaan.

    “Dualitas peran perempuan dan laki-laki dalam pergerakan kebangsaan tidak bisa dipisahkan. Sejak masa perjuangan, banyak pahlawan perempuan yang mengambil peran penting. Dalam konteks pembangunan, peran perempuan juga sangat signifikan,” ujarnya.

    Wuri Handoko menekankan bahwa pentingnya mengungkap peran perempuan sejak awal berdirinya Indonesia melalui berbagai riset kolaboratif, guna menghasilkan informasi baru dan pengetahuan yang lebih mendalam.

    Ia berharap kolaborasi riset antara BRIN dan lembaga-lembaga riset di kampus, termasuk STKIP Payakumbuh, dapat terus ditingkatkan untuk memastikan semua pihak dapat bekerja optimal di bidangnya masing-masing.

    Ketua Pelaksana Seminar, Fikrul Hanif Sufyan, juga menegaskan bahwa pergerakan kebangsaan yang telah berusia hampir satu abad tidak hanya dilakoni oleh kaum laki-laki, namun juga oleh perempuan.

    Ia menjelaskan bahwa geliat perempuan, terutama di Sumatera pada awal abad ke-20, digerakkan oleh perempuan yang terdidik, yang berasal dari sekolah untuk perempuan seperti Madrasatu lil Banat, yang kini dikenal dengan nama Diniyah Putri Padang Panjang.

    “Seminar ini diadakan untuk membuka sejarah perempuan sebagai bagian penting dari kesejarahan di Sumatra Barat. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk mengulang kembali memori kolektif tentang peran perempuan Minang di masa lalu,” tambah Fikrul Hanif.

    Destel Meri, dalam pembukaan acara, menjelaskan bahwa perempuan Minang pada masa lalu tidak hanya dikenal sebagai simbol “limpapeh rumah nan gadang”, tetapi juga berperan aktif dalam mencerahkan kaumnya melalui pendidikan, organisasi pergerakan, dan pers.

    Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, saat menyampaikan makalahnya, mengungkapkan bahwa puncak lahirnya pergerakan perempuan di Minangkabau ditandai dengan perluasan aktivitas politik mereka melawan penjajahan Belanda.

    Hal tersebut tercermin dalam partisipasi mereka dalam organisasi kepemudaan seperti Jong Sumateranen Bond cabang Padang, Persatuan Muslimin Indonesia (Permi), dan lainnya.

    Sebagai Keynote Speaker, Dr. Mutiah Amini menegaskan pentingnya menghadirkan perempuan dalam narasi sejarah untuk membongkar ketimpangan narasi masa lalu, yang tidak hanya berfokus pada perempuan, tetapi juga pada keseluruhan sejarah itu sendiri.

    “Dalam catatan yang kami temukan, terdapat tujuh pers yang digerakkan oleh perempuan di Sumatra Barat, di antaranya adalah: Soenting Melajoe, Djauharah, Soeara Perempoean, Asjraq, Soeara Kaoem Iboe Soematra, Keoetamaan Istri Minangkabau, dan Suara Kaoem Iboe Seoemoemnja (SKIS),” ujarnya.*** (Red)

    (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

  • Nasional

    Menhan RI Tinjau Uji Coba Kapal Selam Tanpa Awak di Koarmada II, Danrem 084/Bhaskara Jaya Turut Dampingi

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAKomandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, turut mendampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Hor) Purn Sjafrie Sjamsoeddin, dalam kunjungan kerja ke Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya pada Kamis (30/10/2025).

    Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka meninjau secara langsung pelaksanaan uji penembakan torpedo Kapal Selam Tanpa Awak atau Autonomous (KSOT), yang merupakan salah satu inovasi strategis hasil karya anak bangsa di bidang pertahanan maritim.

    Selain Danrem 084/Bhaskara Jaya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan.

    Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Danny Alkadrie menyampaikan bahwa kehadiran Menhan RI bersama jajaran TNI menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya dalam pengembangan teknologi kapal selam tanpa awak.

    Menhan RI, Jenderal TNI (Hor) Purn Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa keberhasilan uji coba torpedo pada kapal selam tanpa awak ini merupakan tonggak penting bagi bangsa Indonesia dalam penguasaan teknologi pertahanan maritim.

    “Kitalah negara keempat di dunia yang berhasil memproduksi kapal selam tanpa awak yang dikembangkan secara nasional,” ujar Menhan.

    Dengan capaian tersebut, Indonesia kini semakin memperkuat posisi strategisnya di kawasan dalam hal penguasaan teknologi pertahanan laut modern, sekaligus menjadi bukti nyata kemajuan industri pertahanan nasional menuju kemandirian dan kedaulatan bangsa.*** (Bgn)

  • Nasional

    Kapolri Hadiri Pembukaan Munas ICF ISSI, Tegaskan Komitmen Majukan Olahraga Sepeda Nasional

    WARTAPENASATUJATIM | JakartaKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia Cycling Federation di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Oktober 2025.

    Sigit sendiri diketahui merupakan Ketua Umum PB ISSI periode 2021-2025. Kegiatan tersebut momentum pemilihin pimpinan baru periode 2025-2029.

    “Tapi yang jelas kami diberikan kesempatan untuk membacakan visi misi sekaligus juga tentunya raihan-raihan yang telah kita raih, khususnya di masa kepengurusan saya selaku Ketua ISSI. Raihan prestasi baik di ajang asian games, sea games maupun olimpiade,” kata Sigit.

    Sigit memaparkan, sepanjang kepemimpinannya di tahun 2021 hingga 2025, PB ISSI meraih 70 medalo emas, 76 perak, dan 48 perunggu. Prestasi gemilang itu diraih dari berbagai event cabang olahraga sepeda.

    Sigit menegaskan terus berkomitmen untuk memajukan olahraga sepeda Indonesia. Pihaknya juga terus melakukan pengembangan terkait dengan cabang olahraga tersebut.

    “Tentunya selain melaksanakan event olahraga kita juga berusaha untuk terus mengembangkan baik itu trek yang bisa digunakan untuk berlatih, bertanding sekaligus juga mungkin memperkenalkan pariwisata di wilayah tersebut. Dan Alhamdulillah partisipasi kejuaraan nasional di tingkat provinsi pun terus meningkat yang awalnya 11 kemudian kemarin menjadi 23 provinsi,” papar Sigit.

    “Tentunya ISSI ke depan mendapatkan tugas dan amanat yang tentunya ini di satu sisi menjadi tugas yang berat. Namun di sisi lain ini adalah tugas yang tentunya menjadi kehormatan apalagi untuk membawa nama bangsa melalui atlet sepeda untuk bisa membawa Sang Merah Putih di tingkat tertinggi di kejuaraan-kejuaraan internasional yang ada,” tambah Sigit sekaligus mengakhiri.*** (Bgn)

  • Kepolisian,  Nasional

    Peringati Hari Jadi ke-74, Humas Polri Gelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan

    WARTAPENASATUJATIM | JakartaHumas Polri memperingati Hari Jadi ke-74 dengan menggelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Transformasi Polisi Humanis Guna Mendukung Harapan Masyarakat” di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

    Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, sejumlah pejabat utama Mabes Polri, pejabat Divhumas Polri, para Kabidhumas Polda Jajaran, para pemimpin redaksi media nasional, serta para Kadivhumas Polri pada masanya.

    Sejumlah mantan Kadivhumas yang turut hadir dalam acara ini yaitu Irjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto S.H., Komjen Pol (Purn) Drs. Togar M. Sianipar, Komjen Pol (Purn) Drs. Didi Widayadi, Irjen Pol (Purn) Drs. Sisno Adiwinoto, M.M., Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Iskandar Hasan, S.H., M.H., Komjen Pol (Purn) Drs. H. Saud Usman Nasution, S.H., M.H., M.M., Komjen Pol (Purn) Dr. Anang Iskandar, S.H., M.H., Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H., serta Komjen Pol (Purn) Drs. Setyo Wasisto, S.H.

    Acara juga dihadiri oleh Ibu Ruby M. Jasin, istri dari almarhum Komjen Pol M. Jasin, beserta keluarga. Kehadiran mereka menjadi momen penghargaan atas jasa-jasa pahlawan kepolisian yang telah meletakkan dasar kuat bagi pengabdian Polri kepada bangsa.

    Ketua Panitia, Kombes Pol Komang Suartana, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-74 Humas Polri bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum refleksi.

    “Pelaksanaan Hari Jadi ke-74 Humas Polri ini sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pengabdian dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, serta menguatkan peran Humas Polri sebagai jembatan komunikasi dua arah dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.

    Ia menambahkan, tema yang diangkat tahun ini mencerminkan semangat transformasi Polri menuju institusi yang lebih profesional, akuntabel, dan humanis.

    “Melalui tema Polisi Humanis Harapan Masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian, serta pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

    Acara diawali dengan doa, tarian pembuka, dan laporan panitia, dilanjutkan sarasehan menghadirkan Narasumber Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, penasihat ahli Kapolri bidang media sosial Rustika Herlambang, mantan anggota DPR RI Johan Budi, serta aktivis HAM Usman Hamid.

    Selanjutnya, dilakukan Dialog kebangsaan yang menghadirkan Komjen Pol (Purn) Didi Widayadi, sejarawan Lorenzo Yauwerissa, serta akademisi Dr. Devie Rahmawati turut memperkaya perspektif kebangsaan. penyerahan cinderamata kepada keluarga M. Jasin sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada pahlawan nasional.

    Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai bentuk rasa syukur serta simbol pengabdian Humas Polri kepada bangsa.

    Peringatan Hari Jadi ke-74 ini diharapkan semakin memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat, serta meneguhkan peran Humas sebagai garda depan komunikasi publik yang humanis dan terpercaya.*** (Bgn)

  • Militer,  Nasional,  Uncategorized

    Pangdam Brawijaya Dampingi Kunjungan Menhan Sjafrie di Koarmada II

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaPangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, mendampingi kunjungan kerja yang dilakukan oleh Menhan RI, Jenderal TNI (Hor) Purn Sjafrie Sjamsoeddin di Koarmada II/Surabaya pada Kamis (30/10/2025).

    Kunjungan itu, dilakukan dalam rangka meninjau pelaksanaan Uji Penembakan Torpedo Kapal Selam Tanpa Awak atau Autonomous (KSOT) yang diikuti oleh sekitar 100 prajurit.

    Selain Pangdam, kunjungan yang dilakukan oleh Menhan RI itu, turut didampingi oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, serta beberapa pejabat militer lainnya.

    Menhan mengatakan, kapal selam tanpa awak itu adalah produksi dalam negeri. Indonesia, kata Menhan Sjafrie, menjadi negara keempat yang memproduksi kapal selam tanpa awak.

    “Kitalah negara yang ke-4 di dunia untuk produksi kapal selam tanpa awak yang dikembangkan nasional,” kata Menhan.

    Sementara itu, Pangdam Mayjen TNI Rudy menambahkan, uji penembakan penembakan torpedo Kapal Selam Tanpa Awak merupakan langkah penting dalam memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

    “Autonomous menunjukkan kemajuan besar industri pertahanan dalam mendukung kekuatan TNI yang modern dan berteknologi tinggi,” ujar Mayjen TNI Rudy. (Bgn)

  • Kepolisian,  Nasional

    Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Tinggi Polri, Tegaskan Komitmen Penguatan Kinerja dan Regenerasi Kepemimpinan

    WARTAPENASATUJATIM | JakartaKapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin upacara Serah Terima Jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Tinggi (Pati) dan Menengah (Pamen) Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

    Sertijab ini merupakan bagian dari proses regenerasi dan penyegaran organisasi guna memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas di berbagai satuan kerja maupun kewilayahan.

    Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab hari ini antara lain:

    1. Irjen Pol. Helmi Santika, S.H., S.I.K., M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Lampung;

    2. Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H. (Dirtipideksus Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Lampung;

    3. Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Selatan;

    4. Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo, S.H., M.H. (Dirtipidum Bareskrim Polri) dilantik menjadi Kapolda Sulsel;

    5. Irjen Pol. Drs. Hendro Pandowo, M.Si., menyerahkan jabatan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung;

    6. Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H., menyerahkan jabatan Kadivkum Polri dan dilantik menjadi Kapolda Kep. Babel;

    7. Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., menyerahkan jabatan Kapolda Sulawesi Tengah dan dilantik menjadi Kadivkum Polri;

    8. Irjen Pol. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H. (Waastamaops Kapolri) dilantik menjadi Kapolda Sulawesi Tengah;

    9. Brigjen Pol. Nanang Chadarusman, S.I.K., M.H., menyerahkan jabatan Kasetum Polri;

    10. Kombes Pol. Emi Sumijati, S.H. (Psikolog Kepolisian Madya Tk I SSDM Polri) dilantik menjadi Kasetum Polri.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menjelaskan bahwa mutasi dan sertijab di tubuh Polri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang terencana dan berkelanjutan.

    “Rotasi dan promosi jabatan ini adalah bentuk penyegaran organisasi sekaligus bagian dari komitmen Kapolri dalam memperkuat soliditas, profesionalisme, dan efektivitas kinerja Polri di seluruh lini,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

    Ia menambahkan, dinamika jabatan ini juga menjadi upaya untuk memberikan ruang regenerasi kepemimpinan yang mampu menyesuaikan dengan tantangan tugas kepolisian di era modern.

    “Setiap pejabat yang dipercaya menduduki jabatan baru diharapkan dapat langsung beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sesuai dengan semangat Presisi yang menjadi pedoman utama Polri,” tegasnya.

    Upacara sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama Mabes Polri serta keluarga besar Polri.

    Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.*** (Bgn)

  • Kepolisian,  Kriminal,  Nasional

    Prabowo Apresiasi Upaya Polri Cegah Peredaran Narkoba di RI

    WARTAPENASATUJATIM | JakartaPresiden Prabowo Subianto mengapresiasi sebesar-besarnya keberhasilan Polri mengungkap kasus narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Kata Prabowo, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.

    “Pemusnahan barang bukti narkoba hasil bekerjanya Polri selama satu tahun Oktober 2024-Oktober 2025 yang berhasil mereka sita, rebut, adalah 214,84 ton, yang nilai uangnya Rp 29,37 triliun,” kata Prabowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

    Prabowo mengatakan penyitaan narkoba berkat kinerja Polri ini telah menyelamatkan dua kali jumlah penduduk bangsa Indonesia. Ada 629 juta jiwa yang bisa diselamatkan.

    “Dan bila tidak berhasil mereka cegah atau mereka sita, mereka tangkap, itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia, berarti lebih dari dua kali bangsa Indonesia, hampir dua kali,” ujar Prabowo.

    Karena itulah, Prabowo pun menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas penangkapan dan penyitaan terkait narkoba ini. Prabowo menyampaikan penghargaan kepada anggota kepolisian di mana pun yang tengah bertugas.

    “Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar besarnya kepada seluruh anggota kepolisian negara Indonesia di mana pun sedang bertugas,”ujar Prabowo.

    214,84 Ton Narkoba Dimusnahkan

    Polri memusnahkan barang bukti narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Jika dikonversi ke rupiah, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.

    “Total nilai konversi setara dengan Rp 29,37 triliun dan menyelamatkan kurang lebih 629,93 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (29/10).

    Kapolri mengatakan pemusnahan barang bukti narkoba ini dalam rangka mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam memberantas narkoba di Indonesia. Dia mengatakan pemusnahan narkoba ini menjadi wujud dukungan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

    “Upaya pemberantasan narkoba merupakan tindak lanjut dari Misi Asta Cita Bapak Presiden RI yang juga ditegaskan melalui sasaran prioritas ke-4 pada Program Pemerintah, yaitu ‘pencegahan dan pemberantasan narkoba’,” kata Kapolri.

    Dalam kurun waktu setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba yang melibatkan 65.572 tersangka. Polri juga menyita berbagai jenis narkoba dengan berat total 214,84 ton.

    Total barang bukti narkoba yang sudah dimusnahkan seberat 212,7 ton. Sisa barang bukti yang akan dimusnahkan oleh Presiden Prabowo sebanyak 2,1 ton.

    Barang bukti narkoba seberat total 214,84 ton yang dimusnahkan terdiri atas 186,7 ton ganja, 9,2 ton sabu, 1,9 ton tembakau Gorilla, 2,1 juta butir ekstasi, 13,1 juta butir obat keras, 27,9 kg ketamin, 34,5 kg kokain, 6,8 kg heroin, 5,5 kg tetrahidrokanabinol (THC), 18 liter etomidate, 132,9 kg hashish, 1,4 juta butir Happy Five, dan 39,7 kg Happy Water.

    Pembinaan Penyalahgunaan Narkoba

    Polri akan terus mencegah dan memberantas peredaran narkoba yang berdampak buruk pada masyarakat, terutama generasi muda usia 15-24 tahun. Selain penindakan, Polri juga memberantas narkoba dengan pencegahan hingga penanganan korban penyalahgunaan narkoba.

    “Polri telah mengidentifikasi 228 kampung narkoba di seluruh Indonesia, dan 118 di antaranya telah berhasil ditransformasi menjadi kampung bebas dari narkoba,” katanya.

    Jenderal Sigit juga melaporkan saat ini terdapat 615 lembaga rehabilitasi di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 393 rehabilitasi medis dan 222 rehabilitasi sosial.*** (Bgn)

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  hukum,  Keamanan,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Pertahanan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Kemanusiaan Bedah Buku “Luka yang Tak Menyerah” Ajak Publik Menafsirkan Makna Perlawanan dalam Sastra

    Yogyakarta  wartapenasatu.com

    “Luka yang Tak Menyerah, Bara yang Tak Padam”: JAKER dan Retorika UGM Gelar Bedah Buku Puisi tentang Perlawanan dan Kemanusiaan
    Yogyakarta, 29 Oktober 2025 —
    Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bersama komunitas Retorika Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Bedah Buku Antologi Puisi berjudul “Luka yang Tak Menyerah, Bara yang Tak Padam”, Rabu (29/10) sore, di Ruang Persatuan, Lantai 3 Fakultas Filsafat UGM. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini menjadi ruang pertemuan antara sastrawan, akademisi, dan pecinta sastra yang ingin menafsirkan kembali makna luka dan daya hidup dalam perjalanan kemanusiaan.

    Dalam sambutannya, perwakilan JAKER menyampaikan bahwa antologi ini bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi sebuah kesaksian sosial dan batin atas kenyataan hidup yang tak selalu ramah. “Kami ingin menjadikan puisi sebagai ruang untuk menyembuhkan dan melawan sekaligus. Luka bukan alasan untuk berhenti, dan bara tak seharusnya padam hanya karena angin kesedihan,” ujar salah satu perwakilan JAKER membuka acara.

    Buku antologi puisi ini menampilkan karya-karya dari berbagai penulis dengan latar berbeda yang menggali tema tentang kehilangan, perlawanan, dan harapan. Karya-karya di dalamnya merekam denyut kehidupan rakyat kecil, pergulatan batin, dan semangat tak menyerah di tengah situasi sosial yang sering melukai rasa kemanusiaan.

    Sastrawan Kiswondo, salah satu pembicara, mengungkapkan bahwa puisi-puisi dalam buku ini tidak berhenti pada keindahan bahasa, tetapi menjadi jeritan nurani yang menolak diam. “Puisi-puisi ini lahir dari keberanian. Mereka adalah bentuk perlawanan halus terhadap ketidakadilan yang membungkam. Di sinilah puisi kembali ke hakikatnya — menjadi suara bagi yang tak punya suara,” tegasnya.

    Sementara itu, Achmad Munjid, M.A., Ph.D., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, melihat karya ini sebagai refleksi tentang kemanusiaan yang teruji. Menurutnya, puisi mampu memanggil kesadaran baru di tengah derasnya pragmatisme zaman. “Sastra seperti ini menegaskan bahwa berpikir kritis dan berempati adalah dua sisi dari kemanusiaan yang tak bisa dipisahkan. Puisi menjadi cara kita merawat keduanya,” ujarnya dalam sesi diskusi.

    Pembicara lainnya, Isty, alumni Filsafat UGM, menyoroti sisi reflektif dari karya-karya tersebut. Ia menilai bahwa setiap puisi di dalamnya adalah perjalanan spiritual para penulis dalam menemukan makna dari luka. “Ada kekuatan lembut di balik setiap kata. Puisi-puisi ini tidak meratapi luka, melainkan berdialog dengannya. Dari situ lahir semacam kebijaksanaan baru,” tutur Isty.

    Acara berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Selain diskusi, beberapa penulis turut membacakan puisinya, menciptakan suasana syahdu yang menggugah hadirin. Melalui kegiatan ini, JAKER dan komunitas Retorika UGM berharap sastra terus menjadi sumber kekuatan moral dan refleksi sosial bagi masyarakat. “Kami ingin menjaga bara semangat agar tetap menyala, karena dari puisi kita belajar menjadi manusia yang tidak menyerah,” tutup panitia.

    BY”Nok Srie”

  • Nasional

    Semangat Hari Pahlawan, PLN dan J&F S.A Brasil Teken MoU di Hadapan Dua Presiden untuk Kembangkan PLTA di Indonesia

    WARTAPENASATUJATIM | Jakarta, 24 Oktober 2025— Dalam upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi energi di tanah air, PT PLN (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman terkait studi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bersama perusahaan investasi multibisnis asal Brasil, J&F S.A.

    Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva di Jakarta, Kamis (23/10).

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis antara dua kekuatan ekonomi baru di kawasan _global south_ untuk mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama lintas sektor.

    “Kita berdua adalah kekuatan ekonomi baru yang tengah meningkat secara terus-menerus. Kita merupakan dua kekuatan _global south_. Karena itu, kerja sama antara Indonesia dan Brasil memiliki arti strategis dan kami berdua memandang sangat penting hubungan ini,” ujar Presiden Prabowo.

    Presiden Prabowo mengatakan pertemuan bilateral kali ini berlangsung intensif dan produktif. Kedua pemimpin sepakat untuk terus mempererat hubungan di berbagai sektor, mulai dari Perdagangan, Energi, Teknologi, Pertanian, hingga Pertahanan.

    “Kita sudah punya _defense cooperation agreement_ dengan Brasil dan ini dalam rangka ratifikasi. Tadi saya sebut di bidang energi juga kita sepakat, dan kita menandatangani kesepakatan di bidang energi yang cukup signifikan antara PLN dan pihak swasta. Di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian kita juga telah melaksanakan kerja sama,” tutur Presiden Prabowo.

    Sementara itu, Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan bahwa Indonesia dan Brasil memiliki banyak kesamaan sebagai dua negara demokrasi besar di belahan selatan dunia yang ekonominya tumbuh pesat dan berorientasi pada keadilan sosial.

    Karena itu, keduanya memikul tanggung jawab bersama untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, serta kolaborasi teknologi yang berkelanjutan.

    “Saya datang ke sini dengan harapan tinggi untuk memperbarui kemitraan strategis kita, menjalin perjanjian baru, tidak hanya perdagangan bilateral, tetapi juga berinvestasi dalam hal-hal baru seperti kecerdasan buatan, sentralisasi data, memperdalam hubungan ilmiah dan teknologi kita, meningkatkan hubungan antaruniversitas kita, dan yang terpenting, memiliki kebijakan perdagangan yang seimbang antara keduanya. Kebijakan ini haruslah saling menguntungkan,” ungkap Presiden Lula da Silva.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungannya dalam mendorong kemitraan strategis dengan Brasil guna mengakselerasi energi baru terbarukan, khususnya pada pengembangan PLTA.

    “Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah dalam membuka ruang kolaborasi internasional yang memperkuat langkah PLN menuju energi bersih. Kerja sama ini tidak hanya mempercepat pengembangan PLTA, tetapi juga mempertegas komitmen kita untuk menyediakan energi yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Darmawan.

    Darmawan menjelaskan, kerja sama ini memiliki makna strategis di tengah upaya Indonesia meningkatkan pemanfaatan potensi besar energi air. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga air sebesar 11,7 gigawatt (GW) dalam satu dekade mendatang.

    “Kami optimistis kerja sama ini akan menjadi _enabler_ bagi percepatan pengembangan PLTA di tanah air. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab bersama untuk menghadirkan masa depan energi yang hijau, berkelanjutan, dan membawa manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya.*** (Bgn)

  • Artikel,  Nasional,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Semangat Sumpah Pemuda ke-97 Kobarkan Persatuan di Tapanuli Tengah

    Semangat Sumpah Pemuda ke-97 Kobarkan Persatuan di Tapanuli Tengah

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat persatuan. Upacara yang digelar di Lapangan GOR Pandan pada Selasa, 28 Oktober 2025, menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda dan mengaplikasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini mengajak seluruh pemuda dan pemudi Indonesia untuk aktif berperan dalam pembangunan bangsa, serta mempererat tali persatuan dan kesatuan.

    Dalam amanatnya, Irup Wakil Bupati Tapteng membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir. Sambutan tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani semangat juang para pemuda tahun 1928 yang berani bersumpah dan menepatinya dengan darah dan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

    Menpora RI juga menekankan bahwa tugas pemuda saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dulu para pemuda mengangkat bambu runcing, kini pemuda harus mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran untuk memajukan bangsa. Semangatnya tetap sama, yaitu Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah dalam persaingan global.

    Di tengah zaman yang berat dan dunia yang bergerak cepat, Menpora RI mengajak pemuda untuk tidak takut karena masih banyak anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Pemuda yang patriotik, gigih, dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata adalah kekuatan bangsa yang sesungguhnya.

    Menpora RI juga menyampaikan pesan dari Bapak Presiden untuk tidak takut bermimpi besar dan gagal, karena pemuda adalah penentu sejarah berikutnya. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Menpora RI mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dan mengajak seluruh pemuda untuk menjaga api perjuangan demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia.

    Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-97 ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti pembacaan Teks Pancasila, pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Hasil Kongres Pemuda oleh barisan pemuda yang mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, serta menyanyikan lagu-lagu nasional oleh siswa-siswi SMK/SMA. Turut hadir dalam kegiatan ini Forkompimda Tapteng, Pimpinan DPRD Tapteng, Ketua TP PKK Tapteng, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab Tapteng, para Pimpinan OPD Tapteng, organisasi kepemudaan, mahasiswa, siswa dan siswi SMA/SMK, serta tamu undangan lainnya.

Wartapenasatu.com @2025