Pendidikan
Polresta Palangka Raya Terima 24 Siswa Latja Diktuk Bintara Polri TA 2025 dari SPN Polda Kalteng
Polresta Palangka Raya Terima 24 Siswa Latja Diktuk Bintara Polri TA 2025 dari SPN Polda Kalteng

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Polresta Palangka Raya menerima kedatangan sebanyak 24 Siswa Latihan Kerja (Latja) Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuk Ba) Polri Tahun Anggaran 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Tengah, Minggu (2/11/2025).
Kegiatan penjemputan dilaksanakan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polresta Palangka Raya dan dipimpin langsung oleh AKP Prio Amboro selaku Kabag SDM, bersama Kasubbagdalpers Ipda Iwan Kushadinoto, serta beberapa personel pendamping.
Penjemputan berlangsung di SPN Polda Kalteng Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, yang diawali dengan proses pengecekan jumlah siswa dan perlengkapan lapangan (kaporlap) sebelum diberangkatkan menuju Mako Polresta Palangka Raya.

Prio Amboro menjelaskan bahwa 24 siswa Latja tersebut akan melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan di lingkungan Polresta Palangka Raya, sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembentukan profesionalisme calon Bintara Polri.
“Selama masa Latja, para siswa akan diterjunkan langsung ke berbagai fungsi operasional, seperti Sabhara, Lantas, Reskrim, Intelkam, dan Binmas, guna menambah wawasan serta pengalaman nyata dalam pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan penjemputan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga para siswa tiba di Polresta Palangka Raya sekitar pukul 11.30 WIB.
Pelaksanaan kegiatan ini berada di bawah arahan dan pengawasan langsung Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., sebagai bentuk komitmen untuk mendukung proses pendidikan dan pembentukan calon personel Polri yang profesional dan berintegritas.
Polresta Palangka Raya Jemput 24 Siswa Latja Diktuk Bintara Polri TA 2025
Polresta Palangka Raya Jemput 24 Siswa Latja Diktuk Bintara Polri TA 2025

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Sebanyak 24 siswa Latihan Kerja (Latja) Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuk Ba) Polri Tahun Anggaran 2025 dari SPN Polda Kalimantan Tengah resmi tiba di Polresta Palangka Raya, Minggu (2/11/2025).
Kegiatan penjemputan dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polresta Palangka Raya AKP Prio Amboro, didampingi Kasubbagdalpers Bag SDM Ipda Iwan Kushadinoto, serta personel pendamping dari Bag SDM dan SPN Polda Kalteng.
Proses penyerahan dan pengecekan para siswa Latja dilaksanakan di SPN Polda Kalteng Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, sebelum diberangkatkan menuju Polresta Palangka Raya.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan pengecekan jumlah personel dan perlengkapan lapangan (kaporlap) untuk memastikan kesiapan pelaksanaan latihan kerja.

Kabag SDM Polresta Palangka Raya menjelaskan bahwa para siswa Latja akan melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan di berbagai fungsi kepolisian yang ada di lingkungan Polresta Palangka Raya.
“Selama pelaksanaan Latja, para siswa akan ditempatkan di satuan fungsi operasional seperti Sabhara, Lantas, Reskrim, Intelkam, dan Binmas, agar dapat memahami pelaksanaan tugas kepolisian secara langsung di lapangan,” ungkap Prio.
“Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penjemputan hingga kedatangan di Mako Polresta berlangsung aman dan kondusif,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan profesionalisme calon Bintara Polri sebelum nantinya dilantik dan ditempatkan di satuan masing-masing.
Pelaksanaan penerimaan siswa Latja tersebut berlangsung di bawah pengawasan dan arahan langsung Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., dengan tujuan agar kegiatan berjalan tertib, disiplin, dan sesuai ketentuan pendidikan Polri.
- Artikel, Bisnis, hukum, Keamanan, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Sekjen Laskar Gibran Dafit Fitria Bangun Saduk Hadiri Kongres Projo ke-3, Tegaskan Komitmen Kawal Program Prabowo–Gibran
Jakarta Wartapenasatu.com
Sekretaris Jenderal Laskar Gibran Hadiri Kongres Projo, Janjikan Dukungan untuk Agenda Prabowo-Gibran
JAKARTA – Dafit Fitria Bangun Saduk S.E., M.M., Sekretaris Jenderal Laskar Gibran, menghadiri Kongres Projo ke-3, menandakan keselarasan yang kuat antara kedua organisasi. Kongre
s yang diadakan di Jakarta ini mempertemukan anggota Projo dari seluruh Indonesia untuk membahas strategi dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap pembangunan nasional.Dafit Fitria Bangun Saduk menekankan dukungan Laskar Gibran yang tak tergoyahkan kepada rakyat dan dedikasi mereka untuk bekerja selaras dengan Projo. “Kami berdiri teguh bersama rakyat, dan kongres ini adalah bukti komitmen bersama kami,” katanya. “Laskar Gibran siap mendukung dan menjadi garda terdepan untuk program-program Prabowo dan Gibran.”
Kongres Projo menjadi platform bagi berbagai organisasi afiliasi untuk menyampaikan solidaritas dan membahas upaya kolaborasi. Pidato utama dan diskusi panel menyoroti pentingnya persatuan dan tindakan strategis dalam mencapai tujuan bersama. Kehadiran Dafit Fitria Bangun Saduk menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pemuda dalam membentuk masa depan bangsa.
Selama acara tersebut, Dafit Fitria Bangun Saduk berinteraksi dengan para pemimpin dan anggota Projo, bertukar ide dan menjajaki potensi sinergi antara kedua kelompok. Diskusi difokuskan pada bagaimana Laskar Gibran dapat berkontribusi pada inisiatif Projo, terutama di bidang-bidang yang berkaitan dengan pemberdayaan pemuda dan pengembangan masyarakat.
Komitmen Laskar Gibran untuk menjadi “garda terdepan” bagi program Prabowo dan Gibran mencerminkan pendekatan proaktif mereka terhadap kemajuan nasional. Dengan bekerja sama dengan Projo, mereka bertujuan untuk memperkuat dampak mereka dan memastikan bahwa kebijakan pemerintah dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Kongres diakhiri dengan semangat baru dan peta jalan yang jelas untuk kolaborasi di masa depan. Partisipasi Dafit Fitria Bangun Saduk dipandang sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan antara Laskar Gibran dan Projo, membuka jalan bagi upaya bersama dalam memajukan agenda nasional.
Dengan keberhasilan Kongres Projo ke-3, Laskar Gibran, di bawah kepemimpinan Dafit Fitria Bangun Saduk, siap memainkan peran penting dalam mendukung visi Prabowo dan Gibran untuk Indonesia, bekerja sama dengan Projo untuk mewujudkan aspirasi bersama mereka bagi bangsa.
BY:NOK SRIE
Tingkatkan Tata Kelola SOP MBG, Polda Kalteng Gelar Sertifikasi Kompetensi Bagi 18 Juru Masak SPPG
Tingkatkan Tata Kelola SOP MBG, Polda Kalteng Gelar Sertifikasi Kompetensi Bagi 18 Juru Masak SPPG

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Gunadharma Utama, menggelar pelatihan dan sertifikasi kompetensi Skema Cook bagi 18 Juru Masak SPPG.
Dalam kegiatan yang bertempat di Dapur SPPG Kemala 1, Mapolda setempat tersebut, ditinjau langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng Ny. Maya Iwan Kurniawan, Sabtu (01/11/25).
Pada kesempatannya, Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dalam mewujudkan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP).

“Saya berharap dengan adanya sertifikasi dan pelatihan ini, para koki nantinya dapat menyajikan MBG sesuai standart Badan Gizi Nasional (BGN) yang berkualitas, aman dan higenis,” ujarnya.
Ny. Maya juga menyebut bahwa program MBG ini merupakan salah satu upaya Bhayangkari dan Polri dalam mendukung Visi Misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mengatasi masalah gizi buruk, stunting dan meningkatkan tumbuh kembang anak, guna mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.
“Semoga dengan adanya juru masak yang kompeten dan bersertifikasi, diharapkan pelaksanaan program ini berjalan lebih efektif dan terukur. Sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat,” tandasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Assesor Sertifikasi LSP Pariwisata Gunadharma Utama, Joko Lelono menjelaskan bahwa para peserta menjalani uji sertifikasi meliputi 17 pertanyaan terkait pengetahuan dasar memasak dan gizi, serta melakukan praktek masak.

“Setelah demo masak, kami melakukan wawancara dan penilaian terhadap hasil masakan peserta, guna memastikan hidangan memenuhi kriteria 4 sehat 5 sempurna yang mengacu pada rekomendasi BGN,” ujarnya.
“Harapannya juga melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para juru masak SPPG mampu menyajikan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai gizi tinggi,” demikian Joko.
Sebagai informasi, ke 18 juru masak yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi tersebut terdiri dari juru masak pada SPPG Polda Kalteng, Polres Kotawaringin Timur dan Polres Barito Utara.@ Herry Kalteng
- Artikel, Bisnis, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, mancanegara, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Pemuda Bersatu, Budaya Maju: JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan di HB Jassin
Jakarta wartapenasatu.com
Pemuda adalah Kunci! JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan untuk Gali Potensi Generasi Muda dalam Memajukan Budaya Nasional
Jakarta – Di tengah semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) mengambil langkah nyata dengan menggelar Diskusi Kebangsaan pada 3 November 2025. Bertempat di Ruang Aula PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, acara ini mengusung tema krusial “Peran Pemuda dalam Mendorong Kebudayaan Nasional yang Maju Adil dan Makmur.”
Annisa, Ketua Umum JAKER, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penting untuk menggali kembali akar persatuan bangsa. Semangat yang dulu diinisiasi oleh para pemuda 97 tahun silam, diharapkan dapat kembali membara dalam diri generasi muda saat ini.
“Diskusi ini adalah upaya kita untuk mengembalikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan utama persatuan. Kita akan menggali kembali nilai-nilai luhur budaya Nusantara, terutama gotong royong, yang menjadi kunci untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujar Annisa.
Diskusi Kebangsaan ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pembicara, antara lain Nasruddin Djoko Surjono (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta), Assoc.Prof. Dr. Tuti Widyaningrum.,SH.,MH (Akademisi), Sonny Laurentius (JAKER), dan M. Rijal yang mewakili kalangan mahasiswa. Mereka akan membahas peran strategis pemuda dalam memajukan kebudayaan nasional yang berkeadilan dan berkemakmuran.
Selain diskusi, acara ini juga menjadi momentum bagi Annisa untuk menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda Indonesia. Melalui sebuah puisi, ia mengajak generasi muda untuk terus berjuang melawan ketidakadilan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Hai pemuda anak kandung nusantara, jangan tidur di mata yang tidak mengantuk, hanya untuk cepat bermimpi,” demikian salah satu bait puisi Annisa yang penuh semangat. Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak terjebak dalam kepentingan oligarki, melainkan bangkit dan yakin bahwa Indonesia yang kaya ini mampu memberikan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.
Acara Diskusi Kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk bertukar pikiran, merumuskan gagasan, dan bersama-sama membangun kebudayaan nasional yang lebih maju, adil, dan makmur.BY:Nok Srie

Dukung Dunia Pendidikan, Kapolda Kalteng Hadiri Wisuda 2.013 Mahasiwa dan Pengukuhan Guru Besar UMPR
Dukung Dunia Pendidikan, Kapolda Kalteng Hadiri Wisuda 2.013 Mahasiwa dan Pengukuhan Guru Besar UMPR

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. menghadiri secara langsung wisuda 2.013 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) program Pascasarjana XI, Sarjana XXXIV dan Diploma XXIV, Tahun Akademik 2024/2025. Jumat (31/10/2025).
Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pengukuhan Guru Besar UMPR tersebut, bertempat di Kalawa Convention Hall, Jl. Tjilik Riwut Km.6, Kota Palangka Raya.
Hadir dalam wisuda tersebut, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Staf Ahli Kepresidenan Republik Indonesia, Rektor UMPR dan sejumlah forkopimda Kalteng, serta diikuti 2.013 wisudawan dan wisudawati UMPR.

Dalam kesempatannya, Kapolda Kalteng memberikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah berhasil berhasil menempuh pendidikan pendidikan program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma di UMPR.
“Kami turut berbangga terhadap dunia pendidikan dan kesuksesan para lulusan, yang telah berhasil menyelesaikan studi dan mengukir prestasi di dunia akademis,” ungkap Kapolda.
Irjen Iwan juga menjelaskan bahwa salah satu prioritas negara saat ini adalah memastikan terwujudnya sumber daya manusia (SDM) Indonesia berkualitas serta berdaya saing global.

“Oleh karena itu, pendidikan ini merupakan kunci utama untuk menciptakan dan mewujudkan SDM unggul sebagai pondasi dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Diakhir kesempatan, Kapolda Kalteng mengucapkan selamat atas pencapaian para Guru Besar yang dikukuhkan dan para mahasiswa yang melaksanakan wisuda.
“Semoga dengan keilmuan yang dimiliki, dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan, pembangunan daerah, serta memperkuat sinergi dengan pihak keamanan guna mewujudkan kamtibmas,” tutupnya.@ Herry Kalteng
YBM PLN UIP JBTB Dukung KUC Cah Angon Kembangkan Budidaya Lele untuk Kemandirian Warga Ketintang
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) menyalurkan bantuan modal usaha kepada Kelompok Usaha Cahaya (KUC) Cah Angon di Kelurahan Ketintang, Surabaya, Rabu (29/10/2025).
Bantuan ini merupakan bagian dari program zakat produktif YBM PLN untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan ikan lele.
Baca Juga : Puluhan Karateka Satpam PT Haleyora Powerindo – PLN UIP JBTB Lulus Ujian Tingkat Sabuk Kuning
Program tersebut juga melibatkan Pemerintah Kelurahan Ketintang dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai mitra pendamping dalam pembinaan dan pengembangan usaha.
Acara penyerahan bantuan berlangsung di lokasi peternakan ikan lele RW 04 Ketintang.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran YBM PLN UIP JBTB, perangkat kelurahan, Ketua RW 04, Ketua LPMK Ketintang, serta Wakil Dekan I dan II Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa.
Ketua RW 04 Ketintang, Andreadi Fitrianto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran YBM PLN yang turut membantu warganya mengembangkan usaha produktif.
Baca Juga: Anak-anak Kampung Stren Kali Jagir Dapat Makan Bergizi, Susu, dan Buku Tulis dari Kader Tidar Jatim
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, termasuk dalam pengelolaan usaha dan perbaikan akses jalan menuju lokasi peternakan. Kami juga berencana mengadakan pasar tani tiap bulan untuk menampung hasil panen ikan lele binaan YBM PLN,” ujarnya.
Manajer YBM PLN UIP JBTB, Achmad Fatkhurrozi, menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam program pemberdayaan ekonomi ini.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan FKP Unesa agar dapat memberikan pendampingan rutin dan bahkan menciptakan produk olahan ikan lele yang bernilai jual. Untuk tahap awal, kami fokus memperbaiki sistem filterisasi air agar ikan dapat tumbuh optimal,” jelasnya.
Lurah Ketintang, Bryan Ibnu Maskuwaih, turut memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.
“Program seperti ini sangat bermanfaat bagi warga. Semoga menjadi langkah awal peningkatan kesejahteraan masyarakat Ketintang,” ungkapnya.
Dari pihak akademisi, Wakil Dekan I FKP Unesa, Prof. Isnawati, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha ini.
“Kami memiliki tenaga ahli di bidang perikanan dan siap mendampingi agar program ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok penerima manfaat, dilanjutkan dengan pelepasan bibit lele dan pemberian pakan pertama sebagai tanda dimulainya usaha budidaya.
Melalui program Kelompok Usaha Cahaya (KUC) Cah Angon ini, YBM PLN UIP JBTB berharap dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi warga serta menciptakan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.*** (Bgn)
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, mancanegara, Nasional, Nature, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
“Pemuda Penjaga Nilai Bangsa: JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan di Jakarta”
JAKARTA WartaPenaSatu.com
JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan: Dorong Peran Pemuda dalam Memajukan Kebudayaan Nasional
Jakarta, 3 November 2025 — Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat semangat kebangsaan dan kebudayaan melalui acara Diskusi Kebangsaan bertajuk “Peran Pemuda dalam Mendorong Kebudayaan Nasional yang Maju, Adil, dan Makmur”. Acara ini berlangsung di Ruang Aula PDS HB Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin siang, pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang menggandeng Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta (Dispusip) ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas bidang seperti Assoc. Prof. Dr. Tuti Widyanningrum, SH., MH, Nasruddin Djoko Surjono, M. Rizal, dan Sonny Lauentius, dengan Herry Tany sebagai pengisi sesi inspiratif serta Feby Rahmayana bertindak sebagai moderator. Diskusi ini menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka mengenai posisi strategis pemuda dalam membangun peradaban bangsa yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan nasional.
Dalam paparannya, Nasruddin Djoko Surjono menekankan bahwa kebudayaan harus menjadi poros utama dalam pembangunan nasional. “Negara yang besar bukan hanya diukur dari kemajuan ekonominya, tetapi dari seberapa kokoh nilai budayanya menopang kehidupan rakyatnya. Pemuda adalah penjaga nilai itu,” ujarnya. Pernyataan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta diskusi yang sebagian besar berasal dari kalangan akademisi dan komunitas pemuda.
Sementara itu, M. Rizal mengajak generasi muda untuk aktif menciptakan ruang-ruang baru ekspresi budaya. “Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku yang membawa kebudayaan ke masa depan, dengan semangat inklusif dan berpihak pada kemanusiaan,” ucapnya. Ia menilai peran kreatif pemuda di era digital bisa menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi.
Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian ulang tahun ke-32 JAKER, yang dimaknai sebagai momentum memperkuat solidaritas lintas generasi di kalangan pelaku budaya dan masyarakat sipil. Sebelumnya, JAKER juga menggelar Bedah Buku Antologi Puisi “Api yang Tak Padam”, yang menghadirkan penulis lintas generasi sebagai simbol keberlanjutan perjuangan budaya rakyat.
Salah satu peserta bedah buku, Isti Komah, menilai kegiatan literasi dan kebudayaan yang digagas JAKER sebagai langkah bijak dan monumental. “Dari 25 penulis yang terlibat, 10 di antaranya perempuan. Ini menunjukkan perspektif gender yang kuat dan langkah signifikan di tengah gerakan rakyat yang umumnya didominasi laki-laki,” ujarnya. Menurutnya, keberagaman suara dalam karya sastra memperkuat posisi kebudayaan sebagai ruang perjuangan yang setara dan terbuka.
Melalui Diskusi Kebangsaan ini, JAKER berharap dapat menyalakan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di kalangan pemuda serta masyarakat luas. Kebudayaan dipandang bukan semata identitas, tetapi juga kekuatan moral dan sosial untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur — sebagaimana cita-cita bersama yang terus diperjuangkan lintas generasi.
“Nok Srie”Melaporkan

- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Loker, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Lumbung Artha Kita (LUBKITA) Puji Peran Selvi Gibran Gaungkan Semangat Generasi Muda Lestarikan Batik Selvi Gibran Dapat Apresiasi dari
Nusantara Wartapenasatu.com
Marvel Gabriel Aritonang: Sang Juara MarturiTurian Toba 2025
Marvel Gabriel Aritonang: Sang Juara MarturiTurian Toba 2025

Toba, wartapenasatu.com – Marvel Gabriel Aritonang, seorang pelajar berbakat dari SMPN 1 Balige, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Bercerita Bahasa Batak (MarturiTurian) tingkat SMP se-Kabupaten Toba tahun 2025. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba, Balige.
Lomba ini dibuka secara resmi oleh Plh. Sekda Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, dan diikuti oleh 78 pelajar dari 42 sekolah yang tersebar di seluruh Kabupaten Toba. Dalam sambutannya, Paber Napitupulu menekankan pentingnya peran generasi muda dalam merawat dan melestarikan seni sastra Batak, khususnya tradisi marturiturian.
“Melalui lomba marturiturian ini, kita berharap warisan budaya lisan Batak tetap hidup dan relevan bagi generasi muda. Nilai-nilai moral dan pelajaran hidup yang terkandung dalam cerita-cerita tersebut adalah jati diri dan kearifan lokal masyarakat Batak yang harus terus dijaga,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, kritis, dan berkarakter.

Uli Basa Simanjuntak, Kepala Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba, yang juga bertindak sebagai panitia lomba, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan literasi dalam bahasa Batak. “Kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba bersama pihak sekolah SMP se-Kabupaten Toba ingin agar anak-anak kita bisa belajar, berlatih, berani, dan tampil dengan percaya diri. Selain itu, mereka juga dapat memahami, mengolah, dan menggunakan informasi yang didapatkan dari cerita-cerita yang mereka bawakan,” tuturnya.
MarturiTurian, menurut Uli Basa Simanjuntak, adalah tradisi mendongeng atau bercerita yang kaya akan nilai-nilai budaya Batak. Tradisi ini digunakan untuk menyampaikan cerita rakyat, legenda, mitos, fabel, sage, dan parabel yang sarat dengan nasihat, pesan moral, sejarah, dan refleksi budaya kepada generasi muda.

Dewan juri yang terdiri dari M. Tansiswo Siagian, Cislilia Siagian, dan Lenta Malau, memiliki tugas berat untuk menentukan para pemenang dari lomba ini. Setelah melalui proses penilaian yang ketat, akhirnya terpilih enam peserta terbaik, dengan Marvel Gabriel Aritonang dari SMP N 1 Balige sebagai juara pertama.
Wakil Bupati Kabupaten Toba, Murphy O. Sitorus, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan hadiah kepada para pemenang. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, terutama kepada para juara. “Bagi anak-anak yang belum berhasil meraih juara, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah kalian telah berani tampil dan berpartisipasi dalam melestarikan budaya Batak,” ujarnya.
