• Kepolisian,  Militer,  SOSIAL

    Kepedulian Koramil 0829-08/Tragah di Pemakaman Santri Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Minggu malam (5/10/25) menjadi malam penuh haru bagi warga Desa Alang-alang, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Di bawah temaram cahaya lampu dan lantunan doa yang mengalun lirih, ratusan warga mengantarkan kepergian Ahmad Rizal Haq (16), santri Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo yang menjadi korban dalam musibah robohnya bangunan pondok beberapa hari lalu.

    Di tengah kerumunan warga yang larut dalam kesedihan, tampak personel Koramil 0829-08/Tragah hadir dengan seragam lorengnya. Mereka tidak sekadar datang untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga turut membantu proses pemakaman dari mengatur jalannya prosesi, hingga memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib.

    Kehadiran mereka menjadi penguat moral bagi keluarga yang berduka, sekaligus menegaskan bahwa TNI selalu hadir di setiap situasi masyarakat, tanpa memandang waktu dan keadaan.

    Danramil 0829-08/Tragah, Kapten Inf Badrud Mutammam, mengungkapkan rasa duka mendalam atas musibah tersebut.

    “Kami semua turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya penuh empati.

    Ia menambahkan, keberadaan TNI di tengah masyarakat bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam wujud kepedulian dan kebersamaan di saat-saat sulit.

    Malam itu, suasana duka memang tak bisa disembunyikan, namun ada rasa hangat yang tumbuh dari kebersamaan. TNI, aparat Kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat bergandeng tangan dalam kepedulian.

    Dari peristiwa ini, tampak bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat — dan TNI menjadi bagian nyata dari denyut kepedulian itu. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Militer,  SOSIAL

    Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Cerme Terjun Bangun Jembatan di Guranganyar

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam upaya meningkatkan akses masyarakat, Babinsa Koramil 0817/08 Cerme, Sersan Kepala Samsul, bergotong royong bersama warga Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Senin, (06/10/2025). Membangun jembatan di poros jalan desa. Kerja bakti ini mencerminkan kekompakan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

    Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut disambut hangat oleh warga. Kekompakan antara Babinsa dan masyarakat terlihat jelas saat bergotong royong dalam proses pembangunan. Sersan Kepala Samsul menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

    “Kami selalu siap terjun langsung membantu warga dalam bentuk apa pun, termasuk dalam pembuatan jembatan ini. Harapannya, pengerjaan bisa selesai cepat dan maksimal agar memudahkan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan jembatan ini nantinya akan memperlancar akses lalu lintas warga, meningkatkan mobilitas, serta memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Guranganyar.

    Lebih lanjut, Sersan Kepala Samsul menegaskan bahwa kegiatan karya bakti adalah sarana efektif mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

    “Melalui gotong royong, terlihat hubungan erat dan kebersamaan yang terjalin. Ini adalah wujud pengabdian kami untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat binaan,” tambahnya.

    Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki tugas membantu masyarakat secara langsung melalui aksi nyata di lapangan. Kerja bakti semacam ini diharapkan terus berjalan berkesinambungan serta memberi kontribusi positif bagi lingkungan dan kesejahteraan warga Kecamatan Cerme.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Kepolisian,  Militer

    Korem 084/Bhaskara Jaya Terima Kunjungan Polsek Waru dalam Rangka HUT ke-80 TNI

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAKorem 084/Bhaskara Jaya menerima kunjungan dari jajaran Polsek Waru yang dipimpin oleh Kapolsek Kompol M. Amin pada Senin (6/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Acara berlangsung di Makorem 084/BJ, Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

    Kunjungan ini menjadi wujud apresiasi dan ucapan selamat dari Polri kepada TNI dalam rangka HUT ke-80 TNI. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.

    Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie, yang diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, S.H., M.M., M.Han., bersama para Kepala Seksi (Kasi) Korem, menyambut hangat kedatangan rombongan Polsek Waru.

    Dalam sambutannya, Kasrem menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian, dukungan, serta kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik antara TNI dan Polri. Ia menekankan pentingnya sinergi yang solid antara kedua institusi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya.

    “Kami bangga dan berterima kasih atas kunjungan serta ucapan yang diberikan. Momentum HUT ke-80 TNI ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan antara TNI dan Polri merupakan kekuatan utama dalam membangun keamanan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Nico Reza.

    Kunjungan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, yang mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan Polri sebagai mitra strategis dalam menjaga keutuhan serta stabilitas nasional.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Militer

    Babinsa Dampingi Distribusi Makan Bergizi Gratis di SMK PGRI 1 Gresik

    WARTAPENASATUJATIM | GresikBabinsa Koramil 0817/05 Gresik, Sertu Wasis Wantoro, melaksanakan pendampingan kegiatan Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SMK PGRI 1 Gresik, Jalan Dr. Sutomo No. 46, Kelurahan Ngilek, Kecamatan Gresik. Senin, (06/10/2025)

    Kegiatan ini dihadiri oleh. Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Gresik, Drs. Aries Susanto, M.Pd. Wakil Kepala Sekolah, Warno. Babinsa Koramil 0817/05 Gresik, Sertu Wasis Wantoro. Kepala SPPG MBG, Farah Nabila Hanin, S.T. Asisten Lapangan Bagian Distribusi MBG, Ubaidillah

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bertujuan untuk mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi pelajar agar lebih siap mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dengan adanya pendistribusian langsung di lingkungan pendidikan, diharapkan siswa dapat memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang.

    Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Gresik, Drs. Aries Susanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

    “Program makan bergizi gratis ini sangat membantu para siswa dalam menjaga stamina dan konsentrasi belajar. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan karena manfaatnya sangat dirasakan oleh peserta didik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Babinsa yang ikut mendampingi jalannya pendistribusian.” ungkapnya

    Sementara itu, Babinsa Koramil 0817/05 Gresik, Sertu Wasis Wantoro, menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di masyarakat.

    “Kami dari TNI selalu siap mendampingi kegiatan positif di wilayah binaan. Program makan bergizi gratis ini bukan hanya mendukung kesehatan siswa, tapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda. Dengan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, semoga program ini berjalan lancar dan tepat sasaran.” ungkap Babinsa

    Kegiatan berlangsung dengan tertib dan disambut antusias oleh pihak sekolah serta para siswa. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, pendistribusian berjalan aman, tertib, dan sesuai sasaran.*** (Bgs)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Pendidikan

    Tingkatkan Kemampuan 100 Penyidik Jajaran Polda Jatim Dibekali Integritas dan Empati di SPN Polda Jatim

    WARTAPENASATUJATIM | MOJOKERTO – Guna menjawab tantangan penegakan hukum di era modern, sebanyak 100 personel penyidik dan penyidik pembantu di jajaran Polda Jawa Timur secara resmi memulai Program Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) T.A. 2025 di Gedung Dharma Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, pada Senin (6/10/2025) pagi.

    Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol. Agus Wibowo, S.I.K ini dihadiri oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol. Widi Atmoko, S.I.K., M.H., beserta jajaran pejabat utama.

    Dalam amanatnya Kombes Pol. Agus Wibowo menegaskan bahwa SPN Polda Jatim tidak hanya menjadi tempat untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga untuk memperkokoh fondasi moral.

    Ia menyambut para peserta dengan pesan mendalam mengenai Dua pilar utama seorang penyidik.

    “Saya ingin menekankan bahwa integritas adalah napas bagi seorang penyidik, dan empati adalah jantungnya,” tegas Kombes Pol Agus Wibowo.

    Menurut Ka SPN Polda Jatim, keahlian setinggi apa pun dapat disalahgunakan tanpa integritas yang kokoh.

    Sementara itu empati menurut Kombes Pol Agus bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan terbesar.

    “Dengan merasakan apa yang dialami korban, proses hukum akan berjalan dengan hati dan tidak kaku, sehingga keadilan seutuhnya dapat terwujud,”terang Kombes Pol Agus.

    Dikesempatan yang sama, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol. Widi Atmoko menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban strategis terhadap kompleksitas kejahatan yang terus berkembang.

    Menurut Kombes Widi kemampuan penyidik tidak boleh statis dan harus mampu beradaptasi.

    Dirreskrimum Polda Jatim menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah persiapan fundamental menuju standardisasi profesi.

    “Tujuan akhir dari peningkatan kemampuan ini jelas, yaitu mempersiapkan seluruh peserta untuk mengikuti dan lulus uji sertifikasi bagi penyidik dan penyidik pembantu,” pungkasnya.

    Pada pelatihan ini sesi pendalaman materi diisi oleh Kabagjarlat SPN Polda Jatim, AKBP Iswahab, S.H., Koorgadik SPN Polda Jatim, AKBP Bambang Setiawan, S.Pd., serta AKBP Agung Setyono, S.S., M.H.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Uncategorized

    Kapolda Jatim Beri Penghargaan untuk 263 Personel dan KPLB bagi Bripda Ahmad Ricky

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAPolda Jawa Timur menggelar Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dan Pemberian Penghargaan kepada 263 personel berprestasi.

    Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si itu digelar di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (6/10/2025)

    Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi institusi kepada para personel yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, serta pengorbanan luar biasa dalam menjalankan tugas.

    “Pemberian reward ini adalah implementasi nyata dari komitmen Polri dalam menegakkan prinsip profesionalisme dan meritokrasi di lingkungan kepolisian, khususnya di Polda Jawa Timur,” ujar Irjen Pol Nanang.

    Pada kesempatan tersebut, Bripda Ahmad Ricky Agung menjadi satu-satunya personel yang menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas jasa dan keberanian yang dinilai melebihi panggilan tugas.

    Kapolda Jatim menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan juga amanah dan kehormatan yang harus dijaga.

    Selain KPLB, Kapolda Jatim juga memberikan penghargaan kepada 263 personel, yang terdiri dari 262 anggota Polri dan 1 orang Pegawai Harian Lepas (PHL).

    Penghargaan diberikan atas berbagai kategori prestasi dan

    “Kepada seluruh penerima penghargaan, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

    Kapolda Jatim berharap penghargaan yang diberikan dapat sebagai pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

    Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Nanang juga mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.

    Ia menekankan bahwa tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks dan dinamis, sehingga seluruh personel dituntut untuk terus menjaga integritas dan kehadiran di tengah masyarakat. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Keamanan

    Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pembongkaran Makam di Winongan

    WARTAPENASATUJATIM | PASURUAN – Peristiwa pembongkaran makam di Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan pada Rabu (1/10) pekan yang lalu sempat memanas.

    Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan langsung mengumpulkan para kepala desa se-Kecamatan Pasrepan, untuk meredam konflik yang berpotensi semakin memanas tersebut pada Jumat (3/10).

    “Sudah kita tindaklanjuti untuk meredam situasi dengan melibatkan 17 kepala desa se-Kecamatan Pasrepan,” kata AKBP Dani, Minggu (5/10/25).

    Kapolres Pasuruan meminta, para Kepala Desa turut aktif menenangkan warganya dan mencegah penyebaran kabar yang tidak benar.

    “Sering kali yang beredar di luar sana justru lebih banyak mudharat daripada fakta sebenarnya,”ujar AKBP Dani.

    Kapolres Pasuruan menegaskan, keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggungjawab pihak Kepolisian namun, juga seluruh pemimpin wilayah termasuk Kepala desa setempat.

    Kehadiran jajaran kepolisian diapresiasi para kades, yang menilai respon cepat ini penting untuk meredam isu berkembang di masyarakat.

    “Karena itu saya minta kita semua saling menjaga,” tegas AKBP Dani.

    Kapolres Pasuruan juga mengungkapkan pihaknya masih mendalami motif di balik pembongkaran cungkup di Winongan.

    Sejumlah saksi sudah diperiksa termasuk warga masyarakat sekitar lokasi.

    “Saya bersama jajaran sudah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan konflik dan mohon dukungan dari rekan-rekan kepala desa agar situasi tidak berkembang kemana – mana,” ungkap AKBP Dani.

    Kapolres Pasuruan memastikan kasus ini akan ditangani tuntas, supaya jelas duduk perkaranya dan tidak berkembang jadi isu lain.

    Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

    “Jangan mudah terprovokasi kabar-kabar di luar. Mari kita jaga Pasuruan tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

    Diberitakan sebelumnya, aksi pembongkaran bangunan makam terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025).

    Sejumlah warga secara bersama-sama membongkar bangunan yang berdiri di area pemakaman tersebut karena dinilai menimbulkan keresahan.

    Bangunan makam tersebut berdiri tepat di belakang Masjid Jami’ Baitul Atiq Serambi.

    Warga menilai keberadaannya tidak menghormati makam para ulama dan auliya yang telah lama dimakamkan di lokasi itu.

    Selain itu, struktur bangunan juga dianggap menghalangi akses jalan setapak dan disebut tidak memiliki izin resmi dari pemerintah desa. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • hukum,  Kriminal

    Patroli Raimas Polres Gresik Berhasil Gagalkan Peredaran Pil Koplo, Tiga Pemuda Diamankan

    WARTAPENASATUJATIM | GRESIK – Upaya jajaran Polres Gresik Polda Jatim dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) kembali membuahkan hasil.

    Tim Patroli Reaksi Cepat (Raimas) “Kalam Munyeng” dari Satuan Samapta (Satsampta) Polres Gresik Polda Jatim berhasil mengamankan Tiga pemuda yang kedapatan membuang paket berisi pil koplo saat dilakukan patroli dini hari.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 01.30 WIB, di kawasan parkir truk yang ada di, Jalan Veteran, Gresik.

    Saat itu, tim Raimas Kalam Munyeng sedang melaksanakan patroli rutin prentis presisi guna mencegah tindak kejahatan jalanan dan peredaran narkoba.

    Ketika melintas di lokasi, petugas mendapati Tiga pemuda berdiri mencurigakan di depan sebuah truk dengan satu unit sepeda motor di dekat mereka.

    Kecurigaan kian menguat saat salah satu pemuda tampak tergesa membuang sesuatu begitu menyadari kedatangan tim patroli.

    Petugas segera bergerak cepat untuk mengamankan ketiganya.

    Salah satu dari mereka sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi.

    Pemeriksaan awal terhadap badan, tas, dan kendaraan mereka tidak ditemukan barang mencurigakan.

    Namun, berkat kejelian petugas, dilakukan penyisiran di sekitar area parkir.

    Hasilnya, di bawah kolong trotoar jalan, petugas menemukan bungkusan plastik yang baru saja dibuang. Setelah dibuka, ternyata berisi 54 butir pil koplo.

    Ketiga pemuda tersebut, yang diketahui berinisial W (27), MN (20), dan WNK (22), tidak dapat mengelak saat barang bukti ditemukan.

    Mereka beserta satu unit sepeda motor dan pil koplo tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Heri Nugroho, membenarkan penangkapan tersebut.

    “Benar, ketiga pemuda itu kami amankan karena kedapatan membuang barang bukti pil koplo selanjutnya kami serahkan ke Satresnarkoba Polres Gresik untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa jajaran Raimas Kalam Munyeng akan terus meningkatkan patroli malam hari untuk mencegah segala bentuk gangguan Kamtibmas.

    “Raimas Kalam Munyeng akan terus hadir di tengah masyarakat guna menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polres Gresik,” tegas AKBP Rovan.

    Ia mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Apabila mengetahui adanya tindak pidana atau aktivitas mencurigakan, warga dapat segera melaporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui Hotline “Lapor Cak Roma” di 0811-8800-2006.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana,  SOSIAL

    Polda Jatim Siapkan Posko Crisis Center di RS Bhayangkara Surabaya Untuk Keluarga Korban Robohnya Bangunan Ponpes Al – Khoziny

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAPolda Jawa Timur mendirikan tenda posko Crisis Center di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya.

    Posko tersebut disiapkan bagi keluarga korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menunggu pengumuman identitas jenazah oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.

    Kabiddokes Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan Marzuki mengatakan sejak Jumat malam (3/10), beberapa keluarga korban memilih menginap di tenda posko yang sudah disiapkan petugas di RS Bhayangkara Surabaya.

    “Keluarga korban yang menunggu hasil identifikasi sudah kita siapkan tenda posko Crisis Center RS.Bhayangkara,” ujar Kombes M.Khusnan, Minggu (5/10).

    Hal ini lanjut Kabid Dokkes Polda Jatim, agar keluarga selalu dekat dengan sumber informasi terbaru.

    Kombes Pol M. Kusnan Marzuki, menjelaskan hingga Sabtu pagi (4/10) pihaknya telah menerima sembilan kantong jenazah korban.

    “Kami berharap keluarga korban dapat memberikan dukungan kepada Tim DVI dengan mengirimkan foto terakhir, selfie, maupun rekam medis para korban,” ungkapnya.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Seni dan Budaya

    Masyarakat Adat Nusantara Jatim Apresiasi Juru Pelihara Situs dan Makam dengan Piagam Penghargaan

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) ke-80 pada 5 Oktober 2025, Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Jawa Timur menggelar serangkaian kegiatan peduli budaya.

    Acara yang bertajuk pelestarian budaya ini meliputi Sarasehan Budaya, Pemberian Penghargaan kepada Juru Pelihara Situs dan Makam, Pameran UMKM, serta Doa Lintas Agama. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penggiat budaya dan paguyuban budaya se-Jawa Timur.

    Bertempat di BiCopi briliant coklat kopi, Jalan Ir. Soekarno No. 678, Merr Rungkut, Surabaya, sarasehan budaya menghadirkan Romo Sukardi, Ketua Adat budaya Suku Tengger, yang mengupas tentang pentingnya menjaga adat istiadat agar tidak tergerus zaman.

    Kanjeng Pangeran Panji, Ketua MATRA Jatim, memberikan edukasi tentang tosan aji pusaka warisan budaya serta ideologi kebangsaan melalui budaya.

    Acara diawali dengan Sarasehan Budaya, dilanjutkan dengan penampilan dari pengurus MATRA DPW Jatim beserta calon pengurus dan ketua MATRA se-Jatim.

    Tari Perang dari Minahasa, Sulawesi Utara, serta tari tradisional Remo Jawa Timur turut memeriahkan acara. Selain itu, hadirin juga bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MATRA.

    Pengukuhan pengurus baru DPD MATRA Jatim dan pemberian piagam penghargaan kepada 60 juru kunci menjadi agenda utama dalam acara ini.

    “Saya sangat mengapresiasi perhatian dan kepedulian MATRA kepada kami selaku juru pemelihara situs dan makam atas piagam penghargaan serta sejumlah rejeki. Tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi kami pribadi maupun situs yang kami pelihara. Semoga hal ini senantiasa menjadi salah satu penyemangat kami untuk lebih perhatian atas segala tanggung jawab kami,” ujar Maya, juru kunci pesarean Kudo Kardono Surabaya.

    MATRA juga memberikan kejutan berupa doorprize yang diperuntukkan sebagai penambahan modal usaha bagi para anggotanya, yang disambut antusias oleh para undangan.

    Ketua MATRA Jatim, KPP Srie Soeputro Jowo Uja Ciptogoro, yang akrab disapa Kanjeng Abi, menyampaikan bahwa MATRA bukan hanya sekadar komunitas adat, tetapi juga wadah terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal dan menghidupi warisan budaya Indonesia. Organisasi ini murni bergerak di bidang budaya, tanpa unsur politik.

    “Siapa pun bisa bergabung, dari keraton maupun masyarakat biasa. Fokus kami adalah uri-uri budaya. Kegiatan ini bukan sekadar acara, tapi upaya nyata menjaga budaya tetap hidup, memperkuat rasa bangga masyarakat adat, dan mendidik generasi muda menghargai nilai-nilai luhur Nusantara,” jelasnya.

    Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) adalah organisasi non-profit yang lahir dari inisiatif, inovasi, dan kolaborasi untuk melestarikan kultur, adat, dan budaya nusantara.

    MATRA hadir sebagai pilar perekat adat dan budaya nusantara yang kaya akan keberagaman suku dan budaya. Organisasi ini memiliki kepedulian tinggi dalam membangun dan melestarikan budaya dengan melibatkan para pemangku adat, raja-raja nusantara, sultan, pemerhati, serta pelaku budaya nusantara.

    Bersama-sama dengan pemerintah, MATRA berjuang untuk menjadikan budaya nusantara tetap menjadi tuan rumah di bumi Indonesia, serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan pariwisata budaya.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

Wartapenasatu.com @2025