AGAMA
Pangdam V/Brawijaya Berangkatkan Delegasi TNI Ikuti Kompetisi Hafalan Al-Qur’an Internasional di Libya Tahun 2026
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin, M.A. memberangkatkan delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengikuti kompetisi internasional hafalan Al-Qur’an setelah Shalat Jumat di Masjid At-Taqwa Kodam V/Brawijaya, Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini menjadi wujud pembinaan mental spiritual prajurit berprestasi.
Pemberangkatan dilaksanakan sebagai bentuk dukungan pimpinan terhadap prajurit yang memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.
Delegasi selanjutnya akan mengikuti pembekalan terpusat di Pusbintal TNI Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada 01 hingga 03 Maret 2026 sebagai persiapan kompetisi.
Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hafalan, penguatan mental bertanding, serta kesiapan administrasi sebelum mengikuti kompetisi internasional.
Program ini juga menjadi bagian pembinaan rohani prajurit guna membentuk karakter religius, disiplin, serta berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kompetisi internasional hafalan Al-Qur’an dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 13 Maret 2026 di Kota Misrata, Libya.
Ajang tersebut diikuti delegasi berbagai negara dan menjadi sarana diplomasi budaya serta spiritual melalui prestasi prajurit TNI di tingkat global.
Dua prajurit yang mewakili TNI dalam kompetisi tersebut yaitu Serma Abdi Nasrullah dari Kodim 0819/Pasuruan kategori hafalan 30 juz dan Prada Moh. Marzuki Al Farizi dari Yonif TP 887/KJM kategori hafalan 11 hingga 30 juz.
Serma Abdi Nasrullah bertugas sebagai Bati Puanter Kodim 0819/Pasuruan Korem 083/BDJ, sementara Prada Moh. Marzuki Al Farizi merupakan prajurit Yonif TP 887/KJM Brigif TP 33/NS. Keduanya dinilai memiliki kemampuan hafalan serta dedikasi tinggi dalam pembinaan mental spiritual prajurit.
Pemberangkatan delegasi ini menegaskan komitmen Kodam V/Brawijaya dalam mendukung pengembangan potensi prajurit secara menyeluruh.
Diharapkan partisipasi dalam kompetisi internasional mampu meningkatkan prestasi TNI sekaligus memperkuat citra positif prajurit Indonesia di forum keagamaan dunia. (Bgn)***
RABU ABU : Manusia Berasal Dari Abu Dan Akan Kembali Menjadi Abu, Bertobatlah Dan Percayalah Kepada Injil
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Pada hari Rabu 18/02/2026) Gereja Katolik di seluruh dunia memasuki Masa Prapaskah yang ditandai dengan merayakan Perayaan Rabu Abu.
Begitu juga dengan umat Katolik di Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha Kudus Pagesangan Surabaya, sore itu ditengah hujan yang lumayan deras. Sore itu ada sebanyak 1.300 orang umat Katolik setempat yang datang.
Mereka berduyun duyun datang dengan tertib dan khusyuk ke gereja yang terletak di area samping kiri sebelah Masjid Al Akbar Kota Surabaya.
Rabu Abu menjadi awal dari perjalanan rohani seorang Katolik selama 40 hari ke depan untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah, yang mengenang atau mengisahkan akan sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.

Bagi umat Katolik, perayaan Rabu Abu mengingatkan akan kerapuhan dan keterbatasan manusia dalam hidup di dunia. Saat mengoleskan abu ke dahi umat, seorang imam atau pembantu imam akan mengucapkan, “ Ingatlah bahwa engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu” atau juga bisa mengatakan ,“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.
Begitulah ucapan yang didengar awak media saat masuk dalam antrian untuk mengikuti prosesi pengolesan abu.
Abu yang ditandakan di dahi seorang Katolik menjadi simbol pertobatan, kerendahan hati, dan kesadaran akan kasih Allah yang selalu mengundang semua umat-Nya untuk kembali kepada-Nya.
Dalam kotbahnya, RD Ferdinandus Eltyson Prayudi yang mempersembahkan Misa Kudus Perayaan Rabu Abu mengatakan bahwa Masa Prapaskah ini, Gereja Katolik mengajak untuk memperdalam hidup rohani melalui tiga pilar utama, yaitu Doa, Puasa, dan Amal Kasih.
Mengapa Doa ? Karena doa membantu seseorang semakin dekat dengan Tuhan, sedangkan Puasa melatih pengendalian diri serta solidaritas dengan sesama, adapun Amal Kasih senantiasa menggerakkan hati seseorang untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Perayaan Rabu Abu juga merupakan hari puasa dan pantang bagi semua orang Katolik, saat saat dimana seorang umat Katolik diajak untuk menahan diri sebagai ungkapan pertobatan dan tentunya penyesalan atas dosa dosanya.
Lebih dari sekadar aturan lahiriah, arti dari puasa dan pantang hendaknya menjadi sarana seorang Katolik untuk membarui hatinya, sehingga semakin mampu mengasihi Tuhan dan sesama dengan tulus, sehingga dalam perjalanan Masa Prapaskah ini, semua umat Katolik diajak untuk tidak hanya berfokus pada pengorbanan lahiriah, tetapi juga pembaruan batin.
Tuhan Yesus menghendaki hati yang bertobat, hati yang terbuka, dan hati yang siap untuk diubah oleh kasih-Nya.
Jadi semua umat Katolik yang hadir memiliki tanggung jawab untuk dengan penuh kesadaran membangun sikap batin dan suasana khidmat saat mengikuti perayaan ini. (Houget)***
Dari Silaturahmi ke Sinergi: Haji Dilay Sambangi Ponpes Al-Baqiyatussholihat
Bekasi Jawa Barat wartapenasatu.com
Haji Dilay Pimpin Silaturahmi DPD PSI Kabupaten Bekasi 11 Febuari 2026 ke Ponpes Al-Baqiyatussholihat
Kabupaten Bekasi — Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi, Haji Dilay, memimpin langsung kunjungan silaturahmi jajaran pengurus ke Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat di Cibarusah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara tokoh politik dan kalangan pesantren dalam semangat kebersamaan serta pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran rombongan DPD PSI disambut hangat oleh pengasuh pondok, KH Jamaludin Nawawi. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah yang menekankan persatuan, saling menghormati, dan kerja sama demi kemaslahatan umat.
Haji Dilay menyampaikan bahwa silaturahmi ini dilandasi niat ta‘awun (tolong-menolong dalam kebaikan) dan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah SWT). Menurutnya, sinergi antara umara dan ulama sangat penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat fondasi moral dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan karakter dan penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat. Karena itu, komunikasi yang berkelanjutan antara pemimpin daerah dan para ulama dinilai menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang damai dan berdaya.
Sementara itu, KH Jamaludin Nawawi mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Ia berharap silaturahmi semacam ini tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam program sosial dan pemberdayaan umat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ziarah ke Makam KH Raden Ma’mun Nawawi. Dalam momen khidmat tersebut, rombongan memanjatkan doa agar Allah SWT melimpahkan rahmat kepada para muassis dan ulama yang telah berjasa dalam dakwah serta pendidikan Islam.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara DPD PSI Kabupaten Bekasi dan kalangan pesantren. Silaturahmi tersebut diharapkan membawa maslahat, keberkahan, dan istiqamah dalam setiap langkah pengabdian, sekaligus memperkuat semangat bersama untuk terus berkhidmah bagi umat dan bangsa.Haul Ke-9 Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh: Ketika Ruh Ulama Tetap Hidup Menyapa Umat
WARTAPENASATUJATIM | Sampang — Suasana religius yang pekat dan penuh kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Haul Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh ke-9 yang digelar di Kabupaten Sampang, Madura, Sabtu (7/2/2026).
Lantunan dzikir, doa, dan shalawat yang mengalun khusyuk seakan menjadikan ruang dan waktu berhenti sejenak, menghadirkan kesadaran batin bahwa para kekasih Allah tidak pernah benar-benar pergi.
Acara haul yang sarat nilai makrifat ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keberkahan. Ia bukan sekadar peringatan wafat, melainkan majelis ruhani untuk meneguhkan kembali ingatan kolektif umat terhadap jasa, fatwa, dan keteladanan seorang ulama kharismatik yang cahaya dakwahnya terus hidup, melampaui batas usia dan zaman.
Puluhan santri dari berbagai penjuru daerah turut hadir dalam haul tersebut. Mereka datang dari Sampang, Pamekasan, Mandangin, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Jember hingga Banyuwangi.

Kehadiran para santri lintas wilayah ini menjadi isyarat batin bahwa ilmu yang lahir dari keikhlasan akan selalu menemukan jalannya sendiri, mengalir dari hati ke hati tanpa terhalang jarak geografis.
Rangkaian haul diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta shalawat Nabi Muhammad SAW yang menggema syahdu.
Para jamaah larut dalam kekhusyukan, memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, sekaligus bertabarruk dengan mengingat jejak spiritual Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh seorang alim yang hidupnya diabdikan untuk ilmu, umat, dan akhlak.
Hasyim, selaku tuan rumah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para santri dan undangan yang dengan istiqamah senantiasa menghadiri haul setiap tahunnya.
“Saya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para santri dari berbagai daerah. Semoga di tahun-tahun mendatang, Haul Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh terus terselenggara dan semakin banyak santri yang hadir untuk mengambil hikmah dan barokah,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa haul ke-9 ini memiliki nuansa spiritual yang begitu kuat.
Dalam keheningan dzikir dan doa, ia merasakan seolah sosok Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh hadir menyertai jalannya majelis, menguatkan batin para jamaah yang hadir.
“Haul kali ini terasa sangat religius. Seakan-akan Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh masih hidup di tengah-tengah kita, menyapa batin dan mengingatkan kita untuk terus meneladani akhlak serta perjuangan beliau,” tambah Hasyim.
Hal senada disampaikan Sayadi, yang menegaskan bahwa meskipun telah sembilan tahun berlalu sejak wafatnya Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh, namun kehadiran ruhani beliau tetap hidup dan nyata dirasakan di tengah umat.
Waktu memang memisahkan jasad, tetapi tidak mampu memutus jejak cahaya ilmu dan keteladanan yang telah beliau tanamkan.
Menurut Sayadi, Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh bukan sekadar dikenang sebagai seorang ulama, melainkan sebagai penjaga nilai, penuntun hati, dan pengikat ruhani umat.
Fatwa-fatwa dan ajaran suci yang beliau sampaikan lahir dari kejernihan batin dan keikhlasan ibadah, sehingga hingga kini masih menjadi pegangan hidup, penyejuk nurani, dan penuntun langkah umat dalam menghadapi dinamika zaman.
“Secara jasad beliau telah berpulang, tetapi secara makna dan ruhani, beliau seakan masih hadir di tengah-tengah kita,” tutur Sayadi.
Setiap nasihat yang pernah beliau sampaikan, setiap doa yang pernah dilantunkan, terus hidup dan bersemi dalam ingatan serta amalan para murid dan pecintanya. Inilah hakikat ulama sejati: pergi secara raga, tetapi menetap dalam kesadaran umat.
Oleh karena itu, lanjut Sayadi, Haul Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh digelar bukan sekadar sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai ruang muhasabah dan tabarrukan sebuah ikhtiar batin untuk kembali mengingat, meresapi, dan mengamalkan ajaran-ajaran luhur yang telah diwariskan.
Haul menjadi jembatan ruhani antara murid dan guru, agar tali spiritual tetap terjaga dan nilai-nilai keikhlasan, kebijaksanaan, serta keteguhan iman terus hidup dalam perjalanan umat.
Dengan doa dan dzikir yang dipanjatkan, para jamaah berharap Allah SWT melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh, serta meneguhkan langkah generasi penerus agar senantiasa istiqamah di jalan kebenaran yang telah beliau tunjukkan jalan para ulama, jalan para kekasih Allah. (Bagas)***
Polda Jatim Peringati Isra’ Mi’raj Pertebal Iman dan Taqwa
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M di masjid Polda Jatim, Kamis (22/1/2026).
Dalam peringatan kali ini, Polda Jatim mengambil tema “Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.”
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si dalam sambutannya yang diwakilkan Karo SDM Kombes Pol Sih Harno, S.H, M.H mengatakan, peringatan Isra’ Mi’raj menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta pembinaan mental dan spiritual anggota Polri dalam menjalankan tugas.
“Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, namun sarat nilai dan hikmah yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai insan Bhayangkara maupun sebagai anggota masyarakat,” ujar Kombes Sih Harno.
Kombes Sih Harno mengatakan semangat Isra Mi’raj tetap relevan dalam mendukung transformasi Polri menuju Polri yang Presisi.
Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu membentuk karakter personel Polri yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kegiatan keagamaan seperti ini bertujuan untuk mempertebal iman dan takwa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri agar mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kombes Sih Harno.
Ia juga mengajak seluruh personel Polda Jatim menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Peringatan Isra Miraj tersebut diisi dengan tausiah oleh Ir. K.H. Misbahul Huda, MBA, Pengasuh Yayasan Mambaul Huda Surabaya, yang mengulas hikmah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW serta relevansinya dalam kehidupan dan pengabdian aparat negara. (Bgn)***
Isra Mi’raj Sebagai Panggilan Moral Bangsa: MAKI Jatim Teguhkan Iman, Integritas, dan Perlawanan Terhadap Korupsi
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, Jumat (16/1/2026) – Nuansa khidmat dan refleksi spiritual mendalam menyelimuti ruang rapat Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (LSM MAKI) Jawa Timur, saat lembaga tersebut memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1447 Hijriah.
Momentum sakral ini tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga dijadikan titik penguatan nilai moral dan integritas dalam perjuangan panjang melawan korupsi.
MAKI Jatim Heru Satriyo, dalam pesannya, menegaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang sarat makna spiritual, etis, dan sosial sebuah panggilan bagi umat Islam untuk memperteguh iman, memperdalam ketakwaan, serta menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam seluruh dimensi kehidupan.
“Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis keagamaan, melainkan momentum pembentukan karakter. Dari peristiwa inilah lahir kewajiban shalat, fondasi utama akhlak, disiplin moral, dan kejujuran yang seharusnya tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Heru Satriyo.
Ia menekankan bahwa perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha mengajarkan ketaatan total kepada Allah SWT, yang diwujudkan secara nyata melalui perilaku amanah, integritas, dan keberanian menegakkan kebenaran nilai-nilai yang selaras dengan prinsip dasar perjuangan LSM MAKI.
Menurut Heru, nilai-nilai luhur Isra Mi’raj memiliki relevansi langsung dengan misi MAKI dalam mengawal transparansi, menegakkan akuntabilitas penyelenggara negara, serta melawan praktik korupsi yang merusak sendi kehidupan bangsa.
Integritas, kejujuran, dan sikap amanah yang dicontohkan Rasulullah SAW merupakan prasyarat mutlak bagi siapa pun yang diberi mandat kekuasaan dan tanggung jawab publik.
“Korupsi bukan hanya kejahatan hukum, tetapi juga kejahatan moral dan spiritual. Tanpa iman yang kuat dan akhlak yang kokoh, hukum akan mudah dilanggar dan kekuasaan akan mudah disalahgunakan,” tegasnya.
Lebih jauh, Heru Satriyo menyampaikan bahwa Isra Mi’raj menjadi sarana introspeksi kolektif bagi seluruh pengurus dan anggota LSM MAKI Jatim.
Refleksi ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen moral dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara konsisten, berani, dan bertanggung jawab.
Dengan fondasi spiritual yang kuat, perjuangan melawan korupsi diyakini tidak hanya akan berjalan lebih terarah, tetapi juga memiliki daya tahan menghadapi tekanan, godaan, dan berbagai kepentingan yang berusaha melemahkan gerakan antikorupsi.
MAKI Jatim memandang peringatan Isra Mi’raj sebagai seruan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk menebarkan kebaikan, mempererat persaudaraan, menjunjung tinggi etika sosial, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kehidupan yang bersih dari kecurangan dan penyelewengan.
Nilai kejujuran dan keadilan harus menjadi prinsip utama dalam setiap interaksi sosial, profesional, dan kenegaraan.
MAKI Jatim menyampaikan doa dan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa dianugerahi petunjuk dan kebijaksanaan oleh Allah SWT.
Momentum Isra Mi’raj diharapkan menjadi penguat tekad bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi, berkeadilan bagi seluruh rakyat, serta bermartabat di mata dunia.
“Semoga Isra Mi’raj ini menjadi cahaya yang menuntun langkah kita menguatkan iman, menjaga integritas, dan meneguhkan keberanian dalam membela kebenaran,” pungkas Heru Satriyo.(Bgn)***
Dr. As Sayyid Mustofa bin Sumaith Hadiri Acara Seminar Internasional di PP. Darul Kholil Tunjung Kecamatan Burneh
WARTAPENASATUJATIM| BANGKALAN – Untuk meningkatkan pengetahuan tentang agama dan memperkuat hubungan kolaborasi lintas negara, Pondok Pesantren (PP) Darul Kholil menggelar acara Seminar Internasional dengan tema: Peran Strategis Ilmu Agama Islam Dalam Menjawab Tantangan Era Modern
Acara tersebut diselenggarakan pada hari kamis 15 Januari 2026 di Aula PP. Darul Kholil, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, dan dihadiri oleh Pengasuh Pondok Aufa Nurholil, Lc
Pembina KH. Mukaffi Holil, SH. M. Si dan Dr. As Sayyid Mustofa bin Sumaith, Ketua Fakultas Syariah Pascasarjana & Ketua Departemen Penelitian dan Fatwa Universitas Al Ahgaff, Yaman.
Lora Aufa Nurkholil selaku pengasuh PP Darul Kholil PP. mengatakan, Kehadiran Dr. As Sayyid Mustofa dari Yaman ke pesantren Darul Kholil.
Selain untuk menyambung silaturahmi juga untuk memberikan wawasan kepada para santri akan peran pentingnya ilmu agama di era modern ini.
Kehadiran beliau adalah keinginan dari kami sendiri, “Karena kita merasakan bahwa problem anak muda sekarang adalah menganggap ilmu agama tidak memiliki tempat di era modern ini. Sehingga sedikit anak muda sekarang yang peduli akan ilmu agama. Padahal ilmu agama ataupun formal sama pentingnya bagi kehidupan kita agar bahagia di dunia maupun akhirat”. ujarnya.
Lora Aufa Nurkholil juga menuturkan, bahwa Dr. As Sayyid Mustofa dari yaman memaparkan, Dalil – Dalil tentang pentingnya peran ilmu agama dalam setiap aspek kehidupan. Bahkan beberapa kali memberikan contoh melalui kisah para Sahabat Rosul dan Auliya,
Beliau tidak menafikan ilmu formal, justru beliau malah mendukung agar kita menjadi orang yang berkompeten di setiap bidang masing- masing, Namun disamping itu kita tetap harus mempelajari ilmu agama. Dan itu tidak bertentangan.
Sebagaimana ilmuwan islam seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Abbas bin Firnas dan lain sebagainya, mereka merupakan pakar di bidang kedokteran dan ilmu formal lainnya.
Tapi mereka justru tidak pernah menjadikan syariat islam sebagai penghalang untuk kemajuan,
“Justru dengan memegang teguh syariat beliau semua bisa menjadi ilmuwan yang diakui pada masanya dan itulah yang membedakan mereka dengan ilmuwan lainnya.” kata Dr. As Sayyid Mustofa, tutur Lora Aufa Nurkholil. (Azis)
Apapun profesi kita jangan lepas dari ilmu agama sebagai acuan petunjuk hidup kita.
Mengawali Tahun 2026 dalam Kasih: “Dua Pat Ni Manuk” yang Terus Melangkah Bersama
Mengawali Tahun 2026 dalam Kasih: “Dua Pat Ni Manuk” yang Terus Melangkah Bersama
Kebersamaan keluarga besar op Togap mengawali tahun 2026 pada hari Sabtu 10 Januari 2026 di Cipayung dalam suasana penuh kehangatan dan makna. Pertemuan keluarga yang berlangsung sederhana ini menjadi ruang untuk saling menyapa, berbagi cerita, serta mempererat ikatan kekeluargaan. Setiap anggota keluarga hadir dengan latar belakang dan perjalanan hidup yang berbeda, namun dipersatukan dalam semangat kasih dan kebersamaan.

Bagi masyarakat Batak, pertemuan keluarga di awal tahun merupakan tradisi yang memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Momentum Tahun Baru dimaknai sebagai waktu refleksi, pembaruan relasi, dan penguatan ikatan kekeluargaan. Tradisi ini terus dijaga sebagai warisan turun-temurun yang menanamkan nilai hormat, saling mengasihi, dan kepedulian antaranggota keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu rohani “Naung Salpu Taon Na Buruk I”, yang mengajak keluarga merenungkan perjalanan hidup sepanjang tahun sebelumnya. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan penyertaan Tuhan dalam menjalani tahun yang baru. Momen mandok hata kemudian menjadi ruang bagi setiap keluarga untuk menyampaikan isi hati, harapan, serta saling memohon maaf atas kekhilafan yang pernah terjadi.
Pertemuan tahun ini terasa semakin bermakna bagi keluarga Op Simon Samosir dan Op Ester Juniarta Silaban. Kedua keluarga tersebut dipersatukan dalam filosofi “Dua Songon Pat Ni Manuk”, sebuah ungkapan Batak yang melambangkan dua kaki burung yang lahir dari satu Oppung yang sama, yaitu satu anak laki-laki sebagai tulang dan satu anak perempuan sebagai namboru. Filosofi ini mencerminkan kehidupan yang saling menopang, berjalan seimbang, dan menguatkan satu sama lain dalam setiap situasi.

Suasana kebersamaan berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Setiap keluarga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman hidup serta menyampaikan pengharapan ke depan. Dari pertemuan tersebut, terbangun optimisme baru untuk menapaki tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, meski berbagai tantangan kehidupan telah dan akan terus dihadapi.
Kesederhanaan menjadi ciri utama dalam pertemuan keluarga ini. Tanpa kemewahan, nilai kebersamaan justru terasa semakin kuat. Hal tersebut menegaskan bahwa makna sebuah pertemuan keluarga tidak ditentukan oleh besar kecilnya acara, melainkan oleh ketulusan hati, kehadiran, dan relasi yang terbangun di dalamnya.Sukacita juga terlihat dari keterlibatan generasi muda keturunan Op Simon dan Op Ester Juniarta, yang bermuara pada Op Togap Samosir Pakpahan. Anak-anak tampak aktif membantu persiapan hingga penutupan acara, mulai dari menata perlengkapan hingga membersihkan bersama. Hal ini menjadi cerminan bahwa nilai kasih, tanggung jawab, dan
kebersamaan telah ditanamkan sejak dini. Dengan penuh iman, keluarga besar ini menyerahkan seluruh rencana dan harapan tahun 2026 ke dalam tangan Tuhan, melangkah bersama sebagai “Dua Pat Ni Manuk” yang saling menopang dalam kasih yang berkelanjutan yang tak lekang oleh waktu.
Kecamatan Pagedangan Tuan Rumah MTQ Ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang
Wartapena Satu. Com /TNG-Banten
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang resmi digelar di Kecamatan Pagedangan pada tanggal 8 sampai dengan 13 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Camat Pagedangan Daniel Ramdani S.Sos., M.SI, menyampaikan terlebih dahulu ucapan terimakasih dan selamat datang kepada para tamu undangan serta para kafilah dari 29 kecamatan guna mengikuti kegiatan MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2026 yang diselenggarakan di kecamatan tersebut.
Menurut Daniel Ramdani, MTQ ini merupakan sebuah kehormatan, kebanggaan dan amanah besar bagi Kecamatan Pagedangan yang telah di percaya oleh Bupati Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-56.
“Kepercayaan ini tentu tidak kami maknai hanya sebagai seremonial semata, tetapi sebagian bentuk tanggungjawab moral dan sosial untuk memberikan pelayanan terbaik, menciptakan suasana yang aman, nyaman, religius serta penuh semangat ukhuwah islamiyah bagi seluruh peserta dan tamu undangan,” ungkap Daniel Ramdani saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan MTQ Ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang, berlokasi di wilayah Kecamatan Pagedangan Kamis, (8/1/26) malam.
Lebih lanjut, kata Daniel Ramdani, sebagai wilayah yang berkembang Kecamatan Pagedangan juga merupakan bagian integral dari dinamika pembangunan di Kabupaten Tangerang.
“Ditengah pesatnya pertumbuhan ekonomi, urbanisasi dan kemajuan teknologi kegiatan MTQ ini menjadi kekuatan bagi kita semua, bahwa pembangunan fisik harus seimbang dengan pembangunan mental dan spiritual,” ucapnya.
Daniel Ramdani meyakini bahwa Al-Qur’an adalah sumber nilai yang mampu menjadi penuntun dalam mengahadapi berbagi tantangan zaman.
“Oleh karena itu pelaksana MTQ di kecamatan pagedangan ini kami harapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter religius masyarakat, mempererat persatuan antara warga serta menanamkan nilai-nilai kebijaksanaan,” tegas Daniel Ramdani.
Dirinya pun menegaskan, bahwa kecamatan Pagedangan telah berupaya semaksimal mungkin dalam mempersiapkan sarana, prasarana serta berbagai kebutuhan pendukung demi kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan MTQ ke-56.
“Namun demikian kami juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam pelaksanaannya tentu masih terdapat keterbatasan dan kekurangan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan, pelayanan maupun fasilitas yang kami sediakan masih belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak. Kami berharap kekurangan tersebut tidak mengurangi kekhidmatan, semangat dan tujuan mulya dari kegiatan MTQ ini,” tandasnya.
Ditempat yang sama, saat diwawancarai wartawan, Sekretaris Kecamatan Pagedangan Moch. Farly Gusriadi, S.STP., M.Si. menambahkan, bawah kegiatan keagamaan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus syiar Islam untuk mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Tidak hanya itu, kata Farly Gusriadi, MTQ juga bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat silaturahmi antar kafilah dari 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.
“Semoga MTQ ke 56 kecamatan pagedangan mampu menjadi tuan rumah yang baik, untuk melayani para kafilah-kafilah MTQ di seluruh wilayah kabupaten tangerang,” tutupnya.
Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran
Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran

Silaen,wartapenasatu.com-Dalam rangka hari natal 2025, Polsek Silaen Polres Toba menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan. Jajaran kepolisian sektor Silaen menggelar kegiatan bakti sosial kepada korban kebakaran 2 bulan lalu di Dusun III Desa Huta Gurgur II Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (30/12/2025)
Kegiatan bakti sosial ini di pimpin langsung oleh Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, bersama anggota
Kehadiran Kapolsek bersama Personel Polsek Silaen ini disambut hangat oleh Korban Kebakaran
Dalam aksi sosial tersebut, Polsek Silaen menyalurkan bantuan berupa paket sembako berupa 2 Kg Gula putih, 1 Kg minyak goreng, 1 papan telor ayam dan 2 parsel berisi roti natal

Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, melalui Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami warga. Melalui bantuan sosial ini, kami berharap dapat memberikan dukungan moril agar keluarga korban tetap tabah dalam menghadapi cobaan,” ujar Kapolsek
Yang menerima Bakti Sosial yaitu, Hengky Silitonga (40) dan Rasita Nababan (40)
Selain menyerahkan bantuan, Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari aktivitas penggunaan api di dapur rumah dan peralatan listrik di dalam rumah
Kami mengingatkan agar selalu memastikan api kompor di dapur dan peralatan listrik lainnya benar-benar padam, sebelum meninggalkan rumah. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” ungkap Kapolsek.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)