Berita Duka
Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam
Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam

Laguboti, wartapenasatu.com – 16 Oktober 2025 – Suasana haru dan kekhawatiran meliputi SMP Negeri 1 Laguboti, Toba, Sumatera Utara, pasca-insiden keracunan Makanan Bergizi (MBG) gratis yang menimpa puluhan siswa. Rapat darurat antara pihak sekolah, orang tua murid, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba, Puskesmas Laguboti, dan Kapolsek Laguboti digelar pada Kamis pagi (16/10/2025) untuk membahas penanganan dan solusi atas kejadian ini.Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea, membuka rapat dengan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menjelaskan kronologi kejadian, di mana 51 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG gratis pada Rabu (15/10/2025). Pihak sekolah dengan sigap membawa para siswa ke Puskesmas Laguboti untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Kami sangat terkejut dan prihatin atas kejadian ini. Prioritas utama kami adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh siswa,” ujar Pahala Hutapea dengan nada penuh kepedulian. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak.

Pahala Hutapea juga menegaskan bahwa insiden ini bukan merupakan kesalahan pihak sekolah, melainkan kelalaian dari pengelola dapur MBG gratis. Ia mengungkapkan bahwa pada hari pertama pembagian MBG, dirinya turut mencicipi makanan tersebut dan tidak mengalami masalah. Namun, pada Rabu (15/10/2025), sejumlah siswa mulai merasakan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.
“Atas nama sekolah, saya memohon maaf kepada seluruh orang tua siswa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutur Pahala Hutapea dengan nada menyesal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kabupaten Toba, Lamhot Sitorus, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba akan bertanggung jawab penuh dan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola MBG untuk memastikan pertanggungjawaban atas insiden keracunan ini.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Program MBG seharusnya memberikan makanan sehat dan bergizi bagi siswa, bukan malah menjadi sumber masalah,” tegas Lamhot Sitorus. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian makanan, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.
Insiden keracunan MBG di SMP Negeri 1 Laguboti menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan стандартизацияproses produksi dan distribusi makanan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh siswa. Kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.
Kembalinya warga Gaza ke Negerinya setelah kesepakatan gencatan senjata.
Kembalinya warga Gaza ke Negerinya setelah kesepakatan gencatan senjata.
Mancanegara, wartapenasatu.com – Ribuan warga Palestina mulai kembali ke kota Gaza setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku. Mereka kembali ke rumah-rumah yang hancur setelah mengungsi akibat serangan Israel selama dua tahun.

Diperkirakan sekitar 300.000 warga Palestina yang sebelumnya mengungsi ke wilayah selatan Gaza atas perintah Israel. Data menunjukkan sekitar 10% dari pengungsi yang kembali adalah anak-anak yatim piatu akibat konflik. Banyak dari mereka adalah keluarga dengan anak-anak, wanita, dan orang tua. Selain itu, lebih dari 15.000 warga sipil dilaporkan meninggal dunia selama konflik ini.
Setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat, 8 Oktober 2025. Gencatan senjata ini terjadi setelah perang selama dua tahun antara Israel dan Hamas. Warga Palestina kembali ke kota Gaza dan wilayah utara Gaza. Mereka berjalan di sepanjang jalan pantai Rashid dan jalan Salah al-Din, dua jalur utama yang menghubungkan utara dan selatan Jalur Gaza.
Warga Palestina kembali ke rumah mereka karena mereka ingin kembali ke kehidupan normal setelah perang. Mereka juga ingin membangun kembali rumah mereka dan komunitas mereka. Keinginan untuk menguburkan anggota keluarga yang meninggal di tanah kelahiran juga menjadi faktor penting.
Mereka kembali dengan berjalan kaki, menggunakan keledai, atau menaiki truk. Banyak dari mereka membawa barang-barang mereka yang tersisa dari serangan udara Israel.
Hamas menyambut baik gencatan senjata ini sebagai kemenangan bagi perlawanan Palestina. Mereka menyatakan akan terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina. Negara-negara Arab seperti Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab telah menyatakan dukungan mereka terhadap gencatan senjata ini dan menjanjikan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi untuk Gaza. Mesir telah membuka perbatasan Rafah untuk memungkinkan masuknya bantuan dan evakuasi medis. Qatar telah menjanjikan dana sebesar $500 juta untuk rekonstruksi Gaza, sementara Uni Emirat Arab juga telah mengumumkan paket bantuan serupa. Selain itu, negara-negara seperti Turki dan Indonesia juga memberikan dukungan kemanusiaan yang signifikan.
Kembalinya warga Gaza ini merupakan momen penting dalam konflik Israel-Palestina. Ini menunjukkan bahwa warga Palestina tidak menyerah pada harapan untuk kembali ke rumah mereka dan membangun kembali kehidupan mereka, meskipun menghadapi tantangan besar. Dukungan internasional akan sangat penting untuk membantu mereka membangun kembali Gaza.
Tragedi di DAS Katingan: Upaya SAR Intensif oleh Tim Gabungan
Tragedi di DAS Katingan: Upaya SAR Intensif oleh Tim Gabungan
Pegatan, Kalimantan Tengah, wartapenasatu.com —Sebuah operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) intensif memasuki hari kelima di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, melibatkan sinergi antara Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah, TNI Angkatan Laut (AL) Pegatan, dan Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Sampit. Fokus utama adalah pencarian kapal TB. Dantine 138 yang mengalami insiden tragis di perairan tersebut.

Kronologi kejadian mencatat bahwa dari awak kapal, satu orang berhasil diselamatkan, sementara dua korban ditemukan oleh nelayan Hujung Pandara dalam kondisi tidak bernyawa. Namun, satu orang lainnya masih dinyatakan hilang di laut, memicu respons cepat dari tim gabungan untuk memperluas area pencarian.Pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025, sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari personel Ditpolairud Polda Kalteng Perwakilan Pegatan, Satpolairud Polres Katingan, TNI AL Pegatan, dan Tim Basarnas, terus berupaya menemukan korban yang belum ditemukan. Pencarian difokuskan di perairan laut Pegatan dengan koordinat 02° 24′ 820″ T / 113° 22′ 650″ S.
“Meskipun telah dilakukan upaya maksimal, hingga hari kelima pencarian, korban maupun tanda-tanda kapal yang tenggelam belum berhasil ditemukan,” ujar salah satu koordinator lapangan. Kondisi cuaca dan arus yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam memperluas area pencarian.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui Dirpolairud Kombes Pol. Dony Eka Putra, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen penuh untuk terus melakukan pencarian dengan sumber daya yang ada. “Kami akan melaksanakan pencarian dengan maksimal, dengan harapan dapat menemukan dan menyelamatkan korban secepat mungkin,” tegasnya.
Operasi SAR ini tidak hanya melibatkan sumber daya manusia yang terlatih, tetapi juga teknologi canggih seperti sonar dan drone bawah air untuk memetakan dasar laut dan mengidentifikasi potensi lokasi keberadaan korban atau bangkai kapal. Selain itu, koordinasi yang erat dengan komunitas nelayan lokal terus dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan yang mungkin berguna dalam pencarian.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan maritim dan perlunya peningkatan kesadaran akan risiko di perairan. Upaya pencarian akan terus dilakukan dengan harapan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban dan mengungkap penyebab pasti dari insiden ini.
Personel Polresta Palangka Raya Ipda Omar Rustafa Meninggal Dunia karena Sakit
Personel Polresta Palangka Raya Ipda Omar Rustafa Meninggal Dunia karena Sakit

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kabar duka datang dari jajaran Polresta Palangka Raya. Salah satu personel terbaiknya, IPDA Omar Rustafa, berpulang ke Rahmatullah pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 10.15 WIB di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Kasidokkes Polresta Palangka Raya IPDA Irawan Rezky Iswara menjelaskan, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit sejak tahun 2024 dan secara rutin menjalani kontrol medis di RS Bhayangkara serta RS Doris Sylvanus Palangka Raya.
“Almarhum menjalani operasi Hemicolectomy dan perawatan intensif akibat komplikasi penyakit, dengan diagnosa AKI Superimposed CKD dan Tumor Colon Ascenden yang telah bermetastasis,” terang Irawan.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, pemeriksaan terakhir menunjukkan tekanan darah 108/56 mmHg, denyut nadi 149 kali per menit, dan napas 34 kali per menit.
Sekitar pukul 10.15 WIB, tim medis menyatakan almarhum wafat di ruang ICU RS Doris Sylvanus.
Suasana di rumah sakit terpantau kondusif, dan jajaran Polresta Palangka Raya turut berduka cita mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal berdedikasi tinggi selama bertugas.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa belasungkawa dan penghargaan atas pengabdian almarhum selama bertugas di Kepolisian.

“Atas nama keluarga besar Polresta Palangka Raya, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ucap Kapolresta.
Ironi Makanan Bergizi: Temuan Makanan Basi di SMA 117 Cikini Mengundang Keresahan
Ironi Makanan Bergizi: Temuan Makanan Basi di SMA 117 Cikini Mengundang Keresahan

Jakarta, wartapenasatu.com – Investigasi mendalam dilakukan oleh Jurnalis Wartapenasatu.com, Mohammad Romli, menyusul laporan yang diterima dari wali murid mengenai dugaan penyediaan makanan tidak layak melalui program Makanan Bergizi (MBG) di SMA 117 Cikini, Jakarta Pusat. Investigasi ini turut dihadiri oleh Direktur Wartapenasatu.com, Mardian S.E., serta wartawan PWI, Musa, sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti aduan masyarakat.Wartapenasatu.com secara resmi melaporkan temuan mencengangkan terkait pendistribusian makanan bergizi (MBG) yang telah basi kepada siswa-siswi SMA 117 Cikini, Jakarta Pusat. Ironisnya, makanan yang seharusnya menjadi sumber nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa justru ditemukan dalam kondisi yang tidak layak konsumsi. Hal ini sontak menimbulkan keresahan yang meluas di kalangan siswa dan wali murid, yang merasa khawatir akan dampak buruk yang mungkin timbul akibat konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Kekhawatiran wali murid sangatlah beralasan. Program MBG yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan gizi siswa, justru berbalik menjadi ancaman kesehatan. Jika masalah ini terus berlanjut tanpa adanya tindakan korektif yang komprehensif, bukan tidak mungkin akan berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas belajar siswa dalam jangka panjang.
Sebagai upaya verifikasi, tim Wartapenasatu.com berinisiatif untuk mengunjungi pihak sekolah. Namun, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah sedang tidak berada di tempat. Meskipun demikian, seorang guru yang bertugas di kantor sekolah mengarahkan wartawan untuk bertemu dengan PIC (Person in Charge) penerimaan MBG berinisial Y. Dalam pertemuan tersebut, Y membenarkan adanya kejadian makanan basi tersebut dan menginformasikan bahwa makanan tersebut telah dikembalikan ke pihak dapur yang menjadi mitra penyedia MBG pemerintah.

Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan siswa terkait keamanan dan kualitas MBG yang mereka konsumsi. Hal ini tercermin dari banyaknya makanan yang tidak habis dan tersisa, seperti yang terekam dalam video yang diambil oleh wartawan Wartapenasatu.com. Fenomena ini mengindikasikan adanya ketidakpercayaan siswa terhadap kualitas makanan yang disediakan.
Wartapenasatu.com berupaya keras untuk memperoleh informasi mengenai identitas dan kontak PIC dari pihak dapur yang menjadi mitra program MBG, yang merupakan salah satu program strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pihak sekolah enggan memberikan informasi tersebut dengan alasan untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin terjadi.
Saat ini, Wartapenasatu.com terus berupaya untuk mencari alamat dapur yang menjadi mitra program MBG tersebut guna melakukan investigasi lebih lanjut. Tujuan utama dari investigasi ini adalah untuk memastikan apakah makanan yang dikirimkan memang benar-benar dalam kondisi basi atau tidak layak konsumsi, serta untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Kasus temuan makanan basi dalam program MBG di SMA 117 Cikini ini menjadi sorotan penting yang menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengadaan dan distribusi makanan bergizi di sekolah-sekolah. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa program MBG benar-benar memberikan manfaat positif bagi kesehatan dan kualitas belajar siswa, serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Seruan Kemanusiaan: Dobrak Blokade, Hentikan Genosida di Gaza

Jakarta, wartapenasatu.com Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, sebuah aksi damai yang menyerukan penghentian genosida di Gaza berlangsung khidmat di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta. Sebelum orasi para tokoh dimulai, seluruh peserta dengan lantang menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, mengukuhkan semangat persatuan dan kepedulian. Suasana kemudian bertambah khidmad dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu peserta aksi, menandai dimulainya rangkaian acara dengan dimensi spiritual yang mendalam.
Aksi solidaritas ini diselenggarakan pada hari Rabu, 7 Oktober 2025, bertempat strategis di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Sejumlah tokoh berpengaruh turut hadir untuk menyampaikan orasi, di antaranya Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Alfian Tanjung, serta seorang influencer yang dikenal luas dengan panggilan Bang Koi, serta salah satu organisasi yang getol menyerukan kemerdekaan Palestina yaitu organisasi ASPIRASI yang diketuai oleh Ibu Wati Salam. Kehadiran mereka menegaskan urgensi dan bobot moral dari tuntutan yang disuarakan.

Dalam orasinya, Ustadz Felix Siauw secara tegas menekankan bahwa aksi semacam ini perlu diperbesar skalanya agar gaungnya dapat lebih luas didengar dan diperhatikan oleh dunia internasional. Beliau juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas genosida yang terjadi di Gaza saat ini, sebuah pernyataan yang disampaikannya sambil menunjuk langsung ke arah gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, menyiratkan tuntutan akuntabilitas yang jelas.
Senada dengan semangat kemanusiaan, Bang Koi, dalam orasinya yang inspiratif, menyatakan bahwa kepedulian terhadap Gaza tidak semestinya dibatasi oleh identitas agama. “Untuk peduli Gaza tidak harus Muslim, namun seluruh manusia,” ujarnya, menegaskan bahwa isu ini adalah masalah kemanusiaan universal dan genosida berdarah yang tidak hanya berkaitan dengan Islam, melainkan melukai hati nurani setiap insan.

Motif utama di balik aksi ini adalah untuk memberikan dukungan moral dan politik kepada saudara-saudara kita yang berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut. Mereka tergabung dalam Freedom Flotilla, sebuah gerakan solidaritas internasional yang berkomitmen untuk mengakhiri blokade tidak manusiawi yang diberlakukan oleh Israel terhadap Gaza. Aksi di Jakarta ini menjadi cerminan dukungan global terhadap perjuangan tersebut.
Masyarakat Gaza saat ini hidup dalam berbagai keterbatasan ekstrem, sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari komunitas internasional. Namun, tindakan kejam Israel yang tanpa henti memblokade setiap upaya bantuan, termasuk gerakan Freedom Flotilla, telah memperparah krisis kemanusiaan di sana. Kondisi ini menuntut perhatian serius dan intervensi tegas dari lembaga-lembaga dunia.

Oleh karena itu, harapan besar disematkan pada aksi ini agar otoritas terkait di tingkat global dapat mendengar seruan kemanusiaan ini. Diharapkan ada tindakan tegas yang diambil terhadap Israel, yang pada akhirnya akan berdampak pada pembukaan jalur bantuan tanpa hambatan kepada masyarakat Gaza yang sangat membutuhkan, demi meringankan penderitaan dan menghentikan tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung.Atlet Pelatnas Sea Games Asal Gresik, Naufal Takdir Al Bari, Dimakamkan dengan Khidmat
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Suasana duka menyelimuti rumah duka di Jl. KH Kholil Gang 11 No. 7, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik, pada Jum’at pagi (3/10/2025). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir untuk melepas kepergian Naufal Takdir Al Bari bin Hasyim (19), atlet muda berbakat asal Gresik yang wafat saat menjalani pemusatan latihan (TC) Pelatnas Sea Games di Penza, Rusia.
Almarhum, yang lahir di Kuala Pembuang pada 12 Maret 2006, masih duduk di bangku kuliah semester 1 Fakultas Olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Prestasinya di cabang olahraga senam menjadikan dirinya salah satu andalan Jawa Timur di kancah nasional. Namun, takdir berkata lain ketika ia mengalami kecelakaan saat berlatih alat palang tunggal di Rusia.
Prosesi penuh haru, jenazah tiba di rumah duka dan langsung disambut isak tangis keluarga serta masyarakat yang telah menunggu. Setelah dimandikan dan dikafani, jenazah disholatkan berjamaah di mushola dekat rumah duka
Rombongan kemudian mengantarkan jenazah menuju TPU Jl. Gubernur Suryo XI, Kelurahan Tlogo Pojok. Pukul 08.45 WIB prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Tangis haru keluarga dan ratusan pelayat pecah saat liang lahat ditutup dan doa bersama dipanjatkan.
Sejumlah tokoh penting tampak hadir dalam prosesi persemayaman dan pemakaman, antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Jatim Imam Hidayat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, serta Wakil Bupati Gresik dr. Alif M.Kes.
Selain itu hadir pula perwakilan TNI-Polri, di antaranya Danramil 0817/05 Kota Gresik Kapten Arh M. Nurul Qomar yang mewakili Dandim 0817 Gresik, serta jajaran Polsek Gresik. Ketua Umum Federasi Gymnastik Indonesia Ita Yuliati dan Kadispora Gresik Saifundin Ghozali juga ikut mendampingi keluarga.
Tak hanya pejabat, warga masyarakat dari Kelurahan Kebungson dan Tlogo Pojok juga turut serta, tercatat lebih dari 100 orang hadir memberikan doa dan penghormatan terakhir.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga memberikan penghormatan terakhir dengan menaburkan bunga di pusara almarhum. Kehadiran beliau bersama pejabat daerah menjadi simbol penghargaan atas dedikasi Naufal sebagai atlet yang telah berjuang membawa nama baik bangsa.
Selain itu, hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 0817/05 Kota Gresik, Kapten Arh M. Nurul Qomar yang mewakili Dandim Gresik menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami ikut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum Naufal. Ia adalah putra terbaik bangsa yang telah mengharumkan nama Gresik dan Jawa Timur melalui prestasinya di dunia olahraga. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,”ujarnya.
Prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 09.10 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh rasa hormat. Meski usia almarhum masih muda dan perjalanan kariernya di dunia olahraga baru dimulai, kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan atlet, serta masyarakat Jawa Timur.(Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
FPP-TNI dan Putra-putri Pahlawan Revolusi Bersatu Ganyang PKI
FPP-TNI dan Putra-putri Pahlawan Revolusi Bersatu Ganyang PKI
Jakarta, wartapenasatu.com – Sabtu, 4 Oktober 2025, bertempat di Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani, Jakarta Pusat, telah berlangsung acara silaturahmi yang diselenggarakan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPP-TNI) bersama keluarga besar putra/putri Pahlawan Revolusi. Acara ini mengusung tema sentral mengenai upaya mengganyang bahaya laten PKI serta menjaga warisan perjuangan para pahlawan revolusi yang telah gugur.

Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani menjadi saksi bisu pertemuan penting ini, di mana para purnawirawan TNI dan keluarga Pahlawan Revolusi berkumpul untuk membahas isu-isu krusial terkait kebangsaan, terutama ancaman laten yang masih membayangi dari идеologi komunis PKI. Sebagai pihak yang paling merasakan dampak dari keganasan PKI di masa lalu, TNI dan keluarga Pahlawan Revolusi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga idiologi Pancasila.
Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan antara FPP-TNI dan keluarga besar putra/putri Pahlawan Revolusi, memperkokoh persatuan, serta menyalakan kembali semangat perjuangan. Lebih dari itu, acara ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari bahaya laten PKI yang semakin nyata mengancam keberlangsungan bangsa Indonesia.

Acara silaturahmi ini dipimpin oleh Jenderal (Purn) Tiyasno Sudarto, dengan kehadiran sejumlah tokoh penting seperti Jenderal (Purn) Fachru Rozi, Laksamana (Purn) Tedjo Edi, Laksamana (Purn) Slamet Subiyanto, serta penceramah Alfian Tanjung. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 250 orang.
Dalam forum ini, FPP-TNI dan putra putri pahlawan revolusi menyampaikan enam poin pernyataan sikap yang menjadi landasan perjuangan mereka:

1. Menegaskan kesetiaan tegak lurus pada Pancasila, UUD 1945 yang asli, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
2. Menolak dengan tegas segala bentuk ideologi komunis PKI gaya baru dan bertekad untuk berjuang menghadapinya sampai titik darah penghabisan.
3. Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap bahaya laten komunis.
4. Mengingatkan generasi muda untuk tidak melupakan sejarah kelam pengkhianatan PKI yang telah mengorbankan para pahlawan revolusi.
5. Berkomitmen untuk meneruskan perjuangan pahlawan revolusi demi menjaga persatuan, kesatuan, kedaulatan, dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
6. Dengan semangat kebersamaan, berdiri di garis terdepan untuk menjaga Indonesia dari bahaya laten komunis.Pernyataan sikap ini menjadi pesan penting bagi seluruh lapisan masyarakat dan tokoh bangsa agar senantiasa berhati-hati terhadap gerakan-gerakan yang mengindikasikan munculnya kembali PKI gaya baru.
Semoga semangat silaturahmi dan komitmen yang telah diikrarkan dalam acara ini dapat menjadi kekuatan untuk menjaga ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI dari segala bentuk ancamanMediasi Polsek Bukit Batu: Resolusi Konflik Digital dan Harmoni Komunitas
Mediasi Polsek Bukit Batu: Resolusi Konflik Digital dan Harmoni Komunitas
Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Batu, bagian dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya, Polda Kalimantan Tengah, kembali menunjukkan perannya sebagai penengah dalam penyelesaian permasalahan sosial di tengah masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi ini tercermin dari keberhasilannya memediasi konflik yang berakar dari interaksi digital.

Proses mediasi krusial ini dilaksanakan di Markas Polsek Bukit Batu, yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km. 33, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa sore, 23 September 2025.
Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Bukit Batu, Ipda M. Hafiizh Ramadhan, menjelaskan bahwa mediasi ini bertujuan untuk menuntaskan perseteruan antarpribadi yang dipicu oleh konten di media sosial.
“Konflik ini melibatkan tiga wanita berinisial E (27), AS (29), dan NF (26). Pemicunya adalah unggahan di media sosial oleh saudari E yang, menurut saudari AS dan NF, dianggap menyinggung perasaan serta merugikan citra mereka,” terang Ipda Hafiizh.

Sesi mediasi berlangsung secara komunikatif dan transparan, memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk mengemukakan pandangan masing-masing. Pendekatan ini esensial dalam mencari solusi yang adil dan optimal guna mengakhiri perselisihan.
“Kami berhasil menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Seluruh pihak sepakat untuk berdamai, saling memaafkan, dan saudari E pun bersedia menghapus unggahan yang menjadi sumber konflik,” ujar Hafiizh.

Kesepakatan damai tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah surat perjanjian perdamaian yang ditandatangani oleh ketiga belah pihak di atas meterai. “Dengan demikian, apabila di kemudian hari permasalahan serupa kembali muncul, para pihak dapat menuntut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” pungkasnya.Resiliensi di Tengah Ekstrem: Kabaglog Polresta Palangka Raya Imbau Personel Jaga Kesehatan
Resiliensi di Tengah Ekstrem: Kabaglog Polresta Palangka Raya Imbau Personel Jaga Kesehatan
Palangka Raya, Wartapenasatu.com – Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda, Kepala Bagian Logistik (Kabaglog) Polresta Palangka Raya, Kompol Mangatur Tampubolon, menyampaikan amanat penting dalam apel pagi yang digelar di Mapolresta Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km. 3,5, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (18/9/2025). Amanat ini menjadi pengingat bagi seluruh personel akan pentingnya menjaga kesehatan dan resiliensi di tengah kondisi lingkungan yang tidak menentu.
Apel pagi tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama, Perwira, Bintara, dan PNS Polri, menunjukkan komitmen seluruh jajaran Polresta Palangka Raya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Kehadiran lengkap ini mencerminkan disiplin dan kesadaran akan pentingnya koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kompol Mangatur Tampubolon menyampaikan amanat berdasarkan atensi dari Kapolresta, Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem. Amanat ini menjadi prioritas utama mengingat potensi ancaman penyakit yang dapat timbul akibat perubahan cuaca yang drastis.
“Di tengah cuaca ekstrem saat ini, kita harus semakin sadar terhadap kondisi kesehatan diri sendiri maupun keluarga, sebab sangat banyak potensi penyakit yang dapat menjangkit apabila kita tidak menjaga kesehatan secara benar,” jelasnya. Pernyataan ini menjadi alarm bagi seluruh personel untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Mangatur Tampubolon memberikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan, seperti menerapkan pola makan sehat dan bergizi, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, hingga beristirahat secara cukup. Langkah-langkah ini menjadi panduan praktis bagi personel dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
“Selain itu, selalu perhatikan kondisi tubuh kita maupun keluarga, terutama bagi anak-anak dan lansia. Apabila memang mulai muncul gejala terserang penyakit, maka jangan ragu untuk memeriksakannya ke rumah sakit atau puskesmas,” tuturnya. Imbauan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap penyakit.