Daerah
Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Balige Tahan Kades Maranti Barat
Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Balige Tahan Kades Maranti Barat

Toba, wartapenasatu.com – Kejaksaan Negeri Toba melaksanakan penetapan tersangka dan penahanan terhadap RS (50). Pelaku merupakan tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Meranti Barat, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba,-Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2020 hingga 2024.
Penetapan tersangka tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Toba Nomor: PRIN-02/L.2.27/Fd.2/11/2025 tanggal 20 November 2025. Selanjutnya, tersangka RS (50) telah ditahan di Rutan Kelas IIB Balige untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan pada Kamis 20/11/2025.
Tersangka RS disangka telah melanggar:
– Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, subsidair;
– Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.Berdasarkan hasil pemeriksaan dan perhitungan oleh aparat pengawasan, ditemukan adanya temuan sebesar Rp. 476.537.320,- (empat ratus tujuh puluh enam juta lima ratus tiga puluh tujuh ribu tiga ratus dua puluh rupiah) dalam pengelolaan Dana Desa Meranti Barat selama Tahun Anggaran 2020–2024.
Tim Jaksa Penyidik bekerja dengan penuh dedikasi, profesional, dan berpegang pada prinsip kehati-hatian untuk memastikan setiap temuan dibuktikan secara sah dan meyakinkan.Kejaksaan Negeri Toba menegaskan komitmen untuk terus mengawal pelaksanaan pembangunan di desa-desa agar bebas dari praktik korupsi, sekaligus memastikan setiap proses penyidikan berjalan sesuai prinsip keadilan dan supremasi hukum,pungkasnya.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Panen Raya Cabe Dan Ketapang PKK Desa Caringin
Warta Pena Satu,Banten – Suasana meriah menyelimuti Desa Kemuning saat acara panen cabai yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Kepala Desa Kemuning, Bapak Dadang S.ip, bersama dengan Bupati Tangerang, Bapak Drs H. Moch Maesyal Rasyid M.si dan Kepala Dinas Pertanian, Bapak Dr. Ir. H. Ujang sudiartono ST.MT , turut hadir Camat Legok Bapak H. M yusuf Fachrodji S.STP, M.si untuk memeriahkan acara tersebut. Kehadiran para pejabat ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di wilayah ini.

Acara panen cabai ini merupakan momen penting bagi para petani Desa Kemuning. Pasalnya, panen kali ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka dan menstabilkan harga cabai di pasaran. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara petani, pemerintah, dan masyarakat umumnya.
Dalam sambutannya, Bapak Dadang S, ip menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah atas dukungan yang telah diberikan kepada para petani. Ia juga berharap agar kerjasama antara petani dan pemerintah dapat terus ditingkatkan demi kemajuan sektor pertanian di Desa Kemuning.

Bapak Drs.H Moch. Maesyal Rasyid M.Si juga memberikan apresiasi kepada para petani atas kerja keras mereka dalam menghasilkan cabai berkualitas. Ia berjanji akan terus memberikan dukungan kepada sektor pertanian di Kabupaten Tangerang, termasuk melalui program-program pelatihan dan bantuan modal.

Sementara itu, Bapak Dr. Ir H. Ujang Sudiartono ST. MT menjelaskan bahwa Dinas Pertanian akan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai di Desa Kemuning. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan kepada para petani mengenai teknik budidaya cabai yang baik dan benar.

Acara panen cabai ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni tradisional, lomba memasak cabai, dan pameran produk pertanian. Para pengunjung pun tampak antusias mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Desa Kemuning dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Hendra Gunawan bakal isi kekosongan Fraksi Gerindra DPRD Kota Tangerang
kOTA TANGERANG – Pasca meninggalnya salah satu kader terbaik Partai Gerindra Kota Tangerang Alm Nurhadi yang telah menjadi anggota DPRD sampai dengan 4 periode, kini Kursi Fraksi Partai Gerindra Kota Tangersng mengalami kekosongan, Kamis (20/11/2025)
Menurut Turidi Susanto Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang bahwa yang akan mengisi kursi DPRD dalam PAW mengisi kekosongan tersebut sesuai dengan amanat undang-undang adalah Caleg dengan raihan suara terbanyak berikutnya dan itu adalah Hendra Gunawan.
Diketahui pada Pemilu 2024 yang silam, suara di Dapil V Kota Tangerang yang meliputi Kecamatan Priuk, Jati Uwung dan Cibodas untuk Hendra Gunawan raihan suaranya ada dibawah langsung Alm. Nurhadi.
Kata Turidi Susanto, Nama Hendra Gunawan telah diusulkan ke DPP untuk mengisi Pergantian Antar Waktu (PAW), Dan tinggal menunggu di Paripurnakan di DPRD Kota Tangerang
“Untuk pelantikannya belum, kita tunggu Paripurna sesuai agenda”. Ujar Turidi
Enam Santri Pondok Pesantren Tewas di Genangan Air Bekas Galian Bukit Jaddih.
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Duka mendalam menyelimuti Pondok Pesantren Jabal Qur’an di kawasan desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, setelah enam santrinya tewas tenggelam di genangan air bekas galian batu bata di Bukit Jeddih pada Kamis sore, (20/11).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tragedi itu terjadi saat para santri memanfaatkan hari libur Kamis untuk bermain dan berolahraga di kawasan perbukitan yang tak jauh dari pondok.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Mustofa atau akrab disapa Haji Mus, mengungkapkan bahwa aktivitas santri di area tersebut sebenarnya telah menjadi kebiasaan setiap pekan.
“Seperti biasa, pada hari Kamis kegiatan di pondok libur. Tetapi sore tadi sedang ada jadwal olahraga untuk salah satu kelas. Ada guru yang mengawasi, namun namanya anak-anak, meski dilarang mereka tetap bermain di genangan air itu,” jelas H. Mus, Kamis (20/11).
Juga disampaikan oleh salah satu warga pondok pesantren bahwa kegiatan olahraga di area perbukitan sudah lazim dilakukan. Ia mengaku sudah memberikan larangan keras kepada santri untuk tidak bermain di genangan bekas galian yang dalam tersebut.
“Kami sudah melarang anak-anak agar tidak bermain di genangan itu. Bahkan sudah dipasang tanda-tanda larangan. Tapi mereka tetap melanggar,” ujarnya.
Ia juga menerangkan kronologi awal kejadian. Para santri diduga bermain dengan cara menyelam lama-lamaan di dalam air. Namun beberapa di antaranya tidak muncul kembali ke permukaan.
“Yang terlihat hanya sandalnya saja. Teman-temannya mencoba menolong, tetapi malah ikut tenggelam,” ungkapnya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Para pengurus pondok segera melaporkan kejadian tersebut dan melakukan evakuasi ke Puskesmas Jedih.
Sementara itu Kepala Puskesmas Jaddih, Purwanti, membenarkan bahwa enam santri telah dibawa ke fasilitas kesehatan dalam kondisi meninggal dunia. Awalnya hanya satu korban yang datang, kemudian menyusul lima korban lain.
“Mereka sudah kehilangan oksigen. Wajahnya tampak bengkak dan membiru,” ujar Purwanti.
Ia juga menjelaskan bahwa para korban berasal dari berbagai daerah, yakni dua santri dari Kabupaten Sampang, satu dari Sidoarjo, dua dari Surabaya, dan satu dari Desa Parseh Bangkalan.
“Atas permintaan keluarga, keenam korban tidak dilakukan autopsi karena mereka masih anak-anak. Dengan ambulans, kami langsung mengantarkan jenazah ke rumah duka masing-masing,” tambahnya.
Usai kejadian, Tim Kepolisian bersama Koramil dan Wakapolres Bangkalan langsung melakukan olah TKP di lokasi genangan air tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti dan potensi kelalaian yang terlibat dalam insiden tersebut.***(Azis).
Rapidin Simbolon Nakhodai PDIP Sumut: Periode baru Harapan Baru
Rapidin Simbolon Nakhodai PDIP Sumut: Periode baru Harapan Baru
Medan, wartapenasatu.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan secara resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sumatera Utara dalam sebuah acara yang khidmat pada hari Rabu, 19 November 2025, bertempat di Hotel Grand Mercure, Medan. Pelantikan ini menandai babak baru bagi kepengurusan partai di tingkat provinsi, dengan harapan dapat membawa angin segar dan strategi baru dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

Rapidin Simbolon kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk periode 2025-2030. Pemilihan kembali ini menunjukkan apresiasi atas kinerja dan dedikasi yang telah diberikan selama periode sebelumnya. Selain posisi ketua, jabatan sekretaris dan bendahara juga tetap dipertahankan oleh tokoh-tokoh yang sama, yaitu Sutarto sebagai sekretaris dan Meriahta Sitepu sebagai bendahara.
Pelantikan pengurus ini menjadi puncak dari rangkaian acara Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Medan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting partai, kader, serta simpatisan yang antusias menyambut kepengurusan baru.
Prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan dipimpin langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat. Dalam suasana yang penuh khidmat, para pengurus yang dilantik mengucapkan sumpah setia kepada partai dan negara, serta berjanji untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Berikut adalah susunan lengkap pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara periode 2025-2030 yang telah dilantik:
– Ketua: Rapidin Simbolon
– Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai: Alamsyah Hamdani
– Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif: (Masih dikosongkan)
– Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Samulya Surya
– Wakil Ketua Bidang Keanggotaan, Organisasi, dan Sumber Daya: (Kosong)
– Wakil Ketua Bidang Sumber Daya: Brilian Moktar
– Wakil Ketua Bidang Politik: Sutrisno Pangaribuan
– Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi: Dameria PangaribuanDengan formasi kepengurusan yang solid ini, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di daerah. Berbagai program dan strategi akan dirancang untuk meningkatkan elektabilitas partai serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.
Ke depan, tantangan yang dihadapi oleh DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara tidaklah ringan. Namun, dengan semangat gotong royong, soliditas internal, serta dukungan dari seluruh kader dan simpatisan, diharapkan partai ini dapat terus berkiprah dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Tip: Judul yang singkat dan menarik membantu menarik perhatian pembaca. Penggunaan bahasa formal dan struktur paragraf yang jelas meningkatkan kualitas tulisan.
Ciptakan Kondisi Aman dan Tertib, Ditsamapta Polda Kalteng Gelar Patroli Perintis Presisi Dalam Rangka KRYD di Kota Palangkaraya
Ciptakan Kondisi Aman dan Tertib, Ditsamapta Polda Kalteng Gelar Patroli Perintis Presisi Dalam Rangka KRYD di Kota Palangkaraya

Palangka Raya, wartapenasatu.com — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Tengah kembali melaksanakan Patroli Perintis Presisi dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), khususnya untuk mengantisipasi, membubarkan, dan menertibkan aksi balap liar di sejumlah titik rawan di Kota Palangkaraya. Minggu (16/11/2025).
Kegiatan patroli dilaksanakan pada tengah malam hingga dini hari, waktu yang sering dimanfaatkan para pelaku balap liar untuk berkumpul. Dalam operasi ini, personel gabungan Ditsamapta, Bidpropam, Ditlantas, Danpomdam menyasar beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Tjilik Riwut, Jalan Diponegoro, dan Jalan Arut yang sering dilaporkan masyarakat sebagai lokasi aktivitas balap liar dan aksi ugal-ugalan.
Dirsamapta Kombes Pol Arie Sandy Z. Sirait., S.I.K., M.Si., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, terutama pengguna jalan.

“Patroli Perintis Presisi kami lakukan secara mobile dan humanis, namun tetap tegas terhadap setiap pelanggaran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Balap liar ini tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” ujar Arie.
Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan pembubaran, tetapi juga memberikan imbauan kepada para remaja dan masyarakat yang berada di lokasi agar tidak melakukan aktivitas yang melanggar hukum maupun membahayakan keselamatan umum. Selain itu, sejumlah kendaraan yang dicurigai digunakan untuk balap liar juga diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.
Personel turut berkoordinasi dengan satuan lalu lintas untuk memastikan penindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan berjalan sesuai prosedur. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran serta mencegah potensi terjadinya tindakan kriminal jalanan.
Ditsamapta Polda Kalteng menegaskan bahwa kegiatan KRYD dalam mengantisipasi balap liar akan terus dilakukan secara intensif. Masyarakat juga diimbau untuk berperan serta dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
“Dengan kehadiran patroli yang masif dan responsif, diharapkan Kota Palangkaraya tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, serta nyaman bagi seluruh warganya,” pungkasnya.@ Herry Kalteng
Gunung Gambir: Permata Hijau Jember yang Menjadi Kunjungan MAKI Jatim Pasca Deklarasi Anti-Bullying
WARTAPENASATUJATIM | Jember, 16 November 2025 – Di balik kabut tipis yang membelai lembut lereng Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, berdirilah Wisata Agro Rengganis Kebun Teh Gunung Gambir, sebuah destinasi yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyegarkan jiwa. Berada di ketinggian 593 MDPL, kawasan ini menawarkan perpaduan lanskap bergelombang, tanah Latosol subur, serta iklim tipe B ala Schmidt-Ferguson yang menghadirkan suasana sejuk sepanjang hari. Gunung Gambir adalah harmoni alam yang tercipta dengan keindahan tak terbantahkan sebuah hadiah bagi Kabupaten Jember.
Pesona inilah yang menjadi magnet bagi MAKI Jatim untuk singgah setelah melaksanakan Roadshow Deklarasi Anti-Bullying di Jember. Kehijauan kebun teh, udara segar yang menyapa, serta ketenangan yang meresap ke relung hati menjadi ruang refleksi yang sempurna untuk memperkuat semangat kepedulian, keberanian, dan anti-kekerasan.
Di balik wajah cantik Gunung Gambir, terdapat sosok penggerak yang bekerja dalam diam namun penuh dedikasi: Dodo Eko Wahyudi, sang pengelola wisata. Baginya, Gunung Gambir adalah potensi besar yang perlu dirawat bersama. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, para stakeholder, dan masyarakat lokal untuk mendorong perkembangan wisata secara berkelanjutan.
“Kunjungan wisatawan paling ramai saat weekend. Hari Sabtu sekitar 200–300 pengunjung, sedangkan Minggu bisa mencapai 600 orang. Bahkan ada yang datang dari Tangerang,” ungkapnya bangga.
Tak sekadar ramai dikunjungi, Gunung Gambir juga pernah meraih nominasi sebagai wajib pajak teladan, bukti nyata bahwa wisata ini berjalan profesional dan memberi kontribusi positif bagi daerah.
Namun, di balik semua pencapaian, ada satu harapan besar yang masih ingin diwujudkan: perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata. Dodo menilai, akses yang lebih baik akan membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan kunjungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Saya berharap adanya kesinambungan dari dinas terkait untuk memperbaiki akses jalan yang sering dikeluhkan wisatawan. Jika akses lancar, Gunung Gambir akan menjadi tujuan utama para pelancong,” tuturnya penuh optimisme.
Gunung Gambir bukan sekadar destinasi rekreasi. Ia adalah ruang yang memadukan keindahan alam, kesejukan udara, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan dukungan gerakan positif seperti Deklarasi Anti-Bullying dan kerja sama lintas pihak, Gunung Gambir layak disebut sebagai kebanggaan Jember yang terus tumbuh dan bersinar.
Jember memiliki banyak kisah indah dan Gunung Gambir adalah salah satu yang terindah di antaranya.
MAKI Jatim Menyalakan Revolusi Anti Bullying dari Jawa Timur untuk Indonesia
WARTAPENASATUJATIM | Jember, 16 November 2025 — Cahaya baru tengah menyinari perjalanan generasi muda di Jawa Timur. Seusai sukses menggelar Deklarasi Anti Bullying di Fairway Ninemall Surabaya pada 1 November 2025 dan di Alun-Alun Jember pada 15 November 2025, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim meraih sambutan yang mengalir deras dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari para siswa-siswi yang penuh semangat, para guru yang peduli, para orang tua yang berharap akan masa depan yang lebih aman, hingga sejumlah instansi pemerintah yang memberikan dukungan penuh.
Gelombang apresiasi ini menjelma menjadi energi luar biasa bagi MAKI Jatim untuk memperluas gaung gerakan anti bullying. Tidak sekadar menjadi kampanye sesaat, MAKI Jatim berkomitmen menjadikannya sebagai gerakan moral yang berkelanjutan. Melalui edukasi, pendekatan kreatif, aksi lapangan, serta peran aktif di media sosial, MAKI Jatim bertekad menjadi motor penggerak kesadaran publik akan bahaya bullying.

Hero Satriyo, Ketua MAKI Jatim, menegaskan bahwa komitmen ini bukan hanya program, melainkan panggilan jiwa yang lahir dari keprihatinan mendalam.
“Ini bukan sekadar agenda, namun sebuah amanah moral,” ujar Heru penuh ketegasan. “MAKI memang berfokus pada pengawasan korupsi, tetapi fenomena bullying datang sebagai peringatan hati nurani. Kami merasa diberi petunjuk untuk mengawal isu ini, menjaga anak-anak bangsa dari luka sosial yang sering tersembunyi namun begitu melukai.”
Tidak berhenti pada deklarasi di dua kota, MAKI Jatim telah menyusun roadmap besar untuk melakukan roadshow anti bullying di berbagai daerah. Dalam waktu dekat, Sidoarjo dan Banyuwangi menjadi target berikutnya yang siap disambangi guna menyuarakan pesan keberanian, empati, dan solidaritas.
“Agenda besar ini Insya Allah terus berjalan,” ujar Heru. “Kita ingin memastikan bahwa semangat anti bullying sampai ke setiap sudut Jawa Timur, bahkan menjadi inspirasi bagi provinsi lain.”
Dengan gerakan yang konsisten dan dukungan masyarakat yang terus mengalir, MAKI Jatim kini berdiri sebagai simbol perubahan nyata. Mereka menyalakan obor harapan bahwa Indonesia bisa tumbuh menjadi bangsa yang lebih berempati, lebih peduli, dan lebih berani melawan segala bentuk perundungan. Masa depan tanpa bullying bukan lagi angan-angan MAKI Jatim telah memulainya, dan seluruh masyarakat diajak menjadi bagian dari perjalanan mulia ini.
Deklarasi Anti Bullying di Jember Jadi Contoh: MAKI Jatim Robek Ketidakadilan, Buka Hotline Pengaduan !
WARTAPENASATUJATIM | Jember — Deklarasi Anti Bullying yang digelar Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur di Alun-Alun Jember pada Sabtu (15/11/2025) menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan. Gerakan ini diharapkan menjadi cermin dan inspirasi bagi seluruh Dinas Pendidikan di Jawa Timur, bahkan di Indonesia, mengingat kasus perundungan masih terus muncul dan mengancam perkembangan anak didik.
Deklarasi tersebut bukan sekadar seruan moral, tetapi sebuah karya besar yang membuka jalan bagi terciptanya ruang pendidikan yang aman, manusiawi, dan berkeadilan. MAKI Jatim menegaskan bahwa proses belajar hanya dapat berjalan optimal ketika setiap anak merasa terlindungi, dihargai, dan terbebas dari ketakutan. Dalam suasana seperti itulah prestasi dan cita-cita generasi muda dapat tumbuh dan berkembang.

Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, dinilai berhasil “merobek ketidakadilan” yang dialami para korban bullying melalui langkah nyata yang berdampak luas. Salah satu terobosan tersebut adalah peluncuran hotline pengaduan bullying di nomor *0813 3746 3972* saluran khusus bagi siswa yang merasa terancam atau mengalami tindak perundungan dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying.
“Gagasan membuka nomor hotline untuk pengaduan menjadi perhatian penting, terutama bagi siswa yang merasakan ancaman atau tekanan akibat bullying,” ungkap MAKI.
Keberadaan hotline ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian para korban untuk bersuara dan mencari perlindungan. Lebih jauh, saluran pengaduan ini juga menjadi pengingat bagi sekolah, guru, dan pemangku kebijakan agar lebih responsif dan proaktif dalam menangani setiap laporan yang masuk.
Dengan langkah progresif ini, MAKI Jatim tidak hanya mengampanyekan anti-bullying, tetapi juga menghadirkan mekanisme perlindungan yang nyata. Sebuah tanda bahwa perjuangan melawan perundungan tidak berhenti pada deklarasi, melainkan bergerak menuju tindakan konkret yang melindungi masa depan anak bangsa.
Gelora Jember Menggema ke Nusantara: MAKI Jatim Tegakkan Tonggak Besar Zero Bullying Demi Masa Depan Pendidikan Bermartabat
WARTAPENASATUJATIM | Jember, 15 November 2025 — Alun-Alun Kabupaten Jember pagi ini menjelma menjadi ruang penuh energi, harapan, dan persatuan. Ribuan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat memenuhi area sepanjang mata memandang, menyatukan suara dalam satu komitmen: menghapus perundungan dari dunia pendidikan. Deklarasi Akbar Anti-Bullying yang diprakarsai oleh MAKI Jatim (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) tidak hanya mencetak sejarah, tetapi juga mengukuhkan Jember sebagai kabupaten pertama di Jawa Timur yang berani mendeklarasikan diri menuju Zero Bullying.
Dipimpin langsung oleh Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk membentuk lingkungan pendidikan yang aman, manusiawi, dan berkeadaban. Dukungan penuh hadir dari berbagai tokoh penting, di antaranya Ibu Ghyta Eka Puspita (Istri Bupati Jember), Kepala Dinas Pendidikan Jember Hadi Mulyono, serta perwakilan SCTV semuanya bersatu dalam misi mulia menyelamatkan generasi penerus bangsa dari tindak perundungan.
Lebih dari 8.245 pelajar dari PAUD hingga SMA/SMK memadati alun-alun, menjadikan momentum ini sebagai gelombang kesadaran terbesar yang pernah tercatat di Jember. Sorak semangat para peserta menjadi bukti bahwa generasi muda siap berdiri di garis depan memerangi segala bentuk intimidasi.
Dalam orasinya yang menggugah, Heru Satriyo menyulut antusiasme peserta:
“Hari ini kalian adalah pelopor dan pelapor bullying di Kabupaten Jember! Hari ini kita wujudkan Kabupaten Jember Zero Bullying! Tidak ada bullying di Kabupaten Jember!”
Sorakan dan tepuk tangan menggema, memantulkan semangat kolektif yang tak terbendung.
Sebagai langkah nyata, MAKI Jatim meluncurkan nomor pengaduan resmi bullying: 081337463972. Kanal cepat tanggap ini disiapkan untuk siswa, guru, dan masyarakat sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti dengan sigap dan profesional. Terobosan ini menjadi bukti bahwa MAKI Jatim tak hanya menggugah hati, tetapi juga membangun sistem perlindungan yang konkret.
Sebelum deklarasi puncak dibacakan, ribuan peserta mendapatkan edukasi mendalam mengenai berbagai bentuk bullying: mulai dari kekerasan fisik, penghinaan verbal, penyingkiran sosial, hingga cyberbullying yang kerap menyasar pelajar di ruang digital. Edukasi ini membuka mata banyak pihak bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab moral untuk tampil sebagai penolong, pelapor, dan penjaga lingkungan sekolah.
Puncak acara pecah ketika seluruh peserta mengangkat tangan serempak membacakan lima poin Deklarasi Anti-Bullying, yaitu:
1. Menolak seluruh bentuk perundungan: fisik, verbal, maupun cyberbullying.
2. Menyebarkan energi positif dan mengajak lingkungan pendidikan menjauhi perilaku intimidatif.
3. Menghargai perbedaan dan memperkuat sikap peduli demi harmoni sosial.
4. Menjadi pelopor dan pelapor untuk menghentikan tindakan kekerasan dan ancaman.
5. Mewujudkan sekolah ramah anak sebagai pilar Generasi Emas 2045 yang berkarakter Pancasila.
Banyak pendidik merasa terinspirasi. Salah satunya Siti Yulaikah, Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 2 Jember, yang menyampaikan apresiasinya:
“Acara ini sangat menginspirasi. Ini menjadi teladan bagi siswa-siswi agar masa tumbuh kembang mereka benar-benar aman, nyaman, manusiawi, dan bebas dari perundungan.”
Sebagai penanda komitmen bersama, ribuan orang kemudian menandatangani kain putih sepanjang 50 meter, simbol tekad kuat untuk menjaga dunia pendidikan dari kekerasan dalam bentuk apa pun. Kain itu kini menjadi saksi sejarah bahwa Jember telah mengambil langkah besar menuju perubahan.
Para peserta pulang membawa sertifikat, namun lebih dari itu, mereka membawa kesadaran baru bahwa transformasi hanya mungkin terjadi bila seluruh elemen masyarakat berdiri bersama.
Dengan kobaran semangat yang menyala dari Alun-Alun Jember hari ini, kabupaten ini resmi berdiri sebagai pelopor gerakan anti-bullying di Jawa Timur. Jember mengawali babak baru perjalanan menuju masa depan pendidikan yang lebih aman, beradab, dan bermartabat.
Jember siap! Zero Bullying!
