Opini

  • AGAMA,  Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Wisata

    Puncak Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili Menghadirkan Perpaduan Budaya yang Meriahkan Jakarta

    Warta Pena Satu, Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar perayaan Cap Go Meh pada Selasa, 3 Maret 2026. Acara yang berlangsung di kawasan  Pancoran Cinatown Point Mall, Taman Sari, Jakarta Barat, ini berlangsung meriah dengan menampilkan keharmonisan budaya Tionghoa dan Betawi. Ratusan masyarakat khususnya warga Tionghoa mulai memadati kawasan Glodok Pancoran, sejak pukul 15.00 WIB. Acara puncak yang di mulai pukul 16.30 WIB ini dibuka dengan akulturasi budaya yang apik,menampilkan tari seni khas budaya Betawi dan Ondel-ondel dan atraksi egrang yang dipadukan dengan pertunjukan naga (liong) serta atraksi barongsai.

    Perayaan Cap Go Meh di Jakarta tahun ini menjadi simbol tradisi keberagaman dan toleransi dikemas secara istimewa dengan menghadirkan akulturasi budaya yang harmonis. Kolaborasi budaya ini menjadi simbol persatuan sekaligus upaya merawat keberagaman masyarakat di Ibu Kota.

    Sejumlah tokoh penting ikut menghadiri perayaan tersebut. Selain para tokoh adat Tionghoa, acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Turut hadir mendampingi unsur Forkopimda DKI, yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, serta tampak para mantan gubernur hadir Fauzi Bowo, Sutiyoso, hingga Anies Baswedan. Hadir pula Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Irene Umar yang duduk bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta lainnya untuk menikmati kemeriahan pesta rakyat tersebut.

    Dalam sambutannya, Pramono Anung memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara dan komunitas Tionghoa atas kontribusinya terhadap perkembangan Jakarta. Ia juga menilai perayaan Cap Go Meh ini menunjukkan kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta yang berjalan baik. Karena itu, ia pun mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk bersama-sama menjaga Jakarta.

    “Saya yakin sebentar lagi wajah jakarta mudah-mudahan akan menjadi lebih baik,”ujarnya, kembali Pramono menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai pekerjaan yang belum tuntas di pemerintahan sebelumnya.

    Gubernur pun mendoakan, perayaan Cap Go Meh di Tahun Kuda Api ini dapat membawa keberuntungan, keamanan, dan kedamaian.

    Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Cap Go Meh, Anwar Budiman menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI atas dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, perayaan Cap Go Meh bukan hanya sekadar tradisi, melainkan juga simbol keberagaman, toleransi, dan kolaborasi.

    “Kami berharap perayaan Cap Go Meh tahun ini membawa keberkahan, kemajuan ekonomi masyarakat, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga,” tandasnya.

    Selamat merayakan Cap Go Meh tahun 2026. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, keberuntungan bagi kita semua.

  • Ekonomi,  Opini,  Politik

    ​”Bukan Drama Politik! Ismi Soemantri Desak UU Perampasan Aset Jadi Harga Mati

    Jakarta wartapenasatu.com

    Jakarta, 14 Februari 2026 — Pernyataan yang ditulis Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di media sosialnya mendapat tanggapan penuh haru dari Ismi Soemantri, Wakabendum Aliansi Laskar Gibran. Ia mengaku bangga sekaligus terharu karena kegelisahan yang selama ini ia suarakan bersama rekan-rekannya—bahkan hingga menggelar aksi tiga jilid—akhirnya terasa sampai ke pusat kekuasaan.

    “Saya menyambut ini dengan dada sesak dan mata basah. Bangga sekaligus terharu. Di tengah jutaan hujatan, caci maki, dan teriakan kebencian di media sosial, kegelisahan saya ternyata bisa sampai juga. Saat banyak orang memilih ribut tanpa arah, saya justru melihat keberanian Mas Wapres yang tetap melangkah, berdiri tegak, dan tidak tenggelam dalam kebisingan,” ujar Ismi.

    Menurutnya, hiruk-pikuk opini publik tak akan berarti apa-apa bila tak memberi dampak nyata bagi masa depan bangsa. Informasi mainstream boleh beraksi, opini liar boleh berseliweran, namun jika ujungnya hanya saling menjatuhkan, semua itu tidak membawa Indonesia ke mana-mana. “Kita butuh ketenangan berpikir, keberanian bersikap, dan keteguhan menata arah,” tegasnya.

    Ismi juga menyoroti minimnya politisi yang secara lantang mengedukasi rakyat tentang pentingnya pengesahan UU Perampasan Aset. Yang lebih sering terdengar justru debat kusir, drama personal, dan manuver kepentingan. Padahal, menurutnya, inti persoalan bangsa ada pada keberanian membangun sistem hukum yang kuat—bukan sekadar panggung sensasi.

    Ia menekankan bahwa bangsa ini harus memiliki arah yang jelas: regulasi tertata, dasar hukum kokoh, dan keberpihakan nyata kepada rakyat. “Kekuasaan boleh berganti, jabatan boleh berpindah. Tapi kalau korupsi tetap dibiarkan, yang diwariskan hanyalah luka bagi generasi berikutnya,” katanya.

    Lebih jauh, Ismi menegaskan bahwa koruptor tidak cukup hanya ditangkap. Harus ada efek jera nyata melalui perampasan aset hasil kejahatan. Tanpa itu, korupsi akan terus menjadi ‘bisnis menguntungkan’, dan hukum hanya menjadi formalitas.

    “Di sinilah saya merasa satu frekuensi—ketika suara dari istana mulai seirama dengan jeritan rakyat. Ketika Presiden Prabowo Subianto dan wapres muda menunjukkan satu komando untuk melawan korupsi secara sistemik. Ini bukan soal siapa paling populer, tapi siapa yang paling berani mengambil risiko politik demi masa depan Indonesia,” ujarnya.

    Menutup pernyataannya, Ismi mengajak masyarakat untuk bersatu melawan korupsi, bukan saling hujat atau saling curiga. “Kita harus bergandeng tangan membangun kesadaran kolektif. Karena hanya dengan persatuan, regulasi yang kuat, dan keberanian moral, lingkaran gelap ini bisa dihentikan. Saya percaya, ketika niat baik dijaga, Tuhan akan membuka jalan—dan Indonesia akan melangkah lebih tegap. 

  • Nasional,  Opini,  SOSIAL

    Bukan Sekadar Simbol, Enok Srie Jadikan Aksi Sosial Laskar Gibran Sebagai Senjata Perubahan

    ­Jakarta wartapenasatu.com

     

    Dobrak Sekat Birokrasi, Enok Srie Pimpin Manuver Kemanusiaan Nasional DPP Laskar Gibran

    JAKARTA – Enok Srie telah mengubah wajah bantuan sosial menjadi sebuah manuver taktis yang mematikan bagi ketimpangan. Di bawah komandonya, gerakan kemanusiaan Laskar Gibran kini bukan lagi sekadar bakti sosial musiman, melainkan sebuah aksi nasional yang sistematis, cepat, dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat kelas bawah. Sebagai penggerak utama di tingkat DPP, ia adalah mesin yang memastikan nurani organisasi tetap menderu di jalur yang benar.

    ​Kiprahnya di level nasional dikenal sangat agresif dan tak kenal kompromi dalam urusan kepedulian masyarakat. Enok Srie berhasil mentransformasi agenda sosial Laskar Gibran dari sekadar seremoni menjadi gerakan taktis yang responsif. Di tangannya, mandat organisasi diterjemahkan menjadi aksi cepat tanggap yang mampu menembus sekat-sekat birokrasi demi menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan di seluruh pelosok negeri.

    ​Bagi Enok, gerakan sosial adalah sebuah “pertempuran” melawan ketidakadilan akses. Ia tidak hanya mengandalkan bantuan logistik, tetapi turun tangan langsung memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat. Setiap langkahnya dirancang secara presisi untuk memastikan bahwa kehadiran Laskar Gibran bukan sekadar numpang lewat, melainkan meninggalkan jejak perubahan yang nyata dan terukur di setiap daerah yang disambangi.

    ​Gaya kepemimpinannya yang kolaboratif namun tegas membuat Enok Srie disegani oleh berbagai kalangan. Ia dikenal lihai dalam membangun sinergi lintas sektoral, menyeret berbagai elemen—mulai dari relawan militan hingga pemangku kepentingan tingkat tinggi—untuk masuk ke dalam satu barisan kemanusiaan. Baginya, ego sektoral harus runtuh jika sudah berbicara tentang kepentingan rakyat banyak.

    ​”Gerakan sosial tidak boleh bersifat musiman atau sekadar memadamkan api,” tegas Enok dalam berbagai kesempatan. Prinsip inilah yang ia tanamkan kuat-kuat di internal DPP Laskar Gibran. Ia terus menuntut keberlanjutan program, memaksa organisasi untuk berpikir jauh ke depan tentang bagaimana dampak dari sebuah aksi kemanusiaan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.

    ​Di tengah situasi nasional yang dinamis, Enok Srie memosisikan Laskar Gibran sebagai organisasi yang adaptif dan “haus” akan solusi. Ia tidak membiarkan pengurus bersantai di zona nyaman; ia mendorong seluruh elemen untuk tetap responsif dan waspada terhadap setiap pergeseran kondisi sosial. Kehadiran fisik di tengah masyarakat baginya adalah harga mati bagi sebuah organisasi yang memiliki visi besar bagi bangsa.

    ​Dengan integritas yang tak tergoyahkan, Enok Srie terus mengukuhkan posisinya sebagai benteng kemanusiaan di tingkat nasional. Melalui tangan dinginnya, Laskar Gibran kini bukan lagi sekadar nama di atas kertas, melainkan simbol harapan dan aksi nyata yang kehadirannya selalu dinanti oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

  • Nasional,  Opini,  SOSIAL

    Gerak Cepat Tanpa Rem, Laskar Gibran Jatim Rapatkan Barisan dari Surabaya

    surabaya jawa-Timur  wartapenasatu.com

    Gas Konsolidasi! DPW Laskar Gibran Jatim Tancap Gas Perkuat Struktur hingga Daerah

    SURABAYA, 12 Februari 2026 – DPW Laskar Gibran Jawa Timur bergerak cepat memperkuat barisan. Melalui rapat koordinasi inti yang digelar di Surabaya, Kamis (12/2), jajaran pengurus memastikan mesin organisasi siap melaju dengan target besar: merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam waktu dekat.

    Rapat yang berlangsung dinamis itu difokuskan pada finalisasi program kerja tahunan serta strategi konsolidasi organisasi. Langkah ini dinilai krusial agar gerak Laskar Gibran tidak hanya solid di tingkat wilayah, tetapi juga terasa hingga ke akar rumput.

    Ketua DPW Laskar Gibran Jawa Timur, M. Arief Budiman, menegaskan tidak ada ruang bagi organisasi untuk berjalan lambat. Menurutnya, percepatan struktur menjadi penentu keberhasilan program sekaligus bukti keseriusan organisasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

    “Hari ini kami menyatukan frekuensi dan memperjelas arah gerak. Target kami jelas—kepengurusan daerah harus segera terbentuk dan program kerja harus langsung berdampak. Laskar Gibran harus hadir, bekerja, dan dirasakan masyarakat,” tegas Arief.

    Ia juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai salah satu basis kekuatan organisasi. Dengan jumlah penduduk besar dan dinamika sosial yang tinggi, Arief menilai diperlukan kepemimpinan yang responsif serta program yang adaptif agar organisasi tetap relevan.

    Momentum rapat semakin kuat saat Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, bergabung melalui video call. Dalam arahannya, ia memberi apresiasi atas gerak cepat DPW Jatim sekaligus mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga soliditas organisasi.

    “Jawa Timur adalah pilar kekuatan kita. Tetap solid, jaga integritas, dan rawat militansi. Pastikan Laskar Gibran selalu hadir sebagai solusi, bukan sekadar organisasi,” tegas Leonardo di hadapan peserta rapat.

    Rapat koordinasi ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari percepatan pembentukan DPD, penguatan koordinasi antarwilayah, hingga persiapan peluncuran program unggulan di sektor ekonomi kreatif dan sosial kemasyarakatan.

    Dengan konsolidasi yang kian agresif, DPW Laskar Gibran Jawa Timur menunjukkan sinyal kuat untuk tampil sebagai kekuatan organisasi yang progresif. Pesannya jelas: struktur diperkuat, barisan dirapatkan, dan langkah menuju aksi nyata kini semakin dekat.

  • Opini,  SOSIAL

    Lantik Katar Target Besar: Putus Mata Rantai Tawuran Remaja

    Jakarta  wartapenasatu.com

    Ketua RW 06 Manggarai Lantik Ayong sebagai Ketua Karang Taruna 2026–2031, Fokus Cegah Tawuran Remaja
    Jakarta — Ketua RW 06 Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Kusnadi, S.H., resmi melantik Muhamad Fajari Sahroni sebagai Ketua Karang Taruna Unit 06 untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Pengukuhan Karang Taruna, peresmian Kampung Olahraga, serta pembubaran panitia Raker 2026 di Lapangan Badminton RT 04 RW 06, Sabtu (24/1/2026).
    Kegiatan yang mengusung tema “Bangkit untuk Sehat Jasmani dan Rohani” itu menjadi momentum penguatan peran pemuda di lingkungan RW 06. Sejumlah tokoh masyarakat dan warga turut hadir menyaksikan prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat kebersamaan.
    Dalam sambutannya, Kusnadi menekankan bahwa Karang Taruna memiliki tanggung jawab besar dalam membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif, termasuk aksi tawuran yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan remaja.
    “Karang Taruna harus menjadi wadah pembinaan sekaligus ruang aktualisasi anak-anak muda. Dengan kegiatan yang positif, kita harapkan tidak ada lagi remaja yang terlibat tawuran,” kata Kusnadi.
    Ketua Karang Taruna terpilih, Muhamad Fajari Sahroni atau Ayong, mengakui bahwa tawuran remaja telah menjadi persoalan lama yang bahkan terjadi lintas generasi tanpa penyelesaian tuntas. Karena itu, ia berkomitmen mengedepankan pendekatan preventif melalui kegiatan produktif.
    “Kami ingin merangkul para remaja agar tidak mudah terprovokasi. Ke depan akan ada program latihan, kegiatan olahraga rutin, hingga kerja nyata yang bisa membuka peluang dan membangun rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan,” ujar Ayong.
    Peresmian Kampung Olahraga di wilayah RW 06 disebut sebagai langkah strategis untuk mendukung misi tersebut. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat aktivitas warga sekaligus sarana penyaluran energi anak muda ke arah yang lebih positif.
    Melalui kepemimpinan baru Karang Taruna, RW 06 Manggarai menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih aman dan kondusif. Kolaborasi antara pengurus wilayah, pemuda, dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam memutus mata rantai tawuran serta mendorong lahirnya generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

     

  • Opini,  Politik,  SOSIAL

    Dipimpin Leonardo Sirait, Konsolidasi Nasional Laskar Gibran Targetkan Struktur Solid hingga Daerah

    Jakarta   wartapenasatu.com

    Konsolidasi Nasional Daring, Laskar Gibran Perkuat Soliditas hingga Tingkat Akar Rumput
    Jakarta — Laskar Gibran menggelar konsolidasi nasional secara daring yang melibatkan jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari seluruh Indonesia. Agenda ini menjadi langkah strategis organisasi dalam mempercepat penguatan struktur sekaligus memastikan gerak organisasi semakin solid hingga ke tingkat akar rumput.
    Kegiatan tersebut difokuskan pada penyamaan visi dan arah perjuangan organisasi agar tetap selaras dengan dinamika kebangsaan. Selain itu, forum ini juga dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah guna meningkatkan efektivitas program serta peran organisasi di tengah masyarakat.
    Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, menegaskan bahwa konsolidasi nasional merupakan fondasi penting dalam menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang komunikasi yang intens, respons cepat terhadap isu sosial, serta kerja kolektif yang terukur.
    “Melalui konsolidasi ini, kami mendorong penguatan struktur organisasi di daerah agar lebih responsif terhadap dinamika sosial serta mampu menjembatani aspirasi masyarakat secara efektif,” ujar Leonardo dalam keterangannya, Senin (9/2).
    Dalam forum tersebut, Laskar Gibran juga menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan itu diwujudkan melalui upaya menjaga stabilitas nasional, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta memperkuat partisipasi generasi muda dalam pembangunan.
    Tak hanya itu, organisasi turut menyoroti pentingnya menangkal disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) yang berpotensi memecah persatuan. Laskar Gibran menilai peran organisasi masyarakat semakin krusial dalam menghadirkan narasi yang menyejukkan sekaligus menjaga ruang publik tetap kondusif.
    Laskar Gibran meyakini sinergi kuat antara organisasi masyarakat dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Melalui konsolidasi nasional ini, organisasi berharap dapat semakin adaptif, solid, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

  • Loker,  Opini,  SOSIAL

    Tak Mau Hanya Wacana, Laskar Gibran Jakarta Tancap Gas Siapkan Program Pro-Rakyat

    Jakarta  wartapenasatu.com

     

    Silaturahmi Strategis Laskar Gibran, DPD Jakarta Timur dan DPW DKI Jakarta Bahas Program Nyata untuk Masa Depan Ibu Kota
    Silaturahmi yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi penguatan konsolidasi internal Laskar Gibran di wilayah DKI Jakarta. Ketua DPD Laskar Gibran Jakarta Timur, Dr. Toto Widiarto, SE., MM, bertemu langsung dengan Ketua DPW Laskar Gibran DKI Jakarta, Ahmad Nabil, SH, guna membahas langkah-langkah strategis dalam mendorong kemajuan ibu kota melalui program yang terarah dan berkelanjutan.
    Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dialog yang terbangun mencerminkan komitmen kuat kedua pimpinan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat soliditas organisasi dari tingkat wilayah hingga daerah sebagai fondasi menjalankan agenda besar ke depan.
    Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa Jakarta membutuhkan aksi konkret, bukan sekadar wacana. Sejumlah isu prioritas turut menjadi fokus, mulai dari penguatan peran generasi muda, pemberdayaan pelaku UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan sosial dan ekonomi perkotaan.
    Dr. Toto Widiarto menegaskan kesiapan jajaran DPD Jakarta Timur untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal program yang berpihak pada kepentingan rakyat. Menurutnya, kerja kolaboratif antara DPD dan DPW sangat penting agar setiap kebijakan maupun gerakan organisasi dapat memberikan dampak langsung dan dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.
    Sementara itu, Ahmad Nabil menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarstruktur. Ia menilai, koordinasi yang solid akan mempercepat realisasi program-program berdampak luas serta mendukung Jakarta menjadi kota yang inklusif, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.
    Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepahaman untuk segera menyusun agenda kerja jangka pendek dan menengah. Rencana itu mencakup kegiatan sosial kemasyarakatan, edukasi politik yang konstruktif, serta program penguatan ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan semangat regenerasi kepemimpinan dan visi Indonesia Emas melalui peran aktif generasi muda.
    Silaturahmi ini menandai awal dari rangkaian gerakan nyata Laskar Gibran di DKI Jakarta. Dengan semangat persatuan dan kerja bersama, DPD Jakarta Timur dan DPW DKI Jakarta optimistis mampu menghadirkan perubahan positif serta membuktikan bahwa organisasi kepemudaan dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah secara berkelanjutan.

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Keamanan,  Kepolisian,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Pertahanan,  Politik,  SOSIAL

    Polsek Senen Gelar Patroli Skala Sedang Optimalkan Kamtibmas Wilayah Jakarta Pusat

    Wartapena Satu.com, Jakarta Pusat –

    Polsek Senen Jakarta Pusat menggelar patroli skala sedang dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah,Kramat Raya,Kenari, Kwitang,Bungur. pada Minggu 8 Feb 2026 jam 01.00 sampai 04.00 Wib.

    Patroli yang dipimpin oleh Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro.SH,MH. Bersama Waka AKP Basuki Route. Semua ini melibatkan sejumlah personel Polsek Senen dan jajarannya, serta dibantu oleh unsur TNI dan masyarakat setempat.

    Sasaran patroli meliputi tempat-tempat rawan gangguan Kamtibmas, seperti pusat perbelanjaan, terminal, dan area publik lainnya. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor dan identitas warga.

    Kapolsek Senen Widodo Saputro.SH,MH menyampaikan bahwa operasi antisipasi gangguan kamtibmas ini merupakan bagian dari program preventif yang dilakukan secara berkala. Patroli ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di wilayah Senen.

    “Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman yang optimal bagi masyarakat. Melalui operasi ini, kami ingin memberikan efek jera kepada mereka yang berniat melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban, sekaligus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan bersama,” ujarnya dalam jumpa pers setelah operasi selesai.

    Pihak Polsek Senen mengimbau seluruh warga masyarakat untuk tetap waspada dan aktif berperan serta dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar. Masyarakat yang menemukan aktivitas mencurigakan atau mengalami gangguan kamtibmas dapat segera melaporkannya melalui nomor darurat polisi atau langsung menghubungi pos patroli terdekat.

    Pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan intensitas patroli dan melakukan operasi serupa sesuai dengan perkembangan kondisi kamtibmas di lapangan.

     

     

     

  • Daerah,  hukum,  Opini,  SOSIAL

    Lawan Premanisme Galian! Warga Pagintungan Seret Oknum Arogan ke Jalur Hukum, Bukti Laporan Resmi Dikantongi”

    Wartapena Satu. Com- Banten

    Kepedulian terhadap Kelestarian Alam  & Sadar Lingkungan  Bersama Masyarakat Kabupaten Serang,Sebagai Warga Desa Pagintungan terhadap aktivitas galian yang dinilai arogan kini mencapai titik balik. Tidak lagi sekadar protes di lapangan, warga didampingi LSM NIL (Nusantara Indah Lingkungan) resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan oknum pengusaha ke Polres Kabupaten Serang, Senin (02/02).

    Langkah berani ini dipicu oleh dugaan intimidasi menggunakan senjata tajam dan perusakan fasilitas Masyarakat yang dilakukan secara terang-terangan. Bukti tanda terima laporan kepolisian kini menjadi “senjata utama” warga untuk menuntut keadilan.

    “ Hukum Harus Tegak, Bukan Milik Siapa yang Kuat Modal”

    Ketua Umum LSM NIL (Nusantara Indah Lingkungan) Michael, yang mengawal langsung pelaporan tersebut, menegaskan bahwa dokumen laporan yang mereka terima adalah bukti bahwa masyarakat tidak bisa diintimidasi oleh cara-cara premanisme.

    “Hari ini kami bicara dengan fakta dan data. Laporan resmi sudah masuk, bukti perusakan portal hingga saksi mata atas ancaman senjata tajam sudah kami serahkan. Ini adalah pesan keras bagi siapa pun yang ingin merusak kondusifitas desa dengan cara-cara anarkis,” tegas Michael dengan nada bicara lugas di depan Mapolres Serang.

    Etika yang Terluka dan Harapan pada Aparat dan Aparatur Pemerintah Setempat Sebagai APH (Aparatur Penegak Hukum).

    Kekecewaan warga memuncak karena pihak pengusaha dinilai tidak hanya melanggar perizinan, tetapi juga mengabaikan adab bertamu. Masuknya alat berat tanpa izin dan sikap menantang oknum di lapangan menjadi pemicu utama kemarahan warga.

    “Kami menuntut hukum tegak secara transparan. Jangan sampai ada keberpihakan kepada pemilik modal sementara rasa aman warga dikorbankan,” tambah salah satu perwakilan masyarakat.

    Situasi Terkini: Warga Tetap Siaga…

    Pantauan di lokasi menunjukkan situasi Desa Pagintungan masih dalam status siaga. Warga sepakat satu komando untuk terus mengawal kasus ini hingga aktivitas galian benar-benar berhenti total dan keamanan desa kembali pulih seperti sediakala. Mereka kini menunggu respons cepat dari Polres Serang dan ketegasan Pemerintah Kabupaten Serang dalam melakukan penindakan sesuai Perda yang berlaku.tutur ketua umum LSM NIL ” Michael”

  • Bencana,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Kepolisian,  Nasional,  Opini,  SOSIAL

    Maraknya Tambang Masyarakat Dipagintungan & LSM NIL Mempertanyakan APH Setempat & Desak Bupati Kabupaten Serang

    Wartapena Satu. Com-Banten

    Satu Komando!” Kolaborasi RW, Tokoh Masyarakat, dan LSM NIL Lawan Arogansi Pengusaha di Pagintungan
    JAWILAN – Aliansi kuat terbentuk di Desa Pagintungan. Kecewa karena wilayahnya “diinjak-injak” oleh oknum pengusaha galian yang bertindak layaknya koboi, Ketua RW 05 Benisial “U”, tokoh masyarakat berinisial “R”.

    Bersama Ketua Umum LSM NIL Michael, resmi menyatakan satu suara: Hentikan aktivitas galian atau hadapi perlawanan hukum dan massa!

    Luka Hati Sang Ketua RW: “Hormati Kami Sebagai Tuan Rumah!”
    Ketua RW 05, Unara, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, persoalan ini bukan sekadar urusan tanah, tapi soal harga diri dan etika bertetangga yang dilanggar secara kasar oleh pihak perusahaan.
    “Harapan kami sederhana, datanglah dengan adab. Sampaikan salam, minimal ‘Assalamu’alaikum’. Jangan tiba-tiba alat berat masuk tanpa kabar, seolah kami ini tidak ada,” ujar Unara dengan nada getir. Baginya, aksi perusahaan yang “tak beri salam” namun justru “beri ancaman sajam” adalah luka mendalam bagi warga Cikasantren.
    Tokoh R: “Camat Saja Dilecehkan, Apalagi Warga Kecil?”
    Senada dengan Unara, tokoh masyarakat berinisial R menyoroti mangkirnya pihak PT. AUM dan PT. Halal Tayib dari undangan mediasi Camat Jawilan sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi negara.
    “Camat adalah simbol pemerintah di sini. Jika undangan beliau saja dianggap angin lalu, itu adalah puncak kesombongan pengusaha. Mereka lebih memilih mengayunkan golok ke portal warga daripada duduk bersama di meja musyawarah. Inilah yang memicu bentrok!” tegas “R” dengan geram.
    Michael (LSM NIL): “Lampu Merah” Untuk Pengusaha, Seret ke Bupati
    Melihat kondisi yang semakin memanas, Ketua Umum LSM NIL, Michael, langsung mengambil langkah “skakmat”. Ia memastikan bahwa air mata dan keresahan warga tidak akan sia-sia karena kini kasus tersebut telah mendarat di meja Bupati Serang.
    “RW Unara bicara soal adab, Tokoh Berinial “R” bicara soal harga diri wilayah, dan saya bicara soal hukum. Kami sudah bersurat resmi ke Bupati dan mendesak Satpol PP selaku penegak Perda untuk segera bertindak. Tidak ada tempat bagi pengusaha yang memelihara premanisme di Kabupaten Serang!” terangnya.
    Michael menambahkan bahwa bukti video perusakan portal oleh oknum berpedang kini menjadi senjata utama mereka di kepolisian. “Kami tidak main-main. Ini adalah ‘Lampu Merah’ bagi pengusaha tersebut. Berhenti sekarang, atau hukum yang akan menghentikan kalian secara paksa,” tutup Michael dalam orasi singkatnya di hadapan warga.

    Satu Suara, Satu Tujuan
    Kini, warga Pagintungan berada dalam satu komando. Mereka menuntut penghentian permanen aktivitas galian hingga seluruh proses perizinan transparan dan sengketa lahan diselesaikan tanpa intimidasi. Suasana di lapangan masih siaga, menunggu taji pemerintah daerah untuk segera melakukan penyegelan.

Wartapenasatu.com @2025