Seni dan Budaya
Simfoni Agung Dari Tanah Legok: Ruwat Dusun 2026, Perjanjian Suci Leluhur Dan Generasi Penjaga Peradaban
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Di bentang tanah yang sarat sejarah di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Dusun Legok kembali menorehkan jejak peradaban melalui sebuah tradisi sakral yang tak lekang oleh zaman Ruwat Dusun 2026.
Pada Minggu (15/2/2026), denyut kehidupan desa berpadu dalam satu harmoni agung, menjelma peristiwa budaya yang bukan sekadar perayaan, melainkan manifestasi cinta terhadap leluhur, alam, dan kebersamaan.
Ruwat Dusun adalah warisan spiritual yang mengandung makna mendalam. Ia bukan sekadar ritual adat, tetapi pernyataan kolektif tentang kesadaran sejarah dan tanggung jawab moral. Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus menggulung nilai-nilai tradisional, warga Dusun Legok berdiri teguh, memeluk erat akar budaya yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.

Sejak fajar menyingsing, Dusun Legok yang terdiri dari tiga RW dan sebelas RT dengan jumlah penduduk sekitar empat ribu jiwa, telah bersolek dalam balutan semangat kebersamaan. Jalan-jalan desa menjadi saksi pertemuan hati yang tulus. Anak-anak melangkah penuh riang, generasi muda bergerak sigap mempersiapkan rangkaian acara, para ibu menghadirkan sajian terbaik dengan sentuhan kasih, sementara para sesepuh menyaksikan dengan khidmat menyadari bahwa nilai yang mereka jaga kini tumbuh subur dalam jiwa generasi penerus.
Perhelatan ini digelar sebagai penghormatan mendalam kepada dua tokoh pembuka peradaban Dusun Legok, Mbah Sari dan Arjo Sungu. Dari tangan-tangan gigih merekalah hutan dibabat, tanah digarap, dan kehidupan ditanamkan. Jejak perjuangan itu kini menjelma menjadi dusun yang hidup, berkembang, dan tetap berakar pada adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Ruwatan menjadi jembatan batin antara masa lalu dan masa kini sebuah ikrar bahwa kemajuan tak akan pernah memutus tali sejarah.
Kirab gunungan hasil bumi menjadi puncak simbol rasa syukur. Gunungan yang menjulang megah dihiasi padi emas, sayuran segar, buah-buahan ranum, serta aneka jajanan tradisional. Setiap butir padi dan setiap hasil bumi adalah lambang kerja keras, doa, dan harapan yang terwujud. Arak-arakan berlangsung khidmat namun semarak, diiringi dentuman musik horeg yang berpadu dengan irama tradisional, menghadirkan harmoni unik antara energi modern dan kearifan lokal.
Saat malam tiba, gemerlap panggung hiburan rakyat menyempurnakan suasana. Kelompok Ludruk Citra Baru dari Surabaya akan tampil memukau, penuh humor, kritik sosial yang tajam namun santun, serta pesan moral yang membumi. Tawa yang meledak di antara penonton bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi tentang kehidupan bersama. Penampilan istimewa dari Rena KDI dan Lilin Herlina semakin menghangatkan malam, menyatukan generasi dalam irama kebahagiaan tanpa sekat.
Namun sejatinya, Ruwat Dusun Legok bukan hanya tentang kirab dan hiburan. Ia adalah momentum spiritual yang sakral. Doa-doa dipanjatkan bersama agar dusun senantiasa dalam lindungan Tuhan, dijauhkan dari marabahaya, serta dilimpahi kesejahteraan dan kedamaian. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan hidup tercipta dari harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Suko, Yusuf Kurniawan Hady, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi aktif seluruh warga. Semangat gotong royong yang tercermin sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan menjadi bukti nyata bahwa kekuatan desa terletak pada persatuan. Ruwat Dusun, menurutnya, adalah fondasi sosial yang menjaga identitas dan memperkokoh solidaritas antarwarga.
Ruwat Dusun Legok 2026 telah menjelma menjadi simfoni kebudayaan yang utuh menggabungkan sejarah, spiritualitas, seni, dan kebersamaan dalam satu tarikan napas panjang peradaban. Di bawah langit Sukodono yang teduh, warga Legok kembali menegaskan sumpahnya: selama budaya dijaga dengan kesungguhan dan keharmonisan dirawat dengan cinta, maka dusun ini akan terus tumbuh sebagai ruang hidup yang damai dan bermartabat.
Di tanah yang dahulu dirintis dengan keberanian dan doa, kini berdiri generasi penjaga warisan. Dan melalui Ruwat Dusun, Legok mengirimkan pesan kepada zaman: bahwa tradisi bukan beban masa lalu, melainkan cahaya yang menuntun masa depan abadi, kokoh, dan penuh makna. (Bgn)***
Sebelas Tahun Menjadi Anugerah Terindah, Selamat Ulang Tahun ke-11, Asmara Budha Satriyo
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Hari ini menjadi saksi sebuah hari yang tak pernah dilupakan. Tepat pada 14 Februari 2015, Allah SWT menghadirkan hadiah terindah dalam kehidupan keluarga kecil ini. Seorang putri mungil lahir dengan tangis pertamanya yang menggetarkan hati, tangis yang justru menjadi suara paling membahagiakan bagi kedua orang tuanya, Heru Satriyo dan Dwi Yulis.
Ia diberi nama penuh doa dan makna: Asmara Budha Satriyo. Nama yang mengandung cinta. Nama yang dipanjatkan bersama harapan.
Sejak hari itu, rumah terasa lebih hangat. Tawa kecilnya mengisi setiap sudut ruang. Langkah mungilnya menjadi irama baru dalam kehidupan.
Sebagai putri kedua, Asmara hadir bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai penyempurna penyejuk hati, penguat semangat, dan sumber kebahagiaan yang tak pernah habis.
Waktu berjalan begitu cepat. Dari balita yang gemar menggenggam jari Papa dan Mama, kini ia telah tumbuh menjadi gadis kecil berusia 11 tahun. Ceria, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki hati yang lembut. Setiap harinya adalah cerita tentang semangat belajar di sekolah, tentang tawa bersama sahabat, tentang mimpi-mimpi kecil yang perlahan mulai disusun dengan indah.
Sebelas tahun bukanlah waktu yang singkat. Di setiap pertumbuhannya, ada doa yang tak pernah putus. Di setiap langkahnya, ada cinta yang tak pernah berkurang.
Dalam momen penuh syukur ini, keluarga memanjatkan terima kasih kepada Allah SWT atas kesehatan, perlindungan, serta keberkahan yang selalu menyertai perjalanan Asmara. Semoga di usia yang ke-11 ini, ia semakin tumbuh menjadi anak yang salihah, cerdas, rendah hati, penyayang, dan selalu berbakti kepada kedua orang tua.
Dengan suara yang penuh haru dan cinta, sang Ayah tercinta menyampaikan pesan untuk putrinya:
“Anakku tersayang, Asmara Budha Satriyo…
Sebelas tahun lalu kamu hadir sebagai cahaya dalam hidup Papa. Sejak hari itu, Papa belajar arti tanggung jawab dan arti cinta yang tulus tanpa syarat.Papa bangga melihatmu tumbuh menjadi anak yang kuat, ceria, dan penuh kasih. Jangan pernah takut bermimpi setinggi langit, karena Papa akan selalu berdiri di belakangmu, menjaga dan menopang setiap langkahmu.
Hormati Mama, sayangi saudaramu, dan belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Dalam setiap doa Papa, namamu selalu disebut agar kelak kamu menjadi perempuan yang tangguh, berhati lembut, dan membawa kebaikan di mana pun kamu berada.
Apa pun jalan hidup yang kamu pilih nanti, ingatlah satu hal: kamu adalah kebanggaan Papa, dan cinta Papa tidak akan pernah berkurang sedikit pun.”
Ucapan itu menjadi pelukan yang tak terlihat, namun terasa hangat hingga ke hati. Karena sesungguhnya, cinta orang tua adalah pondasi terkuat dalam perjalanan hidup seorang anak.
Selamat ulang tahun ke-11, Asmara Budha Satriyo. Teruslah tumbuh menjadi gadis yang bahagia. Teruslah bercahaya dengan kebaikan dan kasih sayang. Dan semoga setiap langkahmu selalu berada dalam lindungan serta ridha Allah SWT.
Hari ini adalah tentangmu. Tentang tawa kecil yang kini beranjak dewasa.
Tentang cinta yang akan selalu ada, selamanya. (Bgn)***Tak Sekadar Janji, Laskar Gibran Buktikan Lewat Program Gas
SUMBAR wartapenasatu.com
Program penyediaan gas elpiji harga terjangkau bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat resmi digelar oleh Laskar Gibran wilayah Sumatera Barat. Kegiatan bertajuk “Gas Murah untuk Rakyat” ini menjadi langkah konkret organisasi dalam merespons kebutuhan energi yang stabil di tengah meningkatnya biaya operasional usaha kecil.
Program tersebut dipusatkan di dua daerah, yakni Payakumbuh dan Bukittinggi, yang dikenal sebagai kawasan dengan pertumbuhan UMKM cukup pesat. Sejak pagi hari, warga dan pelaku usaha terlihat antusias mengantre untuk mendapatkan gas elpiji dengan harga lebih rendah dari pasaran, guna menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Ketua Laskar Gibran Sumatera Barat, Rino Imam Mulyawan, mengatakan program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha menekan biaya produksi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. “Kami ingin memastikan pelaku UMKM tetap bisa beroperasi tanpa terbebani lonjakan harga energi. Ini adalah bentuk keberpihakan kami terhadap ekonomi rakyat,” ujarnya.
Wakil Ketua Harian, Muhamad Nurfa Farera, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, akses energi yang terjangkau dapat mendorong peningkatan produktivitas usaha serta membuka peluang lapangan kerja baru.
Senada dengan itu, Sekretaris Wilayah, Desi Farin, memastikan distribusi dilakukan secara terukur dan tepat sasaran. Pihaknya juga menerapkan mekanisme pengawasan di lapangan agar penyaluran berjalan tertib serta menghindari potensi penumpukan oleh pihak tertentu.
Untuk menjamin ketersediaan pasokan, Laskar Gibran bekerja sama dengan agen resmi elpiji, PT Abinaya Dan PT Kelok Sembilan Gemilang payakumbuh Sumbar Kolaborasi ini dinilai penting guna memastikan standar keamanan terpenuhi sekaligus menjaga kontinuitas distribusi kepada masyarakat.
Melalui program ini, Laskar Gibran berharap dapat memperkuat sektor usaha kecil sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dengan mengusung semangat “UMKM Kuat, Rakyat Hemat, Ekonomi Bangkit,” gerakan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung sekaligus mempertegas peran organisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Sumatera Barat.
ARTOTEL TS Suites Surabaya Gelar Workshop Hijab Bucket Class, Berikan Inspirasi Bingkisan Ramadhan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – ARTOTEL TS Suites Surabaya Hotel baru-baru ini mengadakan workshop unik bertajuk Hijab Bucket Class di One Deck Gastropub, Sabtu (07/02/2026) pukul 15.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi hotel tersebut bersama Karita, serta didukung oleh Super Skin, Heavenly Blush, dan Ina Cookies.
Workshop ini diikuti oleh 15 peserta dan berlangsung dalam suasana yang berbeda dari biasanya.
Area One Deck Gastropub ditata dengan meja berjejer memanjang, menciptakan atmosfer yang lebih hangat, intim, dan interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias menyimak materi sambil langsung mempraktikkan pembuatan bucket menggunakan hijab serta berbagai bahan pendukung yang telah disediakan.
Kelas ini memberikan pengalaman baru sekaligus inspirasi dalam menyiapkan bingkisan dan hampers menjelang Ramadan.
Teddy Patrick selaku General Manager hotel tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen hotel dalam menghadirkan pengalaman yang bernilai dan relevan bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang kreatif untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman,” kata Teddy Patrick.
Salah satu peserta, Dian Novita, mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti workshop tersebut.

“Workshop hari ini sangat menarik. Biasanya cuma lihat di bingkisan dan hampers, sekarang saya bisa langsung belajar cara membuatnya,” katanya.
Kegiatan Hijab Bucket Class ini merupakan salah satu contoh komitmen hotel tersebut dalam menghadirkan program kreatif dan inspiratif.
Hotel ini berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai ruang kreatif yang mendukung kolaborasi dan pengalaman berbeda.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi dalam menyiapkan bingkisan dan hampers menjelang Ramadhan.
Hotel tersebut berharap dapat terus menghadirkan program-program kreatif seperti ini di masa depan, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pelanggan. (Houget)***
“Wakil Presiden Hadiri Hajad Dalem Mangkunegoro X, Dapuk Laskar Gibran Jateng”
Jawa tengah wartapenasatu.com
Laskar Gibran Jawa Tengah Apresiasi Kehadiran Wakil Presiden pada Hajad Dalem Mangkunegoro X
Surakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara Hajad Dalem Wilujengan Tinggalan Jumenengan Dalem K.G.P.A.A. Mangkunegoro X yang diselenggarakan dengan khidmat di Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran, Surakarta. Kehadiran tersebut merupakan bentuk penghormatan yang tinggi terhadap tradisi dan nilai budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
Acara Hajad Dalem sendiri merupakan salah satu upacara adat penting dalam kebudayaan Mangkunegaran yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk menghormati sosok Jumenengan Dalem Mangkunegoro X, tetapi juga sebagai wadah untuk melestarikan serta menyebarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kearifan lokal Jawa.
Menanggapi hal tersebut, Laskar Gibran Jawa Tengah mengucapkan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran Wakil Presiden dalam agenda kebudayaan bersejarah tersebut. Organisasi kepemudaan dan relawan ini memandang bahwa kehadiran tersebut bukan hanya sekadar keikutsertaan dalam acara adat, tetapi juga sebagai cerminan nyata dari komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian warisan budaya nasional.
Selain itu, kehadiran Wakil Presiden juga dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat harmoni antara nilai tradisi dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Laskar Gibran Jawa Tengah meyakini bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat di berbagai daerah.
“Kehadiran Wakil Presiden dalam acara Hajad Dalem ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat menghargai nilai-nilai budaya bangsa. Hal ini sejalan dengan semangat kita untuk menjunjung tinggi kearifan lokal sekaligus memperkuat persatuan nasional,” ujar Danang Ari Wibowo, Ketua Laskar Gibran Jawa Tengah, dalam keterangan resmi yang diterima pada hari Senin (27/01).
Partisipasi Wakil Presiden dalam kegiatan adat dan budaya ini dinilai sejalan dengan semangat persatuan nasional yang telah menjadi landasan utama bangsa Indonesia. Laskar Gibran Jawa Tengah juga menekankan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya mempererat hubungan erat antara negara dengan masyarakat, yang dibangun berdasarkan pada penghormatan terhadap kearifan lokal di berbagai wilayah.
Laskar Gibran Jawa Tengah menegaskan dukungan penuhnya terhadap peran aktif Wakil Presiden dalam menjalankan fungsi kenegaraan yang tidak hanya fokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya, persatuan, dan kebangsaan. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi terhadap kepemimpinan nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun bangsa yang kuat dan berbudaya.
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Hiburan, Nasional, Opini, Pendidikan, Seni dan Budaya, SOSIAL, Wisata
Ancol Hadirkan Promo Spesial “Satu Tiket Semua Wahana” ; Nikmati Serunya Wisata Tanpa Batas
Wartapena Satu.com, Jakarta,29 Januari 2026
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk kembali menghadirkan kabar gembira bagi para pecinta wisata dengan meluncurkan program promo spesial bertajuk “1 Tiket Akses Seluruh Unit Rekreasi”, berupa tiket terusan seharga Rp150.000 yang memungkinkan pengunjung menikmati seluruh unit rekreasi Ancol dalam satu hari kunjungan. Promo terbatas ini diumumkan secara resmi PRESS RELEASE No : 003/CS-PR/PJA/I/2026 dirancang untuk memberikan kesempatan emas bagi seluruh kalangan masyarakat.
Ancol Hadirkan Tiket Terusan Rp150.000, Bebas Masuk Seluruh Unit Rekreasi Rayakan Valentine & Imlek 2026 dengan Satu Tiket untuk Semua Wahana. Program promo spesial “Satu Tiket Semua Wahana” ini diluncurkan dalam rangka menyambut Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) dan Tahun Baru Imlek 2026, serta berlaku untuk kunjungan pada tanggal 14 atau 17 Februari 2026.
Dengan satu tiket tersebut, pengunjung sudah mendapatkan akses ke berbagai unit rekreasi unggulan Ancol, antara lain Pintu Gerbang Ancol, Pantai Ancol, Dunia Fantasi (Dufan), Sea World Ancol, Samudra Ancol, Atlantis Ancol, Jakarta Bird Land, Pasar Seni, hingga Ecopark Ancol. Selain itu, setiap pembelian tiket juga mendapatkan bonus satu produk Sosro selama periode program.
“Melalui promo tiket terusan ini, Ancol ingin memberikan kemudahan dan nilai lebih bagi masyarakat untuk menikmati seluruh wahana rekreasi dalam satu hari kunjungan, sekaligus menghadirkan pilihan liburan yang lebih terjangkau di momen spesial Valentine dan Imlek,” ujar Eddy Prastiyo, Direktur Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Kemeriahan liburan di Ancol juga akan semakin lengkap dengan rangkaian acara Ancol Waves of Romance dan Ancol Lunar Festival yang digelar pada 14–17 Februari 2026. Pengunjung dapat menikmati konser musik bertema romantis di Pantai Festival, serta pertunjukan Barongsai dan Liong di Plaza Lagoon sebagai bagian dari perayaan budaya Imlek.
Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif liburan keluarga dan pasangan, sekaligus memperkuat Ancol sebagai destinasi wisata terpadu yang menghadirkan beragam pengalaman rekreasi dalam satu kawasan.
Syarat dan Ketentuan Program:
1. Harga tiket Rp150.000 merupakan tiket terusan yang mencakup akses ke seluruh unit
rekreasi Ancol.
2. Setiap pembelian tiket mendapatkan bonus 1 produk Sosro.3. Periode penjualan tiket: 30 Januari – 17 Februari 2026.
4. Pilihan tanggal kunjungan: 14 Februari atau 17 Februari 2026.5. Tiket dapat dibeli melalui www.ancol.com dan loket resmi Ancol.
6. Harga tiket belum termasuk tiket kendaraan.7. Khusus tanggal 14 dan 17 Februari 2026, tarif tiket masuk kawasan Ancol sebesar
Rp35.000 berlaku mulai pukul 17.00 WIB bagi pengunjung di luar program ini.
8. Kuota terbatas.
Ancol Taman Impian – Serunya Nggak Ada Habisnya!Informasi Lebih Lanjut: Daniel Windriatmoko Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Email : corsec@ancol.com – HP 08128405156
ARTSPACE Artotel TS Suites Surabaya Kembali Menghadirkan Pameran Seni Rupa Dengan Tema Hidden Potion
WARTAPENASATUJATIM – Surabaya Metropolitan – Pameran ini menampilkan karya dari lima seniman dengan total 26 karya yang dapat dinikmati oleh publik.
Pameran Hidden Potion resmi dibuka pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 16.00 WIB, bertempat di ARTSPACE, lantai UG, Artotel TS Suites Surabaya, dan akan berlangsung hingga 26 April 2026 yang akan menampilkan sebanyak 26 karya seni dari 5 orang yaitu Ahmad Fahrizal Irsadi, Septian Adi Perdana, Putri Setyowati, Yotandh, dan Izzar Fakhruddin. Lima orang pelukis muda Kota Surabaya dengan pendekatan dan latar belakang yang beragam,
Adapun Kurator Seni yang diundang adalah Rahma Tussofiyah, seorang penulis muda yang saat ini sedang menekuni profesi barunya.

Melalui pameran ini, karya seni dipahami sebagai hasil dari pengalaman hidup, ingatan, dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar.
Karya-karya yang ditampilkan lahir dari keseharian, isu personal, serta budaya visual yang dekat dengan kehidupan masa kini.
Tentunya ada beragam teknik, gaya, dan medium digunakan oleh para seniman untuk menyampaikan inspirasinya masing masing.
Pameran ini mengajak pengunjung untuk melihat karya seni tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan dialog.
Secara umum, Hidden Potion mengangkat tema relasi manusia, memori, imajinasi, dan
pengalaman emosional.Figur, humor, dan referensi budaya kontemporer menjadi bagian dari bahasa visual yang digunakan, sehingga karya terasa dekat dan relevan dengan kehidupan sehar hari.
Rahma mengatakan bahwa Hidden Potion sebagai ruang pertemuan antara rasa, ingatan, dan proses kreatif.
Dimana setiap karya dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan yang saling terhubung, sekaligus membuka ruang refleksi bagi pengunjung untuk menemukan makna personal di dalamnya.
Kepada awak media, Teddy Patrick, S.E., M.Par., CHA, selaku General Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya menyampaikan bahwa akan terus berkomitmen mendukung perkembangan seni rupa kontemporer.
“Melalui pameran kali ini, kami ingin menjadi wadah bagi seniman dan publik untuk saling bertemu. berdialog, dan mengapresiasi karya seni. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” ujarnya. (Houget)***
Mengawali Tahun 2026 dalam Kasih: “Dua Pat Ni Manuk” yang Terus Melangkah Bersama
Mengawali Tahun 2026 dalam Kasih: “Dua Pat Ni Manuk” yang Terus Melangkah Bersama
Kebersamaan keluarga besar op Togap mengawali tahun 2026 pada hari Sabtu 10 Januari 2026 di Cipayung dalam suasana penuh kehangatan dan makna. Pertemuan keluarga yang berlangsung sederhana ini menjadi ruang untuk saling menyapa, berbagi cerita, serta mempererat ikatan kekeluargaan. Setiap anggota keluarga hadir dengan latar belakang dan perjalanan hidup yang berbeda, namun dipersatukan dalam semangat kasih dan kebersamaan.

Bagi masyarakat Batak, pertemuan keluarga di awal tahun merupakan tradisi yang memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Momentum Tahun Baru dimaknai sebagai waktu refleksi, pembaruan relasi, dan penguatan ikatan kekeluargaan. Tradisi ini terus dijaga sebagai warisan turun-temurun yang menanamkan nilai hormat, saling mengasihi, dan kepedulian antaranggota keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu rohani “Naung Salpu Taon Na Buruk I”, yang mengajak keluarga merenungkan perjalanan hidup sepanjang tahun sebelumnya. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan penyertaan Tuhan dalam menjalani tahun yang baru. Momen mandok hata kemudian menjadi ruang bagi setiap keluarga untuk menyampaikan isi hati, harapan, serta saling memohon maaf atas kekhilafan yang pernah terjadi.
Pertemuan tahun ini terasa semakin bermakna bagi keluarga Op Simon Samosir dan Op Ester Juniarta Silaban. Kedua keluarga tersebut dipersatukan dalam filosofi “Dua Songon Pat Ni Manuk”, sebuah ungkapan Batak yang melambangkan dua kaki burung yang lahir dari satu Oppung yang sama, yaitu satu anak laki-laki sebagai tulang dan satu anak perempuan sebagai namboru. Filosofi ini mencerminkan kehidupan yang saling menopang, berjalan seimbang, dan menguatkan satu sama lain dalam setiap situasi.

Suasana kebersamaan berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Setiap keluarga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman hidup serta menyampaikan pengharapan ke depan. Dari pertemuan tersebut, terbangun optimisme baru untuk menapaki tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, meski berbagai tantangan kehidupan telah dan akan terus dihadapi.
Kesederhanaan menjadi ciri utama dalam pertemuan keluarga ini. Tanpa kemewahan, nilai kebersamaan justru terasa semakin kuat. Hal tersebut menegaskan bahwa makna sebuah pertemuan keluarga tidak ditentukan oleh besar kecilnya acara, melainkan oleh ketulusan hati, kehadiran, dan relasi yang terbangun di dalamnya.Sukacita juga terlihat dari keterlibatan generasi muda keturunan Op Simon dan Op Ester Juniarta, yang bermuara pada Op Togap Samosir Pakpahan. Anak-anak tampak aktif membantu persiapan hingga penutupan acara, mulai dari menata perlengkapan hingga membersihkan bersama. Hal ini menjadi cerminan bahwa nilai kasih, tanggung jawab, dan
kebersamaan telah ditanamkan sejak dini. Dengan penuh iman, keluarga besar ini menyerahkan seluruh rencana dan harapan tahun 2026 ke dalam tangan Tuhan, melangkah bersama sebagai “Dua Pat Ni Manuk” yang saling menopang dalam kasih yang berkelanjutan yang tak lekang oleh waktu.
Kecamatan Pagedangan Tuan Rumah MTQ Ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang
Wartapena Satu. Com /TNG-Banten
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang resmi digelar di Kecamatan Pagedangan pada tanggal 8 sampai dengan 13 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Camat Pagedangan Daniel Ramdani S.Sos., M.SI, menyampaikan terlebih dahulu ucapan terimakasih dan selamat datang kepada para tamu undangan serta para kafilah dari 29 kecamatan guna mengikuti kegiatan MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2026 yang diselenggarakan di kecamatan tersebut.
Menurut Daniel Ramdani, MTQ ini merupakan sebuah kehormatan, kebanggaan dan amanah besar bagi Kecamatan Pagedangan yang telah di percaya oleh Bupati Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-56.
“Kepercayaan ini tentu tidak kami maknai hanya sebagai seremonial semata, tetapi sebagian bentuk tanggungjawab moral dan sosial untuk memberikan pelayanan terbaik, menciptakan suasana yang aman, nyaman, religius serta penuh semangat ukhuwah islamiyah bagi seluruh peserta dan tamu undangan,” ungkap Daniel Ramdani saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan MTQ Ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang, berlokasi di wilayah Kecamatan Pagedangan Kamis, (8/1/26) malam.
Lebih lanjut, kata Daniel Ramdani, sebagai wilayah yang berkembang Kecamatan Pagedangan juga merupakan bagian integral dari dinamika pembangunan di Kabupaten Tangerang.
“Ditengah pesatnya pertumbuhan ekonomi, urbanisasi dan kemajuan teknologi kegiatan MTQ ini menjadi kekuatan bagi kita semua, bahwa pembangunan fisik harus seimbang dengan pembangunan mental dan spiritual,” ucapnya.
Daniel Ramdani meyakini bahwa Al-Qur’an adalah sumber nilai yang mampu menjadi penuntun dalam mengahadapi berbagi tantangan zaman.
“Oleh karena itu pelaksana MTQ di kecamatan pagedangan ini kami harapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter religius masyarakat, mempererat persatuan antara warga serta menanamkan nilai-nilai kebijaksanaan,” tegas Daniel Ramdani.
Dirinya pun menegaskan, bahwa kecamatan Pagedangan telah berupaya semaksimal mungkin dalam mempersiapkan sarana, prasarana serta berbagai kebutuhan pendukung demi kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan MTQ ke-56.
“Namun demikian kami juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam pelaksanaannya tentu masih terdapat keterbatasan dan kekurangan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan, pelayanan maupun fasilitas yang kami sediakan masih belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak. Kami berharap kekurangan tersebut tidak mengurangi kekhidmatan, semangat dan tujuan mulya dari kegiatan MTQ ini,” tandasnya.
Ditempat yang sama, saat diwawancarai wartawan, Sekretaris Kecamatan Pagedangan Moch. Farly Gusriadi, S.STP., M.Si. menambahkan, bawah kegiatan keagamaan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus syiar Islam untuk mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Tidak hanya itu, kata Farly Gusriadi, MTQ juga bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat silaturahmi antar kafilah dari 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.
“Semoga MTQ ke 56 kecamatan pagedangan mampu menjadi tuan rumah yang baik, untuk melayani para kafilah-kafilah MTQ di seluruh wilayah kabupaten tangerang,” tutupnya.
Tahun Baru 2026 Puja Kesuma Mesuji Gebyar Seni Kuda Lumping
Paguyuban Puja kesuma Kabupaten Mesuji Lampung memberikan anugerah penghargaan atau award kepada para kesenian kebudayaan Kuda Lumping Margo Rukun Maju Jaya Di Kabupaten Mesuji Anugerah tersebut diberikan untuk mendongkrak kesenian dan budaya Mesuji Lampung .
Ketua Puja Kesuma, Di Wakil Sekertaris Puiakesuma Mesuji Lampung M.Sururi,S.Pd.I.,M.Pd mengatakan, peran Pengembangan Semua seni dan budaya agar tetap lestari yaitu dapat dilakukan dengan memberikan motivasi demi mendongkrak semangat para penggiat semua seni dan budaya lokal. Maupun Nasional.
“Kita berikan penghargaan Semua Seni budaya Kuda Lumping dan Semua Kesenian dan Budaya awards supaya para seniman dan budayawan yang punya karyanya dapat penghargaan setiap tahun sehingga mereka termotivasi,” ucap Sururi, dalam acara rangkaian Memperingati Tahun Baru 2026 Apresiasi Semua Seni Budaya.
Penghargaan tersebut, lanjut Sekertaris Sururi merupakan upaya paguyuban Puja Kesuma dalam menjaga eksistensi kesenian dan budaya agar tidak tergerus oleh zaman yang semakin modern. Sehingga masyarakat Kabupaten Mesuji tetap dapat mengenal dan menikmati identitas daerah lewat kesenian dan budaya.
“Kita juga akan menggelar event-event kesenian Budaya yang harus terus didorong dan ditingkatkan agar ada wadah dan sarana. Sehingga para seniman dan budayawan kita dapat mengekspresikan karya-karyanya,” katanya.