SOSIAL
Awali Pam Aksi Damai, Polresta Palangka Raya Gelar Apel Kesiapan di Kantor Gubernur
Awali Pam Aksi Damai, Polresta Palangka Raya Gelar Apel Kesiapan di Kantor Gubernur

Palangka Raya, wartapenastu.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya, Polda Kalteng menggelar apel kesiapan guna mengawali tugas pengamanan (pam) aksi damai yang akan dilakukan oleh massa dari Aliansi Masyarakat Adat Dayak.
Apel kesiapan digelar pada Kantor Gubernur Kalteng di kawasan Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dipimpin oleh Kabagops, Kompol Permadi selaku koordinator pam, Rabu (12/11/2025) pagi.
Kapolresta, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. melalui Kompol Permadi menjelaskan, apel tersebut bertujuan untuk mengecek kesiapan seluruh personel yang akan dikerahkan untuk melaksanakan tugas pam aksi damai.

“Pengecekan kesiapan personel mulai dari kelengkapan hingga sarana dan prasarana (sarpras) yang akan dikerahkan untuk melaksanakan pam, sebagai bentuk penerapan SOP dan aturan Polri terkait pengamanan aksi damai,” jelasnya.
Permadi mengungkapkan bahwa tugas pam akan dilakukan dengan mengerahkan sebanyak 88 personel gabungan dari Polresta Palangka Raya dan Polsek jajaran, yang turut dibackup oleh Ditsamapta dan Satbrimob Polda Kalteng.

“Dengan rincian tugas mulai dari dua Peleton Dalmas Awal, tim negosiator, pam walrolakir lalu lintas, pam tertutup hingga unsur pendukung pam, termasuk juga unsur pengawasan personel (waspers) dari Seksi Propam,” pungkasnya.@ Herry Kalteng
Ditbinmas Polda Kalteng Bentengi Pelajar SMAN 2 Palangka Raya Dari Intoleransi, Radikalisme Dan Terorisme

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Ditbinmas Polda Kalteng melalui Subditbintibsos melaksanakan penyuluhan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di SMAN 2 Palangka Raya, Selasa (11/11/2025) pagi.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubditbintibsos Ditbinmas Polda Kalteng AKBP Dr. G. Herundo Martho, S.E., M.Si bersama tiga orang anggotanya.
Dirbinmas Polda Kalteng Kombes Pol Budhi Rochmat, S.I.K mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut menyampaikan materi terkait bahaya dan dampak Intoleransi, radikalisme dan terorisme di masyarakat.
“Kami bekali dan bentengi pelajar dari bahaya intoleransi, radikalisme dan terorisme agar persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga dengan baik, ” jelas Dirbinmas.
Ia menekankan agar pelajar bijak bermedia sosial, memperkuat wawasan kebangsaan, dan penguatan moderasi beragama sehingga tidak gampang terpapar paham-pahan yang menyebabkan perpecahan di masyarakat.@ Herry Kalteng
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Keamanan, Kesehatan, Nasional, nelayan, Opini, Pendidikan, perkebunan, Pertahanan, pertanian, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL, Tumbuhan, Uncategorized, Wisata
DARI DESA TERTINGGAL MENJADI DESA MANDIRI

Jawa Barat wartapenasatu.comFestival Cikondang Nanjeur: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan Desa Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya
Pangalengan, Kabupaten Bandung – Kampung Adat Cikondang menjadi pusat perhatian masyarakat Jawa Barat dengan digelarnya Festival Kampung Adat Cikondang (Cikondang Nanjeur Uleman) pada 8–9 November 2025. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Sunda, tetapi juga menjadi momentum penting dalam upaya pengentasan desa tertinggal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peluncuran program strategis nasional.
Festival dibuka pada Sabtu (8/11) dengan kegiatan Bhakti Sosial yang meliputi pembagian beras murah dan pengobatan gratis bagi warga. Program ini disambut antusias masyarakat sekitar, karena dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar mereka. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di tengah masyarakat adat Sunda.
Puncak acara berlangsung pada Minggu (9/11), ditandai dengan Launching Sakola Budaya Sunda dan Peresmian Lumbung Kesejahteraan Rakyat Desa. Kedua program tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi serta melestarikan budaya lokal. Festival juga menampilkan beragam kesenian tradisional seperti Beluk, Wawacan, dan Trawangsa yang memperkaya suasana dan menunjukkan kekayaan seni warisan leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pendataan dan penandatanganan prasasti Lumbung Kesejahteraan Rakyat oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., bersama Ketua Umum Yayasan Lumbung Kesejahteraan Rakyat (LKR) Ibu Indri Wolff. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menjadikan Desa Cikondang sebagai percontohan pembangunan desa tertinggal berbasis ketahanan pangan dan kearifan budaya lokal.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Bupati Bandung Dadang Supriatna, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua PT LUBKITA Stanley Wolff, Ketua Apdesi A. Anwar Sadat, serta Tuan Rumah Fery Radiansyah. Kehadiran para pejabat dan tokoh ini menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat desa dan pelestarian budaya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Yayasan Lumbung Kesejahteraan Rakyat bersama PT LUBKITA memberikan bantuan simbolis berupa 1.000 karung beras ukuran 5 kilogram untuk warga Cikondang. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.
Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Cikondang yang tetap menjaga warisan budaya sambil berinovasi dalam pembangunan ekonomi. “Desa adat seperti Cikondang ini harus menjadi contoh bahwa kemandirian dan kesejahteraan bisa tumbuh dari akar budaya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Fery Radiansyah selaku penggagas kegiatan menegaskan bahwa Festival Cikondang Nanjeur bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga langkah konkret menuju kemandirian ekonomi berbasis lokal. “Cikondang bukan sekadar menjaga tradisi, tapi menjemput masa depan dengan kearifan lokal,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap semangat Cikondang Nanjeur dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus maju tanpa kehilangan identitas budayanya.
BY:NokSrie
Lapo Paksa CUP III: Semangat Kebersamaan dan Solidaritas di Toba
Lapo Paksa CUP III: Semangat Kebersamaan dan Solidaritas di Toba

Toba, wartapenasatu.com – Ir. Pidel Hutahaean, MM, anggota DPRD Dapil 5 Toba, secara resmi membuka Turnamen Lapo Paksa CUP III UP 30 Tahun 2025 di lapangan Tangsi Lagu Boti pada Minggu, 10 November 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan semangat kebersamaan di kalangan masyarakat Toba.
Turnamen ini dihadiri oleh 17 peserta CUP III dari seluruh Kabupaten Toba, perwakilan dari Polri, TNI, Camat Lagu Boti, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen penting lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan luas terhadap kegiatan positif yang mempromosikan olahraga dan persatuan.
Dalam sambutannya, Ir. Pidel Hutahaean, MM, mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Dapil 5 Toba, untuk meningkatkan kebersamaan melalui kecintaan terhadap sepak bola. Beliau menekankan bahwa sepak bola bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga alat pemersatu yang mampu merangkul masyarakat dari berbagai latar belakang.
Suasana cair di lapangan menjadi simbol eratnya hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. Ir. Pidel Hutahaean, MM, menjelaskan bahwa sepak bola menciptakan ruang komunikasi tanpa sekat, memungkinkan wakil rakyat mendengar langsung aspirasi warga, membangun rasa solidaritas, dan mempererat hubungan.

Lebih lanjut, Ir. Pidel Hutahaean, MM, mendorong Pemerintah Kabupaten Toba untuk semakin gencar mengadakan event-event olahraga, khususnya sepak bola. Beliau meyakini bahwa kegiatan semacam ini akan mendorong kemajuan daerah dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Kegiatan keolahragaan, menurut Ir. Pidel Hutahaean, sangat positif bagi generasi muda. Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga memicu generasi muda untuk berekspresi dan mengembangkan bakat, khususnya dalam sepak bola. Sebagai bentuk dukungan, Ir. Pidel Hutahaean, MM, telah menyediakan tropi dan uang tunai bagi para juara turnamen.
Ir. Pidel Hutahaean, MM, juga menekankan pentingnya keadilan dan transparansi dalam penilaian skor oleh dewan juri. Dengan demikian, semangat sportivitas dan persaingan sehat dapat terus terjaga dalam turnamen ini.
Polda Kalteng Buka Penerimaan Bintara Brimob Tahun 2025, Ini Syarat dan Ketentuanya
Polda Kalteng Buka Penerimaan Bintara Brimob Tahun 2025, Ini Syarat dan Ketentuanya

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) kembali membuka perekrutan personel Polri terpadu untuk calon Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026.
Penerimaan ini merupakan bentuk kebutuhan Polri, khususnya Polda Kalteng dalam menambah kekuatan personel.
Proses pendaftaran ini telah dibuka sejak tanggal 10 hingga 18 November tahun 2025. Dengan mendatangi Bag SDM Polres jajaran atau Sekertariat Biro SDM Polda Kalteng atau bisa juga mengakses website penerimaan Polri www.penerimaan.polri.go.id.
Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. menyampaikan bahwa ada beberapa persyaratan yang wajib dan mutlak dipenuhi oleh pendaftar yang ingin menjadi anggota Polri.
“Seluruh persyaratan bisa diperoleh pada situs resmi Polri atau bisa langsung mendatangi Polda Kalteng dan Polres jajaran terdekat,” ungkap Kabidhumas saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025) pagi.
Kombes Erlan menyatakan, untuk proses lamanya pendidikan peserta yang lolos nantinya akan mengikuti pendidikan selama lima bulan, yang digelar di SPN Polda Jatim, SPN Polda Metro Jaya, dan SPN Polda Sulsel.
Melalui penerimaan personel Polri ini, Polda Kalteng bermaksud memanggil putra-putri terbaik di Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara sebagai anggota Polri.
“Kita pastikan bahwa penerimaan anggota Polri ini bebas dari Kolusi, Korupsi serta Nepotisme, dan tentunya dengan menerapkan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis,” tegasnya.
Berikut ini, syarat umum pendaftaran bintara Brimob 2025.
1. Mengacu pada Pasal 21 (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, berikut syarat umum yang wajib dipenuhi oleh calon peserta:
– Warga Negara Indonesia (WNI).
– Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
– Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
– Berpendidikan minimal SMA/sederajat.
– Usia minimal 18 tahun saat dilantik.
– Sehat jasmani dan rohani.
– Tidak pernah terlibat tindak pidana (dibuktikan dengan SKCK Polres).
– Memiliki kepribadian berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan baik.2. Persyaratan Khusus Bintara Brimob 2025, di antaranya:
– Jenis kelamin pria, bukan anggota/mantan Polri, TNI, atau PNS, serta belum pernah mengikuti pendidikan kedinasan lain.
– Ijazah minimal SMA/SMK/MA/MAK/SPM/PDF (bukan Paket A, B, atau C).
– Lulusan 2020–2025 wajib memiliki nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 (B), atau 65,00 (C) bagi peserta dari Papua, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.
– Lulusan D-IV/S1 wajib memiliki IPK minimal 2,75 dari program studi terakreditasi.
– Ijazah luar negeri harus mendapat pengesahan dari Kemendikti atau Kemendikdasmen.
– Batas usia pendaftar, SMA/sederajat: 17 tahun 7 bulan – 23 tahun 0 hari, D-I s.d. D-III: 17 tahun 7 bulan – 24 tahun 0 hari, D-IV/S1: 17 tahun 7 bulan – 27 tahun 0 hari.
– Belum menikah secara hukum positif/agama/adat dan bersedia tidak menikah selama pendidikan.
– Tidak bertato, tidak bertindik (kecuali alasan agama/adat).
– Bebas narkoba sesuai hasil tes kesehatan.
– Tidak terlibat organisasi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
– Tidak melanggar norma agama, sosial, atau hukum.
– Menandatangani surat pernyataan kesediaan bertugas di seluruh wilayah NKRI.
– Menandatangani pakta integritas untuk tidak mempercayai calo atau pihak yang menjanjikan kelulusan.
– Domisili minimal 2 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar, dibuktikan dengan KTP atau KK.@ Herry Kalteng“War on Drugs for Humanity, Operasi Gabungan Jadi Pilar Bela Negara Melawan Kejahatan Narkotika.”
“War on Drugs for Humanity, Operasi Gabungan Jadi Pilar Bela Negara Melawan Kejahatan Narkotika.”

Badan Narkotika Nasional (BNN) telah sukses memimpin Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba secara serentak di 53 titik rawan pada 34 provinsi di seluruh Indonesia, berlangsung dari 5 hingga 7 November 2025. Operasi ini merupakan sinergi multi-lembaga yang melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Pemerintah Daerah, menandai respons kolektif negara terhadap ancaman narkoba.
Bela Negara sebagai Penjagaan Ketahanan Nasional, Keterlibatan aktif TNI, Polri, dan Pemda dalam operasi ini adalah wujud nyata dari Bela Negara. Narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga menggerogoti ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Dengan memberantas peredaran gelap narkoba, negara secara fundamental sedang mempertahankan integritas dan masa depan bangsa dari ancaman non-militer yang bersifat masif dan merusak.
Hasil Penindakan Hukum dan Penyelamatan Jiwa, Dari aspek penindakan, operasi ini berhasil mengamankan 1.259 orang. Petugas menyita barang bukti signifikan, termasuk 126.325 gram sabu dan 12.726 gram ganja. Secara ekonomi, barang bukti ini bernilai sekitar Rp 190,3 miliar. Yang paling krusial, keberhasilan penyitaan ini setara dengan menyelamatkan 519.556 jiwa warga negara Indonesia dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Penyitaan barang bukti non-narkotika, seperti senjata api dan CCTV yang digunakan untuk memantau petugas, menunjukkan bahwa jaringan narkoba adalah ancaman kriminal yang terorganisir dan berpotensi melawan aparat negara. Penindakan terpadu oleh personel gabungan, seperti yang dilakukan di Kampung Bahari dan Kampung Ambon, merupakan tindakan heroik dalam menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat, selaras dengan sumpah prajurit dan Bhayangkara.
Aspek Pemulihan sebagai Investasi Bela Negara, Prinsip “War on Drugs for Humanity” yang diusung oleh BNN menekankan bahwa bela negara tidak hanya melalui penangkapan, tetapi juga melalui rehabilitasi. Dari mereka yang diamankan, 369 orang menjalani rehabilitasi. Ini adalah upaya negara untuk memulihkan aset bangsa, memastikan penyalah guna kembali produktif, dan memutus mata rantai kecanduan.

Penguatan Ketahanan Komunitas, Langkah lanjutan pasca-penindakan berupa pendataan, sosialisasi, edukasi, dan pemberdayaan sosial ekonomi di wilayah terdampak merupakan strategi bela negara jangka panjang. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tingkat akar rumput (komunitas) agar mereka memiliki kesadaran dan kemampuan mandiri untuk menolak dan mencegah peredaran narkoba.
Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini adalah hasil kebersamaan, soliditas, dan sinergitas. Operasi ini hanyalah awal dari upaya berkelanjutan. BNN mengimbau seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan narkoba, serta memanfaatkan layanan rehabilitasi gratis. ( Eny K.)
Kenang Jasa Pahlawan, Polda Kalteng Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Sanaman Lampang
Kenang Jasa Pahlawan, Polda Kalteng Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Sanaman Lampang

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari Pahlawan tahun 2025, di Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) masih berlangsung.
Usai melaksanakan upacara hari Pahlawan di Lapangan Barigas Mapolda setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan menggelar Ziarah dan Tabur Bunga, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang, Jl. Tjilik Riwut Km. 3, Kota Palangka Raya, Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng Ny. Maya Iwan Kurniawan, dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda, serta unsur Forkopimda Kalteng.

Kapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, mengatakan bahwa Hari Pahlawan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai perjuangan dan keteladanan para pahlawan bangsa.
“Hari ini merupakan momentum bagi kita untuk mengenang para pahlawan dan meneruskan apa yang menjadi perjuangan mereka,” ujar Erlan usai kegiatan Ziarah dan Tabur Bunga.

Kombes Erlan menambahkan bahwa upacara tabur bunga ini juga sebagai bentuk penghormatan Polri dalam mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.
“Sebagai penerus bangsa, kita wajib menjadikan para pahlawan suri tauladan yang baik. Terutama dalam melaksanakan tugas pokok harkamtibmas, penegakan hukum, dan pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat,” tutupnya.@ Herry Kalteng
Tunjang Pembinaan SDM, Polresta Palangka Raya Serahkan Siswa Latja ke SPN Polda Kalteng
Tunjang Pembinaan SDM, Polresta Palangka Raya Serahkan Siswa Latja ke SPN Polda Kalteng

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Polresta Palangka Raya menyerahkan para Siswa Latihan Kerja (Latja) Diktuk Bintara Polri T.A. 2025 kembali ke SPN Polda Kalteng setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran lapangan di Polresta Palangka Raya, Minggu (9/11/2025).
Pengantaran dilakukan oleh Kabag SDM AKP Prio Amboro bersama personel pendamping, dimulai dari apel pelepasan yang berlangsung di halaman Polresta.
Kegiatan berjalan tertib hingga rombongan tiba di SPN Polda Kalteng di Bukit Rawi pada pukul 11.00 WIB.
Dalam pelatihan kerja di kewilayahan, para siswa mendapatkan pembekalan teknis dan pembelajaran langsung mengenai pelayanan masyarakat, penanganan peristiwa, hingga administrasi kepolisian.

Prio menyampaikan bahwa pembekalan melalui Latja menjadi bekal penting sebelum para siswa kembali menjalani pendidikan formal.
“Kami berharap pengalaman di Polresta Palangka Raya dapat memperkuat kecakapan, kedisiplinan, serta karakter para siswa dalam menjalankan tugas nantinya,” ucapnya.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pembinaan personel merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.@ Herry Kalteng
Polresta Palangka Raya Ikuti Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2025
Polresta Palangka Raya Ikuti Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2025

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Polresta Palangka Raya melalui Bagian Perencanaan (Bagren) menghadiri kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Tingkat Kota Palangka Raya Tahun 2025, Senin (10/11/2025).
Kegiatan berlangsung di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya dan diikuti oleh berbagai instansi terkait dalam rangka menyusun strategi penanganan stunting secara terpadu.
Hadir pada kegiatan tersebut Kabagren AKP Harno mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., bersama perwakilan Kejaksaan Negeri Palangka Raya, BKKBN Provinsi, OPD terkait, para Camat, Lurah serta perwakilan Puskesmas se-Kota Palangka Raya.

Kabagren menyampaikan bahwa Polresta siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah setempat.
“Penanganan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan saja, namun memerlukan sinergi seluruh pihak.Polresta Palangka Raya siap membantu melalui kegiatan pembinaan masyarakat dan pendampingan program di lapangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perencanaan program stunting dapat lebih terarah dan menciptakan langkah pencegahan serta penanganan yang efektif, khususnya untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.@ Herry Kalteng
Rapat seluruh pimpinan prusahan di Kalimantan Tengah dengan dinas perkebunan.
Rapat seluruh pimpinan prusahan di Kalimantan Tengah dengan dinas perkebunan.
Palangka Raya, wartapenasatu.com – Rapat Sinkronisasi dan Evaluasi Data FPKMS/Plasma, CSR, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal, dan Alat Berat. Kegiatan bertempat di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Senin, 10 November 2025.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Rizky Badjuri menyampaikan, Mohon maaf atas keterbatasan waktu dan karena ada beberapa agenda pimpinan pada hari besar 10 November, Hari Pahlawan, yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan dan dipimpin langsung oleh Bapak Herson. Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian pada pagi hari ini.
Muhammad Rizky Badjuri mengatakan, Tentunya hari ini menjadi salah satu tindak lanjut dari fakta integritas yang telah kita sepakati bersama. Pada kesempatan ini, kami melaporkan bahwa semua PBS (Perusahaan Besar Swasta) dan pihak terkait telah berkomitmen.

Hari ini, kami akan membuat rekapitulasi data yang akan diselaraskan dengan teman-teman perusahaan. Setelah itu, kami akan sinkronkan juga dengan Kabupaten, terutama jika ada kegiatan yang datanya harus memiliki satu persepsi dan satu angka yang sama.
Izin untuk menayangkan beberapa hasil resume terkait perkembangan pelaksanaan plasma 20%, CSR, penyerapan tenaga kerja lokal, dan lain-lain. Umumnya, Pak Karton, kita membahasakan FKPNS yang sudah beralih kata menjadi “dasar”, tetapi tetap kita masukkan. FKPNS itu adalah plasma. Mohon izin, teman-teman PBS, kita tidak mendiskusikan nama, tetapi ini adalah bagian dari pemahaman bahwa plasma itu adalah bagian dari FKPNS, walaupun nanti di FKPMS ada berbagai macam turunan terkait penyelesaian,”Jelasnya.
Bahwa perusahaan yang hadir di sini, baik dari wilayah Barat, Tengah, maupun Timur, menunjukkan grafik pencapaian plasma di Kalimantan Tengah dari tahun 2021 sampai 2025 sebesar 52,6%. Logikanya, jika 100%, maka dari tahun 2021 hingga 2025, kita mencapai angka 52,66%.
Jadi, kurang lebih sekitar 47% yang belum tercapai. Tentunya, nanti kita akan membahasnya bersama setelah ini, karena ada beberapa pendekatan peraturan dari tahun 2007 ke bawah yang tetap akan berproses sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini dalam melaksanakan plasma.
Jumlah izin operasional saat ini ada 210, di mana 206 adalah komoditas sawit dan sisanya komoditas karet. Kami tetap melihat karet sebagai bagian dari bentuk kewajiban mitra 20%. Luas izin sekitar 2 juta sekian hektar, sehingga kewajiban plasma 20%-nya adalah 470 ribu hektar. Realisasi plasma 20% di tahun 2025 mencapai 52,6%. Kami juga sudah membagi menjadi tiga wilayah:

Wilayah Barat: Sudah mencapai 61,03%. Beberapa perusahaan bahkan sudah lebih dari 20%. Pertanyaannya, mengapa yang lain belum? Karena ada beberapa perusahaan yang menyesuaikan kewajiban 20%-nya dengan peraturan yang terbit di tahun 2023. Ada beberapa kendala di lapangan terkait lahan dan sebagainya, yang akan menjadi bahan laporan kami kepada pimpinan. Wilayah Tengah: Mencapai 46,95% dengan jumlah operasional sekitar 57. Wilayah Timur: Mencapai 645,95% dengan jumlah kewajiban 20% yaitu 63.
Wilayah Timur lebih tinggi karena jumlah operatornya 22. Perbandingan tiga zona ini menunjukkan bahwa wilayah Timur tinggi karena luasan pembanding 20% berdasarkan keluasan izin dan kewajibannya. Di plasma tahun 2025, untuk operasional Kalimantan Tengah, kita memakai patokan 52,21%. Wilayah Barat mencatatkan pencapaian tenaga kerja lokal sebesar 0,04%, di mana 47% adalah lokal dan 54% non-lokal.
Bagaimana tenaga kerja lokal bisa melebihi persentase non-lokal sesuai dengan komitmen kita bersama terhadap penyerapan tenaga kerja lokal? Kami juga menyampaikan bahwa kemarin ada pertemuan dengan HRD terkait jurusan di universitas di Kalimantan Tengah yang bisa memenuhi permintaan perusahaan. Mudah-mudahan nanti kita bisa mendorong universitas untuk membuka jurusan sawit agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. (ryt)