SOSIAL
Gotong-royong Dilakukan oleh Ketua TP PKK Tapteng Beserta Jajarannya Bersama Masyarakat di Tapteng
Gotong-royong Dilakukan oleh Ketua TP PKK Tapteng Beserta Jajarannya Bersama Masyarakat di Tapteng

Tap Teng, Sumatera Utara : wartapenasatu.com- Pesan Gotong Royong: “Kerja Sama Sukarela, melakukan kegiatan bersama tanpa paksaan, mengedepankan kepentingan bersama.
kebersamaan dan persaudaraan mempererat ikatan sosial, menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.Saling Membantu, berbagi tenaga, pikiran, materi, atau keahlian untuk mengatasi kesulitan bersama.
Gotong-royong yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Tapteng beserta jajarannya bersama masyarakat di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah Tapteng Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pada Rabu (07/01/2026).
Hadir pengurus TP PKK Tapteng, Plt. Kadis Kesehatan Tapteng, Camat Sarudik, dan Lurah Sibuluan Nalambok.
Semangat gotong-royong perlu terus dijaga, dan menjaga alam serta kebersihan lingkungan adalah tanggungjawab bersama.
Tujuan kegiatan: “Pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang pernah melanda Tapteng.
Kegiatan yang digelar membersihkan lingkungan, mengangkat sampah, dan membuka drainase tersumbat di lokasi MIN 7 Tapteng dan sekitar Ramba Goring Goring.
Bantuan yang Diberikan: Penyerahan makanan tambahan kepada ibu hamil dan balita.Pengerahan beko sorong dan Dum Truk dari Dinas Lingkungan Hidup Tapteng
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Ali Akbar Nasution,SH,MH, Kuasa Hukum 17 Peserta Plasma FKI Mandiri
Ali Akbar Nasution,SH,MH, Kuasa Hukum 17 Peserta Plasma FKI Mandiri

Palas,Sumatera Utara : wartapenasatu.com-Ketua Koperasi Fron Komunitas Indonesia (FKI) Mandiri,berinsial DH sebagai terlapor,tiga kali mangkir dari panggilan Polisi. Mangkirnya DH menghambat proses penyidikan dugaan kasus penggelapan dana plasma Rp 9,1 Miliar.
Kuasa Hukum anggota Plasma, Ali Akbar Nasution,SH,MH,menilai DH lecehkan proses penyidikan,karena DH tidak koorperatif menghadiri panggilan penyidik.
“Kita selaku kuasa hukum anggota plasma koperasi fron komunitas indonesia, meminta Penyidik Polres Padanglawas, mengambil tindakan tegas menjemput paksa DH dari kediamanan di Kecamatan Hutaraja Tinggi,Kabupaten Palas,” kata Ali Akbar Nasution.Kuasa Hukum dari Kantor Hukum Bintang Keadilan Palas, mendesak penyidik Satreskrim Polres Palas, menjemput paksa DH, karena tidak koorperatif untuk hadir memberi keterangan terkait dugaan kasus penggelapan dana koperasi tersebut.
Ia mengungkapkan, terlapor sudah 3 kali tidak menghadiri panggilan penyidik Polri. “Apa Alasan terlapor tidak hadir ? tanyanya.Ali Akbar Nasution menilai, takut adalah salah satu jawabannya yang muncul karena yang bersangkutan tidak hadir memberikan keterangan di Polres Palas.
” DH dinilai lecehkan institusi kepolisian karena 3 pemanggilan tidak hadir untuk kepentingan fase penyidikan,” ungkapnya.Kuasa Hukum Bintang Keadilan Palas berharap, pihak penyidik Polres Palas melakukan upaya paksa hadirkan terlapor untuk kepentingan proses penyidikan dugaan kasus penggelapan dana plasma yang merugikan 17 peserta plasma Koperasi FKI Mandiri.
Menurut Ali Akbar, pemanggilan penyidik guna melakukan serangkaian tindakan penyidikan untuk mengumpulkan bukti yang membuat terang suatu kasus tindak pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya.“Hal ini sesuai dengan Pasal 1 butir 2 kitab UU Hukum Acara Pidana,” kata Ali Akbar Nasution.
Ditambahkan, tujuan dari pemanggilan terlapor dugaan kasus penggelapan dana plasma yang nilai mencapai Rp 9,1 miliar tersebut, sebagai salah upaya mencari bukti-bukti untuk membuat terang suatu tindak pidana.
Kata Ali Akbar Nasution, sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Polres Palas, DH tidak menunjukan sikap kooperatif sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus penggelapan dana plasma.“Kami selaku Kuasa Hukum anggota plasma meminta agar Ketua Koperasi FKI Mandiri berinsial,DH sebagai terlapor,dapat ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.
Menurut Kitab Undang -Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik dapat menghadirkan terlapor dengan paksa, karena itu kami meminta untuk dihadirkan dengan paksa karena terlapor tidak menunjukan sikap kooperatif, lanjutnya.Terlapor ini, sambung Ali Akbar Nasution harus ditetapkan sebagai tersangka, kenapa begitu, karena tidak menunjukan iktikad baik dalam memberi keterangan terhadap penyidik atas dugaan penggelapan dana plasma yang nilai mencapai Rp 9,1 miliar.
Lanjut Ali Akbar, seharusnya terlapor, DH lebih kooperatif mempermudah pekerjaan penyidik dalam mengusut kasus dugaan penggelapan dana plasma yang sudah berlangsung mulai Tahun 2018 sampai sekarang yang mengakibatkan kerugian bagi anggota plasma.Sebagai informasi, kata Ali Akbar DH selaku Ketua Koperasi Fron Komunitas Indonesia (FKI) Mandiri merupakan terlapor di Polres Padanglawas, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelalan dana plasma yang nilai mencapai Rp 9,1 milar, harus diusut tuntas oleh penyidik.
Sebanyak 17 anggota plasma merupakan korban atas dugaan penggelapan dana plasma yang dilakukan oleh DH hingga mencapai miliaran rupiah.Selaku Kuasa Hukum anggota plasma FKI Mandiri,ia menjelaskan dugaan kasus penggelapan dana plasma oleh DH dengan modus operandi pembagian yang disinyalir diperuntukan kepada DPP, DPW sampai DPD Fron Komunitas Indonesia (FKI), Camat Hutaraja Tunggi, Kepala Desa sampai biaya operasional.
“Kita berharap kepada Kepolisian Polres Palas, untuk menjemput paksa, terlapor DH,karena tiga kali mangkir dari panggilan penyidik dan tidak menunjukan sikap koorperatif,” pungkas Ali Akbar Nasution,SH,MH.Ketua Koperasi FKI Mandiri, berinsial DH, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ke nomor HP 0853 7029 XXXX, Selasa (6/1/2026), terkait tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Polres Palas, tidak ada tanggapan dan jawaban.
Kasat Reskrim Polres Palas,AKP Raden Saleh Harahap,melalui Ps Kanit Ekonomi, Aipda W.S Hasibuan dihubungi melalui telepon seluler,Selasa(6/1/2026) membenarkan, bahwa DH sudah tiga mangkir dari panggilan penyidik.“Kita sudah mengirimkan tiga kali pemanggilan kepada yang bersangkut, untuk hadir diruang Satreskrim Polres Padang guna diminta keterangan,tapi DH tidak koorperarif,” ungkap W.S Hasibuan.
Ditambahkan, Satreskrim Polres Palas sudah menjadwalkan menjemput paksa yang bersangkutan, di Kecamatan Hutaraja Tinggi.“Sudah tiga kali mangkir dari panggilan kepolisian, pihak peyidik akan menggelar perkara dari naik statusnya dari penyelidikan menjadi sidik, untuk lanjutan dugaan kasus penggelalan dana plasma atas terlapor DH,” tegas Aipda W.S. Hasibuan.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Polsek Balige Sigap Tindaklanjuti Laporan Warga Soal Kebisingan di Sebuah Cafe
Polsek Balige Sigap Tindaklanjuti Laporan Warga Soal Kebisingan di Sebuah Cafe

Balige,Sumatera Utara: wartapenasatu.com – Personel Polsek Balige Polres Toba menunjukkan kesigapannya dalam menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat, dengan merespons sejumlah pengaduan warga pada Selasa malam (6/1/2026).
Aduan tersebut terkait gangguan kebisingan yang mengganggu ketenangan warga dari sebuah Cafe Zior di Desa. Lumban Silintong, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, berhasil ditangani dengan cepat dan tepat.
Masyarakat mengeluhkan suara musik yang dinilai terlalu keras pada waktu istirahat. Kondisi tersebut dianggap mengganggu kenyamanan karena waktunya sudah larut.
Usai mendapati informasi tersebut, Personel Polsek Balige yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Balige Ipda Walperik w. Sianipar, S.E, bersama 4 anggota segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Petugas menertibkan operasional kafe dan menyampaikan imbauan kepada pemilik cafe

Petugas meminta kepada pemilik cafe, untuk mengkondisikan suara yang berasal dari Cafe Miliknya dan tidak akan sampai mengganggu istirahat malam masyakat yang dekat lokasi Cafe Zior. Mereka juga mengingatkan agar memperhatikan waktu buka dan tutup cafe sesuai dengan aturan yang berlaku demi keamanan dan ketertiban masyarakat setempat .
Teguran disampaikan secara humanis namun tetap tegas. Petugas menilai cara itu penting untuk menjaga kenyamanan warga sekitar.
Pemilik Cafe Zior, Bapak Willy Silalahi mengatakan akan mengkondisikan suara yang berasal dari cafe miliknya dan tidak akan sampai mengganggu istirahat malam masyakat yang dekat lokasi Cafe Zior.
Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan membenarkan bahwa laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti. Ia menyebut personel bergerak cepat karena laporan tersebut terkait ketertiban malam hari.
“Personel kita langsung ke lokasi untuk mengimbau pemilik kafe agar menjaga keamanan dan ketertiban, terutama pada waktu sudah larut malam. Kami juga mengingatkan agar jam operasional dibatasi demi keamanan bersama,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan merespons setiap laporan masyarakat. Ia berharap warga tetap proaktif melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas. ( Reporter MWPS Sumut: t.rait)
Tak Ada Apel Pagi di Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Gubsu Bobby: hanya 5 Persen yang Tak Hadir
Tak Ada Apel Pagi di Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Gubsu Bobby: hanya 5 Persen yang Tak Hadir

Medan,Sumatera Utara : wartapenasatu.com- Gubernur Sumut (Gubsu) Bobby Nasution mengatakan, hari pertama kerja di tahun 2026 Pemerintah Provinsi Sumut tidak mengadakan apel pagi hari ini, Jumat (2/2/2026).
Bobby menjelaskan, meski tidak ada kegiatan apel pagi, seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Sumut sudah masuk dan bekerja seperti biasanya.
Dijelaskan Bobby Nasution, berdasarkan laporan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, sudah 95 persen ASN hadir di hari pertama kerja di Sumut.
“Hari ini memang tidak ada kegiatan apel pagi di hari pertama kerja Tahun 2026. Tetapi 95 persen, pegawai dan ASN sudah hadir dan bekerja hari ini,” jelasnya dalam sambutan pelantikan 4 pejabat Pemprov Sumut di Kantor Gubernur, Jumat 2 Januari 2026Menurutnya, hanya ada 5 persen ASN yang tidak hadir. Namun itupun memiliki alasan seperti cuti dan izin.
Sementara, kata Bobby untuk ASN yang tidak hadir tanpa alasan tidak ada. Jikapun nantinya ada laporan, maka akan ditindak lanjuti.“Hanya 5 persen yang tidak hadir. Alasannya beragam. Ada yang keluarganya terdampak bencana. Dulunya di awal bencana gak sempat berkunjung, kini akaes mulai terbuka maka ada yang izin,” jelasnya.
Bobby pub berguyon, jika ada ASN yang tidak hadir tanpa alasan, maka ASN tersebut akan dihilangkan (dari jabatannya).“Gak ada yang gak izin atau hilang juga gak ada. Kalau ada (yang hilang) kita masukkan yang hilang ini menjadi hilang (dari jaatannya),” ucapnya sambil bercanda.
Bobby juga mengucapkan selamat tahun baru untuk ASN yang memulai bekerja di awal tahun 2026.
“Selamat tahun baru, semoga kolaborasi yang menjadi tagline kita selama ini tetap berjalan secara cepat dan tepat,” jelasnya.Diketahui, awal bekerja pada tahun 2026, Bobby Nasution melantik empat pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut. Dua diantara yang dilantik itu Eks Kadis Pemko Medan.
Adapun empat pejabat tersebut yakni Ilyan Chandra Dalimunthe menjabat Kepala Dinas Sosial Rahmad Hidayat menjabat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Nur Baeti Harahap menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Suryani Purnamawati menjabat Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem Sumut.
Sementara dua pejabat yang berasal dari Pemko Medan ini adalah Ilyan Chandra Dalimunthe yang dulunya pada kepemimpinan Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Nur Baeti menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Satu Pintu.
Untuk Suryani Purnamawati dulunya menjabat Direktur Umum RSU Haji Medan.
Sementara Rahmad Hidayat sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKAD Asahan.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)44 Personel Polres Toba Naik Pangkat, Ini Pesan Tegas Kapolres
44 Personel Polres Toba Naik Pangkat, Ini Pesan Tegas Kapolres

Toba,Sumatera Utara: wartapenasatu.com-Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, memimpin langsung Upacara Kenaikan Pangkat Anggota Polri Polres Toba periode 1 Januari 2026 sebanyak 44 Personil
Acara tersebut berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Toba pada Jumat (2/1/2026)
Turut hadir, Wakapolres Toba, Kompol Marluddin S.Ag.,M.H, Para PJU Polres Toba, Para Perwira Polres Toba dan Personil Polres Toba, Ketua Bhayangkari Cabang Toba Ny Mira V.J Parapaga, Bhayangkari Cabang Toba
Kenaikan pangkat periode 1 Januari 2026 ini terdiri dari AKP Ke Kompol sebanyak 2 Personel, Iptu ke AKP sebanyak 4 Personel, Ipda ke Iptu sebanyak 2 Personel, Aipda ke Aiptu sebanyak 1 personel, Bripka ke Aipda sebanyak 7 personel, Briptu ke Brigpol sebanyak 10 personel, dan Bripda ke Briptu sebanyak 18 personel

Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, melainkan amanah, kepercayaan, dan kehormatan yang diberikan oleh negara.
Kapolres menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hadiah semata, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, loyalitas, serta perilaku yang tidak tercela selama berdinas. “Kenaikan pangkat ini adalah hasil jerih payah saudara-saudara dalam melaksanakan tugas. Semakin tinggi pangkat yang diraih, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban,” tandasnya
“Kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat, saya ucapkan selamat atas amanah yang diberikan. Saya berharap kenaikan pangkat ini dapat semakin memotivasi saudara untuk bekerja lebih profesional, humanis, dan bertanggung jawab, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya,” ujar Kapolres.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Ancol Donasikan 10% Hasil Penjualan Tiket Malam Tahun Baru Untuk Korban Bencana di Sumatera
Wartapena Satu, Jakarta, 2 Januari 2026-PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk PRESS RELEASE No : 001/CS-PR/PJA/I/2026 telah mendonasikan sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk Bantuan Pemulihan Masyarakat terdampak Bencana di Sumatera.Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline (on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 41.597 orang dengan omset/pendapatan Rp1.450.345.500 sehingga didonasikan 10% dari penjualan tiket tersebut sebesar Rp145.034.550 (Seratus Empat Puluh Lima Juta Tiga Puluh Empat Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan digenapkan donasinya menjadi Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Proses pengumpulan dan penghitungan dana dilakukan dengan prinsip transparansi untuk memastikan akuntabilitas. Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windri Atmoko, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengelolaan dana didokumentasikan dengan baik dan dapat diakses secara terbuka sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Donasi tersebut telah disalurkan ke Baznas Bazis DKI Jakarta yang akan digunakan pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar kontribusi finansial, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral kepada saudara-saudara di Sumatera. “Kami berharap donasi ini dapat memberikan harapan dan membantu masyarakat terdampak untuk bangkit kembali lebih cepat,” ujarnya.
Selain donasi dana, Ancol juga menyertakan doa dan dukungan melalui berbagai kegiatan, termasuk drone light show bertema “Cahaya Langit Jakarta Mendoakan Sumatera” yang diselenggarakan pada malam pergantian tahun. Hal ini menjadi bukti bahwa Ancol tidak hanya berperan sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai bagian aktif dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sesama.
Laskar Gibran Sampaikan Visi Misi kepada Presiden Jokowi, Siap Kawal Program Prabowo–Gibran

Jawat tengah wartapenasatu.com
Kunjungan Silaturahmi Pengurus dan Pembina Laskar Gibran ke Kediaman Presiden ke-7 RI
1 Januari 2026 Jawa Tengah solo
Jajaran Pengurus dan Pembina Laskar Gibran (LG) melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat komunikasi serta menyampaikan arah gerak Laskar Gibran ke depan.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus Laskar Gibran menyerahkan dokumen visi dan misi organisasi sekaligus daftar susunan kepengurusan dari berbagai tingkatan, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Dokumen ini menjadi penegasan keseriusan Laskar Gibran dalam membangun organisasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Pertumbuhan Laskar Gibran tercatat sangat pesat. Dalam waktu kurang dari dua minggu sejak pendaftaran dibuka, jumlah anggota yang telah bergabung mencapai 7.466 orang. Keanggotaan tersebut tersebar di 32 provinsi serta mencakup keterwakilan dari 17 negara, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui proses verifikasi dan filterisasi yang ketat, Dewan Pimpinan Pusat Laskar Gibran telah menetapkan 32 Ketua Provinsi serta 37 kepengurusan tingkat DPD. Angka ini dipastikan akan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi publik dan meluasnya jaringan organisasi di berbagai daerah.
Presiden Joko Widodo menyambut baik kehadiran Laskar Gibran dan menyatakan dukungan terhadap visi dan misi organisasi. Ia memberikan apresiasi atas komitmen Laskar Gibran dalam menangkal disinformasi, fitnah, dan kebohongan (DFK) yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, menyesatkan opini publik, serta merusak tatanan demokrasi Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Leonardo Sirait, Laskar Gibran bertransformasi menjadi wadah kader bangsa yang berfokus pada penguatan persatuan nasional dan pengawalan program pemerintahan Prabowo–Gibran. Pergerakan organisasi ini juga semakin terasa melalui aktivitas yang masif dan vokal di media sosial, khususnya TikTok, Instagram, dan Facebook.
Menutup pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo menitipkan salam hangat kepada seluruh pengurus dan anggota Laskar Gibran yang telah terbentuk di berbagai daerah. Ia berharap seluruh anggota tetap konsisten bergerak memberikan edukasi publik, mengawal program kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.Dengan semangat persatuan dan gotong royong, Laskar Gibran menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menyuarakan informasi yang benar, menjaga kondusivitas ruang publik, serta mengawal agenda pembangunan nasional. Laskar Gibran optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menjaga keutuhan bangsa dan mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Ancol Donasikan 10% Penjualan Tiket Untuk Bencana di Sumatera
Ancol Telah Donasikan 10% Penjualan Tiket untuk Korban Bencana di Sumatra
Jakarta, 2 Januari 2026 |wartapenasatu.com — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk telah mendonasikan sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk Bantuan Pemulihan Masyarakat terdampak Bencana di Sumatra.
Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline (on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 41.597 orang dengan omset/pendapatan Rp1.450.345.500 sehingga didonasikan 10% dari penjualan tiket tersebut sebesar Rp145.034.550 (Seratus Empat Puluh Lima Juta Tiga Puluh Empat Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan digenapkan donasinya menjadi Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Donasi tersebut telah disalurkan ke Baznas Bazis DKI Jakarta yang akan digunakan pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra akan mampu bangkit kembali. Kami berdiri bersama para korban, menyatukan doa dan harapan, serta berkomitmen untuk terus mendukung upaya kemanusiaan demi meringankan beban saudara-saudara kita.
Dinas Pertanian & Pengelola (Pihak ke-3) Jelaskan Progres Lahan Ketapang Di tigaraksa
Wartapena Satu -TNG/Banten
Informasi yang berkembang mengenai pengelolaan lahan ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, mendapat penjelasan dari berbagai pihak terkait. Di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang dan pihak pengelola lahan.

Penjelasan ini disampaikan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi di lapangan sekaligus meluruskan persepsi negatif yang beredar di ruang publik.

Kabid Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang Bambang Purnama menyebut, kondisi lahan jagung di lokasi itu tidak gagal panen dan masih on progres Kata Bambang, namun faktor cuaca ekstrem serta karakteristik tanah menjadi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman itu merupakan hal yg alami dalam proses pertanian.
“Setiap tahapan penanaman harus selektif. Namun perlu kami sampaikan, pengolahan lahan sudah dilakukan secara maksimal dan sistematis dengan memperhatikan karakteristik unsur dari tanah nya sendiri,” ujar Bambang, Rabu (31/12/2025).

Penilaian senada disampaikan Staf Bidang Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Sjahrir. Dia menegaskan
“Dalam praktik pertanian, untuk mencapai hasil panen 100 persen tanpa kendala itu sangat jarang. Faktor cuaca ekstrem seperti sekarang ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman,” ucapnya.
Sedangkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Riswan Nurjaman menilai, pemberitaan yang menyebut lahan itu terbengkalai tidak menggambarkan kondisi faktual di lapangan. Dia menyebut, dalam dunia pertanian.
“Terlebih pada lahan dengan kondisi cuaca ekstrem. Tetapi apa yang terjadi di sini jauh dari gambaran gagal panen bahkan lahan tersebut diurus dengan baik oleh pihak ke 3 yg berpengalaman di bidang pertanian,” kata Riswan.
Sementara dari sisi pengelola, Direktur Utama PT MSD Corpora Made Suardika Dwipayana menjelaskan, kondisi lahan yang masih ditumbuhi rumput liar bukan merupakan bentuk pembiaran. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari strategi pengelolaan tanah agar dapat menjaga struktur lahan, saat musim hujan.
“Rumput sengaja kami pertahankan untuk menahan struktur tanah agar tidak mudah tergerus air hujan. Setelah panen, vegetasi itu akan diolah kembali menggunakan dekomposer untuk dijadikan pupuk alami,” ujar Made.
Made menambahkan, rumput di sekitar tanaman juga nanti nya dimanfaatkan sebagai pakan ternak oleh peternak binaan di sekitar lokasi. Dia menegaskan, seluruh tahapan, mulai dari land clearing, penanaman bibit pada Oktober, hingga pemeliharaan rutin, telah dilakukan secara terencana. Baik sistem pemupukan, yg menyesuaikan dengan karakteristik tanah dan cuaca
“Dengan pola tanam bertahap, panen diharapkan dapat berlangsung secara berkala,” kata dia.
Kemudian dijelaskan dalam semua aktifitas proses kegiatan dari awal penanaman. Pemupukan. Sampai dengan pemeliharaan semua nya di biayai oleh kita selaku pihak ke 3 yg telah bekerjsama dengan polri dan melibatkan masyarakat desa tersebut.
Di bagian terpisah, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyampaikan, sebagian lahan jagung di lokasi itu telah memasuki fase panen. Direncanakan dipanen akan dilakukan pada Januari mendatang. Ia menegaskan, penanaman dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari skema jangka pendek, menengah, dan panjang.
Dengan adanya penjelasan dari berbagai pihak ini, informasi yang beredar terkait kondisi lahan ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang dinilai tidak menggambarkan realitas dan proses yang sedang berjalan.
Meski demikian, seluruh pihak mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program. Ini juga menjadi momentum untuk bersama membangun kolaborasi demi mewujudkan program sesuai dengan harapan.
Setiap masukan dan perhatian publik akan dijadikan bahan evaluasi agar program ketahanan pangan dapat berjalan lebih baik, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati Samosir Menyerahkan Alsintan Kepada 26 Komtan
Bupati Samosir Menyerahkan Alsintan Kepada 26 Komtan

Samosir,Sumatera Utara, wartapenasatu.com -Bupati Samosir Vandiko Gultom menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Sopo Rumah Bupati Samosir,pada Selasa 30/12/2025.
Vandiko Gultom menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada 26 kelompok tani. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD Provinsi Sumatera Utara, serta APBD Kabupaten Samosir.
Adapun bantuan yang disalurkan melalui APBN meliputi satu unit combine harvester besar, dua unit traktor roda dua rotary, serta empat unit pompa air berukuran 3 inci.
Dari APBD Provinsi Sumut diserahkan dua unit traktor roda dua, tiga unit cultivator, dan empat unit pompa air ukuran 3 inci. Sementara itu, APBD Kabupaten Samosir mengalokasikan satu unit corn sheller mobile, dua unit cultivator, serta tujuh unit mesin chopper.
Beberapa waktu lalu kita sudah membagikan bantuan bibit dan sekarang memberikan bantuan Alsintan. Semuanya berkat sinergitas dengan pemerintah atasan.
Saya menegaskan agar seluruh alsintan yang diterima dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan.Pemerintah pusat maupun provinsi turut melakukan pemantauan terhadap penggunaan bantuan yang disalurkan. Bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan optimal, kabupaten/kota se-Indonesia berebut untuk mendapatkannya.
Vandiko Gultom menekankan kepada 26 Kelompok Tani (Komtan) yang telah mendapatkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di sini tolong betul-betul dimanfaatkan, jangan sampai nanti ketika di rumah barangnya dianggurkan, jadi apabila tidak digunakan sesuai peruntukan, tidak menutup kemungkinan akan kita alihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan,ujarnya.
Pengusulan bantuan pusat maupun provinsi hanya bisa dilakukan jika kelompok tani terdaftar resmi. Maka saya mengimbau agar masyarakat memperbarui data, mendaftarkan kelompok, dan berkomunikasi dengan penyuluh di lapangan. Pemerintah daerah siap mendampingi dari awal sampai selesai.

Vandiko Gultom menucapkan banyak terima kasih atas bantuan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto dan Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution.Walaupun mereka tidak hadir di sini, tetapi bantuannya tetap ada dan dapat dirasakan masyarakat. Ini mungkin juga sebagai kado Natal buat kita semua.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)