Daerah
Babinsa Koramil Tanjungbumi Hadiri Zoom Tasyakuran Swasembada Pangan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Babinsa Koramil 0829-17/Tanjungbumi menghadiri kegiatan Zoom Meeting Tasyakuran Swasembada Pangan dalam rangka mendukung pencapaian pembangunan sektor pertanian tahun 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (7/1/26) bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan diikuti oleh Serma Moari selaku Batituud Koramil 0829-17/Tanjungbumi bersama 5 orang anggota Koramil, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Tanjungbumi Rudi, kelompok tani sebanyak 35 orang, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Acara tasyakuran ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas capaian program ketahanan pangan sekaligus penguatan komitmen bersama menuju swasembada pangan nasional.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan arahan dan motivasi terkait pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Kehadiran TNI, khususnya Babinsa, menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah di bidang pertanian serta pendampingan kepada para petani di wilayah binaan.
Serma Moari menyampaikan bahwa Koramil 0829-17/Tanjungbumi siap terus bersinergi dengan instansi terkait dan kelompok tani guna mendukung ketahanan pangan di wilayah.

“TNI melalui Babinsa akan selalu hadir mendampingi petani, mulai dari proses tanam hingga panen, demi terwujudnya swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Azis)***
Polsek Balige Sigap Tindaklanjuti Laporan Warga Soal Kebisingan di Sebuah Cafe
Polsek Balige Sigap Tindaklanjuti Laporan Warga Soal Kebisingan di Sebuah Cafe

Balige,Sumatera Utara: wartapenasatu.com – Personel Polsek Balige Polres Toba menunjukkan kesigapannya dalam menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat, dengan merespons sejumlah pengaduan warga pada Selasa malam (6/1/2026).
Aduan tersebut terkait gangguan kebisingan yang mengganggu ketenangan warga dari sebuah Cafe Zior di Desa. Lumban Silintong, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, berhasil ditangani dengan cepat dan tepat.
Masyarakat mengeluhkan suara musik yang dinilai terlalu keras pada waktu istirahat. Kondisi tersebut dianggap mengganggu kenyamanan karena waktunya sudah larut.
Usai mendapati informasi tersebut, Personel Polsek Balige yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Balige Ipda Walperik w. Sianipar, S.E, bersama 4 anggota segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Petugas menertibkan operasional kafe dan menyampaikan imbauan kepada pemilik cafe

Petugas meminta kepada pemilik cafe, untuk mengkondisikan suara yang berasal dari Cafe Miliknya dan tidak akan sampai mengganggu istirahat malam masyakat yang dekat lokasi Cafe Zior. Mereka juga mengingatkan agar memperhatikan waktu buka dan tutup cafe sesuai dengan aturan yang berlaku demi keamanan dan ketertiban masyarakat setempat .
Teguran disampaikan secara humanis namun tetap tegas. Petugas menilai cara itu penting untuk menjaga kenyamanan warga sekitar.
Pemilik Cafe Zior, Bapak Willy Silalahi mengatakan akan mengkondisikan suara yang berasal dari cafe miliknya dan tidak akan sampai mengganggu istirahat malam masyakat yang dekat lokasi Cafe Zior.
Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan membenarkan bahwa laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti. Ia menyebut personel bergerak cepat karena laporan tersebut terkait ketertiban malam hari.
“Personel kita langsung ke lokasi untuk mengimbau pemilik kafe agar menjaga keamanan dan ketertiban, terutama pada waktu sudah larut malam. Kami juga mengingatkan agar jam operasional dibatasi demi keamanan bersama,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan merespons setiap laporan masyarakat. Ia berharap warga tetap proaktif melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas. ( Reporter MWPS Sumut: t.rait)
Dinas Peternakan Bangkalan Monitoring dan Evakuasi Program Bantuan Sapi Pokir Anggaran Tahun 2025
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Memonitoring program bantuan sapi ke Kelompok Tani (Poktan) merupakan kewajiban Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dilakukan setelah Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada penerima manfaat.
Untuk ternak – ternak yang dihibahkan terutama sapi dan kambing sudah diwajibkan untuk dilakukan vaksinasi sebelum diberikan atau dihibahkan dengan bukti surat keterangan sudah vaksin dari bidang terkait.
Hal ini dilakukan untuk memastikan program bantuan sapi dalam kondisi sehat dan bebas penyakit serta memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan baik oleh Poktan penerima manfaat.

Iskandar Ahadiyat, MM, selaku Kepala Dinas Peternakan Bangkalan menjelaskan, Program bantuan sapi pokok – Pokok Pikiran ( Pokir) anggaran tahun 2025 yang telah didistribusikan ke puluhan Poktan di Babupaten Bangkalan, akan dilakukan Monev ( monitoring dan evaluasi) oleh Dinas Peternakan Bangkalan di awal tahun 2026 yang akan dijadwalkan bersamaan dengan survey poktan penerima manfaat tahun 2026.
“Untuk Poktan Hijau Daun di kecamatan Burneh, dikarenakan adanya pembangunan kandang yang membutuhkan waktu lebih lama akibat kondisi lapangan dan cuaca yang kurang mendukung maka pendistribusian ternak baru dilakukan di akhir tahun 2025 sesuai jadwal kontrak, setelah pembangunan kandang sudah siap.” jelasnya.
Iapun menuturkan, Bantuan sapi yang telah didistribusikan ke Poktan Hijau Daun berjumlah 9 ekor berikut pakan dan obat – obatan dan juga kandang sapi yang diharapkan jadi kandang pemeliharaan ternak yang berbeda ditempatkan dan dikelola secara kolektif di satu lokasi atau fasilitas bersama
“Bantuan sapinya lengkap dengn pakan dan obat obatan, dan juga kandang sapi yang diharapkan menjadi kandang komunal untuk ternak – ternak nya, Untuk bantuan sapinya ada 9 ekor, 6 jantan dan 3 betina,” tutur Iskandar Ahadiyat, (06/01/2026). (Azis)***
Upacara Bendera Awal Tahun 2026 Digelar di Makodim 0829/Bangkalan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Mengawali pelaksanaan tugas di tahun 2026, Kodim 0829/Bangkalan menggelar upacara bendera pertama yang berlangsung khidmat di Lapangan Makodim 0829/Bangkalan, Senin (5/1/26).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0829/Bangkalan, Mayor Inf Hendhy Meindrawarman, selaku Inspektur Upacara.

Upacara diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AD di lingkungan Kodim 0829/Bangkalan.
Bertindak sebagai petugas upacara adalah personel pilihan, sementara pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung tertib dan penuh penghormatan, menandai semangat pengabdian di awal tahun baru.

Dalam amanatnya, Kasdim Mayor Inf Hendhy Meindrawarman menekankan pentingnya menjadikan momentum awal tahun sebagai sarana evaluasi sekaligus penguatan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ia mengajak seluruh prajurit dan PNS untuk meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta soliditas dalam melaksanakan tugas kewilayahan di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
“Upacara bendera bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana menumbuhkan kembali nilai-nilai kejuangan, nasionalisme, dan loyalitas prajurit. Di awal tahun ini, saya harapkan seluruh personel Kodim 0829/Bangkalan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian,” tegasnya.

Kegiatan upacara bendera ini sekaligus menjadi simbol kesiapan Kodim 0829/Bangkalan dalam mendukung tugas pokok TNI AD, khususnya dalam pembinaan teritorial serta menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Kabupaten Bangkalan sepanjang tahun 2026. (Azis)***
Satu Provider Internet Diduga Ilegal dan Beroperasi di Bangkalan, Pihak Pemkab Diminta Lakukan Evaluasi
WARTAPENASATUJATIM – BANGKALAN – Dugaan praktik penyelenggaraan jaringan internet ilegal di wilayah Kabupaten Bangkalan semakin marak terjadi. Beberapa tiang jaringan dan kabel yang sudah terpasang bergelantungan di berbagai Kelurahan syarat merusak pemandangan kota.
Salah satu provider internet ABnet (nama samaran) diduga kuat telah beroperasi dan mengkomersialkan layanannya di wilayah Kota Bangkalan tanpa mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.
Ironisnya, meski manajemen ABnet sempat mengakui secara terbuka bahwa izin operasional mereka masih dalam proses, tiang dan kabel fiber optik mereka telah membentang bebas di fasilitas publik. Kondisi ini memicu dugaan adanya praktik pembiaran sistemik dan gratifikasi di tingkat bawah.
Keterangan yang diperoleh dari pihak ABnet mengakui belum memegang dokumen perizinan lengkap dari dinas terkait di Pemkab Bangkalan.
“Surat izin saat ini belum kami terima dan masih dalam proses dari beberapa pihak terkait,” ujar perwakilan ABnet.
Padahal, sesuai regulasi telekomunikasi dan tata ruang, aktivitas pemasangan tiang di Ruang Milik Jalan (Rumija) dilarang dilakukan sebelum Izin Pemanfaatan Lahan dan rekomendasi teknis dari dinas terkait diterbitkan.
Dalam kaitannya polemik yang ada kian meruncing saat salah satu Lurah di Kecamatan Kota dikonfirmasi perihal uang koordinasi dan izin lingkungan.
IM Lurah yang dimaksud mengaku lupa pernah memberikan rekomendasi kepada pihak ABnet.
“Saya lupa, seingat saya yang baru-baru ini minta izin hanya MyRepublic, yang lain saya lupa karena sudah lama,” kilah IM. Jum’at siang di kantornya (2/1).
Ia juga menegaskan bahwa setiap perizinan, kelurahan selalu berkoordinasi dengan pihak Kecamatan.
“Kami merasa tidak pernah memberikan rekomendasi terkait izin yang dimaksud, dan hal itu biasanya pasti dikoordinasikan dengan camat,” tegas IM.
Namun, pernyataan Lurah tersebut patah seketika saat disandingkan dengan bukti dokumen.
Berdasarkan data yang ada, terdapat surat rekomendasi tertanggal 19 Juli 2024 dengan nomor registrasi 36/433.301.5/2024.
Dokumen tersebut secara jelas dikeluarkan oleh pihak kelurahan karena tanda tangan Lurah dan stempel, bersanding dengan tanda tangan Direktur PT ABnet.
Fakta bahwa surat yang baru berusia hitungan bulan sudah dilupakan oleh seorang pejabat publik dan memunculkan tanda tanya besar terkait integritas administrasi di Kelurahan tersebut.
Sementara itu, salah satu sumber valid lebih lanjut mengungkap adanya dugaan aliran dana kompensasi sebesar Rp 5 juta per kelurahan yang diberikan oleh pihak provider.
Publik mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri status aliran dana tersebut, apakah masuk ke Kas Daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah, atau menguap begitu saja menjadi dasar pungli (pungutan liar) oleh oknum pejabat wilayah.
Jika uang tersebut diterima tanpa tanda terima resmi kedinasan, maka hal ini berpotensi masuk dalam ranah gratifikasi yang merugikan negara.
Sementara di sisi lain, Pemkab Bangkalan kehilangan potensi retribusi resmi sewa lahan karena ABnet beroperasi secara ilegal.
Disamping itu lemahnya pengawasan pihak terkait yang dinilai menjadi penyebab menjamurnya provider nakal yang kian marak beroperasi. Dugaan pembiaran ini tidak hanya merusak tata kota, tetapi juga menciptakan iklim persaingan usaha yang tidak sehat bagi provider resmi yang taat membayar pajak dan retribusi.
Masyarakat mendesak Pemkab Bangkalan untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, menertibkan tiang-tiang tak berizin, serta bila perlu memberikan sanksi tegas bagi oknum aparat yang terbukti bermain mata dengan provider bodong. (Azis)***
Kodim 0829/Bangkalan Dukung Napak Tilas Isyaroh Pendiri NU
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Kodim 0829/Bangkalan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada Minggu, (4/1/26), bertempat di Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan bertema “Melangkah dengan Iman, Berjuang dengan Keikhlasan” ini diikuti sekitar 1.000 peserta dan dipimpin Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir, Lc.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd, Wakapolres Bangkalan Kompol Hj. Hosna Nurhidayah, SH, MH, serta para kiai dan ulama se-Kabupaten Bangkalan, sebagai wujud sinergi Forkopimda dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NU, dilanjutkan sambutan Pengasuh Ponpes Syaichona Kholil Bangkalan R. KH. Nasih Aschall, pemutaran video sejarah berdirinya NU, serta penyerahan simbolis tongkat dan tasbih.
Selanjutnya, peserta dilepas untuk melaksanakan napak tilas dari Bangkalan menuju Ponpes Tebuireng, Jombang, melalui sejumlah titik singgah di wilayah Kabupaten Bangkalan.
Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas memiliki makna strategis dalam menanamkan nilai perjuangan, keikhlasan, serta semangat kebangsaan.

“TNI mendukung penuh kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Dandim.
Seluruh rangkaian kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendiri NU di wilayah Kabupaten Bangkalan selesai pada pukul 12.10 WIB dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar.

Kodim 0829/Bangkalan terus berkomitmen bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman wilayah. (Azis)***
Babinsa Koramil Kota Monitoring Pemilihan Ketua RT di Kelurahan Kemayoran
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Anggota Koramil 0829-01/Kota melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Ketua RT 01/06 di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Minggu (4/1/26).
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Kemayoran Koramil 0829-01/Kota, Serka Muh. Mastur, bersama Lurah Kemayoran serta Bhabinkamtibmas setempat.

Monitoring dilakukan guna memastikan proses pemilihan Ketua RT yang baru berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemilihan Ketua RT dilaksanakan seiring telah berakhirnya masa bakti Ketua RT sebelumnya. Warga tampak antusias mengikuti proses demokrasi di tingkat lingkungan sebagai wujud partisipasi aktif dalam pembangunan dan penguatan tata kelola pemerintahan di wilayah kelurahan.

Serka Muh. Mastur menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa bersama unsur kelurahan dan kepolisian bertujuan memberikan rasa aman serta menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan tetap menjaga persatuan serta kebersamaan warga,” ujarnya. (Azis)***
RS Anna Medika Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien, Manajemen Akui Terjadi Miskomunikasi
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pihak Rumah Sakit Anna Medika Bangkalan memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan bayi berusia 10 bulan yang sempat menjadi perhatian publik.
Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa tidak terjadi penolakan pasien, melainkan adanya miskomunikasi antara pihak medis dan keluarga pasien yang panik saat itu.
Humas RS Anna Medika, Bachtiar Pradinata, menjelaskan bahwa saat bayi datang ke IGD dengan kondisi sakit, keluarga menginginkan perawatan intensif dan rawat inap.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosis dokter yang menangani saat itu, kondisi bayi dinilai tidak memerlukan rawat inap dan masih dapat ditangani melalui rawat jalan dengan pemberian obat sesuai resep.
Karena kondisi bayi belum menunjukkan perbaikan signifikan mengingat reaksi obat baru diberikan, keluarga kembali membawa pasien ke rumah sakit yang sama dan ditangani oleh dokter lain.
Hasil pemeriksaan tetap menyatakan bahwa bayi tidak ada indikasi untuk rawat inap.
Atas saran manajemen rumah sakit apabila masih kawatir, bayi kemudian dibawa kembali untuk langsung ditangani oleh dokter spesialis anak.
“Alhamdulillah, setelah penanganan oleh dokter spesialis anak dan pemberian obat, dalam beberapa jam kondisi bayi membaik hingga saat ini,” ujar Bachtiar. Sabtu, (3/1)
Ia menegaskan bahwa persoalan yang muncul bukan berkaitan dengan penolakan akibat administrasi, melainkan perbedaan persepsi di tengah kepanikan keluraga pasien.
“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Bachtiar Pradinata selaku Humas RS Anna Medika, didampingi manajeman rumah sakit yang kerap dipanggil Boy serta sejumlah perwakilan manajemen.
Dalam pertemuan terbuka itu hadir pula keluarga pasien yang turut menyaksikan klarifikasi bersama awak media. (Azis)***
Tak Ada Apel Pagi di Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Gubsu Bobby: hanya 5 Persen yang Tak Hadir
Tak Ada Apel Pagi di Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Gubsu Bobby: hanya 5 Persen yang Tak Hadir

Medan,Sumatera Utara : wartapenasatu.com- Gubernur Sumut (Gubsu) Bobby Nasution mengatakan, hari pertama kerja di tahun 2026 Pemerintah Provinsi Sumut tidak mengadakan apel pagi hari ini, Jumat (2/2/2026).
Bobby menjelaskan, meski tidak ada kegiatan apel pagi, seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Sumut sudah masuk dan bekerja seperti biasanya.
Dijelaskan Bobby Nasution, berdasarkan laporan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, sudah 95 persen ASN hadir di hari pertama kerja di Sumut.
“Hari ini memang tidak ada kegiatan apel pagi di hari pertama kerja Tahun 2026. Tetapi 95 persen, pegawai dan ASN sudah hadir dan bekerja hari ini,” jelasnya dalam sambutan pelantikan 4 pejabat Pemprov Sumut di Kantor Gubernur, Jumat 2 Januari 2026Menurutnya, hanya ada 5 persen ASN yang tidak hadir. Namun itupun memiliki alasan seperti cuti dan izin.
Sementara, kata Bobby untuk ASN yang tidak hadir tanpa alasan tidak ada. Jikapun nantinya ada laporan, maka akan ditindak lanjuti.“Hanya 5 persen yang tidak hadir. Alasannya beragam. Ada yang keluarganya terdampak bencana. Dulunya di awal bencana gak sempat berkunjung, kini akaes mulai terbuka maka ada yang izin,” jelasnya.
Bobby pub berguyon, jika ada ASN yang tidak hadir tanpa alasan, maka ASN tersebut akan dihilangkan (dari jabatannya).“Gak ada yang gak izin atau hilang juga gak ada. Kalau ada (yang hilang) kita masukkan yang hilang ini menjadi hilang (dari jaatannya),” ucapnya sambil bercanda.
Bobby juga mengucapkan selamat tahun baru untuk ASN yang memulai bekerja di awal tahun 2026.
“Selamat tahun baru, semoga kolaborasi yang menjadi tagline kita selama ini tetap berjalan secara cepat dan tepat,” jelasnya.Diketahui, awal bekerja pada tahun 2026, Bobby Nasution melantik empat pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut. Dua diantara yang dilantik itu Eks Kadis Pemko Medan.
Adapun empat pejabat tersebut yakni Ilyan Chandra Dalimunthe menjabat Kepala Dinas Sosial Rahmad Hidayat menjabat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Nur Baeti Harahap menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Suryani Purnamawati menjabat Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem Sumut.
Sementara dua pejabat yang berasal dari Pemko Medan ini adalah Ilyan Chandra Dalimunthe yang dulunya pada kepemimpinan Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Nur Baeti menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Satu Pintu.
Untuk Suryani Purnamawati dulunya menjabat Direktur Umum RSU Haji Medan.
Sementara Rahmad Hidayat sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKAD Asahan.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Ancol Donasikan 10% Hasil Penjualan Tiket Malam Tahun Baru Untuk Korban Bencana di Sumatera
Wartapena Satu, Jakarta, 2 Januari 2026-PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk PRESS RELEASE No : 001/CS-PR/PJA/I/2026 telah mendonasikan sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk Bantuan Pemulihan Masyarakat terdampak Bencana di Sumatera.Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline (on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 41.597 orang dengan omset/pendapatan Rp1.450.345.500 sehingga didonasikan 10% dari penjualan tiket tersebut sebesar Rp145.034.550 (Seratus Empat Puluh Lima Juta Tiga Puluh Empat Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan digenapkan donasinya menjadi Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Proses pengumpulan dan penghitungan dana dilakukan dengan prinsip transparansi untuk memastikan akuntabilitas. Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windri Atmoko, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengelolaan dana didokumentasikan dengan baik dan dapat diakses secara terbuka sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Donasi tersebut telah disalurkan ke Baznas Bazis DKI Jakarta yang akan digunakan pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar kontribusi finansial, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral kepada saudara-saudara di Sumatera. “Kami berharap donasi ini dapat memberikan harapan dan membantu masyarakat terdampak untuk bangkit kembali lebih cepat,” ujarnya.
Selain donasi dana, Ancol juga menyertakan doa dan dukungan melalui berbagai kegiatan, termasuk drone light show bertema “Cahaya Langit Jakarta Mendoakan Sumatera” yang diselenggarakan pada malam pergantian tahun. Hal ini menjadi bukti bahwa Ancol tidak hanya berperan sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai bagian aktif dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sesama.