Ekonomi
Kota Sibolga Wujudkan Tertib dan Nyaman, Pemko Sibolga Tertibkan Pedagang
Kota Sibolga Wujudkan Tertib dan Nyaman, Pemko Sibolga Tertibkan Pedagang

Sibolga, wartapenasatu.com – Pemerintah Kota Sibolga akan laksanakan penertiban para pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Sibolga Nauli. Jln. Patuan Anggi Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, S.T., M.Kom., saat memimpin rapat koordinasi penertiban pedagang di sekitar Pasar Sibolga Nauli, yang berlangsung di Ruang Desk Pilkada, Kantor Wali Kota Sibolga, pada Jum’at (07/11/2025) pagi.
Rapat ini dihadiri oleh Kasatpol PP dan Damkar Kota Sibolga, H. Dedy Rachmad Saleh Lubis, S.E., M.M., Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sibolga, Agus M. Sitompul, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sibolga, Fadlan Satia Siregar, S.STP., Kepala Pasar Sibolga Nauli, Johannes Panjaitan, Camat Sibolga Kota, Deliana Marito Sidabutar, S.E., serta Lurah Pancuran Gerobak, Saifan Simanjuntak, S.Sos.,M.I.Kom.
Lebih lanjut Denni Aprilsyah Lubis mengatakan: “Kegiatan ini akan melibatkan Personel Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, petugas kebersihan Dinas PKPLH, serta aparat kecamatan dan kelurahan. ujarnya.
Dalam arahannya juga mengatakan: “Kegiatan penertiban ini merupakan langkah Pemko Sibolga untuk menata kembali kondisi pasar agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Penertiban juga mengembalikan fungsi fasilitas umum serta mengurangi kesemrawutan lalu lintas di sekitar area pasar.” ungkapnya.
Denni Aprilsyah Lubis juga mengucapkan: “Penertiban ini bukan semata-mata untuk menindak, tetapi untuk menata dan menciptakan kenyamanan bersama. Kami berharap para pedagang dan masyarakat dapat mendukung upaya ini demi kebaikan bersama,” jelasnya.
Kesempatan itu, Kasat Pol PP dan Damkar Kota Sibolga menyampaikan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan penertiban dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sibolga menambahkan bahwa, pihaknya akan menata ulang area parkir dan arus lalu lintas di sekitar pasar agar lebih tertib dan teratur.
Rapat ini menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis terkait waktu pelaksanaan penertiban, pembagian tugas antar instansi, serta langkah-langkah sosialisasi kepada para pedagang.
Pemko Sibolga berharap, melalui koordinasi lintas instansi ini, penataan Pasar Sibolga Nauli dan area sekitarnya dapat berjalan lancar, aman, serta membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kota Sibolga.tandasnya.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)APTEK Dorong Peluang Usaha Mekanikal dan Elektrikal 2026 ; Optimis Bersinergi dengan KADIN dan Bank BTN

Warta Penasatu, Jakarta, 7 November 2025 – Asosiasi Perusahaan Teknik Mekanikal dan Elektrikal (APTEK) semakin memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor mekanikal dan elektrikal (M&E) dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam sebuah sinergi strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi peluang usaha di sektor M&E yang diprediksi akan semakin menjanjikan pada tahun 2026.Hal ini dijabarkan dalam seminar sharing session bertempat di Hotel Santika,Kelapa Gading (5/11/25)
Sektor M&E memegang peranan vital dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan industri di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, permintaan akan tenaga ahli dan perusahaan yang kompeten di bidang M&E juga semakin tinggi. Hal ini membuka peluang bisnis yang sangat menarik bagi para pelaku usaha yang berinvestasi di sektor ini.
Wakil Ketum APTEK, Radian Azhar SE.ME, menyatakan bahwa sinergi dengan KADIN dan Bank BTN merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi para pelaku usaha M&E. “Kami percaya bahwa dengan dukungan dari KADIN dan Bank BTN, para anggota kami akan memiliki akses yang lebih luas terhadap jaringan bisnis, sumber pendanaan, dan program pengembangan kapasitas yang relevan,” ujarnya.
Ketua Umum KADIN DKI, H.Diana Dewi, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa KADIN siap mendukung pengembangan sektor M&E melalui berbagai program dan inisiatif. “Rekan-rekan pengusaha APTEK bisa adaptik terhadap perkembangan teknologi maupun perubahan regulasi,ini berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat kompetitif dan bermanfaat bagi semua anggotanya dan membantu para pelaku usaha M&E dalam memperluas jangkauan pasar mereka,” katanya.
Kepala Cabang Jakut Bank BTN, Erik Alber, menegaskan komitmen Bank BTN untuk mendukung sektor M&E melalui penyediaan fasilitas kredit yang terjangkau dan program-program pengembangan kapasitas. “Kami percaya bahwa sektor M&E memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha di bidang ini,” ujarnya.
APTEK, KADIN, dan Bank BTN telah merancang serangkaian program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 untuk mendukung pertumbuhan sektor M&E. Program-program ini meliputi pelatihan teknis,menfasilitasi pertemuan bisnis, pendampingan hukum, penyediaan fasilitas kredit dengan suku bunga yang kompetitif, program inkubasi bisnis, serta promosi dan pemasaran bersama.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara APTEK, KADIN, dan Bank BTN, diharapkan kedepannya sektor M&E dapat terus berkembang dan memiliki prospek bisnis yang baik. Para pelaku usaha di bidang ini optimis pada tahun 2026 kondisi perekonomian akan semakin baik sehingga akan terbuka peluang bagi pengusaha serta diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan bisnis mereka, sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan memberikan kontribusi secara signifikan bagi perekonomian nasional.
Diskusi Santai Bersama Sekjen Kemenkumham RI, Kapolda Kalteng Beri Dukungan Terhadap Penguatan Posbankum

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. melaksanakan diskusi santai bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, Komjen Pol. Dr. Nico Afinta.
Pertemuan yang berlangsung santai dan dikemas dalam Coffee Morning ini, digelar di Kolam Ikan Ditlantas, Mapolda setempat, Kamis (6/11/2025). dan diikuti sejumlah pejabat utama Polda Kalteng.
Kapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. menyampaikan bahwa pertemuan ini membahas tentang dukungan dan penguatan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan di wilayah Kalteng.

Diskusi ini juga merupakan wujud nyata dalam mendukung peningkatan efektivitas Posbankum dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah terpencil.
“Harapannya program ini dapat berjalan sukses, khususnya dalam memberikan bantuan hukum bagi masyarakat desa maupun kelurahan agar lebih merata dan berkeadilan,” tandasnya.
- Alutsista, Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Keamanan, Kesehatan, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
“Ari Sumarni Pimpin GBNN Jakarta Barat, Targetkan Soliditas dan Integritas Jaga Stabilitas Negara”
Jawa Barat wartapenasatu.com
Jakarta Barat Miliki Garda Bela Negara Nasional Baru, Siap Jaga Kedaulatan NKRI
BOGOR – Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jakarta Barat resmi dilantik dan dikukuhkan pada 5-6 November 2025. Acara yang berlangsung di Hotel Palm Cisarua, Bogor, ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru periode 2025-2030.
Ketua Umum GBNN, Bapak Fahria Alfiano, Berharapan besar kepada seluruh anggota. Beliau menekankan pentingnya peran GBNN dalam membantu kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya berharap seluruh anggota GBNN dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mendukung program-program pemerintah demi kemajuan Indonesia,” ujar Bapak Fahria Alfiano dengan penuh semangat.
Ibu Ari Sumarni, yang terpilih sebagai Ketua DPW GBNN Jakarta Barat, juga menyampaikan komitmennya untuk memimpin organisasi ini dengan amanah, beradap, konsisten, dan berintegritas. Beliau berharap seluruh jajaran yang berada di bawah komandonya dapat tetap solid dan bersatu, meskipun menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu stabilitas negara.
“Kita harus tetap solid dan bersatu, meskipun ada banyak ‘preming’ atau gangguan yang mencoba memecah belah kita. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita pasti bisa mengatasi semua rintangan,” tegas Ibu Ari Sumarni.
GBNN sebagai organisasi yang memiliki visi untuk menanamkan nilai-nilai bela negara kepada seluruh masyarakat, diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat. Dengan kepengurusan baru di Jakarta Barat, GBNN siap berkontribusi secara nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, serta meningkatkan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat.
Acara pelantikan dan pengukuhan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat tali silaturahmi antara pengurus dan anggota GBNN. Semangat baru dan harapan besar terpancar dari wajah seluruh peserta, siap mengemban amanah dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.
BY:NokSrie
- Bisnis, Daerah, Ekonomi, Internasional, Keamanan, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Menata Ulang Sejarah Lokal, AJ Susmana Dorong Dekolonisasi Narasi Bangsa
JAKARTA wartapenasatu.com
Jakarta — Dalam upaya memperkuat identitas nasional dan membebaskan diri dari warisan kolonialisme, AJ Susmana menekankan pentingnya dekolonisasi narasi sejarah lokal. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam tulisan berjudul “Konstruksi Naratif: Menata Ulang Sejarah Lokal Menjadi Cerita yang Bermakna” yang mengajak masyarakat untuk meninjau kembali sejarah dari sudut pandang bangsa sendiri, bukan dari kacamata kolonial.
Menurut AJ Susmana, bangsa Indonesia sebagai bekas negara kolonial perlu membangun narasi positif agar mampu melepaskan diri dari mentalitas terjajah. “Kita perlu kisah yang menumbuhkan kebanggaan dan keberanian, agar bangsa ini tidak terus-menerus merasa inferior akibat penjajahan yang panjang,” ujarnya dalam tulisannya.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks perjuangan kebangsaan, kisah kadang dapat mendahului fakta. Artinya, narasi yang kuat mampu membangkitkan semangat dan rasa percaya diri, meski fakta sejarah belum sepenuhnya sempurna. Pendekatan ini dianggap perlu untuk menyalakan kembali keberanian melawan penjajahan dan menumbuhkan optimisme nasional.
Dalam tulisannya, AJ Susmana mencontohkan bagaimana sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan besar Nusantara seperti Majapahit dan Sriwijaya menjadi sumber inspirasi penting. Walaupun belum seluruh fakta tentang dua kerajaan itu terungkap sempurna, semangat dan kisah kejayaan mereka tetap menjadi api penyemangat bahwa bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang lemah, melainkan bangsa yang mampu berdaulat.
Ia menilai, masa lalu yang baik seperti kisah Majapahit dan Sriwijaya seharusnya dijadikan bahan narasi yang membangun. “Narasi sejarah yang kuat akan membuat kita tidak kehilangan akar dan tradisi, sekaligus menjadi pondasi kemajuan manusia,” tulisnya. Pandangan ini menegaskan bahwa sejarah lokal bukan sekadar catatan masa lampau, tetapi sumber nilai untuk membangun masa depan.
AJ Susmana juga menyinggung pentingnya kisah perjuangan kemerdekaan sebagai bagian dari proses dekolonisasi. Cerita-cerita perjuangan nasional yang penuh keberanian dan pengorbanan dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bangsa ini lahir dari semangat perlawanan, bukan pemberian.
Ia menutup pandangannya dengan menyoroti keberadaan berbagai monumen perjuangan nasional yang berdiri di seluruh penjuru negeri — dari kota besar hingga tingkat kecamatan. Monumen tersebut, katanya, bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga penanda bahwa semangat melawan penjajahan masih hidup dalam setiap jiwa anak bangsa. “Dari sejarah, kita belajar untuk terus berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat,” pungkas AJ Susmana
Sumber:Kebudayaan Rakyat Talk Show JSEF 2025 Jadi Motor Penggerak Ekonomi Digital Jawa Timur: Kolaborasi Pemerintah dan UMKM Menuju Era Inovasi Nasional
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, Sabtu (1 November 2025) – Jawa Timur terus mempertegas posisinya sebagai salah satu provinsi terdepan dalam pengembangan ekonomi digital dan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah.
Melalui kegiatan Talk Show Digital Marketing Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) Volume III Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya membangun sinergi lintas sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.
Acara yang diselenggarakan di Fairway Ninemall Surabaya (dahulu Lenmarc Mall) ini merupakan bagian dari pameran akbar tahunan Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) Volume III 2025, dengan tema besar “The Biggest Etalase Premium UKM/UMKM Provinsi Jawa Timur Menuju Gerbang Nusantara Baru.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan Jawa Timur menuju Transformasi Ekonomi Digital yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Membangun Ekosistem Ekonomi Digital yang Berdaya Saing
Talk show yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan pelaku usaha, akademisi, komunitas digital, dan pegiat ekonomi kreatif menghadirkan dua pembicara inspiratif, yaitu Roy Alfred Sutanto, Gen Z Entrepreneur sekaligus Koordinator Pemberdayaan UKM/UMKM Jawa Timur, dan Heru Satriyo, Ketua Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur.
Keduanya menyoroti pentingnya membangun ekosistem ekonomi digital yang seimbang antara inovasi teknologi dan tata kelola usaha yang berintegritas. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya, Roy Alfred Sutanto menggarisbawahi pentingnya pemahaman pelaku usaha terhadap strategi pemasaran digital berbasis data. Ia menegaskan bahwa digital marketing bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk memperluas pasar dan mempertahankan eksistensi usaha di tengah ketatnya persaingan global.
“Pelaku usaha harus memahami dengan jelas siapa target pasarnya sebelum melakukan promosi. Ketika kita tahu kebutuhan konsumen, kita bisa mengemas keunggulan produk dengan cara yang lebih efektif dan menarik,” ujar Roy di hadapan peserta.
Roy juga menyoroti tantangan utama dalam era digitalisasi, yakni membangun Kepercayaan Konsumen (Customer Trust). Menurutnya, reputasi dan kualitas produk adalah modal utama dalam memenangkan hati pelanggan.
“Di awal, masyarakat mungkin ragu terhadap produk baru. Tapi jika pelaku usaha menjaga kualitas dan konsistensi layanan, kepercayaan itu akan tumbuh dan menjadi kekuatan bisnis jangka panjang,” tambahnya.
Integritas Bisnis: Pilar Keberlanjutan Transformasi Ekonomi
Sementara itu, Heru Satriyo dari MAKI Jawa Timur menekankan bahwa digitalisasi ekonomi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai integritas, transparansi, dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, transformasi digital tanpa etika bisnis hanya akan melahirkan sistem ekonomi yang rapuh dan tidak berkeadilan.“Digitalisasi tanpa integritas hanya akan melahirkan sistem yang tidak kokoh. Dunia usaha harus tumbuh di atas prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika bisnis yang kuat,” tegas Heru.
Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa MAKI Jawa Timur siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola bisnis yang bersih dan berintegritas, serta mendorong pelaku UMKM untuk menjauhi praktik curang dan koruptif.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya meningkatkan keuntungan, tetapi juga membawa manfaat sosial dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya menambahkan.
JSEF 2025: Etalase Inovasi dan Kolaborasi Ekonomi Daerah
Sebagai ajang pameran terbesar di Jawa Timur, Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) 2025 menjadi wadah strategis bagi ribuan pelaku UMKM dari seluruh kabupaten/kota untuk mempromosikan produk unggulan daerahnya.
Mulai dari sektor kuliner, kriya, fashion, hingga teknologi digital, JSEF menjadi etalase inovasi yang merepresentasikan kekuatan ekonomi kreatif Jawa Timur.
Tahun ini, tema “Gerbang Nusantara Baru” diusung sebagai simbol semangat baru Jawa Timur dalam menciptakan ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan seperti talk show digital marketing, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis, tetapi juga pembekalan praktis mengenai strategi promosi berbasis teknologi dan branding produk lokal agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Jawa Timur sedang menapaki jalur yang benar untuk menjadi pusat ekonomi digital Indonesia. Inovasi, kolaborasi, dan integritas harus menjadi pondasi utama dalam setiap langkah pembangunan ekonomi kita,” ujar Roy menegaskan.
Generasi Muda: Aset Strategis dalam Transformasi Ekonomi Digital
Transformasi ekonomi digital tidak akan optimal tanpa dukungan generasi muda. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong lahirnya wirausahawan muda berbasis teknologi yang mampu menjadi penggerak utama Ekonomi Kreatif dan Digital.
Kegiatan seperti Talk Show Digital Marketing JSEF 2025 diharapkan dapat menciptakan ruang belajar dan kolaborasi antargenerasi, mempertemukan pengalaman praktis dari pelaku usaha senior dengan semangat inovatif dari wirausahawan muda.
“Talk show ini bukan hanya tentang strategi bisnis, tetapi juga gerakan kolektif untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Jawa Timur harus tampil sebagai motor penggerak ekonomi digital nasional,” ujar Roy di akhir sesi diskusi.
Jawa Timur Menuju Pusat Inovasi Ekonomi Nasional
Kehadiran Talk Show Digital Marketing JSEF 2025 menjadi bukti nyata dari komitmen Jawa Timur dalam memperkuat transformasi ekonomi berbasis inovasi, teknologi, dan integritas. Kolaborasi yang dibangun antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas digital, dan masyarakat menunjukkan keseriusan provinsi ini dalam mewujudkan ekonomi daerah yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan semangat Gerbang Nusantara Baru, Jawa Timur terus melangkah menjadi pusat inovasi ekonomi nasional, sekaligus contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan UMKM yang adaptif terhadap era digital.
Langkah ini tidak hanya membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung ekonomi kreatif dan pilar utama kebangkitan ekonomi Indonesia. (Bgn)- Artikel, Bisnis, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, mancanegara, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Pemuda Bersatu, Budaya Maju: JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan di HB Jassin
Jakarta wartapenasatu.com
Pemuda adalah Kunci! JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan untuk Gali Potensi Generasi Muda dalam Memajukan Budaya Nasional
Jakarta – Di tengah semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) mengambil langkah nyata dengan menggelar Diskusi Kebangsaan pada 3 November 2025. Bertempat di Ruang Aula PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, acara ini mengusung tema krusial “Peran Pemuda dalam Mendorong Kebudayaan Nasional yang Maju Adil dan Makmur.”
Annisa, Ketua Umum JAKER, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penting untuk menggali kembali akar persatuan bangsa. Semangat yang dulu diinisiasi oleh para pemuda 97 tahun silam, diharapkan dapat kembali membara dalam diri generasi muda saat ini.
“Diskusi ini adalah upaya kita untuk mengembalikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan utama persatuan. Kita akan menggali kembali nilai-nilai luhur budaya Nusantara, terutama gotong royong, yang menjadi kunci untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujar Annisa.
Diskusi Kebangsaan ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pembicara, antara lain Nasruddin Djoko Surjono (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta), Assoc.Prof. Dr. Tuti Widyaningrum.,SH.,MH (Akademisi), Sonny Laurentius (JAKER), dan M. Rijal yang mewakili kalangan mahasiswa. Mereka akan membahas peran strategis pemuda dalam memajukan kebudayaan nasional yang berkeadilan dan berkemakmuran.
Selain diskusi, acara ini juga menjadi momentum bagi Annisa untuk menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda Indonesia. Melalui sebuah puisi, ia mengajak generasi muda untuk terus berjuang melawan ketidakadilan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Hai pemuda anak kandung nusantara, jangan tidur di mata yang tidak mengantuk, hanya untuk cepat bermimpi,” demikian salah satu bait puisi Annisa yang penuh semangat. Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak terjebak dalam kepentingan oligarki, melainkan bangkit dan yakin bahwa Indonesia yang kaya ini mampu memberikan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.
Acara Diskusi Kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk bertukar pikiran, merumuskan gagasan, dan bersama-sama membangun kebudayaan nasional yang lebih maju, adil, dan makmur.BY:Nok Srie

- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, mancanegara, Nasional, Nature, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
“Pemuda Penjaga Nilai Bangsa: JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan di Jakarta”
JAKARTA WartaPenaSatu.com
JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan: Dorong Peran Pemuda dalam Memajukan Kebudayaan Nasional
Jakarta, 3 November 2025 — Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat semangat kebangsaan dan kebudayaan melalui acara Diskusi Kebangsaan bertajuk “Peran Pemuda dalam Mendorong Kebudayaan Nasional yang Maju, Adil, dan Makmur”. Acara ini berlangsung di Ruang Aula PDS HB Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin siang, pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang menggandeng Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta (Dispusip) ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas bidang seperti Assoc. Prof. Dr. Tuti Widyanningrum, SH., MH, Nasruddin Djoko Surjono, M. Rizal, dan Sonny Lauentius, dengan Herry Tany sebagai pengisi sesi inspiratif serta Feby Rahmayana bertindak sebagai moderator. Diskusi ini menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka mengenai posisi strategis pemuda dalam membangun peradaban bangsa yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan nasional.
Dalam paparannya, Nasruddin Djoko Surjono menekankan bahwa kebudayaan harus menjadi poros utama dalam pembangunan nasional. “Negara yang besar bukan hanya diukur dari kemajuan ekonominya, tetapi dari seberapa kokoh nilai budayanya menopang kehidupan rakyatnya. Pemuda adalah penjaga nilai itu,” ujarnya. Pernyataan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta diskusi yang sebagian besar berasal dari kalangan akademisi dan komunitas pemuda.
Sementara itu, M. Rizal mengajak generasi muda untuk aktif menciptakan ruang-ruang baru ekspresi budaya. “Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku yang membawa kebudayaan ke masa depan, dengan semangat inklusif dan berpihak pada kemanusiaan,” ucapnya. Ia menilai peran kreatif pemuda di era digital bisa menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi.
Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian ulang tahun ke-32 JAKER, yang dimaknai sebagai momentum memperkuat solidaritas lintas generasi di kalangan pelaku budaya dan masyarakat sipil. Sebelumnya, JAKER juga menggelar Bedah Buku Antologi Puisi “Api yang Tak Padam”, yang menghadirkan penulis lintas generasi sebagai simbol keberlanjutan perjuangan budaya rakyat.
Salah satu peserta bedah buku, Isti Komah, menilai kegiatan literasi dan kebudayaan yang digagas JAKER sebagai langkah bijak dan monumental. “Dari 25 penulis yang terlibat, 10 di antaranya perempuan. Ini menunjukkan perspektif gender yang kuat dan langkah signifikan di tengah gerakan rakyat yang umumnya didominasi laki-laki,” ujarnya. Menurutnya, keberagaman suara dalam karya sastra memperkuat posisi kebudayaan sebagai ruang perjuangan yang setara dan terbuka.
Melalui Diskusi Kebangsaan ini, JAKER berharap dapat menyalakan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di kalangan pemuda serta masyarakat luas. Kebudayaan dipandang bukan semata identitas, tetapi juga kekuatan moral dan sosial untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur — sebagaimana cita-cita bersama yang terus diperjuangkan lintas generasi.
“Nok Srie”Melaporkan

- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Loker, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Lumbung Artha Kita (LUBKITA) Puji Peran Selvi Gibran Gaungkan Semangat Generasi Muda Lestarikan Batik Selvi Gibran Dapat Apresiasi dari
Nusantara Wartapenasatu.com
Polres Bojonegoro Bersama Pemkab Lakukan Sidak Gabungan, Pastikan HET Beras Tetap Terkendali
WARTAPENASATUJATIM | BOJONEGORO – Petugas gabungan dari Polres Bojonegoro Polda Jatim bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan Inspeksi Mendadak (sidak) di sejumlah toko tradisional, toko modern, dan produsen beras di wilayah hukum Polres Bojonegoro, Senin (27/10/2025).
Sidak ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dan premium tetap stabil di pasaran serta mencegah terjadinya lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kegiatan pengecekan dipimpin oleh Kanit Pidsus Satreskrim Polres Bojonegoro, Ipda A. Zaenan Na’im, bersama sejumlah anggota Unit II Pidsus lainnya.
Turut mendampingi tim dari Bagian Perekonomian Kabupaten Bojonegoro, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog Bojonegoro, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, yang menjadi komoditas utama masyarakat Bojonegoro.
Sidak dilakukan di beberapa lokasi strategis, antara lain Swalayan Samudera, Indomaret, Pasar Tradisional Banjarejo, Toko Modern Nurul Mart, serta UD Fajar Fortuna Mandiri selaku produsen beras lokal.
Lokasi tersebut dipilih sebagai representasi rantai distribusi beras dari tingkat produsen hingga konsumen.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok beras di Bojonegoro berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Di seluruh titik pemantauan, tidak ditemukan adanya kelangkaan barang maupun praktik penimbunan oleh pelaku usaha.
Harga beras di pasaran juga terpantau stabil. Untuk beras medium, harga dijual sekitar Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium berkisar Rp14.900 per kilogram.
Harga tersebut sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah dan belum mengalami kenaikan.
Ipda A. Zaenan Na’im menegaskan, kegiatan sidak akan terus dilakukan secara berkala hingga akhir tahun 2025 guna menjaga stabilitas harga dan mencegah pelanggaran ketentuan HET.
“Kami ingin memastikan harga beras tetap terjaga dan tidak memberatkan masyarakat. Kestabilan harga pangan merupakan bagian penting dari keamanan ekonomi daerah,” ujarnya.
Petugas juga memberikan imbauan kepada para pelaku usaha agar tetap mematuhi aturan yang berlaku.
Bila ditemukan toko atau agen yang menjual beras di atas harga HET, maka Dinas Perdagangan akan menjatuhkan sanksi tegas, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap sinergi antara aparat penegak hukum, instansi pemerintah, dan pelaku usaha dapat terus terjalin erat.
Dengan begitu, harga beras tetap stabil, pasokan aman, dan masyarakat Bojonegoro diimbau tetap tenang serta bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok. (Bgn)
