Nature
- Artikel, Bisnis, Ekonomi, Internasional, Nasional, Nature, Opini, Pendidikan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL, Wisata
BENANG,BUNYI DAN MASA DEPAN
Jakarta wartapenasatu.com
JPO Pasar Kramat Jati Membahayakan, Warga Minta Perbaikan Segera
JPO Pasar Kramat Jati Membahayakan, Warga Minta Perbaikan Segera
Jakarta, wartapenasatu.com, Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Halte dan Pasar Kramat Jati, Jakarta, tengah berada dalam kondisi memprihatinkan. Banyaknya lubang besar yang menganga di permukaan jembatan membuat JPO tersebut sangat berbahaya bagi pejalan kaki. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan diduga akibat minimnya perawatan dan perbaikan dari pihak pemerintah terkait.
Kerusakan JPO tersebut bukan hanya sekadar retak-retak kecil, melainkan lubang-lubang besar yang cukup dalam dan membahayakan keselamatan pengguna. Kondisi ini memaksa warga sekitar, terutama para pedagang dan pembeli di Pasar Kramat Jati, untuk lebih waspada dan bahkan memilih jalur alternatif untuk menyeberang jalan. Ketakutan akan kecelakaan menjadi alasan utama penghindaran JPO yang rusak tersebut.
Salah satu warga setempat, Ardiansyah, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi JPO yang sudah lama dibiarkan rusak. Ia menceritakan bahwa kerusakan tersebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa ada tanda-tanda perbaikan dari dinas terkait. Ardiansyah berharap pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki JPO tersebut demi keamanan dan kenyamanan warga.
“Sudah lama sekali jembatan ini rusak, banyak lubang besar dan membahayakan. Kami khawatir ada yang jatuh dan celaka,” ujar Ardiansyah. Ia menambahkan bahwa banyak warga yang terpaksa memutar jalan untuk menghindari JPO yang rusak tersebut, menambah waktu tempuh dan ketidaknyamanan.
Minimnya perawatan dan perbaikan JPO di Kramat Jati menimbulkan pertanyaan besar tentang pengawasan dan tanggung jawab dinas terkait. Keberadaan JPO yang rusak bukan hanya mengurangi kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat merugikan banyak pihak. Kondisi ini menuntut respons cepat dan serius dari pemerintah.
Dampak dari kerusakan JPO ini sangat terasa bagi warga sekitar. Para pedagang di Pasar Kramat Jati mengalami kesulitan dalam beraktivitas, sementara pembeli juga merasa terganggu dan was-was saat hendak menyeberang jalan. Kehilangan akses yang aman dan nyaman di JPO tersebut berdampak pada efisiensi dan keamanan warga.
Pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, diharapkan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki JPO di Pasar Kramat Jati. Perbaikan JPO tersebut bukan hanya sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan warganya. Diharapkan perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan terjadwal agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Hiburan, Kesehatan, Kuliner, Nature, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
Seduh Masa Depan: HIPKA Bina Barista Muda Indonesia
Seduh Masa Depan: HIPKA Bina Barista Muda Indonesia
Wartapenasatu.com, Jakarta, Pelatihan Barista HIPKA: Lebih dari Secangkir Kopi, Sebuah Cerita Indonesia untuk Dunia
JAKARTA, 7 Juli 2025 – Melihat potensi besar industri kreatif kuliner dan minat generasi muda terhadap kopi, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) BPP HIPKA menyelenggarakan pelatihan barista selama dua hari (5-6 Juli 2025) di House of Santa, Jakarta Selatan. Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan teknik menyeduh kopi dan latte art, melainkan dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas, bisnis, dan narasi kebudayaan. Tujuannya: mengangkat kopi Indonesia dari minuman pagi biasa menjadi cerita global yang memikat.
Ketua Umum BPP HIPKA, Kamrussamad, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengisahkan kopi Indonesia kepada dunia. Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga identitas, kebanggaan, dan peluang ekonomi. “Kopi Indonesia bukan hanya robusta atau arabika, tetapi juga semangat anak mudanya yang siap membawa cita rasa lokal ke pasar global,” tegasnya.
Pelatihan ini dipandu oleh dua tokoh inspiratif: Adiyana Sulistianto (“Bang Jack”) dan Helmi Nur Amin, barista senior dan praktisi bisnis kopi berpengalaman. Mereka berbagi pengetahuan praktis, mulai dari teknik manual brew, eksplorasi rasa, hingga kiat memulai bisnis kedai kopi dengan modal minim.
Bang Helmi menekankan pentingnya koneksi emosional antara kopi, pembuat, dan penikmatnya. Sementara Bang Jack mendorong peserta mengeksplorasi rasa dan karakter kopi lokal dari berbagai daerah di Indonesia. “Setiap daerah punya keunikan, kita harus belajar menyampaikannya kepada dunia,” ujarnya antusias.Antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Suasana hangat dan kolaboratif tercipta di House of Santa, menjadi ruang komunitas kreatif dadakan yang dipenuhi diskusi bisnis, tawa, dan aroma kopi yang semerbak.
Eny K. ( Manager Marketing PT ANDROMEDA – INDOOR & OUTDOOR ADVERTISING ) Peserta dari Jakbar : pengalaman pertama kalinya ikut pelatihan Barista ternyata tidak semudah yang kita bayangkan ..harus mengulang beberapa kali, Praktek meracik kopi agar menghasilkan seduhan minuman kopi Yang berkualitas ( tehniknya ) , kegiatan Pelatihan Barista ini luar biasa bagus dan menjanjikan untuk usaha kedepanya. ..semangatt! ujar Eny K. selaku( Manager Marketing PT ANDROMEDA – INDOOR & OUTDOOR ADVERTISING)
Bagi Badiklat HIPKA, ini baru permulaan. Ketua Badiklat HIPKA, M. Yusro Khazim, menyatakan program ini akan dikembangkan menjadi pelatihan berjenjang, inkubasi bisnis, dan jaringan distribusi produk lokal. “Kami ingin alumni tidak hanya mahir menyeduh kopi, tetapi juga siap menjadi pengusaha dan duta kopi Indonesia,” tuturnya.
Kopi lebih dari sekadar minuman; ia adalah jembatan antara cerita, rasa, dan masa depan. Melalui pelatihan ini, HIPKA berharap lahir barista-barista muda yang mampu menyeduh kopi nikmat dan masa depan yang lebih cerah. by: Eny K